Oh My Lady

Oh My Lady
Kegilaan Angel


__ADS_3

Dua Minggu berlalu, kehidupan Angel benar benar terasa seperti wanita pada umum nya, tak ada lagi darah dan senjata yang dipegang nya.


Kini yang dirasakan nya hanya sentuhan lembut dan perlakuan manis dari suami nya.


Bahkan dia tak sadar jika setiap hari dia selalu bermanja pada suami nya itu.


Cristian selalu sabar menuruti segala permintaan Angel yang terkadang diluar batas kesabaran. Karena dia benar benar begitu bahagia dengan kehadiran calon anak mereka yang kini sedang tumbuh didalam rahim istrinya. Kehilangan kemarin benar benar membuat nya takut kehilangan lagi.


Maka dari itu saat ini, bagaimana pun permintaan istri nya, dia selalu berusaha untuk memenuhi nya.


Apalagi Brain berkata saat ini keadaan janin Angel sudah jauh lebih baik, karena suntikan vitamin dan obat obatan serta susu yang selalu dikonsumsi oleh Angel setiap hari nya.


Angel juga sudah tidak sering muntah lagi, dia hanya muntah saat dipagi hari saja, dan itu masih dalam frekuensi yang wajar.


Saat ini mansion black rose terlihat lebih damai dan tenang, mungkin karena mereka tak lagi membahas tentang misi ataupun pertempuran lagi. Kini yang mereka bahas hanya tentang euforia kehamilan Angel sebagai kabar gembira yang selalu mereka nantikan, tentu juga dengan perubahan sikap Angel yang lebih lembut, ramah dan hangat pada mereka. Tak ada lagi tatapan dingin dan tajam dari wajah nya, tidak ada lagi Angel yang terlihat menyeramkan dengan status Queen rose, yang ada kini hanya Angel istri Cristian yang lembut dan begitu manja pada nya.


Para anggota black rose benar benar ikut berbahagia dengan perubahan Angel, apalagi tentang kabar kehamilan nya. Ya meskipun mereka terkadang kelimpungan dengan permintaan aneh Angel yang mengidam hal hal yang ada diluar batas.


Apalagi Jorge yang selalu dibuat pusing oleh permintaan Angel. Bagaimana tidak, permintaan nya selalu hal hal yang tak ada didalam negeri, kalaupun ada pasti tetap sulit untuk dicari.


Setelah masalah ayam dan bawang yang membuat Cristian mengamuk karena dia membawa semua hasil perkebunan kemansion, beberapa waktu lalu Angel juga meminta spaghetti yang berasal dari tempat asal nya, Italia. Dan mau tak mau Jorge terpaksa pulang pergi dengan pesawat pribadi nya saat itu.


Dia benar benar frustasi dengan acara ngidam mantan ratu mafia itu. Tapi dia lebih salut melihat Cristian yang begitu sabar menghadapi Angel.


Setiap hari, bahkan setiap saat, Cristian tak boleh hilang dari pandangan mata nya, walau itu hanya kekamar mandi sekalipun.


...


Saat ini Cristian dan Angel tengah berada ditaman belakang mansion tempat biasa mereka menghabiskan waktu.


Ditaman ini udara nya begitu segar karena aroma mawar yang sengaja ditanam, dan juga hutan buatan yang membuat suasana nya begitu nyaman dan tenang.


Angel kini tengah berbaring dipangkuan Cristian yang sedang mengusap lembut perut nya yang mulai menonjol. Hal yang paling disukai nya adalah selalu melihat perkembangan calon bayi nya didalam sana.


"Cris" panggil Angel membuat Cristian langsung menoleh kearah nya


"yes baby" jawab nya


"tiba tiba saja aku ingin memasak" jawab Angel. kini dia beranjak dan duduk disamping Cristian yang membenarkan anak rambut nya


"memasak?" tanya Cristian sedikit heran. Apalagi sekarang, batin nya


"iya, aku ingin membuat Pizza" jawab Angel antusias


"apa bisa?" tanya Cristian ragu, namun wajah Angel mengguratkan keyakinan yang penuh


"tentu saja, ayo temani aku" pinta Angel sembari menarik tangan Cristian yang langsung mengikuti nya


Mata Cristian mengedar memandang sekeliling nya. Kemana orang orang, kenapa begitu sepi, batin nya. Padahal ini hari libur, bahkan Gean juga tak keperusahaan hari ini, kemana dia. Batin Cristian lagi.


Dan tak terasa mereka telah tiba didalam dapur utama mansion. Angel langsung berjalan menuju lemari pendingin tempat menyimpan berbagai stok bahan makanan disana.


