My Wild Rose

My Wild Rose
TAMU TAK DIUNDANG


__ADS_3

Sesampainya di rumah Cladia langsung tersenyum melihat Niela yang sedang duduk di ruang tamu sambil membuka-buka lembaran kertas di depannya. Selama perjalanan pulang ke rumah, sebelumnya Niela dan Cladia sudah saling melakukan panggilan lewat telepon, berjanji akan melakukan pertemuan untuk membahas design-design perhiasan baru yang baru dibuat oleh Niela, karena sejak Ornado dirawat di rumah sakit, Cladia belum masuk ke kantor untuk mengurus pekerjaannya.


“Siang Niel, sudah lama menungguku?” Niela mengangkat kepalanya yang awalnya menunduk dengan serius mengamati gambar-gambar yang ada di pangkuannya. Niela langsung tersenyum mendengar sapaan dari Cladia.


“Baru saja. Bagaimana kabar Ad? Aku belum sempat kesana karena dua hari ini kondisi mama juga sedang kurang sehat, rencanaku setelah pertemuan denganmu aku akan mampir ke rumah sakit untuk mengunjungi Ad,” Cladia tersenyum. Setelah duduk di samping Niela Cladia meletakkan tasnya ke atas meja, lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.


“Al sudah jauh lebih baik sekarang, kemungkinan besar besok dia sudah boleh pulang kalau hasil pemeriksaan kesehatannya semuanya baik. Siang ini Laurel akan memberikan hasil cek kesehatan Al,” Cladia menjawab pertanyaan Niela sambil meraih kue yang ada di meja depan Niela dan memakannya.


“Syukurlah, semoga Ad bisa segera keluar dari rumah sakit,” Cladia tersenyum mendengar perkataan Niela, matanya melirik ke atas kertas-kertas yang ada di tangan Niela yang langsung menyerahkannya kepada Cladia.


“Beberapa design aku ambil tema tentang buah-buahan tropis khas negara kita,” Cladia menganggukkan kepalanya sambil mengamati lembar demi lembar kertas yang bergambar design perhiasan tersebut. Sampai pada salah satu lembaran tersebut Cladia menghentikan tangannya, matanya begitu berbinar melihat design liontin kalung yang ada di depannya.


“Design liontin ini, sangat unik, bagus sekali, aku suka,” Niela melirik ke arah kertas yang ada di depan Cladia.


“Ooo, aku mendesign liontin itu berdasarkan bentuk buah gandaria yang masih mentah dalam kondisi dibelah dua,” (Gandaria/Bouea Macrophykia Griffith atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan banyak dibudidayakan di Sumatra dan Thailand. Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria menyerupai mangga bulat yang kecil, pohonnya sedang tapi tinggi, tingginya dapat mencapai 25 m, dahannya berbentuk lebar memanjang dengan ujung yang tumpul. Bunganya menyerupai bunga mangga, berbunga pada bulan September-Desember. Buah Gandaria bewarna hijau saat masih muda dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang bewarna kuning, memiki rasa asam manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan. Gandaria adalah flora identitas Jawa Barat.


“Liontin ini bagus sekali, kalau kita padukan bagian luar yang hijau kita memakai zamrud, sedang untuk bagian tengah bewarna ungu, diantara warna ungu dan hijau kita buat degradasi warna putih dengan berlian putih, warna ungu yang kita anggap sebagai bijinya kita bisa menggunakan safir, sepertinya selain cantik akan menimbulkan kesan mewah kepada wanita yang menggunakannya,” Mendengar ide Cladia, Niela tersenyum, tangannya menunjuk ke arah gambar liontin tersebut.


