Oh My Lady

Oh My Lady
Rossy Ku


__ADS_3

Sementara ditempat lain, dirumah sakit tempat Angel dirawat ....


Kini gadis itu tengah duduk bersantai sambil memakan buah apel diatas ranjang nya.


Tidak ada siapapun diruangan itu hanya dia sendiri ditemani oleh denting jam dinding yang bertengger manis diatas kepala nya.


Terdengar derap langkah kaki mendekat keruangan nya. Angel masih tenang dengan buah apel ditangan kanan nya.


Ceklek


Terlihat seorang pria muda seusia dirinya masuk dengan senyum sinis nya memakai jas putih khas dokter rumah sakit.


Angel sedikit terhenyak melihat siapa yang datang namun wajah datar nan dingin nya mampu menutupi keterkejutan hati nya.


" I catch you my Queen" ucap nya dengan senyum yang lebar


Angel masih tetap diam sambil terus memakan buah apel favorit nya


"setelah sekian lama, kau bersembunyi dibalik asuhan seorang CEO muda ternyata" ucap nya lagi sembari menarik kursi dan duduk disamping ranjang Angel


"apa maumu? " tanya Angel dingin tanpa menatap wajah pria itu


"aku ingin mengajak mu bermain, sudah lama bukan setelah kau menghancurkan bisnis ku dan membunuh kakakku! " seru pria itu penuh dendam


Angel pun tertawa sinis


"kau tidak jera juga rupa nya, salah kalian mencari gara gara dengan ku black hunter" ucap Angel tajam dan menatap lekat wajah pria itu yang tak lain adalah Aron, adik dari musuh Angel yang telah tewas dibantai nya.


"haha, sebelum kau mati aku tidak akan pernah jera! " seru nya sambil menodongkan pistol kearah pelipis gadis itu.


Namun Angel masih tetap dengan wajah tenang nya dan senyum sinis nya.


"coba saja! " jawab nya tenang


Namun belum sempat menarik pelatuk pistol nya, dengan sigap Angel menusukan pisau pengupas buah kepergelangan pria itu membuat pistol yang dipegang nya jatuh terhempas kelantai.


Angel kembali menendang dengan kuat perut pria itu hingga mundur beberapa langkah kebelakang.


Dengan sigap gadis itu pun mengambil pistol milik Aron dan menodongkan nya kekepala Aron membuat pria itu diam tak berkutik.


"waw, kau memang hebat Queen, tapi kita lihat siapa yang akan menang. tak selama nya kau bisa hidup tenang." ucap Aron kemudian pergi meninggalkan Angel setelah mendengar derap langkah kaki menuju ruangan itu.


Dengan segera Angel pun kembali ketempat tidur nya dan menyimpan senjata yang dipegang nya kebawah bantal serta memperbaiki infus nya yang hampir terlepas.


Diluar ruangan Aron berpapasan dengan Cristian dan Gean yang menatap nya heran melihat tangan pria berjas putih itu terluka dan banyak mengeluarkan darah.


Kedua orang itupun masuk dan lagi lagi melihat bercak darah dilantai tempat Angel berbaring.


Dilihat nya Angel yang masih santai memakan buah apel nya.


"kenapa dokter tadi berdarah nona? Apa terjadi sesuatu? " tanya Gean sembari menatap Angel dengan lekat

__ADS_1


Angel pun hanya menggeleng dan menunjuk kearah pisau pengupas buah


"kenapa bisa banyak sekali darah jika hanya terkena pisau sekecil ini? " tanya Gean lagi sementara Angel hanya mengangkat kedua bahu nya dengan wajah santai sambil menatap Cristian yang kini sudah duduk santai disofa tanpa mau tahu apa yang terjadi.


Gean pun memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan ceceran darah dilantai itu sembari duduk dikursi samping ranjang Angel membuat Cristian menyelis kearah nya.


"sore nanti anda sudah boleh pulang nona, anda sudah merasa baikan bukan? " tanya Gean sembari mengupas buah jeruk untuk dimakan nya


Angel pun menganggukan kepala sambil tersenyum manis


Lagi lagi mereka membuat seseorang dibelakang mereka terbakar cemburu yang belum disadari nya.


...


Pada sore hari nya Angel sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani nya.


Dengan dibantu oleh Gean membereskan barang barang nya sebab Cristian sudah terlebih dulu pulang kerumah mewah nya karena ada urusan pekerjaan yang mengharuskan dia untuk menandatangani nya.


Dengan penuh pertimbangan dan gerutuan akhirnya mau tidak mau Cristian pergi dengan berat hati meninggalkan Gean bersama dengan Angel.


"kenapa kau tak pernah datang menemuiku selama ini? " tanya Gean tiba tiba ketika sudah selesai membereskan barang barang Angel membuat Angel terdiam terpaku diatas ranjang nya


"kau tidak merindukan kakak mu ini hmm? " tanya Gean lagi dan kini sudah berdiri disamping Angel


Mata Angel pun langsung berkaca kaca menatap Gean penuh sayang dan rindu


" I miss you somuch my Rossy" ucap nya pelan dengan wajah yang juga berkaca kaca


Angel langsung berdiri dan memeluk Gean dengan erat sembari meluapkan rasa rindu dan sakit nya selama ini.


