Noktah Merah

Noktah Merah
Part 93


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Faro dan Nadia dilangsungkan di sebuah resort yang dihadiri dengan undangan terbatas. Resort dengan hamparan rumput luas dan pemandangan asri yang langsung menghadap ke laut, digelar dengan tema outdoor, dengan suasana tropis dan romantis. Pasangan yang sedang berbahagia itu nampak sumringah menyambut tamu yang datang.


Bila berjalan elegan menggamit tangan suaminya. Keduanya nampak serasi dengan batik couple berbahan brokat tile mutiara, dipadu dengan rok katun, dan Bisma dengan kemeja fit senada.


Ketika keduanya datang, nampak di tempat itu sudah ramai tamu undangan yang hadir. Termasuk sahabat-sahabatnya juga terlihat sudah datang tengah mengantri memberi selamat. Sebenarnya Bila ingin menghampiri Hanum dan Sinta yang tengah mengobrol, namun Bisma menggeleng pelan.


"Nggak usah, nanti kamu malah diketusin baper, aku nggak mau kamu sakit hati atau merasa nggak enak kaya kemarin. Biarin, oke sayang. Lambat laun mereka akan ngerti kok, nggak usah jadi sungkan, cukup aku yang menemani kamu di sini," ujarnya tersenyum.


"Nggak usah mulai deh." Bibir perempuan itu manyun, membuat suaminya gemas sendiri.


"Jangan digituin, nanti aku samber," godanya sukses membuat pipi istrinya bersemu.


"Ngucapin selamat dulu yuk, baru kulineran." Bisma dan Bila ikut mengantri dengan tamu lainnya.


"Selamat menempuh hidup baru Nadia dan Faro, semoga Allah SWT menyempurnakan kebahagiaan kalian dan menjadikan pernikahan kalian sebagai ibadah kepada-Nya." Bila dan Nadia saling cipika cipiki kemudian perempuan itu memeluk haru.


"Terima kasih kak Bila, sudah datang. Aamiin terima kasih doanya."


"Doa ucapannya udah diwakilkan istri gue, Bro, selamat deh buat kalian, habis ini jangan lupa datang ke acara resepsi pernikahan kita ya," ujar Bisma bangga.


"Wuih ... nggak mau ketinggalan ternyata, keren Bim." Faro mengerling.

__ADS_1


"Alhamdulillah udah sah, ikut berbahagia, samawa untuk kalian.


Semoga menjadi pasangan yang sejati sampai dunia akhirat dan semoga dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah."


Berbagai ucapan doa kebaikan mengiringi pasangan yang sedang menjadi raja dan ratu sehari itu. Senyum bahagia jelas tergambar lepas di sana.


"Sweet banget sih mereka, Nadia juga terlihat sangat cantik dan serasi," gumam Bila diselingi menikmati jamuan yang tersaji di sana.


"Mau makan apa sayang, biar aku ambilin."


"Aku pingin coba Zuppanya mas kayaknya enak," ujarnya meneliti hidangan.


"Buahnya sekalian?"


Bila tengah menikmati sup krim gurih ditutup dengan kulit pastry yang lezat ketika seseorang menyapanya.


"Assalamu'alaikum ...." sapa Ustadz Zaky menghampiri pasangan yang nampak khidmad menikmati jamuan dengan suguhan Tari Bali.


"Waalaikumsalam ... Ustadz," Bila langsung berdiri dan mengangguk sopan. Sementara Bisma dan Ustadz Zaky saling berjabat tangan.


"Umi tidak ikut?"

__ADS_1


"Umi cuma titip doa aja, kebetulan di rumah sedang repot mau ada haflah," paparnya santun.


"Razik mana, kok nggak kelihatan?" Pria itu menyapu ke sepenjuru arah, namun tidak menemukan bocah kecil itu.


"Kebetulan Razik tidak ikut, Tadz."


"Wah ... ketahuan, mau jalan berdua aja ya, padahal aku kangen banget sama Razik," selorohnya tersenyum.


"Boleh kok, Ustadz kalau kapan-kapan mampir, dengan senang hati," timpal Bisma kalem.


"Insya Allah deh kapan hari, pas ke Jakarta ya, Kalian kapan peresmiannya, kok nggak ada undangan yang datang."


"Insya Allah akhir bulan ini Ustadz, kami pasti akan mengabari."


"Mas, siapa?" tanya seorang perempuan berhijab syar'i.


"Eh, sini sayang, kenalin, ini anak angkat umi yang sering umi ceritain, dan ini suaminya," tunjuk Ustadz Zaky.


"Owh ... ini kak Nabila ya, subhanallah cantik sekali, saya Zoya kak, istrinya Ustadz Zaky," ujarnya seraya mengulurkan tangan.


"Terima kasih, Zoya, kamu juga cantik, senang bertemu denganmu." Mereka saling mengangguk sopan.

__ADS_1


"Ustadz Zaky keren deh, besok bawa ke resepsi kami ya?" Bisma terlihat mulai mencair.


"Insya Allah bila tidak ada halangan kami datang." Mereka akhirnya bergabung saling mengakrabkan diri. Bisma juga terlibat banyak obrolan dengan Ustadz Zaky. Alan juga ikut nimbrung bersamanya. Sembari menikmati es krim yang tersedia.


__ADS_2