
"Aku sudah tidak ingat sejak kapan Ornado melakukan itu, tapi setiap kami diundang di acara makan malam ulang tahunnya, pasti dia akan menyiapkan satu kursi kosong yang tidak seorangpun dia ijinkan untuk menempatinya, karena kursi itu menunggu pemiliknya datang, kursi untuk Nyonya Cladia Xanderson," Cladia sedikit tersentak mendengar penjelasan James yang langsung membuat James tertawa melihat Cladia yang wajahnya tampak kaget.
"Mungkin kamu baru tahu tentang perjodohan kalian beberapa bulan sebelum kalian menikah, tapi bagi Ornado, sejak dia meninggalkan kota ini 15 tahun lalu, dia sudah tahu tentang itu. Paman Alberto sendiri yang memberitahunya. Sejak dia berusia 12 tahun saat dia kembali ke Itali dalam pikirannya orang yang akan menjadi istrinya kelak adalah kamu," Mendengar penjelasan James ada sesuatu yang bergemuruh di dada Cladia, buru-buru dia sedikit mengalihkan pandangannya dan mengerjap-ngerjapkan matanya, berpura-pura meletakkan handphonenya di meja agar James tidak melihat air matanya yang hampir menerobos pertahanannya untuk jatuh membasahi pipinya karena rasa haru yang tiba-tiba muncul dan menyesakkan dadanya.
Cladia berusaha agar James tidak bisa melihat wajahnya karena jelas-jelas dia tidak ingin James melihatnya menangis. Cladia benar-benar tidak pernah membayangkan bahwa Ornado begitu mencintainya, bahkan saat dia masih terbilang anak-anak, di usianya yang masih 12 tahun ternyata laki-laki itu sudah jatuh cinta padanya dan ternyata selama ini sudah banyak hal yang laki-laki itu lakukan untuk dia tanpa sepengetahuannya.
"Sudah, jangan dipikirkan, aku hanya mau menceritakan supaya kamu tahu. Dibalik kemampuannya dan kharismanya yang luar biasa kadang Ornado bisa bersikap tidak masuk akal jika itu berkaitan denganmu," James berkata sambil menolehkan kepalanya karena mendengar suara ketukan dari arah pintu, yang kemudian disusul oleh sosok seorang staff wanita yang membawakan mereka berdua minuman.
"Terimakasih," Wanita itu segera mengangguk mendengar ucapan terimakasih dari James dan segera meningggalkan ruangan itu kembali.
"Ok, apa yang bisa kubantu sekarang?" Mendengar pertanyaan James, Cladia menoleh ke arah James.
"Biasanya apa saja yang dilakukan Ornado di hari ulang tahunnya?"
"Tidak banyak, siang hari dia akan tetap bekerja seperti biasanya, baru malamnya dia mengundang kami saudara-saudaranya untuk makan malam bersama merayakannya. Tapi, apa dia belum memberitahumu bahwa hari itu dia akan mengajakmu makan malam? Aku tahu Fred sudah melakukan reservasi untuk acara itu, bahkan dia sudah mengundangku kemarin," Cladia menggeleng.
"Dasar Ad, mungkin dia berencana di detik-detik terakhir dia baru akan memberitahumu," Cladia tersenyum mendengar itu.
"Itu lebih baik, karena aku akan memiliki alasan untuk berpura-pura menolaknya karena dia memberitahuku terlalu mendadak," James ikut tersenyum, dia bisa membayangkan wajah kecewa Ornado saat undangannya ditolak oleh Cladia, dan dia sungguh menantikan untuk melihat saat-saat itu. Tanpa sadar senyum James semakin lebar membayangkan itu.
"Lalu apa rencana kita untuk pesta ulang tahun Ornado tahun ini?"
"Aku ingin mengadakan pesta dengan mengundang juga jajaran staff dan managemen baik dari Bumi Asia maupun Sanjaya, selain kita mengundang saudara-saudara kita," Cladia menjawab pertanyaan James yang membuat James membelalakkan matanya.
