My Wild Rose

My Wild Rose
AJAKAN KE ITALIA


__ADS_3

“Tenangkan dirimu Jer, Cladia baik-baik saja, tidak mungkin aku membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Cladia, pencopet dan temannya sudah dapat diatasi kemarin,” Baru saja Jeremy hendak membalas kata-kata Ornado, didengarnya suara pintu kantornya yang dibuka dari luar.


“Kak Jeremy,” Jeremy menoleh kaget mendengar suara panggilan dari Cladia yang baru saja memasuki ruangannya.


“Ok, aku akan aturkan semuanya persiapannya dengan baik,” Jeremy buru-buru mengalihkan pembicaraannya dengan Ornado sebelum Cladia sadar mereka sedang membicarakannya.


“Aku akan info ke Laurel kejadian tadi malam, mungkin dia bisa membantu. Aku akan tutup teleponnya,” Ornado berkata lirih sebelum menutup sambungan teleponnya dengan Jeremy, karena sekilas dia juga mendengar suara Cladia yang memanggil nama Jeremy.


“Kakak barusan telpon dengan siapa?” Jeremy langsung tersenyum mendengar pertanyaan Cladia, berusaha agar mimik wajahnya tidak berubah.


“O, itu Ad, kami sedang membahas persiapan keberangkatan kami besok ke Italia, masalah dokumen-dokumen yang harus dibawa untuk cek venue disana,” Cladia tersenyum.


Mendengar Jeremy menyebutkan nama Ornado, Cladia teringat kejadian pagi tadi. Tadi pagi ketika dia baru saja bangun dari tidurnya dilihatnya Ornado masih tertidur. Sebelum bangkit dari posisi tidurnya Cladia sempat menggerakkan badannya menghadap ke barat, mengamati wajah Ornado yang masih tertidur lelap. Samar-samar dia ingat tadi malam dia bermimpi buruk, dalam mimpinya dia merasa pencopet itu mengejarnya, dia berusaha berlari dan berteriak memanggil Jeremy dan Ornado. Ketika pencopet itu sudah hampir meraih tangannya, dia merasa di dalam mimpinya Ornado datang memeluknya dan menendang pencopet itu sehingga jatuh tersungkur. Di detik berikutnya dia melihat Jeremy datang ikut memukuli pencopet itu, sedang Ornado dengan sigap menggendongnya dan membawanya pulang. Mimpi buruk, tapi di akhir menjadi mimpi yang cukup manis.


Aku berharap kedepannya itu bukan sekedar mimpi, aku harap semakin hari aku bisa semakin mempercayakan hidupku padamu, memberikanku kekuatan untuk meraih uluran tanganmu, Cladia berbisik dalam hati, tangannya terulur ke arah Ornado, menarik selimutnya yang mulai bergeser dari posisinya dan menutupkannya ke tubuh Ornado.


“Cla…” Panggilan dari Jeremy membuat Cladia sedikit tersentak kaget, terbangun dari lamunannya tentang kejadian tadi pagi.


“Hei, pagi-pagi sudah melamun, kamu baik-baik saja hari ini?” Cladia tersenyum mendengar perkataan Jeremy yang dengan matanya terlihat mengamati Cladia dari atas ke bawah, seolah-olah ingin benar-benar memastikan tidak ada suatu apapun yang kurang darinya.


“Tidak apa-apa kak, aku baik-baik saja. Besok James akan berangkat ke Italia juga?” Jeremy langsung menggeleng mendengar pertanyaan Cladia.


“Tidak, siapa yang akan menjaga Bumi Asia kalau Ornado dan James sama-sama ke Italia? Atau kamu berencana kembali ke Bumi Asia untuk membantu Ornado?” Cladia sedikit membeliak mendengar pertanyaan Jeremy yang langsung tertawa.


"Apa kamu sebegitunya ingin selalu dekat dengan suamimu sekarang? Jujur saja aku masih ingat bagaimana kamu menolak dengan tegas untuk menikah dengannya waktu kita membaca surat wasiat orangtua kita, apa sekarang kamu sudah mulai jatuh cinta padanya?" Wajah Cladia sedikit memerah mendengar godaan kakaknya.


“Tidak, tidak, aku masih mau bekerja disini,” Cladia langsung menggerak-gerakkan tangannya tanda penolakan mendengar pertanyaan Jeremy, sedang Jeremy semakin keras tertawanya.

__ADS_1


"Adik kecilku, kamu harus selalu hidup bahagia baru aku bisa hidup dengan tenang," Jeremy mengelus kepala Cladia lembut.


