My Wild Rose

My Wild Rose
TRUE OR FALSE


__ADS_3

"Apa yang terjadi?"


"Bukannya Pak Ornado dan Bu Cladia sama-sama sudah menikah? Tapi kenapa sikap Pak Ornado terlihat mesra sekali ke Bu Cladia?"


"Tapi Bu Cladia keliatan biasa-biasa saja, tidak pernah terlihat mesra kepada Pak Ornado,"


"Apa sebelum menikah mereka dulu pernah pacaran?"


"Sebenarnya ada hubungan apa antara Pak Ornado dan Bu Cladia?"


"Tidak mungkin hubungan mereka hanya sekedar rekan bisnis,"


Robi memandang tajam ke ke arah Ornado dan Cladia tanpa mengeluarkan sepatah katapun, tidak menanggapi sama sekali pembicaraan yang sedang terjadi diantara teman-teman satu teamnya.


Aku tidak perduli apapun yang aku dengar dari orang lain, selama aku masih belum melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu bahagia saat bersama Pak Ornado dan kamu mengatakan kalau kamu mencintainya, aku tetap akan berjuang untukmu.


Robi berkata dalam hati sambil melangkah meninggalkan area kolam renang tersebut.


"Haish, apa yang kalian ributkan, sudah, jangan bergosip, cepat ganti pakaian kalian, kita akan makan malam diluar hari ini," James segera berjalan diantara mereka yang berbisik-bisik.


"Pak Ornado mengajak kita makan seafood di restoran Y di dekat pantai, ayo, cepat ganti, dan bersiap kesana, jangan sampai kalian membuat Pak Ornado dan Ibu Cladia yang menunggu kalian," James buru-buru membubarkan mereka.


"Wah, kali ini kita benar-benar dimanjakan oleh Pak Ornado,"


"Aku benar-benar beruntung diberi kesempatan untuk bergabung dengan team ini,"


James hanya tersenyum simpul mendengar ocehan mereka, mereka buru-buru meninggalkan lokasi kolam renang menuju kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian, sedang James segera mendekati Ornado dan Cladia.


Ornado melepas earphone dari telinganya dan meletakkannya di pangkuan Cladia, di atas majalah Vogue yang masih dengan kondisi terbuka di atas paha Cladia.


"Hei, mau sampai kapan kalian bermesra-mesraan di depan kami yang masih jomblo?" James berdiri di antara kursi santai Cladia dan Ornado.


Mendengar perkataan James membuat Cladia salah tingkah, sedang Ornado hanya tersenyum, kepalanya mendongak dengan matanya memandang James.


"Tuan Ornado, jangan salahkan mereka kalau hari Senin ini akan ada berita besar di kantor Bumi Asia, siapa suruh kamu berbuat seperti ini di depan banyak karyawanmu?" Ornado bangkit berdiri, meraih handuk yang ada di sandaran kursinya dan melingkarkannya di pinggangnya.


"Memang apa ada yang salah yang telah aku lakukan hari ini?" Ornado melirik ke arah Cladia yang wajahnya sedikit memerah, James memukul bahu Ornado dengan pelan.


"Ah, sudahlah, sesuai janjimu, malam ini kita akan pesta seafood, bagaimana denganmu Ad? Apa jet lagmu sudah membaik? Kamu akan ikut bergabung dengan kami atau tidak?" Ornado memandang ke arah Cladia kembali.


"Tergantung Nyonya Xanderson, kalau dia ikut aku juga akan ikut," Cladia mengangkat kepalanya, memandang ke arah Ornado, berapa lama ini sering sekali pria itu memangilnya dengan sebutan Nyonya Xanderson, walaupun itu adalah kenyataan, tapi baginya dia masih merasa sedikit tidak nyaman dengan sebutan itu.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sedikit malas, tapi demi menyenangkan yang lain lebih baik kita ikut saja, supaya mereka juga tidak berpikir macam-macam tentang kita," James langsung tertawa mendengar perkataan Cladia.


"Dengan apa yang barusan mereka lihat tentang kalian pasti sekarang mereka sudah berpikir macam-macam," Ornado melotot ke arah James, memberi tanda agar James tidak menggoda Cladia lagi.


"Ok, kami ikut saja, toh ada sopir Cladia, selama perjalanan aku juga bisa beristirahat sebentar." Cladia sedikit terbeliak, dia benar-benar lupa bahwa saat ini dia dan Ornado hanya memiliki satu mobil dan satu sopir karena kemarin malam dia sendiri yang mencegah Ornado untuk memberi perintah agar sopirnya menyusul kesini. Cladia menarik nafas dalam-dalam, pasti anggota team yang lain akan bertambah heboh karena sore ini mereka melakukan perjalanan dalam satu mobil.


