Noktah Merah

Noktah Merah
Part 61


__ADS_3

Apa yang dirasakan Bisma sangat wajar, walaupun jantung dan hatinya bertalu-talu riang. Tetap saja rasa waswas melingkupi. Doa yang banyak tentunya ia panjatkan dalam hati.


Pria itu berjalan elegan di antara mama dan papanya. Diikuti Pandu yang menggendong Razik yang tak jauh dari barisan. Nampak tambahan orang penting sekitarnya, seperti pemuka agama setempat dan perangkat desa yang Bisma boyong untuk menjadi saksi ikrar suci acara sakral mereka berdua nanti.


Kesan pertama, sederhana bahkan sangat sederhana. Tak ada riasan janur dan kembang yang menghiasi rumahnya. Semua dilakukan kurang dari sehari dan serba mendadak. Walaupun jauh hari sebelumnya Bisma sudah berencana melancarkan kebaikan tersebut. Sesuatu yang baik itu jangan ditunda, tetapi disegerakan untuk menjadi lebih baik dan ladang pahala bagi umatnya yang penuh rasa syukur.


Salam yang menggema memasuki rumahnya terasa indah. Sambutan beratautan indah itu seakan menyapa cakrawala langit yang mulai menggelap.


Ketika sambutan demi sambutan ucapan syukur mewakili pertemuan dua keluarga tersebut. Bila yang duduk tak jauh dari ruangan itu banyak menautkan doa untuk kebaikan hidupnya.


"Kedatangan kami semua ke sini tak lain dan tak bukan untuk suatu hal yang baik, mengantar putra kami Bisma Maulana Ikhsan Kamil untuk meminta kembali Nabila menjadi istrinya," ucap Pak Hans jelas dan lugas.


"Insya Allah ketika Bapak sebagai wali mengijinkan dan menerima khitbah kami, maka selanjutnya kita akan merencanakan pernikahan yang tentu saja akan kita bicarakan setelah ini."

__ADS_1


Sambutan selamat datang dan terima kasih lebih dahulu disematkan sebelum Pak Rama menjawab maksud dari kebaikan keluarga tersebut.


"Kami selaku wali dari Nabila mengucapkan selamat datang di kediaman kami, semoga Allah SWT meridho’i silaturrahim Bapak beserta rombongan pada malam hari ini, Aamiin.


"Pada kesempatan yang berbahagia ini , saya selaku wali dari Nabila beserta Istri ingin menyampaikan rasa terima kasih yang amat sangat dalam, atas kehadiran bapak dan ibu sekalian di kediaman kami. Juga, bersama-sama telah kita dengarkan maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan keluarga Pak Hans dengan sangat jelas dan terbuka."


"Pertama, kami sangat mengucapkan terima kasih atas berkenannya keluarga besar Bapak Hans untuk bersilaturahmi ke kediaman kami.


"Namun, untuk lebih jelasnya, marilah kita bersama-sama mendengarkan jawaban yang akan diberikan oleh anak kami."


“Nabila, anakku, malam ini ada seorang pria yang datang dengan maksud untuk mengkhitbahmu kembali Nak, untuk dijadikan tunangan menuju perkawinan pada waktunya nanti. Apakah kamu bersedia menerima lamaran dari Ananda Bisma Nak."


"Bismillah ... sebelum saya menjawab pertanyaan dari Ayah, yang dikhususkan dari keluarga Pak Hans sekeluarga saya pribadi ingin mendengar langsung dari saudara Bisma dengan kesungguhan hatinya," ucap Nabila fasih.

__ADS_1


Bisma tersenyum simpul mendengar permintaan calon istrinya, pria itu lekas mengambil duduk lebih rapat dengan keluarga dan mengambil seluruh atensi di sana.


"Terima kasih untuk waktunya, Dek Nabila. Tentunya kita sama-sama tahu ini bukan kali pertama untuk kita berdua. Namun, aku berharap ini adalah yang terakhir. Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui dan dilewati bersama. Tidak mudah memang, tetapi aku pribadi selalu heran, segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentangmu."


"Tahukan kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. Karena syarat pernikahan yang utuh bagiku adalah jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama, yaitu kamu, Dek Nabila." Mata Bisma sudah berkaca-kaca.


"Aku ingin kamu menjadi perhiasan terindahku, yang kelak akan bersama menaungi titian menuju surga menggapai ridho-Nya. Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini membuat pengakuan. Malam ini, dengan segenap kerinduanku. Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Jadilah pendamping hidupku, Nabila Maharani."


"Insya Allah, apabila Ayah dan Ibu merestuiku menerima lamaranmu, dengan segala kekurangan yang ada pada diri saya, mudah - mudahan Allah meridhoi. Saya menerima pinangan tersebut. Terima kasih untuk Ayah dan Ibu."


"Alhamdulillah. Baru saja kita dengar bersama - sama jawaban dari Ananda Nabila dalam menerima pinangan dari Ananda Bisma. Maka, kita sebagai orang tua hanya bisa meridho’i dan mendo’akan apa yang telah menjadi niat baik dari anak kami Nabila dan niat tulus dari Bisma putra dari Pak Hans. Dengan demikian, kami selaku orang tua dan keluarga besar MENERIMA sepenuhnya lamaran dari Bisma Maulana Ikhsan Kamil."


Atas permintaan dari pihak calon mempelai pria, menginginkan untuk dilangsungkan ijab qobul malam itu juga. Musyawarah telah disepakati dan lamaran itu dilanjutkan dengan pernikahan sekaligus. Malam ini untuk yang kedua kalinya, Bisma berikrar suci di depan para saksi dengan dipandu Pak Kyai menghalalkan Nabila untuk menjadi mahromnya.

__ADS_1


__ADS_2