
Langit jingga kini sudah mulai berganti warna, senja sore yang biasa nya terlihat cerah kini tak menampakan lagi keindahan nya dikota besar itu, terlihat langit mendung dengan kilat yang mulai terdengar menggelegar.
Cristian yang kini masih betah duduk didepan meja kerja nya sesekali menatap kearah luar tepat didinding kaca yang mengarahkan pemandangan kota Buenas Aries dimalam itu. Kota tersibuk nomor satu yang ada di Argentina yang mendapat julukan Paris nya Amerika Selatan karena ke anggunan nya
Sesekali dia menghembuskan nafas nya yang entah mengapa terasa berat.
Suasana sepi perusahaan itu pun menambah kegelisahan hati nya.
Gean sang asisten sudah terlebih dahulu pamit pulang untuk melihat Angel dirumah sakit.
Kini tinggalah dia seorang diri dengan beberapa penjaga diluar gedung dan juga petugas kebersihan.
Terlihat raut gelisah di wajah tampan nya yang datar dan dingin itu.
Tidak ada yang dikerjakan nya, sedari Gean pergi dia hanya duduk gelisah dengan mengetuk ngetuk meja kebesaran nya.
"astaga, apa yang aku pikirkan. Mengapa kata kata Gean terus terngiang dikepala ku" gumam nya kesal sembari mengacak ngacak rambut nya.
Jas kerja dan dasi sudah terlepas dari tempat nya membuat penampilan yang biasa nya rapi dan mempesona kini sudah berganti menjadi acak acakan meski tak mengubah ketampanan pria berumur 30 tahun itu.
"tapi aku juga penasaran dengan keadaan si bodoh itu, ah tidak. Jika aku datang dia akan besar kepala." gumam nya sambil menggeleng gelengkan kepala nya
"ck, tapi bagaimana jika dia benar benar jatuh hati pada Gean. " gumam nya lagi
"ahhhhh!!!!! Gadis bisu sialan. Kenapa aku harus memikirkan nya! " teriak nya frustasi
Cristian pun mencoba untuk berbaring disofa yang berada diruang kerja nya. Rasa untuk pulang kerumah benar benar tidak ada, kini fikiran nya hanya tertuju pada Angel dan juga Gean yang membuat nya jadi pusing tak karuan.
Hampir satu jam dia membolak balikan diri namun tidak juga merasa tenang, padahal dari semalam dia belum ada memejamkan mata barang sejenak.
Akhir nya diapun bangkit dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri nya. Setelah merasa segar dia segera menyambar kunci mobil nya dan bergegas untuk pergi kerumah sakit tempat Angel dirawat.
Para penjaga gedung perusahaan itu pun terlihat membungkukan badan melihat Cristian keluar dari lobi perusahaan. Salah seorang dari mereka membawakan payung untuk Cristian karena memang hujan sudah turun dengan deras nya.
Setelah mengucapkan terima kasih Cristian dan mobil nya pun melesat dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.
"sialan, ada apa dengan ku" gumam nya masih terus menggerutu hingga akhir nya mobil yang ia kendarai tiba didepan lobi rumah sakit
Segera ia turun dengan sedikit berlari menghindari tetesan air hujan
Dengan langkah tegap nan gagah nya diapun menyelusuri setiap lorong dan ruang yang berada dirumah sakit itu menuju ruang tempat Angel dirawat.
Perawat dan suster yang bertugas malam itu pun dibuat terpesona oleh ketampanan dan kegagahan pria berwajah dingin tersebut.
Tak berselang lama akhir nya Cristian tiba didepan ruangan Angel. Dia menarik nafas dalam dalam untuk menetralkan detak jantung nya yang entah mengapa berdetak tak karuan.
Ceklek
Dibuka nya pintu ruangan itu, dan dia dibuat terhenyak melihat pemandangan yang membuat darah nya seketika naik.
Namun tak ingin menunjukan kekesalan nya diapun memilih diam dengan wajah datar nya.
Gean yang sedang menyuapi Angel makan pun langsung berhenti dan berdiri menyapa Cristian yang kini langsung duduk disofa tak jauh dari ranjang Angel.
"selamat malam tuan, saya kira anda tidak kemari, maaf kan saya jika saya lancang, saya hanya membantu nona Angel yang terlihat kesusahan untuk makan" jelas Gean dengan wajah tak enak namun ada sedikit gurat puas dihati nya melihat wajah Cristian yang terlihat menahan amarah
__ADS_1
"bukan urusanku." jawab nya ketus, namun wajah nya terus menatap wajah dan tubuh Angel yang kini duduk diranjang nya.
