
Keluarga besar Bisma dan Bila tengah berkumpul dalam acara aqiqah anak kedua mereka, Nashwa Farah Kamila. Dengan penuh suka cita, mereka mengundang keluarga, dan seluruh kerabat, serta teman dan sahabat-sahabat lainya. Ada lagi keluarga besar Kamil Productions sengaja datang khusus di acara bahagia ini dengan segenap rombongan karyawan lainya tentunya dengan doa dan bingkisan yang luar biasa.
"Selamat ya, Pak, atas kelahiran putri Bapak yang kedua, semoga menjadi anak sholehah, kesehatan dan keberkahan selalu menaungi keluarga Pak Bisma sekeluarga."
"Terima kasih doa dari kalian semua, semoga diijabah sama Allah dan dengan niat datang ke sini menjadi ajang silaturahmi bersama dan mudah-mudahan dengan niat yang baik pula setiap langkah kalian dicatat amal ibadahnya. Aamiin."
Keluarga Bisma juga mengundang kelompok anak yatim untuk mengikuti acara syukuran yang penuh hikmad dan kebahagian ini. Acara berbagi bersama dengan mereka yang kurang beruntung.
Semua nampak antusias dengan acara yang penuh syukur ini. Baby girl Nashwa terlihat anteng dalam gendongan bundanya. Di sampingnya ada suaminya dan Razik yang nampak sumringah menyambut setiap tamu yang datang. Acara tersebut sengaja digelar di halaman rumah mereka yang dirias dengan sangat elegan. Semua bernuansa pink dan putih, sesuai keinginan Bila.
Disya datang dengan suami dan juga kedua anak kembar mereka. Sinta nampak hadir dengan suaminya, dan ada Hanum yang datang dengan keponakan dan seseorang yang menemani. Mereka menyambut acara spesial ini dengan penuh rasa syukur dan haru.
"Selamat ya beb, untuk kelahiran anak kalian yang kedua, semoga menjadi anak sholehah kebanggaan ayah bundanya."
"Aamiin!" Semua doa kebaikan mengalir untuk keluarga mereka, tentunya kehadiran Nashwa menjadi pelengkap keluarga bahagia yang tak terhingga.
"Foto dulu dong, kita harus mengabadikan moment indah ini," ujar sahabat-sahabat yang datang. Mereka mengambil gambar bersama- sama setelahnya saling bercengkrama ramah tamah dengan jamuan yang telah tersedia.
__ADS_1
"Masya Allah ... bundanya Razik dan Nashwa, cantik banget," puji Bisma pada istrinya. Pria itu selalu mampu melumerkan hatinya di setiap suasana.
"Terima kasih sayang, jangan bosen ya, tatap aku, dan aku. Hehe."
Bisma selalu gemas sendiri menatap wajah istrinya yang selalu membuat ia jatuh cinta berkali-kali. Mereka saling menatap dalam senyuman, mengabadikan moment indah keluarga kecil mereka dengan berbagai pose keluarga bahagia sesungguhnya.
Tak ada cinta yang abadi selain dari pada sampai jannahnya. Semua luka, air mata, duka, dan rasa sejuta rasa putus asa dan sakit, seakan enyah dan berganti dengan sebuah kemanisan layaknya kue lapis yang legit. Namun, tentu semua didapat dengan kesabaran yang tak berujung.
"Ketika aku pernah merasakan sakit, aku hanya mengingat air mata ini tidak akan jatuh selamanya, ia hanya singgah lalu membiarkan tangan ini mengusap, kemudian membuka kedua telapak tangannya dengan menengadah khusuk, aku berserah diri pada Mu ya Rabb ... ampuni aku, dosaku, dan khilafku yang pernah aku lalui di masa kini dan masa lampau. Sesungguhnya setiap ujian dari rasa sakit ini, aku yakin ada penawarnya. Hanya Engkau yang mampu memberi dan menyudahi. Aku ikhlas, dan jadikanlah setiap langkah dan tujuan hidupku selalu dalam naungan keberkahan atas cintamu."
Bisma berkaca-kaca menatap istrinya yang tengah membuai putri mereka. Semua telah ia lewati, bukan tidak mungkin setiap rumah tangga yang terlihat damai pun terukir percikan batu sandungan. Sungguh ujian itu akan selalu ada dalam setiap jengkal napas seseorang. Tergantung bagaimana cara mereka menyikapinya.
Bila mengaminkan dengan haru dan mata basah, sungguh hidup bersamanya tak pernah terlintas dalam dirinya sejak awal, namun takdir Tuhan telah mengubah hatinya, bahkan mungkin tak akan sanggup berpisah walau sejengkal saja.
"Aku bahagia hidup bersamamu, Mas, kemuliaan yang paling aku syukuri adalah bertemu denganmu dan mengarungi rumah tangga bersama dengan benar, kamu telah banyak memberi aku arti keikhlasan, cinta yang tulus, dan kesetiaan yang tak pernah luntur, bahkan saat aku rapuh dan tidak tahu lagi harus berpegang pada siapa, kau selalu hadir sebagai penopang raga yang siap menjadi sandaran dalam suka maupun duka."
"Terima kasih sudah menjadi suami yang baik dan setia, terima kasih sudah menjadi ayah yang luar biasa untuk anak-anak kita. I love you suamiku Bisma maulana Ikhsan Kamil, semoga cinta kita senantiasa Allah jaga dan bisa berkumpul nanti di jannahnya. Aamiin."
__ADS_1
"Me too." Dua kata jawaban yang langsung membuat hatinya membuncah bahagia. Pria itu membawa istrinya dalam dekapan, memeluknya dengan penuh kasih sayang, dan meninggalkan jejak sayang penuh perasaan.
.
Tamat
Marhaban ya ramadan ....
Hallo apa kabar sahabat Asri Faris semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat ya ....
Akhirnya kita jumpa pada episode terakhir. Hu ... dibuat jatuh cinta banget sama karakter Bisma Maulana and keluarga kecilnya Nabila Maharani, so pasti mereka hidup bahagia dong, walaupun ujian itu pasti selalu ada, namanya juga hidup pasti banyak ujian, kalau banyak cucian laundry namanya. Hehe
Oke gengs terima kasih banyak yang udah ngikutin kisah Noktah Merah sampai finish semoga kalian semua senantiasa diberikan kesehatan. Aamiin.
Buat kalian yang nungguin cerita si abang ganteng dokter tampan, akan author up di awal bulan setelah lebaran. Judulnya rada-rada haredang gengs jadi biar enak dan ibadah kita khusuk aku share setelah lebaran ya ... ditunggu ya insya Allah nanti bakalan author share di sini. Sambil nungguin cerita baruku yang mau netes bulan depan, ngabuburit dulu ala-ala sahabat baca
yuk cekidot👉 mampir dulu di judul " Mendadak Nikah Dengan Ustadz"
__ADS_1