My Wild Rose

My Wild Rose
INGIN SEGERA PULANG


__ADS_3

Ornado hanya bisa menarik nafas panjang mendengar laporan dari James yang mengatakan padanya bahwa team mereka kehilangan jejak Robi. Dalam 2 hari ini mereka sudah berusaha menemukannya, namun tidak berhasil menemukan jejaknya, Robi seperti hilang ditelan bumi sejak kejadian itu, bahkan anggota keluarganya tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Robi saat ini.


"Semoga dia sedang tidak menyusun rencana baru untuk kembali menculik Cladia," Ornado memejamkan matanya, dengan tangan kanannya memegang keningnya yang berkerut karena memikirkan solusi bagaimana mengatasi Robi ke depannya, supaya kejadian seperti beberapa hari lalu tidak terjadi lagi.


“Maaf Al, kami terlambat,” James yang berdiri di samping ranjang rumah sakit tempat Ornado opname menunjukkan wajah penyesalannya. Dia benar-benar tidak menyangka gerakannya kali ini kurang cepat sehingga Robi berhasil melarikan diri dari kejaran mereka. Malam itu James terlalu sibuk mengurus Ornado yang tertembak dan Cladia yang pingsan, sehingga dia terlalu ceroboh, hanya meninggalkan dua orang pengawal untuk mengawasi Ola dan Robi. Beberapa saat setelah James pergi beberapa orang pria suruhan Robi datang untuk menyelamatkannya dan membawanya pergi meninggalkan kamar hotel.


“Sekarang dia pasti sudah tidak ada di negara ini,” Ornado yang duduk bersandar di atas ranjang rumah sakitnya langsung menghentikan bicaranya dan memandang ke arah pintu yang tiba-tiba dibuka. Wajah Ornado yang awalnya terlihat begitu serius, begitu mengetahui siapa yang datang, senyum di wajah Ornado langsung mengembang karena melihat sosok Cladia yang muncul dari balik pintu yang baru saja dibuka, sambil membawa sesuatu di tangannya.


Dengan cepat Ornado langsung memberikan kode kepada James melalui lirikan matanya agar sementara tidak meneruskan pembicaraan mereka tentang Robi. Bagaimanapun Ornado tidak ingin Cladia merasa tertekan atau khawatir jika mengetahui tentang Robi yang berhasil melarikan diri. Bagi Ornado, cukup dia dan James yang tahu dan akan mengurus semuanya tanpa perlu Cladia ikut resah karena hal seperti itu.


“Pagi James, kamu sudah ada disini juga sepagi ini?” James langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum mendengar sapaan dari Cladia, sedang Ornado begitu Cladia mendekat ke samping kanan tempatnya duduk, selesai meletakkan lunch box stainless steel yang dibawanya ke atas meja di samping ranjang rumah sakit Ornado, Ornado langsung menarik tangan kiri Cladia dengan tangan kanannya.


“Mana ucapan selamat pagi untukku? Kenapa kamu hanya menyapa James?” Cladia tersenyum mendengar protes dari Ornado, sedang James hanya bisa tersenyum simpul melihat sikap manja Ornado pada istrinya, karena selama mengenal Ornado, belum pernah sekalipun dia melihat Ornado bersikap manja pada seseorang, apalagi kepada seorang wanita. Tampaknya hanya Cladia yang bisa mengubah dunia Ornado.


“Khusus buatmu, harus mendapatkan sapaan paling istimewa,” Cladia mendekatkan bibirnya ke kening Ornado.


“Selamat pagi Al,” Setelah mengucapkan selamat pagi, Cladia mengecup kening Ornado sekilas, tapi dengan cepat tangan kanan Ornado meraih tengkuk Cladia dan membawa bibir Cladia ke arah bibirnya, menciumnya dengan erat dan menghisapnya dalam-dalam, baru setelah itu melepaskan Cladia yang sedikit terengah karena harus menarik nafas akibat ciuman Ornado barusan cukup membuatnya tidak bisa bernafas, dengan wajah memerah karena malu, karena Cladia tahu bahwa James masih ada di ruangan itu, berdiri tak jauh dari mereka berdua. Sedang James melihat perlakuan Ornado yang begitu mesra kepada Cladia hanya bisa tersenyum simpul sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat kamu bersama Cladia, aku benar-benar melihat kamu bukan seperti Ornado yang aku kenal. Tidak kusangka sikap dinginmu bisa meleleh saat berada di dekat Cladia. Benar-benar tidak disangka pria sehebat kamu bisa bertekuk lutut di hadapan wanita yang kamu cintai.

