
Cladia memandang sekelilingnya dengan mata berbinar dan senyum bahagia di wajahnya. Ornado yang berjalan di samping Cladia hanya bisa memandangi wajah istrinya yang bahagia dari balik kacamata hitamnya dengan bibir yang ikut tersenyum bahagia. Dengan bersemangat Cladia menarik lengan Ornado, mengajaknya berjalan dengan langkah-langkah cepat.
“Tenang Amore mio, tidak perlu buru-buru, kita masih punya banyak waktu untuk berkeliling memuaskan keinginanmu untuk berkeliling kota Roma. Kamu tidak boleh berjalan terlalu cepat dan terlalu lelah, ingat bayi dalam kandunganmu,” Cladia tertawa mendengar peringatan dari Ornado.
“Tapi Al, aku mau menyelesaikan semua destinasi wisata di kota ini, karena kamu berjanji, kalau masih ada waktu, kamu akan mengajakku ke kota Venice yang jaraknya juga tidak dekat dari sini,” Ornado tersenyum, sekilas diacaknya rambut Cladia yang hari itu sengaja dia ikat ke atas, membuatnya terlihat santai, tapi tetap cantik dan anggun.
(Jarak antara Kota Roma ke Kota Venice adalah 333 miles (536 km). Perjalanan dari Kota Roma ke Kota Venice akan menghabiskan waktu sekitar 5 jam 20 menit jika menggunakan jalur darat, dan 60-70 menit jika menggunakan jalur udara).
“Tenang saja, kita akan kesana dengan pesawat pribadi, aku tidak akan membiarkan kamu kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan kota Venice, lagipula aku juga tidak sabar melakukan prosesi berciuman di gondola persis di bawah jembatan bride of Sighs ketika matahari akan terbenam untuk membuat cinta kita kekal abadi. Aku akan mengikatmu selamanya untuk terus berada di sisiku,” Cladia tersenyum mendengar perkataan Ornado.
“Tanpa melakukan itupun kamu sudah mengikatku untuk selalu berada di sisimu, dan aku tidak ada niat untuk melepaskan diri dari ikatan yang sudah kamu buat untukku,” Mendapat jawaban seperti itu dari Cladia lengan Ornado langsung meraih tubuh Cladia ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala Cladia dengan mesra. Rasanya kehidupannya benar-benar terasa sempurna setelah Cladia menjadi pendamping hidupnya.
Tempat wisata pertama yang mereka datangi pagi itu adalah Trevi Fountain (Dikenal juga dengan sebutan Air Mancur Trevi. Air Mancur Trevi adalah sebuah air mancuryang sangat indah hasil rancangan arsitek Italia Nicola Salvi, namun air mancur ini diselesaikan oleh Pietro Bracci. Air mancur menakjubkan ini mempunyai tinggi 26,3 meter dan lebar 49,15 meter yang dibangun pada tahun 1762. Pada air mancur ini terdapat mitos konon jika melempar sebuah koin di air mancur ini, maka orang itu dipastikan akan berkunjung kembali ke Kota Roma, dan apalagi seseorang ingin mencari pacar, maka dia dapat melemparkan 2 koin, jika seseorang bersama pasangannya melemparkan 3 koin, dipercaya dapat untuk menjaga hubungan mereka awet hingga ke jenjang pernikahan. Diperkirakan setiap hari uang sebanyak 3000 euro dilemparkan ke obyek wisata ini. Uang yang terkumpul akan disumbangkan kepada yayasan amal).
“Apa kamu mau melemparkan koin ke air mancur?” Cladia menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Ornado.
“Kalau aku, merasa tidak perlu melemparkan sebuah koin hanya untuk kembali ke tempat ini, karena suamiku adalah salah satu pemilik kota ini, aku juga tidak perlu melemparkan dua koin untuk mendapatkan kekasih karena aku sudah memiliki seorang suami yang baik dan sempurna sepertimu, dan yang terakhir, untuk tiga koin yang harus dilemparkan kesana, aku juga tidak perlu mengharapkan hubungan sampai dengan jenjang pernikahan karena aku sudah menikah dengan pria yang benar-benar mencintaiku. Lalu apakah ada alasan lain agar aku melemparkan koin ke air mancur ini?” Lagi-lagi Ornado hanya bisa tersenyum, karena apa yang dikatakan Cladia semuanya benar.
“Tidak ada, kecuali kamu menginginkan sesuatu yang mungkin kamu tidak ingin aku mengetahuinya atau kamu tidak berani mengatakannya padaku?” Cladia menaikkan sedikit alisnya mendengar perkataan Ornado karena jujur saja dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan Ornado.
