Noktah Merah

Noktah Merah
Part 75


__ADS_3

"Maaf Mbak Lastri, jadi ngerepotin," ujar Bila. Perempuan itu berniat menitipkan Razik di rumah bunda, eh tidak tahunya Razik ketiduran saat fokus menonton youtube, alhasil perempuan itu memanggil Lastri dan menitipkan padanya.


"Santai saja Non, silahkan menikmati acara makan malamnya," jawab Lastri santai.


Bisma dan Bila berangkat setelah merasa aman meninggalkan Razik.


"Sayang, sepertinya aku butuh pembantu untuk rumah kita, kalau yang bersih-bersih sih udah ada, cuma berangkat pagi pulang setelah semua pekerjaan beres. Ini untuk yang di rumah khusus jagain Razik, gimana?" Bisma mengemukakan pendapat saat mobil mereka sudah melaju membelah jalanan yang padat.


"Ya nggak pa-pa Mas, baiknya gimana?" Saran dari Bisma tentu cukup membantu, terutama kalau ada acara penting seperti ini, tidak harus bingung masalah Razik, sudah ada yang jaga pastinya.


Acara makan malam diadakan di salah satu restoran hotel mewah Jakarta. Semua hidangan nampak berjejer rapi menyambut sederet undangan yang datang. Bila dan Bisma sendiri tiba di sana setelah tempat telah terisi beberapa orang, katakan sudah ramai. Pria itu sempat mampir sebentar untuk sholat Isya sebelum akhirnya bergabung dengan tamu undangan.


"Sayang, kamu cantik banget berasa kaya mimpi malam ini bisa gandeng kamu," selorohnya menarik sudut bibirnya. Pandangannya mengunci lembut dengan seringai manis menyapanya.


"Ngapain?" Bila mendadak awas saat pria itu mengikis jarak.

__ADS_1


"Pengen nyium kamu, nggak tahan kalau lihat kamu cantik gini," ujarnya tanpa dosa.


"Jangan aneh-aneh dong Mas, ini tempat umum, 'kan bisa nanti di rumah," tegurnya gemas sendiri. Melihat suaminya tingkat kemesumannya meningkat drastis. Pria itu hanya nyengir tanpa dosa.


"Malam Pak Bisma!" sapa beberapa orang yang kebetulan hadir di sana cukup mengenalnya. Mereka saling bertegur sapa sebentar sebelum akhirnya sedikit berbasa-basi.


"Pak Bisma dan Bu Bila barengan?" sapa salah satu orang yang sudah hadir di sana merasa heran.


"Iya kami berangkat bersama," jawab Bila simple.


"Kok bisa bareng Bu, emang udah kenal lama ya?" tanyanya kepo. Hampir seluruh tamu undangan yang hadir menyorot pasangan halal itu penuh tanda tanya. Apalagi para kru yang mengenal Bisma, sudah barang tentu merasa aneh dan takjub. Pria itu tidak pernah terlihat menggandeng satu perempuan mana pun selama ini, tetiba malam ini menggandeng tangan seorang perempuan berparas anggun yang tak lain adalah seseorang di balik pena novel tersebut.


Makan malam berlangsung cukup khidmad, dilanjutkan ramah tamah setelahnya. Saling berbincang akrab mengenai kerja sama yang prosesnya sudah mulai berjalan.


Tentu saja hampir semua orang memusat pada si penulis yang membuat rasa ingin tahu hingga tercetus 'Tajuk Rindu'. Acara dilanjutkan dengan nobar bersama seasons satu. Bersama artis yang terlibat langsung membintangi film tersebut. Di sini Bila sedikit kesal karena banyak dari yang hadir secara terang-terangan dan tanpa sungkan meminta foto pada suaminya.

__ADS_1


"Keren banget sih Mbak Bila ini, selamat Mbak, semoga filmnya sukses," ujar Mena dan tamu yang lainnya. Mereka duduk terpisah dengan Bisma sebab pria itu tengah berbincang-bincang dengan produser dan pihak lainnya.


"Aamiin ... semua ini tentunya tak luput dari kerja sama tim, dan semua yang bekerja keras di dalamnya. Semua keren sih," jawab Bila seadanya.


Cukup larut hingga mereka memutuskan meninggalkan tempat itu. Kemungkinan akan ada lagi jamuan seperti ini di lain waktu.


"Sayang, kamu kenapa diem aja sedari tadi," tegur Bisma merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap istrinya.


"Ternyata pekerjaan kamu cukup membuat aku mengana Mas, tak jauh dari wanita seksi," celetuknya yang seketika mencuri atensi pria itu. Hingga merasa perlu meluruskan suasana tidak mengenakan ini. Bisma sampai menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Astaghfirullah ... kok ngomongnya gitu, ini cuma profesional kerja, kamu jangan mikir yang aneh-aneh deh, kamu tetep yang paling seksi," bujuknya mengikis jarak.


Perempuan itu benar-benar merajuk, dan membuang muka saat Bisma mendekat. Rupa-rupanya wanitanya itu tipe yang pecemburu akut, Bisma harus lebih aware dan terbuka untuk hal apapun supaya tidak menjadi boomerang.


Pekerjaan Bisma memang dituntut terjun langsung yang mau tidak mau bertemu dengan para wanita cantik dan seksi yang kebetulan menjadi produk bintang iklan dalam proyeknya. Kendati demikian, ia bahkan terkenal boss dingin dan cuek. Itu karena sifatnya yang tak ingin terlalu dekat dengan makhluk PMS yang bukan mahromya. Bahkan sangat menjaga jarak, namun pesonanya kadang memikat hati pemirsah yang secara tidak langsung terlibat di dalamnya. Membuat pria itu tidak enak hati menolak kalau hanya meminta sekedar foto bersama asal masih dalam tahap wajar, Bila yang baru tahu itu merasa tidak nyaman dengan profesi sesungguhnya suaminya.

__ADS_1


"Jangan membuatku galau," ucapnya lembut. "Iya deh iya maaf, tadi perasaan aku cuma berbincang kecil menyambut keramahan mereka, aku salah ya, minta maaf sayang," sesalnya meraih tangan perempuan itu.


"Kamu nggak salah kok, mungkin aku aja yang berlebihan," jawab Bila akhirnya. Moodnya memang amburadul dan sensian bagi wanita kebanyakan saat tanggal periode.


__ADS_2