
Saat ini Cristian dan Angel telah tiba didepan sebuah rumah mewah dan megah.
Cristian menggenggam tangan Angel dengan erat dan membawa nya masuk kedalam.
Angel terpaku menatap rumah itu.
"Cris , bukan kah ini rumah lama mu?" tanya Angel saat tiba didepan rumah itu.
"ya, ini rumah kita baby, aku membangun nya kembali tanpa merubah apapun, rumah ini masih sama seperti saat pertama kali kau datang" jawab Cristian
Angel terdiam dan terus menatap rumah itu, mereka berjalan perlahan masuk kedalam rumah dan disambut oleh puluhan pelayan disana.
Tidak ada yang berubah, semua sama, bahkan isi dan perlengkapan rumah itu juga sama, seperti tidak pernah terjadi sesuatu.
Yang membedakan hanya pajangan berupa kristal kristal bening bermotif mawar, dan juga rangkaian bunga mawar merah asli yang terpajang rapi disetiap sudut ruang, hingga membuat suasana dirumah itu dipenuhi oleh aroma mawar yang menyegarkan.
"aku ingin membuat kenangan yang indah disini bersama mu, dan melupakan kenangan buruk dimasa lalu. Hidup berdua bersama mu dan anak anak kita nanti, tanpa senjata dan darah lagi" ungkap Cristian membuat Angel menatap Cristian penuh haru.
"terima kasih Cris, aku berjanji untuk selalu menjadi istri yang baik untuk mu" balas Angel memeluk Cristian.
Entah lah, sejak kejadian diJepang waktu lalu, Angel begitu takut akan kemarahan Cristian, saat ini dia hanya ingin merasakan dimanja dan dekat dengan Cristian terus menerus.
"kau pasti bisa baby" kata Cristian memeluk dan mencium pucuk kepala istri nya.
Tak berapa lama kemudian, Erick datang dengan seorang pria paruh baya.
"tuan, nyonya" panggil Erick membuat Cristian dan Angel menoleh kearah nya dan betapa terkejut nya mereka melihat pria paruh baya itu adalah pak Chen yang mereka kira telah tewas akibat ledakan yang terjadi akibat ulah Aron waktu itu.
"pak Chen" seru Cristian dan Angel bersamaan
Pak Chen langsung membungkukkan sedikit tubuh nya kehadapan dua orang itu.
"iya tuan, nyonya. ini saya" jawab Pak Chen sembari tersenyum tulus.
__ADS_1
" anda masih hidup pak Chen, ini sebuah kejutan untuk kami" ucap Cristian tidak menyangka pria yang hidup bersama nya sejak beberapa tahun yang lalu itu ternyata masih hidup
"ya, Tuhan masih mengizinkan saya untuk hidup tuan" jawab Pak Chen
"bagaimana bisa anda lolos pak, bukankah waktu itu semua orang tidak ada yang selamat?" tanya Cristian heran
"cerita nya panjang tuan, saat rumah ini terkena ledakan, tubuh saya terpental jauh didekat taman nyonya, tidak ada satupun musuh yang mengetahui keberadaan saya. Setelah mereka semua pergi dan meninggalkan rumah ini yang sudah hancur, saya juga pergi dan ditolong oleh seseorang" ungkap Pak Chen membuat Cristian mengangguk paham
"lalu kenapa anda tidak mencari kami pak?" tanya Cristian pula
"saya tidak tahu dimana keberadaan tuan, saya terluka parah waktu itu dan dirawat oleh seseorang yang berbaik hati sampai saya sembuh. Dan setelah keadaan saya pulih saya berjumpa dengan tuan Erick" jelas pak Chen lagi
"kenapa kau tidak bilang ?" tanya Cristian menatap Erick yang langsung terkesiap
"maaf tuan, saya hanya ingin membuat kejutan saat tuan dan nyonya kembali kerumah ini" jawab Erick dengan senyum canggung nya
"CK, baiklah, apa orang yang menolong pak Chen sudah kau beri imbalan?" tanya Cristian lagi
"sudah tuan, semua sudah saya atur dengan baik" jawab Erick
"saya yang seharus nya merasa beruntung masih anda izinkan untuk tetap disini tuan" jawab Pak Chen membuat Cristian dan Angel yang sedari tadi diam tersenyum haru.
