My Wild Rose

My Wild Rose
ROBI DAN OLA


__ADS_3

Ornado dan James mengamati rekaman cctv di layar monitor di depan mereka. Dengan jelas dari rekaman cctv terlihat bahwa setelah keluar dari kamar 1008 Cladia dan 3 orang wanita yang bersamanya berjalan memasuki lift, setelah itu jejak Cladia langsung menghilang, tidak jelas di lantai berapa Cladia keluar dari lift setelah meninggalkan kamar 1008. Ornado dan James saling berpandangan melihat itu, tanpa menunggu Ornado berkata-kata, James segera mendekati salah seorang pengawal dan membisikkan sesuatu ke telinga orang itu, orang itu segera menganggukkan kepalanya dan dengan salah seorang rekannya langsung bergegas meninggalkan ruangan itu.


Tanpa suara dan kata-kata Ornado berjalan ke arah jendela yang ada di ruangan itu, berdiri disana sambil kedua tangannya dimasukkan dalam saku celananya. James berjalan mendekati Ornado, begitu James berdiri di samping kiri Ornado lengan kanannya langsung menepuk-nepuk lembut bahu Ornado, karena untuk saat ini hanya itu yang bisa dilakukannya untuk menghibur Ornado.


“Jangan khawatir, kita akan segera menemukan Cladia, team IT kita Italia mengalami kesulitan untuk melacaknya karena sinyal dari pelacak yang kamu tanam di liontinnya sudah melemah, tapi mereka sudah berhasil menemukan keberadaan sinyal itu. Bisa dipastikan lokasi Cladia masih berada di dalam gedung ini.” Ornado memejamkan matanya, menarik nafas dalam-dalam. Saat ini hal yang paling dikhawatirkan Ornado adalah phobia Cladia. Bagaimanapun Cladia tidak bisa berdekatan dan bersentuhan dengan pria lain selain dirinya dan Jeremy sebagai kakak kandungnya. Ornado begitu khawatir jika Robi melakukan sesuatu walaupun hanya sekedar memegang tangan Cladia, reaksi histeris Cladia akan membuatnya stress, dan itu akan mempengaruhi bayi yang ada di dalam kandungannya, Membayangkan itu rasa-rasanya Ornado merasa marah sekali, dadanya terasa panas, ingin sekali tangannya memukul Robi sampai babak belur. Tanpa sadar Ornado mengepalkan kedua tangannya, dengan bibirnya mengeluarkan desisan tanda kemarahannya kali ini benar-benar sulit untuk dia tahan.


Tunggu saja sampai aku menemukanmu Robi! Aku akan menghajarmu tanpa ampun! Ornado berteriak dalam hati, rasanya tidak sabar untuk dia dapat menemukan keberadaan mereka saat ini, dan menghadiahkan tinjunya pada Robi.


“Kita berdoa saja semoga Cladia baik-baik saja, aku harap Robi tidak menyakiti Cladia,” Ornado hanya diam mendengar kata-kata James, tidak memberikan reaksi apapun, karena saat ini dia lebih fokus memikirkan cara paling cepat untuk menemukan keberadaan Cladia.


James langsung menoleh mendengar suara langkah-langkah kaki yang ternyata dimiliki oleh kedua pengawal yang sudah kembali. Kedua pengawal itu segera mendekat ke arah James dan Ornado.


“Sesuai perkiraan anda berdua, ternyata lantai di lantai 14 tidak ada satupun cctv yang terpasang,” Ornado yang awalnya terdiam langsung menoleh.


“Sepertinya Nyonya berada di dalam salah satu ruangan di lantai 14, disana hanya ada 6 ruangan, semuanya merupakan presidential suite room hotel ini,” Pengawal itu segera melanjutkan memberikan laporan kepada Ornado dan James.


“Cek bagian resepsionis, temukan kartu kamar yang jumlahnya berkurang, karena itu berarti kamar itu sedang dipergunakan oleh seseorang,” James segera memberi perintah kepada pengawalnya, tapi gerakan tangan Ornado segera menghentikan James dan para pengawalnya.

