My Wild Rose

My Wild Rose
MAKAN SIANG KELUARGA


__ADS_3

"Siang Ad," Jeremy yang melihat sosok Ornado berjalan mendekat ke meja tempat mereka duduk di restoran masakan Jepang itu langsung tersenyum dan menyapanya. Cladia yang duduk di hadapan Niela yang duduk bersebelahan dengan Jeremy dengan posisi membelakangi Ornado langsung memutar badannya untuk melihat sosok Ornado yang baru saja datang. Tanpa menunggu dipersilahkan Ornado langsung mengambil posisi duduk di sebelah Cladia, berhadapan dengan Jeremy.


"Hai Ad, senang rasanya kita bisa bersama-sama makan siang disini," Ornado langsung tersenyum mendengar sapaan dari Niela.


"Kamu mau pesan apa Ad? Aku dan Niela sudah memesan makanan, hanya Cladia dan kamu yang belum," Mendengar pertanyaan Jeremy sekilas Ornado melirik ke arah Cladia yang sedang membuka-buka buku menu di hadapannya.


Seorang waitress berdiri di samping meja mereka, siap untuk mencatat pesanan mereka via tablet yang sudah siap di tangannya.


"Aku pesan shabu-shabu (makanan Jepang jenis nabemono berupa irisan daging sapi yang sangat tipis, dicelup ke dalam panci khusus berisi air panas di atas meja makan, dan dilambai-lambaikan di dalam kuah untuk beberapa kali sebelum dimakan bersama saus yang mengandung wijen disebut gomadare atau ponzu) daging saja," Jeremy yang sedang melihat-lihat buku menu mengangkat kepalanya mendengar perkataaan Cladia yang biasanya selalu memesan sushi (makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging, sayuran mentah, mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, gula) atau sashimi (makanan Jepang berupa makanan laut dengan kesegaran prima yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin, parutan jahe dan wasabi) di restoran ini.


"Shabu-shabu daging? Kamu tidak salah pesan Cla?" Cladia menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Jeremy, karena dengan kondisinya yang sedang hamil sekarang sebisa mungkin dia harus menghindari makanan mentah demi keamanan bayi dalam perutnya.


"Tidak Kak, hari ini aku ingin mencoba shabu-shabu daging restoran ini," Jeremy mengernyitkan alisnya, benar-benar aneh, karena sejak dulu di restoran Jepang manapun Cladia hanya akan memesan sushi atau sashimi.


"Biar aku saja yang memesan sushi salmon belly dan sashimi fatty tuna, supaya nanti aku dan Cladia bisa berbagi," Ornado segera menengahi mereka berdua, mata Cladia melirik ke arah Ornado yang memberi tanda kepada waitress untuk mencatat pesanan mereka.


Ah, dasar kamu Al, kalau kamu memesan itu kamu sama saja dengan mengerjaiku, kamu tidak tahu bagaimana sukanya aku dengan sashimi dan sushi pilihanmu, makanan terfavoritku dari restoran ini, Cladia mengomel dalam hati, tapi tentu saja dia tidak bisa mencegah Ornado memesan itu tanpa alasan yang jelas.


"Eh, Ad, apa Cladia sudah memberitahumu? Siang ini aku pinjam dia sebentar untuk menemui EO kami," Mendengar pertanyaan Niela, Ornado langsung mengangguk.


"Tadi pagi di telepon dia sudah bilang kalau setelah makan siang akan mengantarmu menemui EO kalian. Bagaimana persiapan pernikahan kalian? Apa ada yang aku bisa bantu?" Niela melirik ke arah Jeremy mendengar pertanyaan Ornado.


"Ada Ad," Jeremy berkata dengan senyum mencurigakan di wajahnya sambil memandang ke arah Cladia yang langsung memasang wajah tegang karena merasa sebentar lagi kakaknya pasti mengerjainya.

__ADS_1


"Cukup bantu aku satu hal saja, saat hari pernikahanku, kalau kamu mau membantuku dan memberiku kado, aku ingin mendengar kabar tentang adanya calon keponakanku," Cladia langsung melotot mendengar perkataan Jeremy, sedang Ornado yang barusan meneguk minumannya langsung tersedak, wajahnya sedikit memerah. Jeremy langsung tertawa senang melihat reaksi Ornado.