"Aku sudah menikah sekarang kak, fokuslah pada rencana pernikahanmu dengan Niela, jangan terlalu memikirkan aku lagi." Jeremy tersenyum mendengar perkataan Cladia barusan.


"Sepertinya Ad sudah benar-benar merebutmu dariku," Jeremy langsung terkikik melihat Cladia sedikit melotot mendengar kata-kata Jeremy yang menggodanya sedari tadi. Sebentar kemudian wajah Jeremy berubah serius.


“Cla, selama aku dan Ornado tidak di sini, biar Niela menemanimu, bagaimana?” Cladia memandang wajah Jeremy dengan heran.


“Aku bukan anak kecil lagi Kak, kenapa harus ada Niela yang menemaniku? Ada Tante Ema juga di rumah,”


“Ehm,,,,,” Jeremy terdiam sejenak, mencoba mencari-cari alasan yang tepat.


“Enam bulan lagi pernikahanku dengan Niela diadakan, sepertinya dia ingin membicarakan banyak hal tentang pernikahan,” Cladia terdiam, bagaimana bisa dia mengajari Niela tentang pernikahan sedangkan acara penikahannya sendiri yang lalu dia tidak pernah terlibat sedikitpun dalam menyusun acara dan persiapannya. Selain itu, kondisi pernikahannya sekarang dengan Ornado tentu saja belum bisa dikategorikan sebagai pernikahan yang sukses dan bahagia.


Bibir Cladia ingin sekali menyangkal perkataan Jeremy, tapi buru-buru ditahannya, tentu saja dia tidak mau Jeremy curiga ada sesuatu yang tidak beres antara dia dan Ornado.


“Hmmm, masalah itu…. Terserah Niela kalau mau seperti itu,”


Maaf Niela, aku terpaksa mengorbankanmu kali ini, aku yakin kamu tidak akan keberatan untuk membantu Cladia, Jeremy berkata dalam hati sambil sedikit menarik nafas lewat bibirnya untuk menyatakan kelegaan hatinya karena Cladia tidak membahasnya lebih lanjut.


Keheningan antara Jeremy dan Cladia tiba-tiba dipecahkan oleh bunyi nada dering dari ponsel Cladia. Cladia langsung melihat layar handphonenya, tertulis nama Ornado disana.


“Hallo,” Cladia langsung mengangkat telpnya, sedang Jeremy buru-buru mengirimkan pesan ke ponsel Niela menjelaskan situasi yang barusan terjadi, sehingga jika Cladia bertemu Niela, Niela sudah tahu apa yang harus dilakukan, setelah itu dia berjalan ke arah meja kerjanya.


“Kamu sedang apa Cla?” Ornado berkata sambil memutar-mutar bolpoin yang ada di tangannya yang bertumpu pada meja kerja di depannya dengan menggunakan jari-jarinya.


“Aku sedang di kantor kak Jeremy, barusan dia bilang selama kalian berdua ke Itali Niela mau menginap di rumah,” Ornado tersenyum, ternyata Jeremy langsung mengaturkan Niela untuk menemani Cladia, benar-benar tindakan yang sangat cepat dari Jeremy untuk melindungi adik kesayangannya.

__ADS_1


"Al, apa kamu keberatan?" Cladia langsung bertanya karena cukup lama Ornado tidak memberikan tanggapan.


"Eh, tentu saja tidak, justru aku senang ada yang menemanimu di rumah selama aku tidak ada. Paling tidak saat kamu di kantor Bumi Asia ada James yang membantuku untuk menjagamu, sekarang walaupun kamu sudah kembali ke kantor Sanjaya, karena ada Niela aku tidak perlu khawatir lagi," Ornado berkata dengan bibirnya yang tersenyum karena membayangkan wajah Cladia yang pasti sebentar lagi akan protes mendengar perkataannya barusan, dan benar saja....


"Maksudmu mata-matamu?" Ornado langsung tertawa tergelak mendengar suara Cladia dengan nada menyindirnya.


"Antara penjaga dan mata-mata terlalu jauh berbeda artinya Cla, aku selalu percaya padamu, 100% percaya padamu, buat apa aku mengirim mata-mata untukmu? Tapi aku tidak bisa percaya pada orang lain di sekitarmu yang bisa saja mencelakai kamu, karena itu aku butuh orang untuk menjagamu, terutama saat aku tidak ada di dekatmu," Cladia menarik nafas panjang, rasanya percuma dia berdebat dengan Ornado, dengan kemampuan negosiasinya pasti dia akan bisa berkelit dengan mudah.


