
Pagi hari dimansion black rose....
Saat ini Cristian, Angel, Gean, Erick dan Shania bersama Jorge tengah berkumpul diruangan tempat mereka membahas sesuatu.
Setelah sarapan Angel mengumpulkan orang orang nya disana.
Shania, Jorge dan Erick duduk didepan Angel, Cristian dan Gean yang terpisah oleh sebuah meja kristal panjang.
"Jorge, dan kau Shania, hari ini aku serahkan seluruh masalah black rose pada kalian berdua, aku harap kalian bisa memimpin anggota kita dengan baik dan juga menjalankan bisnis ini sebagai mana mesti nya" ungkap Angel dengan wajah datar nya, membuat Shania dan Jorge saling pandang heran.
"apa anda akan meninggalkan kami Queen?" tanya Shania dengan wajah yang kelihatan murung
"tidak Shan, aku tidak akan pernah meninggalkan kalian, kalian adalah keluarga ku. Kalian tahu kan jika aku sudah menikah, aku akan pergi bersama suami ku kemanapun dia membawaku. Aku harap kalian bisa mengerti" jelas Angel membuat Shania dan Jorge menghela nafas mereka sementara Cristian masih terdiam membiarkan istri nya berbicara.
Ya, dia telah sepakat dengan Angel untuk mengajak nya pindah kerumah yang baru saja selesai dibangun. Mereka akan memulai kehidupan mereka kembali disana, tanpa darah dan senjata lagi.
"jika memang begitu keputusan anda, kami tidak bisa melarang Queen. Tapi kami harap anda tetap menjadi pemimpin kami disini" pinta Jorge dan Shania langsung menganggukan kepala nya.
"tidak Jorge. Siang nanti adakan pertemuan dengan seluruh anggota kita. aku ingin melantik mu menjadi pemimpin mereka yang baru menggantikan diriku" kata Angel membuat Jorge terhenyak
"tapi Queen, sungguh saya tidak layak menerima itu" balas Jorge keberatan
"kau lebih dari layak Jorge" jawab Angel namun Jorge masih dengan wajah ragu nya
"atau kau mau Shania yang menggantikan ku?" tanya Angel pula
"tidak!!" seru Gean langsung membuat semua mata tertuju pada nya, dan Shania langsung menunduk malu
Angel mengernyitkan dahi nya heran, sementara Cristian dan Erick mengulum senyum mereka.
"kenapa kak? apa ada masalah?" tanya Angel menatap Gean yang berada disebelah nya
Gean terlihat kikuk dan dia menatap Shania yang juga terlihat salah tingkah
"aku, aku tidak ingin dia menjadi ketua mafia. Menurutku Jorge lebih cocok untuk itu. Bukankah seharus nya seorang pemimpin itu adalah laki laki?" ucap Gean pada Angel
"ku rasa tidak masalah, bukan kah selama ini Angel juga memimpin dengan baik, meskipun dia seorang wanita, dan Shania juga tak kalah hebat dari Angel, kau tidak keberatan bukan Jorge" tanya Cristian sembari mengedipkan sebelah mata nya pada Jorge yang langsung mengangguk dan tersenyum simpul
__ADS_1
"tentu saja tuan" balas Jorge
"nah Shania , apa kau bersedia menggantikan ku, kau harus menjadi wanita yang lebih tangguh dariku, lebih kuat dariku dan juga Jorge. Kau pasti bisa bukan?" tanya Angel lagi
Shania langsung melirik Gean yang menatap nya dengan gelengan kepala pelan, dan kembali menatap Queen nya yang masih menatap nya dengan wajah datar.
"Queen saya...." jawab Shania ragu
"kau tidak bisa menolak Shania, Angel akan aku bawa pergi , dan kau harus tinggal disini menggantikan nya" timpal Cristian pula
"tidak" seru Gean lagi yang membuat semua orang kembali memandang nya
"hei, ada apa dengan mu. bukan kah ini bukan urusan mu. Shania itu milik black rose dan dia punya tanggung jawab disini. kau tidak bisa melarang nya. Berbeda dengan Angel yang memang sah milik ku" ungkap Cristian serius namun ada maksud dalam ucapan nya
Gean terlihat menghembuskan nafas nya dengan berat dan nampak tangan nya saling meremas gugup
"aku akan melamar Shania" ucap Gean lantang membuat semua orang diruangan itu terkesiap kaget mendengar penuturan Gean, apalagi Shania yang langsung terperangah bahkan mulut nya sampai terbuka .
