Noktah Merah

Noktah Merah
Part 109


__ADS_3

Mama Bisma terlihat datang bersama papa dengan muka berbinar.


"Sayang, alhamdulillah akhirnya cucu Mama sudah lahir," seru Mama Mita mendekati ranjang.


"Alhamdulillah, Mah, sudah, bayinya perempuan." Matanya kembali berkaca-kaca lagi.


Pak Hans dan Mama Mita langsung mendekati ranjang di mana baby Nashwa dan Bila berada.


"Sayang ... selamat ya akhirnya si comel launching dengan selamat, hei lucu sekali— ini nenek sayang." Mama Mita membuai bayi mungil itu dengan gemas.


"Iya Ma terima kasih," jawab Bila tersenyum.


"Adiknya biar sama Mama, sayang, sekarang giliran kamu yang isi energi dulu," ujar pria itu menginterupsi. Bisma mengambil nampan yang berisi makanan dari rumah sakit.


"Aku belum terlalu lapar, Mas," tolak Bila tak minat.


"Biar Mas suapin sayang, kamu harus makan, biar cepat pulih dan cepat pulang."


"Mas, aku makan sendiri aja," cegah perempuan itu yang mendapat penolakan istrinya.


"Tak apa, tahu kok kalau bisa sendiri, emang pingin manjain istri yang hebat, udah lahirin anak-anak aku yang super lucu." Bila nampak mendes@h pasrah, jika pria itu sudah memberikan titah, ia bisa apa selain menurutinya.


Bisma menyuapi istrinya dengan telaten, sedikit demi sedikit isi piring itu berpindah ke perut istrinya, hingga menyisakan wadah kosong. Sementara bayi comelnya sedang dikerubuti nenek dan kakek mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya habis juga, pintarnya istriku, sekarang minum obatnya dari dokter," ujar pria itu seraya mengembalikan nampan pada nakas.


"Mas ...." panggil Bila, sontak membuat pria itu menoleh.


"Apa sayang, mau apa?" Bisma mendekat.


"Aku udah punya nama yang cocok sih, tetapi nggak tahu kamu suka apa nggak?"


"Apa coba, kalau artinya bagus ya dipakai aja," ujarnya senang.


"Nashwa Farah Kamila," jawab perempuan itu berbinar.


"Nashwa itu—harum, Farah artinya kegembiraan, kalau Kamila itu dari nama belakang kamu Mas, Kamil yang artinya sempurna. Jadi—aku ingin anak ini menjadi sosok yang memberikan keharuman, kegembiraan, dan kesempurnaan hidup kita," papar Bila tersenyum.


"Bagus kok sayang, oke aja, semoga jadi anak sholehah yang penuh keberkahan."


"Kok nangis, 'kan lahirannya udah, aku juga udah nggak pa-pa ini," ujar Bila menenangkan suaminya yang masih speechless dengan kejadian yang menimpa dirinya saat ini.


"Aku terharu sayang, aku bahagia, semoga kebahagiaan ini akan tetap menaungi keluarga kita, aamiin."


"Aamiin ....!"


"Kamu takut ya Mas, waktu aku pingsan?" tanyanya setengah tersenyum.

__ADS_1


"Banget, aku takut kamu ninggalin aku, hatiku runtuh di ambang kecemasan." Bisma mengikis jarak, mengecup kening istrinya lembut, sedang bila sendiri tengah memberi ASI untuk anaknya. Keduanya saling melempar senyum penuh haru.


Setelah mendapat perawatan intensif selama tiga hari di rumah sakit, Bila sudah boleh pulang ke rumah. Lagian ibu dari dua anak itu sudah sangat kangen dengan Razik, anak pertama mereka yang pastinya dititip di tempat neneknya.


Semua orang menyambut kepulangan baby girl Nashwa dengan penuh suka cita. Pria itu berencana membuat syukuran besar atas kelahiran anak kedua mereka.


"Assalamu'alaikum ....!" Salam yang menggema mengalihkan atensi semua orang di ruang keluarga Bisma.


"Waalaikumsalam, sayang ... selamat datang kembali, di rumah kita," seloroh Bisma seraya merangkum kedua bahunya.


"Ayah!" seru Razik menghampiri kedua orang tuanya yang beru masuk ke rumah.


"Hallo sayang, jagoan Ayah, lihat ini Bunda bawa adek Nashwa," ujarnya bangga. Bocah kecil itu bersorak bahagia dalam gendongan ayahnya.


"Nda, nanti Azik bobok bareng adek ya?" ujar bocah itu berbinar.


"Boleh sayang." Mereka beriringan menuju kamar yang sudah disulap menjadi kamar bayi mereka.


"Mas, ini kamar Nashwa?" ucapnya takjub.


"Makasih Mas, aku suka warnanya." Perempuan itu berhambur memeluknya, sementara bayi mereka diasuh seorang baby sitter.


Rumah mereka masih terlihat ramai dengan kedatangan sanak saudara yang sengaja datang memberi semangat.

__ADS_1


"Kamu istirahat aja, masih sakit jangan banyak aktivitas," tegur Bisma khawatir. Mengingat istrinya mendapat banyak jahitan pada jalan lahirnya.


"Nggak pa-pa, boleh kok Mas asal tubuh kita sehat," ujarnya yakin. Bisma hanya tersenyum menanggapi istrinya yang luar biasa itu.


__ADS_2