__ADS_1


James berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar, ikut senang memandang momen indah Ornado dan Cladia, berharap mereka bisa kembali bersama pulang ke rumah secepatnya.


“Begitu cara yang benar mengucapkan selamat pagi untukku Amore mio." Ornado berkata dengan wajah menggoda ke arah Cladia, kalau saja Cladia tidak ingat Ornado sedang terluka, pasti dia akan memukul tubuh Ornado keras-keras karena tindakannya barusan membuatnya sangat malu di depan James.


“Ehemmmm,” Suara deheman James membuat Ornado menghentikan godaannya kepada Cladia, membuat Cladia buru-buru menjauhkan tubuhnya dari Ornado.


"Tenang saja, anggap saja aku tidak ada di ruangan ini," Dengan wajah yang masih memerah Cladia hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar perkataan James.


Cladia langsung berpura-pura sibuk menyiapkan sup untuk Ornado di meja yang ada disamping Ornado, sedang Ornado sedikit melotot dengan tatapan tajam ke arah James, berniat untuk menegur James, karena kata-katanya barusan membuat Cladia semakin salah tingkah. James hanya bisa menahan tawanya melihat tindakan Ornado yang begitu melindungi Cladia, bahkan dalam hal sekecil itu.


Mendengar suara panggilan dari handphonenya yang tiba-tiba terdengar, James buru-buru mengambil handphone dari saku jasnya, melihat ada nama Fred yang tertulis di layar handphone, buru-buru James mendekat ke arah Ornado.


"Al, makanlah sup ayammu selagi hangat," Ornado menoleh ke arah Cladia yang sudah memindahkan sup untuk Ornado di mangkuk. Ornado mengulurkan tangan kanannya untuk mengambil mangkuk dari tangan Cladia, tapi Cladia buru-buru menjauhkannya dari jangkauan tangan Ornado. Melihat wajah Ornado yang terlihat heran, penuh dengan tanda tanya, Cladia mendekatkan kepalanya ke arah telinga Ornado.


"Sekarang waktunya aku yang memanjakanmu, setelah selama ini selalu kamu yang memanjakanku Tuan Xanderson," Ornado tersenyum mendengar bisikan lembut dari Cladia, dengan gemas dicubitnya lembut pipi Cladia.


"Aku tidak pernah keberatan dengan apa yang sudah kulakukan untukmu selama ini, sebagai permaisuriku kamu layak mendapatkan semua itu," Sebelum Cladia menjauhkan kepalanya dari telinganya, buru-buru Ornado membalas bisikan Cladia, membuat Cladia tersenyum tersipu-sipu.


"Kamu selalu menggodaku, kalau orang lain yang tidak tahu melihatmu melakukan itu mungkin dipikir kamu hanya berpura-pura sakit agar dimanjakan oleh orang di sekelilingmu." Ornado tersenyum lebar mendengar perkataan Cladia.

__ADS_1


"Sebenarnya yang sakit hanya punggung sebelah kiriku, bagian tubuhku yang lain baik-baik saja dari atas ke bawah. Apa kamu mau aku membuktikannya padamu bahwa aku masih bisa melakukan hal lainnya dengan bagian lain tubuhku yang sehat Amore mio?" Cladia bergerak sedikit menjauh mendengar kata-kata Ornado, membuat senyum Ornado semakin lebar melihat tingkah Cladia. Ornado segera meraih tangan Cladia yang memegang sendok di tangannya dan memakan sup yang ada di atas sendok itu.


"Sampai kapan kamu terus bersikap malu-malu di depanku walaupun sudah tidak ada orang lain? Toh aku sudah tahu semua yang ada padamu, sekecil apapun tentang kamu," Ornado berkata sambil mengunyah sup ayam di mulutnya, sedang Cladia tidak menanggapi pertanyaan Ornado, tangannya kembali terulur ke arah Ornado untuk menyuapkan sup ke mulut Ornado, dengan matanya tidak berani menatap ke arah mata Ornado.


"Hentikan Al, jika kamu bersikap seperti itu terus, kamu benar-benar tidak seperti orang sakit," Ornado baru saja mau membalas perkataan Cladia ketika didengarnya suara pintu kamar dibuka oleh seseorang. Cladia yang matanya ikut terarah ke pintu yang dibuka langsung tersenyum melihat Dave dan Laurel yang langsung berjalan mendekat ke arah Ornado dan Cladia.