Jawaban Cladia tentang rencana pesta ulang tahun Ornado tahun ini secara tidak langsung sama dengan mengumumkan secara resmi hubungan Ornado dan Cladia di depan kedua perusahaan besar itu. Kalau saja Ornado mendengar rencana Cladia hari ini, James tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Ornado karena bahagia dan yang baginya itu adalah kesempatan bagus baginya untuk meminta fasilitas tambahan ke Ornado. Membayangkan itu James tersenyum simpul, memikirkan kira-kira apa yang bisa dia ajukan kepada Ornado.
"Kenapa kamu kelihatan kaget?" Cladia mengat-amati wajah James yang tampak kaget tapi juga tersungging senyum bahagia di bibirnya.
"Ah, tidak, tidak, itu rencana bagus, aku mendukungmu. Sudah lama mereka menunggu kalian muncul bersama secara resmi, rasanya acara ulang tahun Ornado adalah pilihan yang paling tepat. Dimana....," Belum selesai James menyelesaikan perkataannya suara panggilan telp dari handphone James menghentikannya.
"Ornado," James menggerakkan bibirnya dengan suara lirih menyebutkan nama Ornado, kemudian memberi kode kepada Cladia untuk tidak mengeluarkan suara dengan meletakkan jari telunjuknya di bibirnya. Cladia langsung mengangguk untuk merespon permintaan James untuk jangan mengeluarkan suara.
"Hallo Ad, ada yang bisa kubantu?" James berusaha mengatur suranya agar terdengar senormal mungkin.
__ADS_1
"Hari ini aku akan selesaikan urusanku dengan Jeremy masalah venue. Besok aku harus menangani masalah supply untuk keperluan usaha properti kita yang bermasalah. Afro akan membantuku karena kamu tidak ada disini, tapi tolong aturkan bersama Afro untuk meeting besok jam 10 pagi untuk membahas itu, juga semua keperluan legalitas yang berkaitan semua harus siap di mejaku siang ini sebelum pukul 12 siang. Aku akan mempelajarinya sebelum meeting besok. Berikan aku info detail tentang gejolak yang timbul di intern perusahaan mereka,"
"Ok, tenang saja, aku akan segera atur bersama dengan Afro," James segera menyatakan kesanggupannya mendengar perintah dari Ornado.
"Pastikan semuanya dengan baik, aku tidak mau karena masalah ini kepulanganku tertunda. Awas saja kalau kamu membuatku tertahan lama disini." James tertawa, tentu saja kali ini dia benar-benar tidak ingin Ornado tertahan di Itali sehingga terpaksa melewatkan hari ulangtahunnya disana, yang artinya dia akan kehilangan kesempatan baik untuk mengajukan sesuatu kepada Ornado.
"Aku pastikan semuanya akan siap sesuai dengan perintahmu. Tenang saja, seperti biasa, kamu pasti akan menyelesaikannya masalah perusahaan dengan baik." James tersenyum, baginya itu bukan sekedar kata-kata manis untuk memuji Ornado, tapi pada kenyataannya selama ini dia begitu mengagumi Ornado. Memang selama mengendalikan Grup Xanderson sepupunya itu selalu dapat menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Baginya merupakan suatu keberuntungan Grup Xanderson memiliki Ornado dan dia juga beruntung bisa bergabung dalam Grup Xanderson.
"Ok, lakukan dengan baik, terimakasih," Ornado menutup telpnya, tidak lebih dari semenit kemudian handphone Cladia yang berdering, dan di layar jelas tertulis nama Ornado. Cladia segera bangkit berdiri.
"James, aku akan kembali ke Sanjaya, tolong sempatkan waktumu sore nanti ke rumah untuk membahas pesta ulang tahun Ornado," Cladia berkata sambil berjalan ke arah pintu keluar tanpa memperdulikan bunyi panggilan di handphonenya, justru sekilas James melihat Cladia dengan sengaja memasukkan handphonenya ke dalam tasnya.
