My Wild Rose

My Wild Rose
PESTA KEJUTAN UNTUK ORNADO


__ADS_3

Sejak pukul 3 sore Ornado tidak bisa menghubungi Cladia. Sebelumnya Cladia memang sudah menuliskan pesan kepada Ornado bahwa dia kemungkinan akan sulit dihubungi setelah lewat jam 2 karena rumah temannya agak jauh di pinggiran kota, kemungkinan sinyal handphone akan sulit. Walaupun sudah membaca pesan dari Cladia tetap saja Ornado merasa tidak tenang jika tidak menghubungi Cladia, mencari tahu keadaan Cladia terkini.


James yang melihat wajah kusut Ornado yang duduk di kursi meja kerjanya hanya bisa menyembunyikan senyum gelinya. Sejak kemarin James dan Cladia, dibantu Jeremy sudah mengatur skenario acara pesta Ornado hari ini. Semua staff dari pihak Bumi Asia sudah diinfo untuk tutup mulut tentang acara hari ini, bahkan termasuk Fred, sopir dan kedua pengawal Cladia.


"James, batalkan acara makan malam kita hari ini," James mendekat mendengar perintah dari Ornado dengan memasang wajah bingung.


"Kenapa? Bukannya semuanya sudah disiapkan? Kamu sudah booking untuk 15 orang, termasuk dokter Laurel dan Dave, kalau kamu membatalkannya sekarang rasanya tidak terlalu etis, apalagi ada Paman Alberto juga yang sengaja datang mengikutimu kesini supaya bisa tetap merayakan ulang tahunmu seperti biasanya," Ornado menarik nafas panjang, jari-jari tangannya mengetuk-ngetuk meja kerjanya. Rasanya hari ini dia hanya ingin tinggal di rumah sambil menunggu kedatangan Cladia dari rumah temannya. Dia hanya ingin merayakan ulang tahunnya berdua dengan Cladia. Untuk pertama kalinya setelah 15 tahun dia terpisah dari Cladia baru kali ini dia bisa merayakan ulang tahunnya di Indonesia dengan status Cladia yang sudah menjadi istri sahnya. Rasanya Ornado benar-benar tidak rela hari ini dia melalui makan malam ulang tahunnya tanpa adanya Cladia di sampingnya.


Sebenarnya Ornado juga merasa malas untuk makan malam tanpa kehadiran Cladia karena semua orang yang dia undang pasti akan bertanya-tanya kenapa Cladia tidak ikut acara makan malam bersama mereka. Ornado tentu saja tidak ingin menjelaskan detail alasannya, apalagi jika mereka tahu dia sendiri baru mengundang Cladia kemarin sore sewaktu di ruang studio tari, itupun ditolak oleh Cladia. Lebih akan menggelikan lagi jika mereka mengetahui bahwa ternyata Cladia tidak tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya, suaminya sendiri. Rasanya tidak masuk akal jika seorang istri tidak mengetahui tanggal ulang tahun suaminya sendiri, apalagi mereka terhitung masih pengantin baru, yang bagi orang normal pasti masih dalam masa romantis-romantisnya.


Walaupun James tahu persis acara makan malam ini bagi Ornado menjadikannya tidak bersemangat karena tidak adanya Cladia, tapi James sengaja tetap berpura-pura tidak tahu. Berpura-pura tidak perduli dengan tarikan nafas panjang Ornado yang tampak galau.


"Ayolah Ad, acara akan mulai 2,5 jam lagi, lebih baik kita segera pulang dan bersiap-siap," Ornado menarik nafas panjang lagi, akhirnya dia memaksakan dirinya untuk bangkit dari duduknya, mengancingkan dan merapikan jasnya dan berjalan menuju pintu keluar kantornya.


Begitu Ornado keluar dari kantor dan naik ke mobilnya, James langsung mengirimkan pesan kepada Fred, Jeremy dan Cladia untuk memberitahukan bahwa Ornado sudah meninggalkan kantor Bumi Asia.