“Untuk pinggirannya yang bewarna putih aku sudah memikirkan untuk menggunakan berlian putih, lapisan kedua kita pakai zamrud, tapi untuk bagian tengah yang aku anggap mewakili biji buah gandaria, awalnya aku ingin menggunakan batu tourmaline, tapi mendengar idemu menggunakan safir, sepertinya itu cukup bagus juga,” (Tourmaline/turmalin adalah nama gemologi untuk kelompok penting dari mineral boron silicate. Batu Tourmaline sendiri bisa ditemukan dalam berbagai warna karena ketersediaan warnanya yang berlimpah dan Tourmaline dianggap sebagai salah satu batu permata yang paling serbaguna saat ini, Tourmaline juga dikenal bisa menunjukkan sifat unik Pyropiezoelectric yang berarti kristal dapat menghasilkan dan menyimpan muatan listrik sehingga mendapat julukan sebagai “Batu Listrik”. Ketika batu Tourmaline di gosok, gesekannya dapat menyebabkan listrik statis dan ketika di dekatkan dengan debu atau abu dapat menarik partikel kerena itulah mengapa kadang-kadang juga disebut sebagai “Ceylonese” atau Srilanka magnet).

__ADS_1


Cladia merapikan kembali kertas-kertas design dari Niela, lalu memasukkannya ke dalam map di depannya, lalu meletakkannya di atas meja.


“Aku pinjam dulu design-designmu, aku akan tunjukkan pada Al, walaupun bidang usahanya di dunia fashion, tapi kamu tahu sendiri seleranya terhadap design perhiasan tidak bisa dianggap remeh, seperti orang awam yang tidak mengenal perhiasan,” Niela tersenyum melihat Cladia yang menceritakan kehebatan Ornado dengan tatapan mata bangga.


“Aku tahu Cla, dari foto yang kamu kirim saat pesta kalian di Italia aku bisa melihat bagaimana indahnya design perhiasan yang kamu kenakan. Aku dengar Ad sendiri yang menentukan designnya dan menentukan bahan-bahan untuk membuatnya. Kalau Grup Xanderson akhirnya merambah ke bisnis perhiasan, belum tentu Sanjaya bisa bertahan,” Cladia tertawa mendengar kata-kata Niela yang terdengar pesimis.


“Sebelum menikah aku sudah mengajukan syarat kepada Al untuk tidak merambah ke bisnis perhiasan,” Mata Niela sedikit membeliak mendengar itu.


“Apa yang dia katakan pada waktu itu? Dia langsung mengiyakan?” Cladia langsung mengangguk kuat-kuat, meyakinkan Niela bahwa Ornado bersedia memenuhi permintaannya tanpa membantah sedikitpun.


“Justru waktu itu dia berkata dia tidak tertarik untuk menjadi pesaing bisnis Jeremy yang selain kakak iparnya juga sahabat terbaiknya. Dia bilang tanpa merambah ke bisnis perhiasan, masih banyak bisnis lain yang bisa dia dapatkan untuk menghasilkan uang dibanding bisnis perhiasan,” Niela tersenyum, tentu saja bagi seorang Ornado akan dengan mudah mengembangkan bisnisnya tanpa harus memilih bisnis perhiasan, tapi Niela tahu dengan pasti inti dari semuanya, apapun yang diminta Cladia pasti akan dikabulkan oleh Ornado.


“Ah, sudah terlalu lama aku meninggalkan kantor, lebih baik aku pulang sekarang, kamu juga butuh istirahat, aku akan mempir ke rumah sakit untuk menjenguk Ad, apa kamu ada sesuatu yang mau kamu titipkan ke Ad?” Cladia menggelengkan kepalanya mendengar tawaran dari Niela.


“Benar tidak ada yang ditiitipkan, paling tidak kata-kata romantis untuk menyemangati Ad? Aku dengar dari Jeremy selama di rumah sakit Ad bersikap manja sekali padamu,” Cladia tersenyum dengan pipi sedikit merona, karena teringat akan tindakan Ornado saat di rumah sakit yang berapa kali memang agak melewati batas saat ada orang lain di sana. Walaupun dalam hati andai saja sedang tidak ada orang lain Cladia tidak akan keberatan sama sekali Ornado bersikap semesra itu padanya.


“Hei, jangan melamun Cla, jangan bilang kamu sedang membayangkan yang tidak-tidak bersama Ad,” Cladia langsung menepuk punggung Niela begitu mendengar Niela menggodanya.