Entah mengapa ada rasa sakit melihat bekas perlakuan nya ditubuh gadis itu, dan rasa kesal melihat perhatian Gean pada gadis yang kini sudah menjadi istri nya.
Namun lagi lagi gengsi dan dendam nya masih memenuhi sudut hati nya membuat dia enggan mencerna setiap rasa yang terkadang hadir dihati dan fikiran nya.
"apa anda sudah makan tuan? " tanya Gean lagi sembari menyuapkan makanan kemulut Angel
"sudah" jawab nya singkat sambil terus memperhatikan kegiatan Gean dan juga Angel yang semakin membakar hati nya
"sudah selesai, apa anda mau makan buah nona, biar saya kupaskan" ucap gean sambil mengedipkan sebelah mata nya pada Angel, Angel pun hanya tersenyum tipis dan mengangguk sambil sudut mata nya melirik Cristian yang kini tengah menatap nya dengan tatapan elang nya.
"ck, pergilah kau pulang. Pak cien sudah menunggumu dirumah! " seru Cristian ketus
"tapi nona Angel belum memakan buah nya tuan, kata dokter ini bagus untuk membantu memulihkan kesehatan nya. Saya akan mengurus nona Angel dahulu setelah itu saya akan pulang" ungkap Gean
"aku bisa melakukan nya. Pergi kau" kata Cristian langsung bangkit dari duduk nya dan langsung berjalan dan merebut pisau ditangan gean. Tentu saja itu membuat Gean dan juga Angel saling pandang menahan tawa mereka.
"baiklah, saya permisi dulu tuan, nona semoga cepat sembuh" kata Gean sembari mengedipkan sebelah mata nya lagi
Membuat Angel mengangguk dengan senyum manis nya membuat Cristian semakin dibakar rasa cemburu yang belum disadari nya.
Baru hendak melangkah memegang handle pintu tiba tiba ponsel Gean berdering dan terlihat nama Erick disana.
"ya ?
apa?
baiklah!"
Gean pun langsung menatap Cristian yang juga tengah menatap nya.
"Maria sudah ditemukan tuan, tapi" Gean berhenti berbicara sembari melirik Angel sekilas membuat Cristian penasaran
"tapi ?" tanya Cristian langsung
"dia sudah tewas dengan tubuh yang tergantung dibawah jembatan sungai aries" jawab Gean membuat Cristian menegang sedangkan Gean menatap Angel yang terlihat datar tanpa ekspresi apapun
"siapa yang melakukan nya?" gumam Cristrian
"entah lah, saya rasa ini ada hubungan nya dengan black rose" jawab Gean yang lagi lagi melirik Angel yang masih bersikap santai
"hmh, sudah lah" jawab Cristian enggan membahas nya lagi
Gean pun mengangguk dan langsung keluar dari ruangan itu.
Cristian yang sudah selesai dengan buah nya pun meletakan nya dipangkuan Angel.
"makan " ucap Cristian ketus sementara Angel hanya tersenyum manis
"jangan tersenyum padaku, cepat makan buah itu dan segera tidur. Merepotkan saja" ketus nya sambil ikut menyuapkan buah kemulut nya
Sesekali dia dan Angel saling tatap membuat jantung kedua nya berdebar hebat
'tuan tampan yang menggemaskan' batin Angel
__ADS_1
'jantung sialan' umpat Cristian dalam hati
Diapun langsung beranjak dan kembali duduk disofa sambil memainkan ponsel nya, berusaha untuk meredam debaran jantung nya yang selalu berdetak tak beraturan saat berada didekat gadis itu.
Sementara Angel masih menatap nya dengan rasa cinta dan kekaguman yang sedari lama sudah dirasakan nya.
Merasa terus diperhatikan Cristian pun menatap Angel dengan tatapan dingin dan datar nya.