Ornado melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 18:15. Sedari tadi James sudah sibuk menelponnya, menanyakan kenapa dia belum datang ke acara makan malam bersama yang awalnya akan dimulai pukul 18:00, sedangkan semua orang yang diundang sudah datang menunggunya. Begitu keluar dari mobilnya, Ornado mengancingkan dan merapikan jas warna hitamnya dengan kemeja merah muda di dalamnya. Ornado menarik nafas panjang, sejak malam itu sesuai dengan janji Cladia, pakaian apapun yang dia kenakan selalu Cladia yang memilih dan menyiapkannya, dan selama ini Ornado tidak pernah sekalipun menggantinya, dia akan mengenakan apapun yang sudah disiapkan oleh Cladia untuknya.


Ornado memasuki pintu lobi Hotel XX dengan malas. Begitu Ornado mendekati lobi hotel, terlihat James langsung menyambutnya dengan seyum di wajahnya.

__ADS_1


"Hei, tuan besar, kemana saja kamu? kenapa lambat sekali? Tidak seperti Ornado yang kukenal," Ornado hanya tersenyum tipis tanpa gairah mendengar sapaan James yang lebih ke arah mengajaknya bercanda.


"Memang seperti apa Ornado yang kamu kenal?" James langsung tertawa mendengar pertanyaan balik dari Ornado.


"Tuan Ornado Xanderson tidak akan pernah mengingkari janji, dan tidak pernah terlambat dengan janjinya," Mendengar perkataan James, Ornado menaikkan sedikit alisnya ke atas sambil berjalan ke arah lift hotel.


"Ad, jangan berwajah susah seperti itu. Ayolah, ini kan hari ulang tahunmu," Ornado bukannya menanggapi perkataan James, justru sibuk melihat ke layar handphonenya, seperti orang yang sedang menunggu panggilan dari seseorang. James langsung tersenyum melihat itu.


"Ad, hari ini aku akan membuat acara ulang tahunmu tahun ini benar-benar istimewa," Ornado melirik ke arah James tanpa senyum di wajahnya.


"Kalau bisa rasanya aku ingin menunda hari ulang tahunku, besok atau lusa, bukan hari ini," James tersenyum mendengar keluhan Ornado.


"Apa yang akan kamu berikan ke aku kalau aku bisa menjadikan perayaan hari ulang tahunmu hari ini benar-benar istimewa?" Ornado mengernyitkan alisnya, berusaha menebak apa yang ada di pikiran James.


"Berikan aku hypercar Bugatti LVN hitammu di Itali untukku," Ornado membeliakkan matanya, sedikit terkejut dengan permintaan James. Mobil Bugatti miliknya yang belum sampai 4 bulan lalu dia beli dengan harga hampir 270 miliar? (Bugatti LVN (La Voiture Noire)  merupakan jenis hypercar. Hypercar adalah kasta tertinggi dari semua mobil, melebihi supercar dan sportcar. Tenaganya sangat 'mengerikan' antara 700 HP hingga 1.500 HP dan disebut-sebut mirip seperti mobil Formula 1. Rata-rata kecepatan hypercar melebihi 400 kilometer per jam. Tentunya, untuk mengendarai hypercar harus dengan skill mengemudi yang mumpuni. Desain bodi hypercar dirancang sangat khusus, bercampur antara nuansa futuristik dengan lekuk bodi aerodinamis. Produksinya pun sangat dibatasi. Karena itulah, harga satu unit hypercar bisa mencapai puluhan sampai ratusan miliar).


"Jangan bercanda, apa yang membuatmu begitu percaya diri meminta hypercar ku untuk hadiahmu?" James mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum dengan penuh percaya diri.


"Ayolah Ad, aku tidak akan berani meminta itu jika hari ini aku tidak bisa membuatmu puas dengan acara perayaan ulang tahunmu hari ini, kalau aku tidak berhasil kamu boleh mengambil tanah kosongku di dekat pantai Cala Mariolu," Ornado mengernyitkan kedua alisnya, terlihat bahwa dia sedang memikirkan penawaran James. Tanah kosong milik James itu sudah lama dia incar, bahkan dia berani membayarnya 4-5 kali lipat dari harga normal tertinggi karena dia ingin membangun sebuah villa disana. Selama ini James selalu menolak penawarannya, dan tiba-tiba hari ini dia begitu gigih melakukan penawaran seolah-olah James yakin dia yang akan menang.