__ADS_1
“Contohnya?” Ornado menundukkan kepalanya, mendekatkannya ke arah telinga Cladia agar bisa membisikkan sesuatu ke telinga Cladia.
“Seperti….ingin mengajakku mandi bersama,” Setelah berbisik pelan Ornado langsung menjauhkan dirinya dari Cladia dengan cepat sambil tertawa terbahak-bahak, apalagi melihat wajah Cladia yang memerah dan siap untuk memukul lengan Ornado, tapi pada akhirnya Ornado kembali mendekat ke arah Cladia dan membiarkan Cladia mencubit lengannya dengan gemas.
“Kenapa kamu suka sekali menggodaku Al?” Ornado tertawa kecil mendengar pertanyaan Cladia.
“Maaf aku yang salah, tapi aku tidak bermaksud menggodamu, sebenarnya…aku benar-benar menginginkan itu,” Mata Cladia langsung terbeliak mendengar perkataan Ornado.
“Jangan bersikap mesum, malu di dengar orang,” Ornado tersenyum dengan wajah menggoda mendengar peringatan dari Cladia.
“Berarti saat tidak ada orang, bolehkah aku meminta itu? Bahkan meminta yang lainnya? Seperti….”
“Ti amo Amore mio,” Cladia tidak menjawab perkataan Ornado dengan kata-kata, hanya dengan senyum manisnya, membuat Ornado semakin mempererat pelukannya di bahu Cladia.
Selanjutnya Cladia dengan semangatnya yang tinggi mengajak Ornado ke Colosseum (Koloseum, merupakan sebuah peninggalan bersejarah berupa arena yang digunakan dalam pertempuran para gladiator. Arena ini terbentuk elips. Colosseum adalah bangunan terbesar dan paling terkenal di Roma sehingga menjadikannya tempatwisata di Roma yang paling populer dan ramai dikunjungi. Pembangunan Colosseum dimulai oleh Kaisar Vespasian dari dinasti Flavianus pada tahun 72 Masehi dan diselesaikan oleh anaknya, Titus pada tahun 80 Masehi. Tempat yang mampu menampung sekitar 50.000 penonton ini memiliki 80 buah pintu sehingga pengunjung dapat dengan mudah memasuki bangunan fantastis ini. Saat ini Colosseum merupakan objek wisata utama di Roma yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya).
Belum puas menghabiskan waktunya mengunjungi Colosseum, perjalanan Cladia berlanjut ke Piazza Navona (Piazza Navona Piazza Navona adalah salah satu bangunan yang paling terkenal di Roma. Piazza Navona didirikan menjelang akhir abad ke-15 dengan tetap mempertahankan bentuk dari Stadium of Domitian yang dulunya pernah berdiri di sini. Dibangun oleh Kaisar Domitianus pada tahun 86 Masehi, stadion ini memiliki arena yang lebih besar dari Colosseum dan sering digunakan sebagai lokasi berbagai macam festival atau acara olahraga. Bangunan di sekitarnya berbentuk persegi, tempat para penonton duduk. Atraksi utama Piazza Navona adalah trio air mancur yang menghiasi alun-alun, yang terbesar adalah Fontana dei Quattro Fiumi, dibangun antara 1647 dan 1651 atas permintaan Paus Innocent X), Castel Sant’Angelo (Castel Sant’Angelo Castel Sant’Angelo mulanya merupakan makam Kaisar Hadrian yang dibangun antara tahun 135 dan 139 Masehi. Bangunan ini dulunya digunakan sebagai penjara hingga tahun 1870, tetapi sekarang difungsikan sebagai museum. Sebagai salah satu tempat tujuan wisatawan dari seluruh dunia, tempat wisata ini dibuka setiap hari Selasa sampai Minggu, mulai dari pukul 9.00 pagi sampai pukul 6.30 malam. Sayangnya, saat Natal dan tahun baru, tempat ini tidak dibuka untuk umum), dan terakhir adalah mengunjungi Roman Forum. (Roman Forum Roman Forum terletak di lembah kecil antara Palatine dan Capitoline Hills. Roman Forum sendiri sudah berdiri selama berabad-abad dan penuh dengan nilai sejarah karena tempat ini adalah pusat politik, administrasi dan agama Roma. Di sini, terdapat situs-situs tertua dan paling penting di Roma. Setiap tahunnya, tempat wisata di Italia yang dikenal sebagai tempat pertemuan paling terkenal di dunia sepanjang sejarah ini mampu menarik 4,5 juta wisatawan dari segala penjuru dunia).