"anda sudah seperti keluarga saya sendiri pak." jawab Cristian dan pak Chen hanya tersenyum dan mengangguk
"baiklah, sebaik nya kita istirahat dulu, Erick tolong urus masalah perusahaan, karena aku yakin Gean pasti belum mau pulang untuk saat ini" kata Cristian pada Erick
"baik tuan" jawab Erick patuh
"apa dia akan tetap dimansion?" tanya Angel pula namun itu membuat pak Chen terkesiap menatap heran Angel
"mungkin, kakak mu itu kalau sudah menginginkan sesuatu akan dia kejar meski terkadang dengan cara yang menyebalkan" jawab Cristian membuat Angel terkekeh pelan
"aku yakin sepanjang waktu mereka pasti akan terus berdebat" kata Cristian lagi
__ADS_1
"tidak apa, Shania juga harus belajar mengekspresikan diri nya" timpal Angel
"ya, seperti dirimu kan" jawab Cristian sembari mengusap lembut pucuk kepala Angel.
"nyonya anda?" tanya pak Chen terputus ketika Cristian dan Angel menatap kearah nya
"ah iya pak Chen, istri ku ini memang sedikit nakal, dia sudah menyembunyikan suara nya dari kita selama ini" ungkap Cristian menjawab rasa penasaran pak Chen
"Cris" seru Angel mencubit gemas lengan Cristian membuat pria itu terkekeh pelan
"yasudah, hari sudah larut, kami istirahat dulu" kata Cristian pada pak Chen dan Erick yang langsung membungkukkan tubuh mereka.
Cristian merangkul pinggang Angel menaiki anak tangga hingga kekamar mereka.
Lagi lagi Angel dibuat tersenyum ketika kamar mereka juga tidak berubah dari terakhir kali ia meninggalkan rumah ini.
"masih sama juga" gumam Angel
"tentu, rumah ini adalah rumah pertama yang aku bangun bersama Gean, banyak kenangan ketika kami jatuh bangun membangun usaha kami. aku tidak ingin menghilangkan kenangan itu, agar suatu saat nanti aku bisa menceritakan nya kembali pada anak anak kita" ungkap Cristian
"kelak anak kita pasti bangga mempunyai daddy yang hebat seperti mu" ucap Angel pada Cristian yang berdiri didepan nya, sedang dia duduk di pinggir tempat tidur mereka.
"anak kita juga pasti akan bangga mempunyai mommy yang tangguh seperti mu baby" kata Cristian pula sembari mengusap wajah Angel yang tiba tiba berubah menjadi sendu
"maafkan aku, seharus nya kita sedang menanti kelahiran anak kita sekarang, tapi aku malah mencelakai nya dan membuat dia pergi" ucap Angel dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata nya
Melihat itu Cristian langsung duduk disamping Angel dan memeluk erat tubuh nya.
"sudah, tidak apa apa. Ini bukan salah mu baby, kita masih bisa punya anak lagi kan. Kejadian yang lalu bisa kita jadikan pelajaran untuk lebih berhati hati lagi. Jangan bersedih" kata Cristian lembut sembari terus mengusap punggung Angel dan menciumi pucuk kepala nya
Mendengar itu tangis Angel semakin pecah, walau bagaimanapun kehilangan seorang anak yang mereka nantikan begitu membuat nya terpukul apalagi itu disebabkan oleh keegoisan nya sendiri.
Angel memeluk erat tubuh Cristian dan membenamkan kepala nya didada suami nya. Dia menangis hingga beberapa menit menumpahkan segala sesal dan sedih nya.
__ADS_1
Cristian membiarkan Angel menangis, meski sebenar nya dia juga merasa kehilangan yang teramat sangat, namun untuk saat ini hati istri nya lebih penting dari pada apapun bagi nya.