"Hukuman bagimu karena kasus tadi pagi Ad," Jeremy mengambil gelas di depannya dan dengan santai meneguknya dengan wajah puas, sedang Cladia langsung menyodorkan tissue ke arah Ornado yang langsung meraihnya untuk membersihkan bibirnya.


"Memang ada kejadian apa tadi pagi?" Cladia memandang ke arah Ornado yang sedikit melotot ke arah Jeremy yang tersenyum penuh kemenangan.


Sial, kamu benar-benar mengerjaiku Jer. Ornado memaki dalam hati sambil mengalihkan pandangannya yang mematikan dari Jeremy dan menoleh ke arah Cladia, tentu saja dengan pandangan yang langsung berubah menjadi lembut.


Jeremy dan Niela tersenyum, melihat cara Ornado memandang Cladia dengan penuh cinta.


"Tidak ada apa-apa, aku memang salah, seringkali lupa posisi Jeremy sebagai kakak iparku, bukan sekedar rekan bisnis. Bagaimanapun ke depannya aku harus selalu ingat untuk menghormatinya lebih dari sekedar rekan bisnis biasa, kalau tidak ingin dia mengambil kembali adiknya dariku," Cladia mengernyitkan dahinya, tanda dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang barusan Jeremy dan Ornado perdebatkan. Niela yang tadi pagi sudah mendengar cerita dari Jeremy hanya tersenyum melihat tindakan kedua laki-laki itu.


"Ah, sudahlah, jangan terlalu dipikir Cla. Begitulah tindakan para pria kalau sudah muncul sifat kekanak-kanakan mereka, tidak ada yang mau mengalah," Niela meraih tangan Jeremy, meletakkannya di atas meja dan menepuk-nepuknya.


"Kamu mau Cla?" Tiba-tiba saja tanpa disangka-sangka Cladia, Ornado menyodorkan sashiminya yang masih setengah porsi lebih ke arah Cladia, dengan cepat Cladia langsung menggelengkan kepalanya dan menggeser kembali sashimi agar menjauh dari hadapannya, walaupun dalam hati sebenarnya dia benar-benar ingin mencicipi paling tidak sepotong sashimi di depannya.


"Tidak, hari ini aku sedang tidak ingin makan sashimi," Cladia berkata dengan berusaha keras bertindak sewajarnya dan tidak menelan ludahnya. Ornado memandang wajah Cladia yang nampak asyik memakan shabu-shabunya karena ingin mengalihkan perhatiannya dari sashimi yang terhidang di depannya.


"Kalau begitu biar aku saja yang memakannya," Jeremy mengarahkan sumpitnya ke sashimi di depan Cladia, namun dengan cepat sumpit Ornado menghalangi sumpit Jeremy, Cladia dan Niela yang melihat kejadian itu tersenyum geli. Melihat sumpit mereka menjepit satu potong sashimi yang sama. Cladia mengarahkan sumpitnya kesana, memukulkan sumpitnya ke sumpit Jeremy dan Ornado, memberi tanda agar mereka menyingkirkan sumpit mereka dari sashimi di depannya. Ornado dan Jeremy saling berpandangan sebelum akhirnya bersamaan menarik sumpit mereka.


Sumpit yang dipegang Cladia dengan cepat menjepit 2 potong sashimi dihadapannya dan meletakkannya di piring Jeremy yang langsung tersenyum mengejek Ornado. Ornado sedikit menggerakkan badan dan tangan kanannya yang memegang sumpit ke depan, ke arah Jeremy, tapi dengan tiba-tiba dia langsung menghentikan gerakan badannya karena tangan kiri Cladia tiba-tiba memegang tangannya kanannya untuk memberikan kode agar dia tidak meneruskan candaannya dengan Jeremy. Tangan Cladia bukan sekedar menarik kain lengan jas atau bajunya seperti biasanya, tapi benar-benar memegang punggung telapak tangannya. Walaupun sentuhan tangan Cladia hanya beberapa detik saja namun tindakannya itu membuat Ornado langsung terdiam karena kaget, bahkan Jeremy dan Niela juga terlihat cukup kaget dengan apa yang barusan dilakukan Cladia kepada Ornado.