"maka dari itu aku tidak mengijinkan nya menjadi pengganti Angel untuk memimpin black rose" tambah Gean lagi membuat Cristian dan semua orang yang ada disana tersenyum penuh arti kecuali Angel dan Shania yang masih dalam keadaan bingung dan kaget.
"hei, kenapa kalian menatap ku seperti itu. apa aku salah?" tanya Gean kesal , kemudian dia menatap Angel yang menatap nya dengan wajah ambigu
"tentu saja?" jawab Gean yakin kemudian melirik Shania yang tertunduk tanpa berani menatap wajah Angel yang tanpa ekspresi, apa dia melarang hubungan nya dengan Gean, batin Shania.
"kau tahu, bagiku Shania adalah seseorang yang sama berarti nya seperti mu, dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Dan aku tidak ingin ada yang menyakiti nya walau itu kakak ku sendiri" ungkap Angel membuat Shania langsung menatap nya penuh haru dengan mata yang berkaca kaca, sungguh ini adalah sebuah ungkapan dari wanita yang sangat diidolakan nya sejak dulu, wanita yang berhasil membawa nya ke kehidupan yang lebih baik, wanita kejam yang membuat nya menjadi seseorang yang kuat dan hebat. Dan dia begitu terharu mendengar penuturan Angel yang menganggap nya sebagai adik nya sendiri.
"tidak Rossy, meski dia menyebalkan tapi aku sadar bahwa aku telah jatuh hati pada nya. Aku mencintai nya , dan aku tidak akan menyakiti nya, aku berjanji padamu" jawab Gean yakin, Shania langsung menjatuhkan air mata nya. Meski terlihat mengesalkan namun dia tahu Gean terlihat tulus mengatakan itu
"bagaimana dengan mu Shania?" tanya Angel yang kini menatap Shania yang tertunduk menutupi mata nya yang berair
"apa kau juga memiliki perasaan yang sama dengan kakak ku?" tanya Angel
Shania melirik kearah Gean dan menganggukan kepala nya pelan membuat semua orang yang disana langsung tersenyum senang
"wow, aku tak menyangka perjaka tua dan wanita jadi jadian bisa saling jatuh hati" ejek Cristian kemudian
"CK, diam kau" ketus Gean sembari melirik wajah Shania yang sudah merona
__ADS_1
"jika begitu, segera lah resmikan hubungan kalian" kata Angel pula
"kau merestui kami ?" tanya Gean pula
"tentu saja. aku bahagia kakak bisa menemukan seseorang yang bisa membuat kakak bahagia, apalagi orang itu adalah orang kepercayaan ku" jawab Angel membuat Gean langsung memeluk nya dengan erat namun hanya sebentar karena Cristian langsung menarik Angel dalam dekapan nya
"jangan peluk istriku" ketus Cristian membuat Gean berdecak kesal
"dia adik ku" balas Gean
"aku tidak perduli. tidak ada yang boleh menyentuh nya selain aku" kata Cristian lagi
Erick dan Jorge saling pandang jengah
"apakah kau betah berada didalam sini?" bisik Erick pada Jorge
"tidak" jawab Jorge yang juga ikut berbisik
"kalau begitu kita sama" kata Erick lagi dan Jorge hanya mengangguk
"hei, sudahlah. kalian seperti anak kecil" seru Angel yang merasa kesal melihat kelakuan kakak dan suami nya yang selalu saja meributkan hal hal sepele
"sana peluk Shania mu, jangan Angelku" dengus Cristian membuat Gean berdecak sinis
"kau mau kupecat jadi adik ipar ha" kata Gean pula
"diam" teriak Angel membuat semua orang yang ada diruangan itu terperanjat kaget
Cristian dan Gean langsung bergeser dengan mengusap dada mereka masing masing.
"kau masih saja mengerihkan" gumam Cristian
"semoga Shania tidak seperti mu" tambah Gean pula
Jorge dan Erick langsung mengulum bibir mereka menahan tawa melihat suami dan kakak Queen mereka langsung terdiam takut.
"Jorge, lakukan perintahku tadi. Kita akan mengadakan pelantikan dirimu menjadi pemimpin black rose yang baru." kata Angel menatap serius Jorge yang mau tidak mau harus menerima keputusan Angel
__ADS_1
"siap Queen" jawab Jorge