__ADS_1


“Terlalu lambat, segera minta Grand Master Key ke pihak hotel. Sebaiknya mereka segera memberikannya pada kalian selagi aku masih bisa bersabar. Paksa mereka untuk memberikannya kalau tidak ingin dalam hitungan menit polisi memenuhi tempat ini!” Dengan tatapannya yang tajam dan penuh amarah Ornado berkata kepada dua pengawal yang baru saja memberikan laporan kepada James dan Ornado, membuat kedua pengawal itu dengan buru-buru berlari meninggalkan mereka menuju ruang respsionis hotel.


(Jenis-jenis kartu hotel yang digunakan untuk kunci kamar ada 4 jenis, Guest room key adalah kunci yang dapat diberikan front office kepada tamu saat check in dan hanya dapat digunakan oleh tamu untuk membuka kamarnya sendiri, Pass key adalah kunci yang biasanya digunakan room attendant (petugas yang membersihkan kamar tamu), tapi hanya dapat membuka satu kamar. Pass key tidak dapat digunakan untuk membuka kamar yang dikunci ganda (double locked), Floor key (FK) adalah satu kunci yang dapat membuka semua kamar dalam satu lantai. Kunci ini dipegang oleh floor supervisor dan digunakan untuk mengecek dan memeriksa kamar. Pada beberapa property hotel, ada yang memberlakukan kebijakan bahwa floor key digunakan oleh room attendant dengan alasan untuk mengefisiensikan waktu dan kerja dengan pengawasan dan tanggung jawab yang ketat, Master Key (MK) adalah sebuah kunci yang dapat membuka semua kamar di hotel dalam satu gedung (block). Kunci ini dapat membuka kamar yang menggunakan double locked. Umumnya kunci ini dipegang oleh housekeeper (orang yang bertugas dalam pemeliharaan kamar-kamar hotel), Grand Master Key (GMK) adalah sebuah kunci yang dapat membuka semua kamar di hotel di beberapa gedung (block). Kunci ini dipegang oleh resident manager, executive assistant manager dan general manager).





Cladia melihat ke arah nomer-nomer yang menunjukkan di lantai berapa mereka akan berhenti. Salah seorang dari wanita yang bersamanya memencet angka 14 setelah lift tertutup. Hanya dalam hitungan detik, lift berhenti saat layar monitor kecil di dalam lift menunjukkan mereka sudah sampai di lantai 14 hotel itu. Mereka berjalan keluar lift dan melewati lorong hotel, hingga sampai di sebuah pintu sebuah kamar. Salah seorang dari wanita yang bersama Cladia mengetuk pintu kamar tersebut.


Tidak berapa lama setelah wanita itu mengetuk pintu kamar tersebut, terdengar suara pintu kamar dibuka, dari dalam muncul seorang wanita yang lagi-lagi tidak dikenal oleh Cladia, membuat Cladia berpikir keras, sebenarnya siapa yang ingin bertemu dengannya dengan cara ekstrim seperti ini, dan apa tujuan sebenarnya dari orang tersebut.


“Silahkan masuk Nyonya,” Dengan hati-hati Cladia melangkah masuk, matanya melihat ke sekeliling ruangan itu, dari penyusunan ruangan itu Cladia bisa langsung tahu bahwa kemungkinan besar ini adalah salah satu presidential suite room hotel ini.


Setelah menunggubeberapa menit pintu kamar terbuka, seorang pria dan wanita memasuki ruangan itu, mata Cladia langsung terbeliak melihat sosok Robi dan Ola yang berjalan beriringan menuju ke arahnya.


“Kalian…,” Bibir Cladia mendesis melihat kehadiran kedua orang itu, dan dengan cepat Cladia bisa mengira-ngira apa tujuan mereka sebenarnya.


“Maaf Cla, aku terpaksa melakukan ini, kalau tidak aku tidak akan pernah bisa bertemu denganmu lagi,” Robi memandang Cladia dengan lembut, dari tatapannya menunjukkan bahwa dia begitu merindukan sosok wanita yang sedang duduk di sofa di depannya.