Sampai di tempat wisata terakhir Ornado memaksa Cladia untuk berhenti. Jika saja Cladia tidak ingat dia sedang hamil, dia akan memaksa Ornado untuk mengantarnya ke Spanish Steps (Spanish Steps Spanish Steps adalah tangga yang benar-benar monumental dan terdiri dari 135 anak tangga. Anak tangga ini dibangun dengan dana dari Perancis pada tahun 1721-1725 untuk menghubungkan antara Kedutaan Bourbon Spanyol dan Gereja Trinita dei Monti yang berada di bawah naungan raja-raja Bourbon dari Perancis. Tangga ini dirancang oleh arsitek Francesco de Sanctis dan Alessandro Specchi. Tempat wisata di Italia ini juga sering kali digunakan sebagai tempat syuting film, salah satunya adalah film Hollywood The Man From U.N.C.L.E).
__ADS_1
“Sudah waktunya kamu beristirahat, jangan memaksakan dirimu,” Dengan lembut Ornado menarik lengan Cladia agar meninggalkan Roman Forum.
“Ah, aku terlalu bersemangat, sampai-sampai tidak menyadari hari sudah mulai gelap,” Ornado tersenyum, diliriknya jam yang melingkar di tangannya sambil melepas kacamata hitamnya, yang membuatnya teringat sesuatu.
"Amore mio, apa kamu tidak merasa lapar, sudah waktunya untuk makan malam, katakan padaku, apa yang kamu inginkan untuk makan malammu hari ini?" Cladia tersenyum sambil menaikkansedikit alisnya mendengar pertanyaan Ornado barusan.
"O, sudah waktunya makan ya? padahal aku mau berada disini sebentar lagi,"
"Ehem," Ornado berdehem pelan, lalu tangannya bergerak ke arah perut Cladia, disentuhnya perut Cladia dan dielusnya sebentar.
“Apa kamu lelah nak, hari ini mamamu terlalu bersemangat, hampir-hampir dia lupa kalau kamu juga butuh istirahat dan juga butuh makan makanan enak malam ini,” Cladia tersenyum mendengar sindiran halus Ornado.
“Kamu tahu Al, selama 5 tahun ini, baru kali ini aku bisa bepergian dengan bebas ke tempat-tempat wisata seperti ini. Jadi jangan menyalahkanku kalau aku sedikit lupa diri,” Ornado tertawa mendengar perkataan Cladia yang dipenuhi dengan nada penyesalan.
“Jangan diambil hati apa yang baru aku katakan. Aku hanya bercanda. Aku senang melihatmu bahagia sepanjang hari ini. Aku yakin bayi kecil kita juga merasakan kebahagiaan yang sama denganmu.” Lagi-lagi Ornado mengecup ringan puncak kepala Cladia untuk menunjukkan dia juga ikut bahagia melihat Cladia yang terlihat begitu bersemangat hari ini.
“Aku tidak pernah keberatan mengantarmu menikmati perjalanan wisatamu. Kalau kali ini kamu kurang puas, saat kehamilanmu sudah lebih kuat, kita bisa mengaturkan jadwal untuk kembali menikmati liburan kita disini. Aku janji kita akan kunjungi semua tempat wisata sampai tidak ada satupun yang tersisa, supaya kamu bisa merasa benar-benar puas.” Ornado melanjutkan bicaranya, mendengar itu Cladia hanya bisa mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya, apalagi saat ini dia sudah mulai merasakan lelah di kedua kakinya yang sedari tadi dengan semangat berjalan kesana kemari menikmati setiap tempat wisata yang dikunjunginya, sambil sesekali tangannya bergelayut mesra di lengan Ornado yang sepanjang perjalanan tidak pernah membairkan tubuh Cladia lepas dari pelukannya, atau paling tidak tangannya selalu menggenggam erat tangan Cladia, seolah-olah takut Cladia akan lepas darinya atau seseorang membawanya pergi darinya.
Ornado hari ini lebih seperti seorang guide, berusaha menjelaskan dengan detail sejarah dan latar belakang setiap tempat wisata yang mereka kunjungi, sambil sesekali Ornado mendaratkan ciuman mesra ke arah pipi Cladia yang terlihat bahagia dan tampaknya sangat menikmati perjalanan mereka berkeliling Kota Roma.
__ADS_1