Belum lagi Ornado bisa mengendalikan kagetnya tiba-tiba Cladia mengambil sepotong sashimi dengan sumpitnya dan mengarahkannya ke mulut Ornado, yang beberapa saat mulutnya sempat tetap terkatup rapat sampai pelototan mata Jeremy yang duduk di depannya dan tendangan pelan kaki Jeremy ke arah betisnya menyadarkannya kembali dan memberi tanda untuk segera merespon tindakan Cladia yang hendak menyuapinya dengan sashimi.

__ADS_1


"Ehem, makasih Cla," Ornado berkata setelah berhasil menelan sashimi yang baru saja disuapkan Cladia ke mulutnya. Cladia hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih dari Ornado, sedang Niela dan Jeremy langsung mengambil sikap berpura-pura fokus pada masakan di depannya agar tidak membuat suasana menjadi canggung.


Baru kali ini kamu berinisatif untuk menyentuhku tanpa terlihat ketakutan, tindakanmu barusan membuatku ingin sekali membatalkan keberangkatanku ke Itali besok, andai saja aku bisa membuatmu ikut bersamaku ke Itali, Ornado berkata dalam hati.


"Ehem," Ornado sedikit berdehem, pura-pura sedikit tersedak, tangan kirinya sengaja menepuk-nepuk dadanya pelan untuk mengalihkan perhatian bahwa sebenarnya saat ini dia sedang berusaha menenangkan dadanya yang begitu berdebar-debar sambil melirik ke arah Cladia yang sudah kembali menikmati shabu-shabunya.


Cladia sendiri sebenarnya cukup kaget dengan tindakannya barusan, yang baginya tergolong nekat. Dia tidak menyangka bagaimana dia tiba-tiba memiliki keberanian untuk menyentuh tangan Ornado. Baginya semuanya terjadi begitu tiba-tiba tanpa berpikir panjang dan saat ini dia sendiri juga berusaha keras menenangkan debaran hatinya dengan berpura-pura menikmati shabu-shabu di depannya. Sewaktu dia meminta Ornado untuk mengajaknya berdansa beberapa waktu lalu di pesta dia benar-benar berusaha menyiapkan dan mengumpulkan keberaniannya, tapi hari ini....hal itu terjadi dengan sangat tiba-tiba tanpa perencanaan sedikitpun.


Melihat kejadian barusan Jeremy buru-buru meraih handphonenya, membuka layarnya dan mulai mengetik sebuah pesan kepada Ornado. Begitu pesan terkirim Jeremy memberi kode kepada Ornado lewat matanya untuk mengecek handphonenya yang tergeletak di atas meja di depannya, yang baru saja memberikan notifikasi bahwa ada pesan baru yang masuk.


Kamu harus berterimakasih padaku, kalau bukan karena aku mengerjaimu hari ini tidak mungkin kamu dapat hadiah istimewa dari Cladia hari ini.


Ornado tersenyum membaca pesan dari Jeremy dan dengan cepat dia segera membalas pesan Jeremy.


Kakak iparku yang baik, bagaimana caraku untuk berterimakasih padamu untuk kejutan istimewa darimu hari ini? Katakan hadiah apa yang kamu inginkan untuk membalas kebaikanmu?


Ornado mengirimkan balasan ke Jeremy yang dengan cepat juga langsung membaca dan membalasnya. Dan balasan Jeremy kembali membuat Ornado melotot ke arah Jeremy dengan wajah memerah.


Aku tidak minta apa-apa, cukup sesegera mungkin ada kabar tentang keturunan Xanderson yang kelak akan memanggilku paman. Berikan aku keponakan sesegera mungkin. Waktumu 6 bulan dari sekarang sampai hari pernikahanku, kalau tidak aku dan Niela akan mendahuluimu.


Jeremy harus benar-benar menahan tawanya melihat reaksi Ornado yang terlihat semakin salah tingkah.


Kamu pikir aku tidak mau? Keinginanku untuk itu lebih besar dari apa yang bisa kamu bayangkan!

__ADS_1


Pesan terakhir Ornado akhirnya hanya dibalas Jeremy dengan icon tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2