“Sudah sudah, kamu pulang saja sekarang, jangan menggodaku terus,” Niela terkikik, tangan kirinya langsung meraih tasnya yang ada di atas sofa dan berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


“Aku pulang ya, jangan khawatir, akan kusampaikan salammu kepada Ad, akan kubilang kamu begitu merindukannya sampai sebentar-sebentar kamu melamun dengan wajah memerah, entah apa yang sedang kamu bayangkan saat Ad tidak ada bersamamu sekarang,” Cladia melotot, dan sebelum Cladia melakukan sesuatu padanya, Niela buru-buru berlari ke luar menuju mobilnya sambil melambaikan tangan ke arah Cladia sambil membelakangi tubuh Cladia, menjauhi Cladia.


Baru saja Cladia hendak berjalan masuk kembali ke dalam, suara panggilan telepon membuatnya terhenti di depan pintu rumah. Dilihatnya siapa nama yang tertera di layar handphone. Wajah Cladia langsung tersenyum melihat Ornado yang menelponnya.


“Hallo Al, ada berita apa?”


“Mi manchi, Amore mio,” (Aku merindukanmu, cintaku) Cladia tersenyum mendengar kata-kata Ornado, sambil kaki kirinya bergerak-gerak ke depan dan belakang dengan pelan, seperti seorang anak SMA yang sedang menerima telp dari teman laki-laki yang disukainya. Belum ada 2 jam mereka berpisah dan sekarang Ornado sudah mengatakan kalau dia merindukannya.


“Aku merindukanmu juga Al,” Di seberang sana terdengar suara tawa pelan dari Ornado mendengar jawaban dari Cladia dengan suara yang terdengar malu-malu.


“Kalau saja kamu ada di depanku saat ini, pasti aku tidak akan membiarkanmu lepas dari pelukanku,” Ornado berkata dengan gemas sambil menggerakkan tubuhnya untuk turun dari tempat tidur, berdiri di samping tempat tidur untuk mengambil gelas dan meminum air putih di dalamnya.


“Laurel sudah memberikan hasil cek kesehatanku, katanya besok aku sudah boleh keluar dari rumah sakit. Sebenarnya aku memaksa untuk pulang hari ini, tapi kamu tau bagaimana sikap Laurel kepadaku, dia memilih beradu pendapat denganku daripada memberiku ijin keluar hari ini,” Cladia tertawa mendengar itu, karena dari sejak kecil mereka berdua sering beradu pendapat.


“Jangan mengganggu istri orang Al, untung saja Dave orang yang sabar,” Ornado sedikit melotot mendengar perkataan Cladia.


“Hei, aku tidak pernah mengganggu wanita lain, kecuali kamu…,” Cladia tersenyum mendengar kata-kata Ornado.


“Lagian aku keberatan kamu memuji Dave pria yang sabar, seharusnya kamu memujiku, karena aku lebih sabar daripada dia, aku sudah 15 tahun menunggumu dengan sabar,” Kali ini Cladia langsung tertawa mendengar protes dari Ornado karena dia memuji Dave, benar-benar prianya adalah seorang pria yang pencemburu dan over protektif.

__ADS_1


“Bukan sekedar lebih sabar Al, bagiku dalam hal apapun juga kamu lebih dari segala-galanya dibandingkan dengan siapapun, buat apa kamu bersaing dengan orang lain sedang bagiku tidak ada orang lain selain kamu,” Mendengar perkataan Cladia, Ornado menggigit bibir bawahnya dengan wajah bahagianya. Andai saja Cladia ada di depannya saat ini, dia pasti akan menghujani istrinya itu dengan ciuman mesra.


“Ah, sebentar Al, sepertinya ada seseorang yang mengirimkan barang, mungkin itu vitamin yang sedang aku tunggu,” Cladia berkata sambil memandang ke arah depan, melihat seorang penjaga mengantarkan seorang pria bertopi sehingga menutupi sebagian wajahnya, untuk mendekat ke arah Cladia sambil membawa kotak yang terbungkus rapi.


__ADS_2