Noktah Merah

Noktah Merah
Part 98


__ADS_3

"Mmm ... undangan aku tertinggal, bisa nggak kalau aku nebeng masuk sebagai pasangan kamuflase. Please ... mau balik jauh," mohonnya.


Alan nampak menimbang-nimbang, sebelum akhirnya menengadahkan telapak tangannya untuk meminta disambut.


"Maaf, bukan mahrom, aku jalan dari samping kamu aja ya, nggak pa-pa 'kan?"


"Hish ... katanya minta jadi pasangan boongan, biar boongan juga tetep harus maksimal aktingnya."


"Duh ... ribet ya, dosa tanggung kamu lho ya, aku beneran terpaksa ini," keluhnya galau.


"Silahkan jalan di depan aku, nggak jadi gandeng deh kalau nggak ikhlas," ujar Alan ngalah.


"Makasih," jawabnya tersenyum manis.


Mereka berjalan memasuki ruangan dan langsung disambut dengan dekorasi ruangan yang begitu cantik. Di sana nampak pengantin tengah sibuk mendapat selamat dari para tamu undangan yang hadir.


"Ngomong-ngomong kita hadir sebagai pasangan kok nggak tahu namanya, boleh nggak invite WA kamu," seloroh Alan tersenyum.


"Buat apa, Mas?" tanya perempuan itu santai.

__ADS_1


"Buat diseriusin kalau mau, tetapi kalau nggak ya juga nggak pa-pa namanya juga usaha," ujar pria itu nyengir.


"Nama saya Mena, Mas, saya tidak menerima pertemanan yang menya-menye. Kalau kamu serius, datang saja ke rumah bertemu dengan orang tua saya," ujar Mena tersenyum.


"Ini nomor abi, silahkan hubungi beliau kalau memang berkenan," sambungnya lagi lalu berjalan mendahului, menemui mempelai di panggung nganten untuk memberikan selamat.


Sementara Alan mengekor dari belakangnya, senyumnya mengembang menatap deretan angka yang akan terhubung dengan orang tua, Mena, itu artinya perempuan itu mempersilahkan dirinya untuk datang ke rumah dan menemui orang tuanya, apa itu artinya menjemput jodoh?


Tidak ada kata seindah doa, dan tidak ada peringai seindah bidadari sholehah yang dengan setia menemani perjalanan cinta yang halal. Kedua pasang itu adalah bukti nyata, betapa Tuhan sangat berbaik hati padanya, memberikan cinta pada setiap pasangan yang mendamba, penuh suka cinta.


"Mas, aku capek banget," keluh Bila begitu sampai kamarnya.


"Aku terusin sendiri aja, Mas, kamu sana mandi," ujar Bila mempersilahkan suaminya.


"Ya udah aku mandi dulu, nanti aku bantuin lagi kalau belum beres," ujarnya beranjak setelah mencuri satu kecupan pada bibirnya.


Pria itu tersenyum, bergegas memasuki kamar mandi. Usai membersihkan diri, tubuhnya terasa lebih bugar dan fresh, ia berjalan perlahan, keluar dengan percaya diri hanya berbalut handuk saja.


"Astaghfirullah ... ini beneran tidur?" tanya pria itu menyorot istrinya dengan gelengan kepala. Bagaimana ceritanya masih mangenakan baju pengantin , make up juga belum seratus persen bersih, perempuannya malah udah ke alam mimpi.

__ADS_1


"Kamu lucu banget sih, mana nyaman kalau kaya gini, Amas bantuin buka ya, jangan marah dan jangan kaget kalau tahu-tahu udah polos. Hehehe." Pria itu terkekeh senang membayangkan istrinya hanya berbalut selimut.


Benar saja, Bisma membantu melepas gaun yang dari penglihatannya saja begitu berat dan mewah. Pria itu membantu istrinya terlepas dari pakaiannya. Kendati demikian, Bila yang terlalu lelah hanya menerima perlakuan lembut suaminya dengan pasrah.


"Duh ... sayang, ngantuk banget ya, kamu udah polos ini, mau mandi sekarang apa mau aku terkam biar melek," selorohnya tersenyum devil.


"Jangan coba-coba mendekat, Mas, aku benar-benar lelah, malam ini tolong bebaskan aku, please untuk malam ini saja, sisanya terserah kamu saja, mau setiap hari juga kalau kamu-nya menginginkan insya Allah aku siap," ujarnya seraya kembali menarik selimut dan bersembunyi di dalamnya, merasakan kulitnya meremang seketika tersapu dinginnya AC.


"Aku nggak bakalan ganggu kok, cuma nyicip aja. Hehe." Pria itu mengusak rusuh tengkuknya.


"Mandi," bisiknya tepat di belakang telinganya. Sedikit menggigit nakal hingga istrinya melenguh manja.


"Mas, please ... menjauh dariku, lima menit," ujarnya tak mau tahu.


"Setidaknya kamu bersihin dulu."


"Hmm ...." jawab perempuan itu sambil merem. Karena tak kunjung beranjak malah tambah pules, alhasil Bisma turun tangan membersihkan sisa make up yang cukup sulit di wajah istrinya.


"Duh ... baik banget sih, Mas, makin sayang deh, aku bobok lagi ya, tolong bersihin sampai bersih, nanti kalau udah, bangunin ya aku mau mandi."

__ADS_1


Bisma melongo mendengar penuturan istrinya sepanjang jalan protokol, matanya setengah merem, namun mulutnya mengoceh ingin sekali membungkam dengan bibirnya, lalu meraup manisnya madu cinta, namun lagi-lagi tidak tega melihat wajah lelahnya.


__ADS_2