Dia membuka pintu lemari itu perlahan namun tiba tiba dahi nya mengernyit bingung


"bahan nya apa saja ya" gumam nya masih memandang aneh semua sayuran yang ada didalam sana


"biar aku bantu ya, kita masak bersama, oke" pinta Cristian mendekat, namun Angel segera menggeleng membuat Cristian mengernyit aneh


"tidak perlu. biar aku saja, kau cukup sediakan bahan bahan nya saja Cris" jawab Angel

__ADS_1


"kau yakin" tanya Cristian lagi


"tentu saja, aku sudah mempelajari nya semalam diinternet, aku hanya lupa apa saja bahan nya" jawab Angel


"baiklah, aku akan menyiapkan nya" kata Cristian pasrah. Dia benar benar tak tega untuk melarang apapun keinginan Angel saat ini


Cristian mulai menyiapkan berbagai sayuran, daging, tepung, telur, keju dan berbagai macam saus diatas meja, membuat Angel terlihat sangat antusias.


Dia mulai meraih tepung diatas meja namun Cristian menahan nya sejenak


"gunakan ini dulu baby" kata Cristian sembari memakaikan apron pada tubuh Angel


"kau yakin tidak ingin ku bantu. aku tidak ingin kau kelelahan baby" kata Cristian meyakinkan Angel sekali lagi


"tidak, kau cukup duduk temani aku dan bantu untuk menghabiskan nya nanti" kata Angel tegas . Cristian hanya mengangguk pasrah dan berjalan menuju kursi tak jauh dari tempat Angel berada memperhatikan istri nya berkutat disana.


Bahkan untuk tahap awal saja sudah berantakan seperti ini, Cristian tak bisa membayangkan bagaimana hasil nya nanti. Bisa bisa dia akan sakit perut memakan nya.


...


Dibelakang mansion tepat nya didalam aula pelatihan bela diri anggota black rose, terlihat Gean , Shania dan Jorge disana.


Mereka terlihat sedang berbincang ringan, bukan berbincang sebenar nya, lebih tepat nya berdebat.


"jika kalian hanya berdebat seperti ini sebaik nya kalian pergi, jangan menganggu anggota yang sedang berlatih" kata Jorge dengan wajah datar nya


Gean dan Shania langsung terdiam dan menatap Jorge dengan sinis


"jangan berkilah master Jorge, aku tahu kau sedang menghindari Queen kan. Sedari tadi Tomas yang melatih mereka, bukan kau" kata Shania membuat Gean dan Tomas terbahak sedangkan Jorge mendengus kesal, dia tak bisa menampik perkataan Shania karena apa yang dikatakan nya memang benar ada nya.


"sudah lah Jorge, kita disini sama. Jadi jangan mengusir kami" kata Gean pula


"aku bahagia karena akan mendapatkan keponakan, tapi terkadang aku sungguh frustasi menghadapi permintaan nya" gumam Gean yang kini duduk disamping Shania yang sedang memutar mutar pistol ditangan nya


"hanya tuan Cris yang sanggup menghadapi Queen, bahkan dia begitu sabar menuruti semua keinginan nya" timpal Shania


"ya, keponakan ku benar benar manja, bahkan dia mampu merubah sifat ibu nya seperti itu" ucap Gean dan kali ini Jorge yang mengangguk setuju


"aku jadi ingat waktu Queen meminta mu untuk mengenakan kostum Santa Claus waktu itu" kata Shania terbahak membuat Gean mendengus kesal.


Dia ingat betul saat Angel meminta nya memakai kostum itu dengan perut buncit dan janggut yang panjang. Benar benar memalukan.


"ya, bahkan aku pun harus pulang pergi Italia hanya untuk sepiring spaghetti" tambah Jorge dan kali ini mereka bertiga geleng geleng kepala


"itu masih mending, dari pada mengenakan kostum itu, sungguh memalukan, dia benar benar menjatuhkan harga diriku" gerutu Gean


"hei, kau benar benar lucu tahu" kata Shania membuat Gean menjitak kepala nya


"lucu apa nya" dengus Gean


"tapi aku ingin sekali menjadi Queen, hamil, bermanja manja dengan suami, ah pasti menyenangkan" gumam Shania dengan wajah berbinar


ctakk


Shania langsung meringis mengusap dahi nya saat lagi lagi Gean menjitak kepala nya


"tak usah mengkhayal" ketus Gean membuat Shania mematutkan wajah nya


"kau benar benar tak bisa romantis" dengus Shania.

__ADS_1


Jorge benar benar pusing sekarang, dia kemari untuk menghindari Queen nya, malah sekarang harus berhadapan dengan dua manusia berisik ini. Sungguh hilang sudah aura menyeramkan mafia dimansion ini setelah mereka mengenal Cristian dan Gean.


