
Cladia sedikit menyipitkan matanya, lalu kembali membaca pesan yang barusan masuk di handphonenya. Ornado yang masih sibuk dengan notebooknya dengan posisi duduk di meja kerjanya yang berdampingan dengan meja kerja Cladia tampak masih serius membalas email-email masuk, termasuk email-email yang berisi file-file kontrak kerjasama dengan para rekan bisnisnya dari Italia.
"Al," Suara panggilan dari Cladia langsung membuat Ornado mengalihkan pandangannya dari layar notebooknya.
"Kenapa? Ada sesuatu yang terjadi?" Ornado ikut mengernyitkan dahinya melihat wajah Cladia yang terlihat begitu serius sambil matanya terpaku pada layar handphone di tangannya.
"Tentang acara reuni teman-teman sekolahku SMP, tiba-tiba tempat untuk reuni dipindahkan secara mendadak," Ornado bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Cladia, lengan kirinya menopang di atas sandaran kursi Cladia sedangkan telapak tangan kanannya menumpu pada meja kerja di hadapan Cladia, tubuhnya sedikit membungkuk dengan matanya langsung mengarah ke layar handphone Cladia yang langsung Cladia arahkan pada Ornado begitu Ornado mendekat ke arahnya.
"Dari Restoran XY dipindahkan ke hotel YY, kenapa mendadak sekali perubahannya, padahal acara reuni itu dua hari lagi sudah dilaksanakan?" Mendengar pertanyaan Ornado, Cladia menggelengkan kepalanya sambil mengernyitkan dahinya, karena jujur saja sedari tadi dia bertanya-tanya tentang alasan panitia memindahkan lokasi acara. Walaupun sebenarnya ketua panitia sudah menjawabnya, tapi rasanya alasannya tidak segampang itu.
"Aku tidak tahu alasan pastinya, tapi sementara menurut ketua panitianya, tiba-tiba ada donatur yang bersedia menanggung seluruh biaya akomodasi di hotel YY, jadi acara diperpanjang menjadi 2 hari satu malam," Cladia menjelaskan alasan dari ketua panitia acara yang sebelumnya sempat mengirim pesan balasan kepada orang-orang yang mempertanyakan perubahan yang cukup mendadak.
"Berubah jadi menginap?" Ornado bertanya sambil matanya menatap dalam-dalam ke arah Cladia.
"Iya, berubah jadi menginap, ini sudah ada 2 orang membatalkan keikutsertaaannya, karena mungkin memang tidak mudah mengatur ulang jadwal yang mendadak seperti ini, apalagi yang berencana membawa pasangannya, walaupun diantara teman-temanku masih banyak yang single, tapi yang membawa pasangan belum tentu pasangannya mau diajak menginap, apalagi kalau mereka belum menikah, masih tahap penjajakan satu sama lain, pasti tidak mungkin mereka mau menginap," Ornado menggerakkan tubuhnya, berbalik arah, sedikit melompat dan mengambil posisi duduk di atas meja kerja Cladia, berhadap-hadapan dengan Cladia yang duduk di kursi kerjanya.
Ornado mengamat-amati wajah Cladia yang terlihat sedikit ragu-ragu untuk memutuskan apakah dia akan ikut atau membatalkan untuk ikut ke acara reuni. Ornado menyadari di usia Cladia yang masih baru menginjak 21 tahun, besar kemungkinan teman-temannya masih banyak yang belum menikah, jadi kemungkinan besar teman-temannya akan datang ke reuni dan menginap tanpa pasangannya. Ornado sedikit menebak-nebak apakah Cladia akan merasa tidak nyaman jika tetap ikut tapi dengan membawa pasangan, tapi kalau Cladia berniat datang sendiri tentu saja Ornado sudah bersiap untuk tidak memberinya ijin. Ornado sudah menyiapkan berbagai alasan di kepalanya untuk mencegah jika Cladia berencana datang tanpa mengajaknya ke acara reuni teman-teman SMPnya.
__ADS_1
"Aku ikut saja denganmu, kalau kamu masih mau tetap ikut aku akan menemanimu, tapi kalau kamu merasa tidak nyaman untuk menginap kita batalkan saja untuk pergi kesana," Cladia sedikit mendongakkan kepalanya untuk dapat memandang wajah Ornado yang tampak duduk dengan santai di atas meja kerja milik Cladia dengan kepala sedikit menunduk untuk dapat memandang wajah Cladia.
"Aku..., boleh tetap ikut? Tapi kamu juga harus tetap menemaniku," Ornado tersenyum melihat kata-kata permintaan dari Cladia yang baginya terdengar sedikit manja hari ini, tangan Ornado langsung meraih kepala Cladia, membawanya mendekat ke arah pahanya, membiarkan pipi kiri Cladia menopang di atas pahanya, lalu mengelusnya lembut. Bagi Ornado merupakan kesempatan langka melihat Cladia dengan sikap manjanya, apalagi bersikap manja kepadanya. Biasanya yang dia pernah lihat hanya kepada Jeremy, Cladia bersikap manja, itupun jarang dia temui.
Ornado menarik nafas panjang, rasanya bagi Ornado selalu sulit untuk mengatakan tidak pada wanita satu ini. Apalagi kata-kata Cladia tidak membuktikan sama sekali tentang kekhawatiran Ornado barusan, Cladia akan pergi menghadiri acara tersebut tanpa mengajaknya, justru Cladia memohon untuk Ornado tetap ikut menemaninya.
