
"Mas, kamu kok santai banget sih, bukannya kita harus cepat-cepat pulang ya? Kasihan Razik." Bukanya ikut berkemas, Bisma malah rebahan di kasur enggan beranjak.
"Mas! Astaghfirullah ... aku pulang sendiri ajalah, sana kalau kamu masih mau tidur." Bila merajuk, sementara Bisma malah senyum-senyum sendiri nggak jelas.
"Kamu kesambet?"
"Iya, kesambet cinta," jawabnya nyengir tanpa dosa.
"Nggak jelas banget!"
"Jelas lah, nyata gini." Bisma menarik tangan istrinya hingga perempuan itu terjerembab ke ranjang.
"Akh ... Mas!" Keduanya terkekeh bersama. Lalu saling canda, menatap satu sama lain saling melempar senyum.
"Minggir Mas, tubuhmu berat," keluh perempuan itu di bawah kungkungan suaminya.
"Nggak mau, nanti kamu kabur!" ujarnya memperingatkan.
Bila mendorong dad@ suaminya, namun yang ada malah Bisma mengikis jarak.
"Mas, ponsel aku bunyi, itu pasti bunda yang telepon."
"Biarin aja, aku udah kabarin rumah kok, kalau kita mau nambah satu hari lagi." Bisma masih cengengesan.
__ADS_1
"Hah, yang bener? Kok main ambil keputusan sepihak, ya udah kamu sendirian aku mau pulang."
"Eh, siapa yang ngijinin, nggak ada pulang hari ini, aku masih pingin nikmati waktu berdua, mumpung udah nyempetin cuti ngantor juga, besoknya bakalan sibuk kerja, nyiapin buat acara pernikahan kita."
"Tetapi aku udah kangen Mas, sama Razik."
"Ditelpon sayang, please ya ya ya. Hari ini aku mau ngajakin kamu jalan-jalan ke suatu tempat." Pria itu menarik diri dari Bila setelah mencuri satu kecupan sayang di pipinya.
Bisma benar-benar menambah waktu satu hari lagi untuk menghabiskan waktu berdua. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu begitu saja, Bisma mengajak jalan-jalan serta berencana melakukan prewedding.
"Mas, ngapain prewedding segala, kita 'kan udah nikah, harus banget kah?" protes Bila tak terima.
"Ya harus lah, biar punya kenang-kenangan untuk kita nantinya."
"Oke, terserah kamu saja Mas, tapi beneran cuma sehari ini lagi ya, aku udah kangen banget sama Razik, kamu mah tega."
Bisma mengajak Bila di suatu tempat, yang mana proses untuk masuk ke sana melalui perjalanan yang cukup menakjubkan. pemandangan dengan tebing kapur serta patung-patung megah Pantai Pandawa. Bisma sudah merekomendasikan tempat ini jauh-jauh hari jika suatu hari nanti kesampaian menikah, dan sekarang adalah waktu yang tepat.
Tempatnya yang belum sepopuler Pantai Kuta atau Dreamland menjadikan tempat yang unik dan cukup private untuk dikunjungi. Sangat cocok untuk pasangan romantis apalagi untuk mereka yang sudah bebas sah, jadi tidak canggung lagi berpose.
"Mas, dia siapa?"
"Dia orang-orang aku sayang, fotografer handal yang akan mengambil gambar kita. Mereka kenal baik kok sama aku, mereka juga ikut bekerjasama di setiap kesempatan."
__ADS_1
"Masya Allah, ini menakjubkan, tempatnya unik dan indah sekali."
Pantai yang terletak di Desa Kutuh di bagian selatan Bali itu, hanya bisa diakses melalui jalan yang membelah dinding, menyuguhkan pemandangan dibalik dinding-dinding batu kapur yang menjulang tinggi.
Tak dapat dipungkiri bahwa pantai tersembunyi ini sungguh menawan dengan pasir putihnya serta gulungan ombak berwarna biru. Dan yang membuat tambah unik, pada dinding-dinding tebing kapurnya terdapat pahatan berupa 5 patung tokoh pewayangan berukuran besar yang sengaja dijadikan background foto mereka. Lengkap dengan pemandangan langit biru nan eksotis. Seperti impian Bisma, pemotretan di alam nan indah
dengan sinar matahari, pepohonan, tebing dan juga lautan.
Sin lokasi menakjubkan untuk pengalaman yang tak terlupakan.
Sekaligus suasana romantis, untuk mengabadikan gambaran sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.
"Mas, ini semua kamu yang siapin?" Bisma mengangguk. Sementara Bila memandang takjub, matanya sudah berkaca-kaca mendengarkan penuturannya yang ingin membawanya ke tempat ini dari sejak dulu lama.
"Aku ingin kita punya kenangan yang indah bersama, walau jalan kita diawali dengan pahit, semoga cinta kita akan selalu manis sampai akhir nanti. Selalu menguatkan dalam suka maupun duka," tuturnya.
"Aku nggak nyangka ternyata kamu menginginkan aku dari dulu, gimana ceritanya Mas, kamu pasti terluka sekali ya waktu aku nikah dengan Gema?"
"Jauh sebelum itu, aku sudah terluka dari semenjak kamu menjalin hubungan dengannya, tetapi ternyata Tuhan memberikan jalan lain, walaupun jalan yang aku ambil salah, dan membuatmu membenciku bertahun-tahun, tetapi aku tidak pernah menyesal asal engkau bahagia, seandainya kamu pun waktu itu tidak bersamaku."
"Ikhlas banget jadi orang, kalau sekarang gimana?"
"Aku mau ngeyel lah, meminta sama Tuhan agar jodohnya sampai maut memisahkan Nabila saja, hanya Nabila Maharani."
__ADS_1
"Aduh ... mleyot aku Mas, kalau kamu romantis gini."
"Aku bisa lebih romantis lagi lho yank, siap-siapin aja hatimu menerima setiap hujaman cinta dariku."