"Ok, aku setuju, toh bagiku jika hanya kehilangan hypercar ku aku masih bisa membelinya lagi, sedangkan kamu jika sudah menyerahkan tanah itu padaku, jangan harap bisa dapat penggantinya, kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan penggantinya di tempat yang sama. Aku benar-benar penasaran apa yang mau kamu lakukan sehingga membuatmu begitu percaya diri bisa membuatku menyerahkan Bugattiku," James tergelak mendengar perkataan Ornado.

__ADS_1


"Ok, deal," Ketika pintu lift terbuka, Ornado langsung menoleh ke arah James dengan wajah heran.


"Kelihatannya kita salah, harusnya kita ke lantai 9 bangunan ini, bukan lantai 15," Lagi-lagi James tergelak mendengar perkataan Ornado.


"Acara hari ini aku pindahkan ke main hall, bukan di restoran hotel ini," Mata Ornado memandang tajam ke James, memberi tanda agar James menjelaskan apa yang terjadi dengan perubahan acara yang tiba-tiba hari ini tanpa konfirmasi kepadanya lebih dahulu.


"James, Ad, tunggu aku!" James dan Ornado spontan menoleh ke belakang mendengar nama mereka dipanggil, dari arah belakang mereka tampak Amadea dengan gaunnya yang cantik berlari-lari kecil ke arah mereka.


"Maaf aku terlambat," Amadea menghentikan langkahnya begitu sampai di samping James dan Ornado sambil mengatur nafasnya yang sedikit terengah-engah.


"Tenang saja, belum terlambat, yang berulang tahun masih disini," Mendengar perkataan James Amadea langsung tersenyum dan meraih lengan kanan Ornado.


"Ayolah, aku iringi kamu masuk ke main hall, rasanya sayang sekali pria setampan kamu harus masuk ke main hall tanpa pasangan." Belum sempat Ornado berkata-kata lagi Amadea langsung memeluk dan menarik lengannya menuju main hall, sedang James berjalan mendahului mereka untuk membukakan pintu main hall.


Begitu pintu main hall dibuka oleh James, terlihat semua orang yang hadir sudah bersiap, berjajar rapi di sepanjang kanan kiri karpet merah yang tergelar mulai dari pintu sampai ke bagian depan main hall dan langsung menyanyikan lagi selamat ulang tahun untuk Ornado.


Ornado benar-benar tersentak kaget melihat kejutan yang dia dapat, melihat banyaknya orang yang sebagian dia kenal karena merupakan staff dan jajaran managemen di Bumi Asia, sebagian dia tidak kenal, tapi ketika Ornado melihat ada Amalia dia bisa menebak berarti sebagian yang hadir merupakan staff dan jajaran managemen dari Sanjaya. Nampak Dave dan Laurel di ujung sebelah kiri, Alberto, Jeremy dan Niela di ujung sebelah kanan.


Dengan cepat mata Ornado segera mencari sosok seseorang yang benar-benar ingin ditemuinya, tapi sejauh matanya  berkeliling dia tidak menemukan sosok itu, membuat wajahnya sedikit menunjukkan kekecewaannya, sampai tiba-tiba semua orang yang tadinya berkumpul di sebelah kanan karpet bergerak mundur ke balakang, sehingga mata Ornado menjadi fokus untuk melihat roti tart bersusun yang cantik di bagian depan ruangan. Tapi bukan itu yang benar-benar membuat senyum Ornado mengembang, tapi seseorang dengan gaun cantiknya yang berdiri di dekat roti tart itu, Cladia Xanderson.


Cladia tampak cantik dengan gaun bewarna merah mudanya yang semakin menonjolkan kecantikan dan kulit putih mulusnya. Ornado tersenyum melihat gaun yang dikenakan Cladia malam itu, yang merupakan gaun pemberiannya 2 hari lalu, dan Ornado langsung mengerti kenapa hari ini Cladia memilihkan kemeja bewarna senada untuk acara makan malam hari ini.

__ADS_1


Ornado langsung berjalan mendekat ke arah Cladia tanpa memperdulikan kumpulan orang-orang yang masih menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya. Bahkan Ornado yang saat itu pandangan matanya terpatri pada sosok Cladia benar-benar melupakan bahwa Amadea ikut berjalan bersamanya ke arah Cladia dengan posisi masih memeluk lengan kanan Ornado, yang tanpa sadar membuat senyum di wajah Cladia terlihat sedikit surut karena melihat pemandangan itu.


__ADS_2