
Bisma bergegas memanggil dokter, pria itu ikut cemas melihat istrinya yang sudah kesakitan. Ia berlari ke ruang jaga dan memanggil dokter di sana. Salah satu dokter wanita dengan name tag Dara sudah bersiap dengan pakaian medisnya dibantu suster yang bertugas menemani dokter di sana.
Dokter tersebut segera memeriksa jalan lahir dan ternyata sudah pembukaan lengkap, diiringi air ketuban yang pecah semakin mendekati persalinan.
"Ibu Bila ... ikuti instruksi saya, Bu, jangan mengejan dulu. Tarik napas Bu ... keluarkan ... jangan mengejan dulu, nanti tenaga ibu habis, pokonya ikuti instruksi saya, kalau terasa kencang ... ambil ancang-ancang ibu mulai dorong "
"Huh ... huh ... huh ...." Bila mengambil ancang-ancang.
"Iya rileks dulu, sudah pembukaan lengkap, bagus kalau terasa kencang dorong ya Bu, saatnya Ibu mengejan ... ayo Bu terus Bu sedikit lagi ... iya pinter, terus ... kalau napasnya nggak kuat rileks dulu ... Ibu ambil napas."
Sementara Bisma tepat di samping kepalanya sambil menggumamkan doa kebaikan dan keselamatan untuk keduanya. Rasanya tidak tega, ia menjadi pegangan tangan Bila yang begitu erat, seakan mentransfer energi untuk istrinya.
"Dokter ... Mas ... huh ... huh ... kenceng Dok—" Bila melakukan sesuai instruksi Dokter Dara. Tangannya dalam genggaman tangan suaminya semakin erat, dengan Bisma terus memberikan semangat.
"Ayo sayang bismillah kamu pasti bisa ... aku mencintaimu, sayang, semangat demi Razik, aku, dan anak kita, ... please bertahan kuat kita akan menyambutnya bersama, aku dan kamu." Bisik Bisma di telinga istrinya di tengah-tengah deru napas yang memburu dan rasa sakit yang amat luar biasa.
"Iya Bu ... ayo terus dorong, sedikit lagi kepala adiknya sudah mengintip terus dorong lebih semangat!"
"Aaakhhh ...!"
Jeritan Bila diakhiri suara tangisan bayi menggema di seluruh ruangan.
__ADS_1
"Alhamdulillah ... yes ...." ucap Dokter Dara penuh syukur ketika bayi mungil itu menyapa dunia.
Bisma langsung mengucap syukur dengan berlinang air mata dan menghujani ciuman di puncak kepala istrinya dengan sayang dan haru. Bahagia luar biasa, bahkan ia menangis.
"Terima kasih sayang, kamu hebat kamu kuat, i love you more sayang."
Bila merasa lega sekarang, rasa sakit dan pegal yang sempat hinggap di tubuhnya hilang total berganti dengan perih di organ intinya. Namun, semua itu terbayar sudah ketika melihat bayi mungil nan sehat itu berada di atas dadanya. Senyumnya langsung terbit seketika seakan semua rasa sakit tadi menguap begitu saja.
Setelah dilakukan IMD pada sang bayi, dokter memberikan pada ayahnya untuk di adzani.
"Bayinya cewek ya Bu Pak, selamat ya, silahkan di azani dulu Pak Bisma dedeknya."
Bisma terus menatapnya tanpa jeda dengan senyuman. Kombinasi dirinya dengan istrinya, klop masuk identik dengan ibu dan ayahnya.
"Mas ....!" Panggil Bila sebelum akhirnya menjadi gelap, dan semua pusat bumi seakan berhenti berputar.
"Dok, istri saya kenapa, Dok! Bila tidak merespon, tolong Dok! Istri saya pingsan!" pekik Bisma ketakutan.
Pria itu digiring keluar karena harus mendapatkan penangan pasca melahirkan, dengan bayi yang sudah dipindah oleh seorang suster ke ruangan khusus bayinya.
"Ya Tuhan, tolong selamatkan istriku ya Rabb ...." Bisma menengadahkan telapak tangannya sambil menangis. Hatinya diliputi kegelisahan yang mendalam.
__ADS_1
"Bim!" Bunda Rima datang menghampiri dengan tergesa.
"Anak kamu udah lahir, bagaimana kondisi Bila dan bayinya, kenapa kamu di sini menangis."
"Bun, Bila di dalam lagi ditangani medis, Bila pingsan Bun." Bisma berbicara dengan kecemasan pada dirinya.
Semua keluarga menunggu dengan kecemasan yang sama.
"Ya Allah ... selamatkan istriku ya Allah, jangan biarkan dia pergi dariku saat ini, aku mohon ... izinkan kami menua bersama mengasuh putra putri kami bersama." Doanya khusuk.
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya Bila dipindahkan ke ruang perawatan dengan bayinya yang berada di dekapan sedang berusaha belajar mencari air sumber kehidupan bagi dirinya.
Bisma duduk di kursi tepi ranjang dengan tangan yang sibuk mengelus dan sesekali menoel pipi merah si mungil yang sangat menggemaskan.
"Lucu banget anak kita ... udah mulai pinter cari putingnya."
"Iya Mas, kuat banget nyedotnya, masya Allah geli ... kamu lucu banget nak ...." Senyumnya terbit menghiasi wajah ayunya.
"Masya Allah aku sampai lupa ngabarin mama sama papa." Seketika Bisma langsung mengambil ponselnya dan mengabari kedua orang tuanya. Kalau orang tua Bila sudah di rumah sakit sedari tadi.
"Anak kita mau dikasih nama siapa sayang?"
__ADS_1