James mengangguk untuk menjawab permintaan Cladia sambil menahan senyumnya, melihat Cladia yang dengan sengaja tidak mau mengangkat telp dari Ornado, dan sepertinya sebentar lagi pasti akan ada telp dari Ornado lagi untuknya. Dan persis seperti dugaan James, beberapa waktu kemudian handphone James kembali berbunyi.
"Hallo Ad," James menjawab panggilan telp dari Ornado dengan senyum tertahan di bibirnya.
"Hmmm, aku butuh sedikit bantuan darimu,"
"James, tolong kamu cari info keberadaan Cladia, aku baru saja menelponnya tapi tidak diangkat, Niela sedang keluar kota hari ini, dia juga tidak tahu Cladia kemana, dua pengawalnya mengatakan sedari pagi dia tidak mau mereka mengikutinya, dia meninggalkan kedua pengawalnya di rumah," Dari suaranya James benar-benar bisa membayangkan wajah khawatir Ornado. Benar-benar tidak bisa dipercaya, Ornado yang selalu tampak tenang dan berwibawa bisa berubah begitu drastis dalam hitungan detik jika itu menyangkut tentang Cladia.
"Tenang Ad, semuanya akan baik-baik saja, aku akan segera memberimu info tentang keberadaan permaisurimu," James menutup telponnya karena sudah tidak bisa lagi menahan tawanya, tangannya langsung mencari kontak Cladia di handphonenya dan melakukan panggilan.
"Hallo James,"
"Cla, apa kamu belum mengangkat telp Ornado?"
"Nanti aku akan hubungi dia, aku masih di jalan, sesampaiku di kantor aku akan hubungi dia," James menarik nafas panjang.
"Kamu harus segera menghubunginya kembali, memberi kabar tentang keberadaanmu kalau kamu tidak ingin sebentar lagi polisi dan para pengawalnya memenuhi Front Office kantor Sanjaya. Percayalah Ornado bisa mengerahkan ribuan orang untuk mencarimu dalam hitungan menit." Cladia sedikit terbeliak mendengar perkataan James.
"Jangan bercanda James, Ornado tidak akan sekonyol itu," James langsung tertawa mendengar sanggahan dari Cladia.
"Sudah kukatakan padamu kalau Ornado bisa melakukan tindakan yang tidak masuk akal jika itu menyangkut dirimu. Sebaiknya kamu segera menghubunginya kalau tidak ingin Kaisar kita hilang akal berpikir ada yang menculik permaisurinya." Cladia masih sedikit termenung ketika James menutup panggilannya, tapi begitu melihat layar handphonenya Cladia sedikit tersenyum geli, mulai percaya dengan apa yang dikatakan James.
__ADS_1
Di layar handphonenya yang tadi sengaja dia silent dan baru dia nyalakan lagi tepat sebelum James menelponnya, Cladia melihat ada 10 kali panggilan dari Ornado, dan ada beberapa pesan baru dari Ornado. Cladia menggerakkan jarinya untuk membuka pesan-pesan di handphonenya.
Apa kabarmu siang ini? Apakah kamu sibuk hari ini? Apa makan siangmu hari ini?
Cladia tersenyum membaca pesan pertama dari Ornado.
Mi manchi, amore mio (Aku merindukanmu, cintaku). Apa semuanya berjalan lancar?
Senyum Cladia bercampur geli membaca pesan kedua dari Ornado.
Amore mio, apa yang terjadi denganmu? Apa kamu baik-baik saja?
Cladia sedikit terkikik membaca pesan ketiga dari Ornado. Sejak malam sebelum Ornado berangkat ke Itali laki-laki itu mulai memanggilnya dengan sebutan amore mio (cintaku), sepertinya dia sengaja menjadikannya sebagai panggilan kesayangan untuknya.