"Atau kamu mau ikut denganku ke Italia? Jadi aku sendiri yang akan menjagamu, bukannya paling aman kalau suamimu sendiri yang menjagamu?" Cladia terbeliak, di tengah-tengah pembicaraan seriuspun sepertinya Orando tetap mencari kesempatan untuk menggodanya.


"Kalau saja memungkinkan aku juga mau kesana kalau sedang tidak...," Ornado yang awalnya duduk dengan santai bersandar di kursi kerjanya langsung menggerakkan posisi duduknya ke depan dan duduk dengan tegak. Cladia yang hampir saja keceplosan bicara langsung menghentikan bicaranya.


"Serius? Kamu mau ikut ke Italia? Akan kuaturkan sekarang," Ornado berkata dengan penuh semangat, mata Cladia sedikit berkedip-kedip karena bingung, sadar bahwa dia hampir saja mengatakan sesuatu yang seharusnya belum waktunya dia katakan.


"Eh, Al, tidak....tidak sekarang, saat ini aku tidak belum bisa ikut denganmu," Ornado mengernyitkan dahinya, sedikit bingung dengan perkataan Cladia barusan.


"Apa bedanya besok atau minggu depan? Atau bahkan bulan depan? Kalau kamu khawatir dengan proyek kerjasama Bumi Asia dan Sanjaya bukannya semua sudah beres? Apalagi ada James disini, kamu tidak perlu khawatir. Bagaimana? Ikut ya denganku ke Italia besok?" Di kalimat terakhirnya Ornado sedikit menurunkan volume suaranya untuk sedikit merajuk Cladia supaya mau ikut dengannya ke Itali besok.


"Tidak Al, aku janji lain kali aku akan ikut denganmu, tapi tidak besok," tangan Cladia tanpa sadar bergerak mengelus perutnya, dari seberang sana terdengar suara desahan dari Ornado yang tampak sedikit kecewa, tapi hanya sekilas, karena Ornado juga tidak ingin Cladia merasa tertekan dengan keinginannya mengajak dia pergi ke Itali bersamanya, baginya asal Cladia bahagia dia tidak perduli dengan yang lainnya.


"Ok Cla, jangan terlalu dipikirkan, kapanpun kamu siap kesana aku akan mengantarmu, masih banyak kesempatan untuk kita pergi kesana. Mungkin juga kamu inginnya pergi berdua denganku untuk urusan yang lain, bukan untuk urusan pekerjaan, tidak ada Jeremy yang bisa saja mengganggu acara kita,"


"Al!" Ornado langsung terkikik mendengar namanya disebutkan Cladia dengan nada protes. Jeremy yang awalnya konsentrasi dengan file-file di atas mejanya ikut kaget dan mendongak mendengar Cladia memanggil nama Ornado dengan nada sedikit berteriak, tapi begitu dilihatnya ada rona merah di pipi Cladia Jeremy hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung mengalihkan perhatiannya kembali ke arah file-file di depannya.


"Cla, besok pagi aku berangkat ke Italia, siang ini temani aku makan siang ya," Suara Ornado kembali serius, Cladia terdiam, matanya melirik ke arah Jeremy, sebenarnya sejak pagi tadi dia sudah punya janji makan siang dengan Jeremy dan Niela, bahkan setelah makan siang Cladia berjanji untuk menemani Niela mengunjungi kantor  EO (Event Organizer) untuk acara pernikahannya.


"Nyonya Xanderson, apakah anda bersedia menemani suami anda makan siang ini?" Suara lembut Ornado dengan nada menggodanya kembali membangunkan Cladia dari pikirannya barusan.

__ADS_1


"Eh.., Al, aku sudah berjanji makan siang dengan Kak Jeremy dan Niela, setelah itu aku berjanji  akan mengantar Niela ke kantor EO pernikahannya,"


"Oo, begitu, tidak apa-apa, kalian makan siang dimana share lock saja ke aku, aku akan menyusul kalian kesana," Cladia tersenyum, nampaknya siang ini Ornado benar-benar ngotot ingin makan siang bersamanya, akan percuma juga jika dia mencari-cari alasan untuk menolak keinginan Ornado. Sedangkan Ornado sendiri sudah bersiap-siap menjawab setiap alasan dari Cladia karena siang ini dia benar-benar ingin makan siang bersama istrinya sebelum besok pagi berangkat ke Italia.


__ADS_2