Sebenarnya Cladia ingin meminta bantuan James agar Ornado bisa menumpang di mobilnya, tapi jelas-jelas Cladia tidak akan mungkin mengeluarkan suaranya untuk mengatakan itu, yang jelas-jelas justru akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi James, yang akan membuat suasana semakin rumit.


Apalagi, sejujurnya Cladia juga tidak ingin membuat Ornado tersinggung dengan menyuruhnya ikut dengan James. Bagaimanapun kondisi hubungan mereka saat ini, benar seperti yang dikatakan Ornado, dia adalah Nyonya Xanderson, dengan statusnya itu dia harus tetap menjaga dan melindungi wibawa suaminya di depan orang lain.


"Ok, kalian bersiap-siaplah, aku juga akan kembali ke kamarku," James meraih handuk di meja, melingkarkannya ke pinggangnya dan berjalan meninggalkan Cladia dan Ornado.


Cladia menutup majalah Voguenya, merapikan kabel earphonenya dan bangkit dari duduknya, berdiri di samping Ornado yang masih menunggunya untuk berjalan bersama-sama ke kamar mereka.


©©©©©©©


Makan malam itu Ornado sengaja memesan meja panjang di balkon lantai 2 restoran yang memiliki pemandangan paling bagus. Saat melihat ke arah Utara akan terlihat suasana laut lepas yang indah diiringi semilir angin laut.


Meja tersebut ditempatkan dengan posisi memanjang dari barat ke timur, Ornado duduk di ujung meja sebelah barat, sedang ujung meja di sebelah timur kursi ditempati oleh James. Kursi lain berjajar di sebelah Selatan meja, menghadap Utara, menghadap laut lepas yang berjarak tak jauh dari restoran itu berdiri.


Cladia duduk di salah satu kursi yang menghadap Utara, dengan posisi paling barat tepat di sebelah kiri Ornado, sedang di sebelah kiri Cladia duduk Amalia.


"Karena makanan disini benar-benar disiapkan dari hasil laut segar yang masih hidup, jadi kemungkinan akan cukup lama proses masaknya, bagaimana kalau kita bersenang-senang sebentar sambil menunggu," Mendengar perkataan James semua mata terarah kepadanya, James langsung tersenyum.


"Selama itu permainan yang aman dan tidak menyinggung siapapun silahkan saja," James melirik ke arah Cladia yang lebih memilih diam, sehingga James menganggap Cladia juga setuju dengan apa yang baru saja diusulkannya.


"Ok, kita akan mainkan true or false, sumpit akan diputar, putaran pertama menunjuk siapa yang harus menjawab pertanyaan, sedangkan putaran kedua untuk menentukan siapa yang mendapat kesempatan untuk bertanya. Pihak yang bertanya tidak boleh memberikan pertanyaan secara detail dengan menyebutkan nama, tempat, sedangkan pihak yang ditanya hanya perlu menjawab true kalau benar, false kalau salah, karena beberapa diantara kita sudah saling kenal kalau pihak yang menjawab tidak jujur, jika ada dari kita yang menyangkalnya maka kita akan sama-sama memberikan hukuman kepada yang tidak jujur. Yang berhak memutar sumpit adalah orang yang sebelumnya mendapatkan pertanyaan. Pertanyaan tidak boleh menyangkut tentang pekerjaan dan kebijakan perusahaan. Bagaimana?"


"Setuju"


"Wah, menarik,"


"Boleh-boleh,"


"Sepertinya bakal seru," James tertawa melihat respon dari mereka yang tampak bersemangat dengan permainan yang diusulkannya.


"Ok, untuk yang pertama kalinya kita akan lakukan percobaan dulu, tidak ada hukuman bila jawabannya salah, kita berikan kehormatan pertama untuk Ibu Cladia memutar sumpitnya, bagian ujung sumpit yang lebih kecil kita gunakan sebagai bagian untuk menunjuk." Cladia tersenyum, tangan kirinya mengambil sumpit yang ada di depannya, memindahkannya ke tangann kanannya dan memutarnya dengan tangan kanannya.


Putaran pertama sumpit menujuk ke arah James, sedang putaran kedua ke arah Robi.


"Ok, Robi, silahkan bertanya padaku satu pertanyaan," James berkata sambil tersenyum, Robi memandang ke arah James dengan senyuman juga, berdiam sebentar untuk memikirkan kira-kira pertanyaan apa yang ingin dia tanyakan.