Beberapa saat kemudian, seorang kepala pelayan datang tergopoh gopoh menghadap mereka


"maaf master, Queen rose meminta anda menemui nya diruang makan" kata kepala pelayan itu membuat Jorge tertegun, sedangkan Gean dan Shania langsung tertawa mengejek melihat raut tertekan pengganti pemimpin black rose itu


"anda juga Tuan Gean dan Nona Shania" kata Kepala pelayan itu pula membuat Shania dan Gean langsung lemas tak bertulang, dan kali Jorge yang tersenyum sinis menatap mereka.


....


Dan disinilah mereka sekarang, duduk dimeja makan mewah menghadap kearah makanan masing masing. Makanan yang entah apa nama nya, tak berbentuk bahkan aroma nya saja tidak ada.


Mereka saling tatap dengan pandangan getir, bahkan saat mereka lihat Cristian tampak tersenyum begitu terpaksa saat melihat Angel menyiapkan makanan untuk nya.


"nah, sudah, silah kan dimakan. ini aku buat dengan banyak perjuangan" ucap nya menatap satu persatu orang yang ada disana.


Dan mau tak mau mereka kembali menatap makanan mereka dengan perasaan yang benar benar tertekan, pasal nya, belum merasakan nya saja mereka sudah tahu jika ini akan gagal, karena mereka tahu mantan ratu mafia ini tak ada bakat sama sekali dalam hal ini, dapur tak meledak saja sudah sangat bagus untuk mereka.


Angel mengambil sesendok potongan kecil pizza nya dan mengarahkan nya kemulut Cristian, membuat Gean dan yang lain nya menatap getir nasib pria itu.


Melihat tatapan bahagia dari wajah Angel membuat Cristian tak tega menolak nya. Dan dengan terpaksa dia membuka mulut nya dan menerima suapan istri nya itu dengan wajah yang mulai memerah namun senyum masih selalu terlukis diwajah tampan nya


'uh miris sekali' batin Gean melihat Cristian


"enak kan?" tanya Angel, dan mau tak mau Cristian mengangguk namun dengan cepat tangan nya menyambar air putih dan meneguk nya dengan cepat. Karena sungguh, makanan Angel membuat nya begitu mual, rasa nya benar benar berantakan, asin, pahit, pedas bercampur jadi satu.


"ayo makan, tunggu apa lagi" kata Angel menatap Gean , Shania dan Jorge bergantian membuat mereka terkesiap dan menatap Cristian yang mengangguk perlahan dengan mata mengancam


Mereka pun langsung memakan makanan itu dengan berbagai reaksi.


UPH


Shania langsung menutup mulut dengan tangan nya bahkan wajah nya sampai memerah, Gean dengan cepat langsung menyambar air putih dan langsung meminum nya sedangkan Jorge tanpa mau merasakan apapun dia langsung menelan makanan nya dengan cepat meski itu sedikit menyakiti tenggorokan nya.


Cristian terlihat menahan tawa nya ketika melihat ekspresi ketiga orang itu, istri nya ini benar benar mampu membuat orang orang menderita


"bagaimana, enak ?" tanya Angel begitu antusias hingga membuat Shania, Gean dan Jorge tak bisa untuk mengatakan tidak, akhir nya mereka memilih mengangguk dengan senyum terpaksa


"kalau begitu habiskan " kata Angel lagi sembari menambah porsi dikeempat piring , membuat mereka semua membelalakan mata nya.


Bahkan Shania menatap Cristian dengan wajah memelas nya


Cristian terlihat menelan Saliva nya dengan berat


"baby, aku sudah begitu kenyang" kata Cristian pelan


"tapi anak ku ingin melihat kalian makan sampai habis" pinta Angel dengan wajah memelas menatap mereka satu persatu


"nanti pasti akan kami makan baby" kata Cristian lembut berusaha meyakinkan Angel


"iya Queen, saya juga harus melatih anggota kita" kata Jorge pula yang sedari tadi hanya bisa diam


"saya juga harus membantu master Jorge Queen" ucap Shania


"dan aku juga harus menyelesaikan pekerjaan ku Rossy" timpal Gean membuat Angel menatap semua orang yang ada disana satu persatu dengan wajah nya yang kembali datar


Kini tatapan nya beralih pada Cristian yang hendak berbicara kembali namun dia langsung terdiam saat melihat Angel mengeluarkan sebuah pistol dari balik dres nya, membuat semua orang yang ada disana terbelalak kaget


"habiskan, atau kulubangi kepala kalian semua" ancam nya dengan raut mata menajam dan begitu mengerihkan.

__ADS_1


__ADS_2