__ADS_1


“Apa yang kalian berdua inginkan dariku?” Cladia mencoba sebisa mungkin berkata-kata dengan tenang, bagaimanapun dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Ola dan Robi. Cladia memberanikan diri untuk menatap Ola dan Robi yang berdiri di hadapannya sekitar 5 meter di depannya. Walaupun Cladia heran kenapa mereka berdua mengambil jarak begitu jauh darinya, tapi dalam hati dia benar-benar bersyukur Robi tidak mendekat ke arahnya.


“Tidak ada selain kamu bersedia melepaskan diri dari Ornado,” Ola menjawab pertanyaan Cladia dengan cepat. Mendengar apa yang dikatakan Ola, Cladia menarik nafas panjang tanpa menunjukkan sedikitpun rasa heran mendengar itu.


“Kalaupun aku melepaskan Ornado, apa kamu pikir dengan mudah dia akan berpaling padamu? Apalagi kalau dia mengetahui kalau kamu yang mendalangi semua ini?” Mata Ola melotot, dia langsung bergerak untuk mendekati Cladia dengan tangan terkepal, tapi dengan cepat lengan Robi bergerak untuk menghalangi Ola untuk maju ke depan.


“Aku tidak mengijinkanmu untuk menyentuh Cladia sehelai rambutpun!” Mendengar peringatan dari Robi, Ola mendengus dengan kesal, lalu mundur selangkah, kembali ke posisinya semula.


“Jangan khawatir Cla, sebentar lagi Robi akan membawamu keluar dari sini, setelah itu Ornado tidak akan pernah bisa menemukanmu kembali. Dan jangan khawatir, tanpa keberadaanmu di sisinya, aku akan segera menemukan cara untuk mendapatkan hati Ornado. Bagaimanapun Ornado tetap saja seorang pria normal, aku pasti akan menemukan cara untuk menaklukannya,” Dada Cladia berdetak keras mendengar penjelasan Ola barusan, walaupun dia tahu tidak akan semudah itu hati Ornado diluluhkan, tapi ada rasa nyeri di dada Cladia membayangkan bagaimana Ola akan melakukan segala cara untuk merayu Ornado, dan membayangkan itu sungguh menyakitkan bagi Cladia.


Melihat wajah Cladia yang tampak tegang dan sedikit pucat, Robi langsung menggerakkan kepalanya ke arah Ola, memberikan peringatan pada Ola melalui tatapan matanya agar Ola menghentikan bicaranya.


“Tenanglah Rob, dia milikmu sekarang, segera bawa dia pergi jika kamu tidak ingin Ornado menemukan kita,” Robi memandang ke arah Cladia, baru saja Robi melangkah mendekat ke arah Cladia satu langkah, Cladia sudah menjerit histeris.


“Jangan mendekat, kumohon! Jangan mendekat!” Robi langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar suara teriakan dari Cladia.


“Tenang Cla, aku tidak akan menyakitimu, aku tahu kamu menderita phobia terhadap laki-laki, aku akan membantumu untuk sembuh,” Cladia membeliak kaget mendengar perkataan Robi, dengan cepat Cladia mengalihkan pandangannya ke arah Ola yang langsung tersenyum dengan wajah puas, menunjukkan dengan jelas bahwa pasti dari mulut Ola, Robi mengetahui tentang phobianya terhadap laki-laki, dan baru terpikir oleh Cladia, kenapa orang-orang suruhan mereka yang ditugaskan untuk memaksanya kesini semuanya adalah wanita, tidak ada satu priapun yang dilihat oleh Cladia kecuali Robi sendiri.

__ADS_1


“Kak Robi, aku tidak butuh bantuanmu untuk menyembuhkanku. Kalau kamu benar-benar ingin membantuku, pertemukan kembali aku dengan Ornado, kami…,”


“Jangan tertipu oleh bujuk rayunya Rob! Kamu tahu dia memiliki phobia terhadap pria, baik denganmu ataupun Ornado tidak ada bedanya! Kalau dia masih takut denganmu, berarti hal yang sama juga dialami Ornado. Bawa dia pergi dari sini dan sembuhkan dia, sehingga dia bisa menjadi wanitamu seperti perjanjian kita dari awal,” Ola langsung memotong perkataan Cladia, membuat Robi sedikit termenung, memikirkan kata-kata Ola.


__ADS_2