"Seperti yang kukatakan dari awal, semua tergantung kamu, aku hanya bertugas mengiyakan apapun yang kamu inginkan," Cladia menjauhkan kepalanya dari paha Ornado, lalu mendongakkan kepalanya kembali, dengan kedua tangannya bergerak ke atas paha Ornado, melipat kedua tangannya dan menopangkannya di atas paha Ornado, lalu menopangkan dagunya di atas lengannya yang terlipat di atas paha Ornado sambil kepalanya tetap mendongak, memandangi wajah Ornado sambil tersenyum manis.
"Terimakasih Al, semoga kamu tidak bosan disana nanti," Ornado yang membiarkan kedua telapak tangannya menumpu di atas meja kerja Cladia, di samping kanan dan kiri tubuhnya langsung tertawa kecil.
"Apa kamu sudah siap untuk berangkat?" Cladia menatap ke arah Ornado yang bertanya kepadanya tentang kesiapannya berangkat ke acara reuni siang ini. Dengan celana putih dan kemeja lengan panjang bewarna biru laut yang dilipat lengannya, Ornado terlihat begitu tampan. Melihat Cladia hanya menatapnya tanpa menjawab pertanyaannya, Ornado langsung berjalan mendekatinya sambil tersenyum simpul.
Begitu Ornado sampai di hadapan Cladia, dia segera menyatukan kedua telapak tangannya dibalik punggungnya sendiri, lalu dengan sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah Cladia, dan tanpa menunggu lama dengan cepat diciumnya bibir Cladia dengan penuh perasaan cinta, membuat Cladia sedikit tersentak dan mundur beberapa langkah karena dilihatnya ada beberapa pelayan yang ada di ruangan itu melihat tindakan tuannya kepada nyonya mereka, termasuk Tante Ema dan sopir pribadi Ornado. Melihat gerakan reflek Cladia, Ornado menegakkan kembali tubuhnya dan tertawa, dengan sigap di melangkah untuk berdiri di samping Cladia dan langsung meraih bahu Cladia dalam pelukannya, dan tanpa ragu langsung mencium puncak kepala Cladia tanpa perduli pada orang-orang yang ada di ruangan itu.
"Apa yang sedang kamu amati Amore mio? Sudah kubilang pria tampan ini adalah milikmu sepenuhnya, kamu bebas melakukan apa saja kepadanya, jangan terlalu terpana saat menatapku, membuatku kehilangan kepercayaan diri," Cladia tertawa kecil mendengar kata-kata Ornado yang terdengar narsis, bukannya kehilangan kepercayaan diri, justru kata-katanya menunjukkan dia terlalu percaya diri, tapi apa mau dikata, bahkan orang yang tidak mengenal Ornado pun dengan cepat akan memberikan penilaian bahwa laki-laki itu memang sangat tampan dan menawan.
__ADS_1
"Kamu ini, suka sekali menggoda istrimu. Sekali-sekali kamu perlu membalas perbuatan iseng suamimu Cla," Tante Ema berjalan mendekati Ornado dan Cladia, kedua tangan Ornado langsung bergerak memeluk tantenya.
"Jangan bersikap kejam padaku Tante Ema, jangan mengajarkan sesuatu yang tidak baik pada istriku," Tante Ema langsung tertawa sambil mencubit lengan tangan kiri Ornado, membuat Ornado meringis dengan wajah pura-pura kesakitan.
"Aww, sakit tante, ampun deh, lepaskan dong," Dengan pura-pura melotot Tante Ema tetap mencubit lengan Ornado sebentar, setelah itu baru melepaskannya, membuat Ornado langsung berpura-pura mengelus-elus lengan bekas cubitan tantenya.
"Tante, tolong jangan menyiksa suamiku. Aku masih membutuhkannya untuk menjadi pengawal pribadiku siang ini," Tante Ema langsung tertawa puas mendengar kata-kata dari Cladia yang berusaha membalas Ornado yang hanya bisa ikut tertawa mengikuti permainan Cladia dan Tante Ema untuk menggodanya.
“Menjadi pengawal pribadi? Bolehlah, asal aku puas dengan pembayaran yang akan kudapat,” Cladia mencibirkan bibirnya mendengar perkataan Ornado.
“Berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk membayar gaji pengawal pribadi sehebat anda tuan?” Ornado mengarahkan matanya ke atas, seolah-olah sedang memikirkan jawaban untuk pertanyaan Cladia.
“Bayaranku tidak mahal nyonya, tenang saja, anda pasti sanggup membayarnya. Bayaranku hanya 1 malam romantis bersama Nyonya Cladia Xanderson, kalau anda bisa mengaturkannya untuk saya, pasti anda akan puas dengan pengawalan saya hari ini,” Ornado berkata dengan senyumnya yang menggoda sambil memandangi wajah Cladia yang bersemu merah, tapi tidak berapa lama kemudian, dengan cepat Cladia langsung memeluk lengan kiri Ornado yang berdiri di sampingnya.
“Deal tuan, kita sepakat,” Ornado tertawa senang mendengar jawaban Cladia.
"Ah, sudah waktunya berangkat, waktunya kita melakukan perjalanan bulan madu kembali Amore mio. Aku sudah tidak sabar melewati 2 hari ini bersamamu," Tante Ema tertawa mendengar perkataan Ornado yang sukses membuat wajah Cladia memerah, karena ucapan Ornado yang disengaja dia ucapkan dengan suara cukup keras membuat para pelayan dan sopirnya mendengar dan secara spontan membuat mereka menahan senyumnya karena kata-kata tuannya.
__ADS_1