Kamu ada dimana sekarang? Apa yang terjadi? Apa kamu perlu bantuan? Apakah aku harus kembali ke Indonesia sekarang? Tolong segera balas pesanku jika kamu sudah membacanya.
Membaca pesan terakhir Ornado, Cladia buru-buru menggerakkan jari-jarinya untuk menekan tanda panggilan ke nomer handphone Ornado. Rasanya peringatan dari James tidak bisa dianggap sepele. Jika dia tidak segera menghubungi Ornado ada kemungkinan sebelum Ornado sampai di Indonesia baik polisi maupun orang-orang suruhannya akan memenuhi kantor Sanjaya.
"Apa yang terjadi denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Kenapa tidak menjawab panggilanku? Apa ada masalah?" Belum lagi nada panggilan berdering dua kali Cladia sudah mendengar suara jawaban dari Ornado yang langsung dipenuhi dengan pertanyaan dengan nada suara khawatir.
"Maaf Al, tadi ada sedikit urusan yang harus kuselesaikan," Cladia dapat mendengar Ornado menarik nafas tanda lega mendengar apa yang barusan dikatakannya. Disana Ornado yang berdiri di depan jendela kantornya segera memberi tanda lewat tangannya yang melambai agar dua pengawalnya dan Afro yang baru saja datang dengan tergopoh-gopoh ke kantornya karena panggilan Ornado untuk kembali meninggalkan ruangannya.
"Yang penting kamu baik-baik saja. Kenapa pagi ini kamu memerintahkan kedua pengawalmu untuk tidak mengikutimu?" Cladia sedikit menarik nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Ornado, ada sedikit rasa bersalah di dalam hatinya karena sempat membuat Ornado khawatir, walaupun sebenarnya kekhawatiran itu terlalu berlebihan.
"Hari ini aku ingin sedikit terbebas dari para pengawal, terus terang aku belum terbiasa kemana-mana harus dalam pengawasan pengawal," Ornado menarik nafas panjang, memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya, sedang tangan kanannya masih memegang handphonenya yang menempel ke telinga kanannya.
"Aku tahu itu tidak nyaman bagimu, tapi posisimu sekarang sebagai Nyonya Xanderson membuatmu tidak bisa sebebas dulu. Maafkan aku karena untuk hal itu aku tidak bisa membantumu, keselamatanmu adalah yang terpenting bagiku," Cladia tersenyum mendengar perkataan Ornado.
"Jangan terlalu dipikirkan Al, aku janji ke depannya aku akan membiarkan mereka menjagaku," Ornado kembali menarik nafas lega mendengar perkataan Cladia yang tidak menunjukkan perlawanan sama sekali.
"Paling tidak tunggu saat aku ada di sampingmu kalau kamu ingin para pengawal tidak terlihat di sekitarmu, aku sendiri yang akan menjagamu, memastikan keselamatanmu. Tapi tolong jangan jauhkan para pengawalmu kalau tidak ada aku di dekatmu," Cladia terdiam, kembali teringat cerita James tentang Ornado tadi siang.
Aku mungkin belum pernah merasakan jatuh cinta kepada seseorang dalam waktu yang lama sepertimu. Bahkan di usiaku sekarang ini aku belum tahu apa itu jatuh cinta, tapi aku tahu, pasti bukan sesuatu yang mudah bagimu untuk mencintaiku selama 15 tahun ini dengan perbedaan jarak dan waktu diantara kita. Aku akan berusaha keras untuk membalas cintamu, aku akan lakukan yang aku bisa. Aku harap kamu tetap mau bersabar untuk menungguku Al. Cladia berkata dalam hati, tangannya memegang dadanya yang berdebar karena janji yang barusan dia ucapkan barusan dalam hati, dia sungguh berharap bisa memenuhi janji itu.
__ADS_1