__ADS_1


"Apakah Pak James sudah punya pacar?"


"True," James tersenyum dengan wajah bangganya, Ornado langsung mengangkat tangannya sambil tertawa geli.


"False," James tersentak kaget, melotot ke arah Ornado, barusan dia benar-benar lupa kalau ada Ornado di meja itu, yang pastinya tahu dengan jelas bahwa sampai saat ini dia banyak dikelilingi wanita cantik, tapi tidak satupun diantara mereka yang berstatus pacarnya.


Melihat pelototan James, Ornado hanya bisa mengangkat bahu dengan tawa kecil menghias bibirnya.


Yang lain langsung tertawa dan ribut melihat kejadian barusan, termasuk Cladia yang tersenyum geli melihat James yang salah tingkah karena skak mat dari Ornado.


"Ok, ok, jawabannya false," James akhirnya menyerah mengakui kekalahannya, Ornado mengangkat ibu jari kanannya ke arah James, membuat James sedikit mendengus kesal, disambut suara riuh tepuk tangan dari yang lain.


"Ok, ini kan masih percobaan, belum ada hukuman, kita serius ya sekarang," James berkata sambil mengambil satu sumpit di depannya.


"Sekarang giliranku, kalian semua bersiap-siap ya," James memutar sumpit di depannya, putaran yang pertama menunjuk kepada Robi, yang kedua kepada Amalia.


"Apakah saat ini ada gadis yang disukai oleh Pak Robi?" Robi langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari Amalia.


"True," Ornado yang awalnya sibuk melihat layar hp di depannya langsung mengangkat wajahnya, matanya langsung memandang ke arah Robi yang dengan jelas dilihatnya sedikit melirik ke arah Cladia.


Walaupun Robi hanya melirik Cladia sekilas, Ornado dapat menangkapnya dengan jelas, sedangkan Cladia yang tidak menyadari tindakan Robi dan Ornado hanya tersenyum memandang ke arah Amalia yang barusan mengajukan pertanyaan.


Sepertinya Amalia menyukai Robi.


Cladia berkata dalam hati setelah itu pandangan matanya mengarah ke Robi yang sudah bersiap memutar sumpit di depannya.


15 menit berlalu, sampai pada suatu titik, sumpit putaran pertama menunjuk pada Ornado dan sumpit kedua menunjuk pada salah seorang wanita anggota team yang lain.


"Apakah wanita yang anda cintai ada di meja ini?" Cladia dan James tersentak kaget dengan pertanyaan yang berani barusan, sedang Ornado tampak tenang mendengar pertanyaan tersebut.


"True," Ornado menjawab dengan tenang, Cladia memandang ke arah Ornado dengan tatapan protes, tapi Ornado tetap tersenyum dengan tenang, yang lain langsung sibuk berbisik-bisik mencoba menebak-nebak, berusaha mengartikan jawaban Ornado barusan. Ornado meraih dan memutar sumpit di depannya, putaran pertama menunjuk ke arah Cladia, sedang putaran kedua menunjuk ke arah dia sendiri.


Ornado yang awalnya memutar sumpitnya dengan asal-asalan, dengan posisi duduk sambil bersandar di sandaran kursi langsung bergerak maju mendekati meja begitu melihat hasil putaran sumpit yang dilakukannya, sehingga secara otomatis tubuhnya juga mendekati Cladia yang duduk di sebelah kirinya. Dengan tatapan lembutnya dia memandang kearah Cladia sebelum mengajukan pertanyaannya.


"Ibu Cladia, kami dengar anda sudah menikah berapa waktu yang lalu, apakah suami anda adalah salah satu pria yang duduk di meja ini?" Ornado berkata pelan sambil tersenyum manis ke arah Cladia yang langsung tersentak kaget dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka, benar-benar tidak menyangka dengan pertanyaan Ornado, bahkan James pun tidak menyangka sama sekali kalau Ornado akan memberikan pertanyaan seperti itu kepada Cladia.


"Apa?"


"Kenapa Pak Ornado bertanya seperti itu kepada Bu Cladia?"


"Wah, pertanyaan itu..."

__ADS_1


"Jangan-jangan...," Suasana menjadi ramai, dipenuhi dengan suara-suara yang saling berbisik dengan wajah penasaran, hanya Robi yang tetap duduk diam, sedikit kaget juga mendengar pertanyaan Ornado barusan, sedang yang lain langsung memfokuskan pandangan matanya ke arah Cladia, menunggu jawaban dari Cladia.


__ADS_2