"tidur lah, apa kau tidak bosan berada disini dan merepotkan orang! " bentak nya membuat Angel mengerucutkan bibir nya sambil menunjuk kearah kamar mandi
Cristian yang melihat itu berdecak kesal namun masih tetap membantu Angel untuk berjalan kekamar mandi
Dengan perlahan dia membantu Angel turun dari tempat tidur dengan satu tangan nya memegang botol infus Angel dan tangan yang lain memapah gadis itu. Lagi lagi detak jantung nya berdetak tak karuan
"cepat lah, kau kira aku pelayan mu, menyusahkan saja! " ucapnya ketus setelah menyangkut kan botol infus disisi kamar mandi, kemudian diapun keluar membiarkan Angel dengan urusan nya
'ayolah jantung, ada apa dengan mu, apa aku perlu memeriksa kesehatan ku. Ini pasti gara gara gadis bodoh itu membuat jantung ku tidak sehat' gerutu nya dalam hati
Setelah beberapa menit Angel pun keluar dari kamar mandi dengan kesusahan dia membawa botol infus nya.
Melihat itu Cristian pun langsung merebut nya dengan kasar membuat Angel sedikit terhenyak namun tetap terlihat biasa.
Lagi lagi fikiran jahil terlintas dikepala nya,
Tiba tiba kaki nya tersandung kain yang berada didepan kamar mandi membuat nya menjatuhkan diri nya ketubuh Cristian, dan tentu saja hal itu membuat Cristian terkejut dan dengan sigap langsung menangkap tubuh gadis itu namun hal yang tak terduga lagi lagi malah terjadi, entah mengapa Cristian seperti kehilangan keseimbangan dan akhir nya ikut terjatuh dengan tubuh Angel berada diatas tubuh kekar nya.
Sepersekian detik dia menatap lekat wajah gadis itu yang terlihat sangat cantik dan menawan, bola mata coklat dan bibir merah muda alami menambah aura kecantikan yang semakin memikat hati.
Masih terfokus pada bibir merah muda itu Cristian pun teringat akan rasa manis bibir yang pernah dirasakan nya sewaktu Angel tenggelam beberapa waktu lalu, membuat nya ingin merasakan lagi kelembutan bibir milik gadis itu. Tiba tiba sesuatu dibawah sana menuntut untuk keluar, sontak saja Angel yang berada diatas nya pun ikut merasakan sesuatu yang sudah mengeras itu membuat wajah nya merona malu bagai udang rebus.
Sadar akan apa yang difikirkan nya Cristian pun langsung mendorong tubuh Angel dengan kasar seakan lupa bahwa gadis itu masih dalam keadaan sakit.
Setelah tubuh Angel terjatuh disamping nya Cristian pun langsung berdiri dan menatap Angel dengan tajam, namun dia langsung tersadar akan kondisi gadis itu.
Dilihat nya Angel meringis menahan sakit sambil memegang tangan kanan nya yang berdarah akibat jarum infus nya tercabut secara paksa.
'astaga apa yang ku lakukan' batin nya
Diapun langsung mengangkat tubuh Angel dalam gendongan nya membuat Angel terkejut. Tanpa melihat wajah gadis itu Cristian langsung merebahkan nya diatas tempat tidur dan segera memanggil dokter.
Tak berselang lama seorang dokter pun datang dan memperbaiki infus yang ada ditangan Angel. Sementara Cristian pergi kekamar mandi untuk menetralkan sesuatu.
'oh ayolah boy, ada apa denganmu, tadi jantung ku yang berulah sekarang kau pula mengapa harus bangun' gerutunya dalam hati
Setelah beberapa menit kemudian Cristian pun keluar dari kamar mandi. Dilihat nya dokter yang telah selesai dengan pekerjaan nya, Cristian pun langsung berjalan kearah sofa dan duduk santai disana seolah tidak terjadi apa apa meski perasaan nya sedang tidak menentu.
"anda harus lebih berhati hati nona" ucap dokter itu ramah setelah selesai memasang infus dan memeriksa Angel
Angel pun hanya mengangguk dan melirik Cristian sekilas
"mari tuan, kami permisi" ucap dokter itu pada Cristian yang dijawab dengan anggukan kepala tanpa senyum
Setelah dokter itu keluar, ruangan itu kembali sepi, tinggalah Cristian dan juga Angel yang masih sibuk dalam fikiran masing masing.
"tidurlah, jangan mengganggu ku lagi" ucap Cristian yang langsung merebahkan diri nya dan memejamkan mata nya.
__ADS_1
Melihat itu Angel pun hanya tersenyum tipis menatap lekat wajah tampan pria yang berstatus suami itu.
' buenas noches mi amor' batin nya dan kemudian ikut memejamkan mata nya