"Bagaimana kondisimu pagi ini Ad? Sepertinya sudah jauh lebih baik setelah dimanjakan oleh Cladia 2 hari ini. Cladia sendiri sepertinya terlihat jauh lebih segar, lebih bersemangat setelah melihatmu terbangun," Ornado tersenyum mendengar candaan dari Laurel, Cladia meletakkan kembali mangkuk berisi sup dari tangannya ke atas meja.


"Kapan aku boleh pulang ke rumah?" Mendengar pertanyaan Ornado, Laurel dan Dave langsung saling berpandangan, lalu tersenyum. Laurel mengerdipkan sebelah matanya kepada Ornado dengan wajah sedikit mengejek.


"Kenapa? Apa fasilitas dari rumah sakit kami kurang memuaskan untukmu Tuan Xanderson? Padahal kami sudah memberikan pelayanan terbaik kami yang kami bisa lakukan untuk Anda Tuan Xanderson. Harusnya kamu sedikit menahan diri tetap disini agar kamu bisa merasakan perhatian dan menikmati saat-saat dimanjakan oleh Cladia disini," Laurel berkata dengan bibirnya menahan tawa.


"Aku lebih senang Cladia memanjakanku di rumah daripada disini yang harus ekstra waspada takut jangan-jangan kalian berdua sedang mengawasi kami, mencari-cari kesempatan untuk mengganggu kami, seperti yang sedang kalian lakukan sekarang ini, tiba-tiba muncul tanpa diundang," Dave dan Laurel langsung tergelak mendengar jawaban Ornado, sedang Cladia lebih memilih untuk pura-pura untuk tidak mendengar apa yang baru dikatakan Ornado, kalau tidak ingin membuat wajahnya kembali memerah karena malu.


"Tenang saja Ad, kami cukup tahu diri untuk mengerti keinginan kalian untuk berduaan setelah peristiwa kecelakaan ini. Kalau semua hasil pemeriksaanmu baik hari ini, besok kamu bisa pulang ke rumah menjalani rawat jalan, setelah itu puaskan waktumu untuk berduaan dengan Cladia," Cladia langsung memandang ke arah Laurel mendengar perkataan Laurel, wajah Cladia terlihat bahagia mendengar Ornado bisa segera pulang ke rumah. Melihat reaksi Cladia, Ornado yagn melirik ke arahnya hanya tersenyum simpul, rasanya dia sudah tidak sabar untuk bisa keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah, mengingat kondisi Cladia yang sedang hamil.


Ornado juga tidak suka jika Cladia sering keluar masuk ke rumah sakit untuk menjaganya, tidak terlalu bagus juga terlalu sering berada di rumah sakit untuk wanita yang sedang hamil, karena kondisinya jauh lebih rentan dari orang sehat biasa. Sedangkan Ornado yakin 100% tidak akan ada yang bisa menghalangi Cladia untuk tidak mengunjunginya di rumah sakit, dia pasti akan menolak dengan keras, jika ada yang yang berani memintanya untuk tetap tinggal di rumah selama dia dirawat di rumah sakit.


"Ok, kami tidak mau terlalu lama mengganggu kalian berduaan, kami akan kembali ke tugas kami, nanti siang kami akan sempatkan mampir waktu jam istirahat kami," Ornado hanya mengangguk mendengar kata-kata Laurel yang langsung meraih lengan Dave dengan mesra, seolah tidak mau kalah dengan Ornado dan Cladia, lalu mengajaknya keluar dari kamar tempat Ornado dirawat.

__ADS_1


Begitu Laurel dan Dave keluar dari ruangan itu, Cladia menoleh ke arah Handphonenya yang ada di atas meja di samping ranjang rumah sakit Ornado, yang baru saja mengeluarkan suara notifikasi bahwa dia mendapatkan sebuah surel (email) baru. Tangan Cladia meraih handphonenya. Begitu Cladia membuka layar handphonenya dan melihat surel yang baru masuk, Cladia langsung tersentak dengan wajah berubah pucat seketika. Ornado yang menyadari perubahan tiba-tiba pada wajah Cladia menoleh ke arah layar handphone Cladia dengan cepat, meraih handphone yang ada di tangan Cladia, lalu melihat pada inbox surel Cladia, disana tertulis pengirim surel yang baru saja masuk, robiadhitama@.....


__ADS_2