"maafkan kakak sayang, maafkan kakak yang sudah meninggalkan mu terlalu lama, maafkan kakak" ungkap nya sambil masih terisak dengan terus memeluk tubuh adik nya yang sangat dia rindukan


"aku yang minta maaf kakak, tidak pernah menemui mu meski aku tahu keberadaan mu" ucap Angel tiba tiba membuat Gean langsung melepaskan pelukan nya dan menatap Angel dengan heran


"kau bisa bicara? " tanya Gean dengan wajah terkejut


"tentu saja, dari dulu aku bisa bicara bukan! " jawab nya sambil terkekeh pelan dan menghapus air mata Gean


"jadi mengapa selama ini kau seperti orang bisu bahkan terhadap suami mu sendiri? " tanya Gean heran


"ada banyak hal yang belum bisa kujelaskan, shania sudah memberitahu kakak bukan? " tanya Angel dan Gean pun hanya mengangguk


"kau tumbuh dengan wajah yang sangat cantik tapi juga misterius, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu, terutama tentang kecelakaan yang menimpa ku dan juga orang tua kita" ungkap Gean


"kak, aku tahu siapa dalang dibalik kecelakaan itu, aku sudah menyelidikinya" jawab Angel membuat Gean mengernyitkan dahi nya


"siapa? " tanya Gean cepat


"paman jose dan bibi jane, mereka lah dalang dibalik kecelakaan itu, mereka menyabotase mobil yang kalian kendarai hingga akhirnya kecelakaan yang merenggut nyawa orang tua kita dan juga ibu Cristian terjadi" jawab Angel membuat Gean seketika mengeraskan rahang nya


"apa salah kita pada mereka, dan aku dengar harta ayah dan ibu juga mereka ambil alih bukan? " tanya Gean lagi yang kini sudah duduk diatas ranjang Angel sembari membelai sayang kepala gadis itu yang bersandar didada nya

__ADS_1


"ya, karena harta mereka menjadi seperti itu. Namun aset yang mereka ambil tidak bisa dicairkan kecuali atas persetujuan ayah dan ibu dan juga kau kak, sampai sekarang mereka hanya bisa mengelola nya dan mengambil hasil nya tanpa bisa mencairkan tabungan ayah ataupun menjual nya" tutur Angel yang masih menikmati pelukan Gean yang selama ini selalu dirindukan nya.


"jadi karena itu kau tidak menemui ku selama ini? " tanya Gean menatap Angel


"ya, aku tak ingin harta benda ayah jatuh ketangan jahat mereka, sehingga aku membiarkan mereka mengelola nya sampai saat nya kau dewasa dan bisa merebut nya kembali" jawab Angel membuat Gean menganggukan kepala nya mengerti


"baiklah aku mengerti, dan maafkan aku yang tak bisa membela mu saat Cristian memperlakukan mu dengan tidak adil" lirih nya


"tidak apa, biarlah dia mengetahui sendiri penyebab kecelakaan itu agar antara kau dan dia tidak ada drama salah paham" ucap Angel yang sedang menikmati aroma tubuh kakak yang selama ini sangat ingin dipeluk nya


"bukankah lebih baik jika kita memberitahu nya langsung agar kau tidak terus disiksa nya dan bisa cepat pergi dari hidup nya" tanya Gean membuat Angel terdiam dan menatap pria itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


"apa kakak tidak merestui hubungan ku dengan nya? " tanya Angel menatap wajah Gean dalam


Gean pun menarik nafas nya dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan adik nya


"kakak mana yang tega melihat adik nya disiksa didepan mata nya sendiri, meski Cristian juga sudah kuanggap sebagai adikku tapi aku juga tak bisa membiarkan mu terus menerus tersiksa hidup dengan nya. Bukan kah kalian menikah hanya karena salah paham dan bukan karena saling mencintai? " tanya Gean lagi


"aku sudah mencintai nya sejak dulu kak, sejak pertama kali aku melihatmu dengan dia, sejak sepuluh tahun yang lalu" jelas Angel membuat Gean terkejut


"apa aku tidak salah dengar kau sudah selama itu jatuh cinta dengan pria dingin itu? " tanya Gean menatap lekat Angel yang kini tengah menampilkan senyum lebar nya


"ya, karena seringnya mengintai mu aku juga jadi sering melihat nya" jawab nya sambil terkekeh kecil membuat Gean menarik hidung nya gemas


"dan bagaimana cara mu mengintai kami, itu bukan hal yang mudah, " tanya Gean penasaran


"mudah saja, seorang penggemar sejati tahu taktik apa saja yang harus dilakukan" kelakar Angel membuat Gean geleng geleng kepala


"dan selama itu kau tak pernah menemuiku" ungkap nya lirih


"kakak, bukankah sudah kukatakan alasan nya tadi" ucap Angel lagi


"ya ya baiklah, lalu selama itu juga kau tinggal sendiri dirumah masa kecil kita? " tanya Gean lagi


"ya, " jawab Angel singkat sambil memainkan dada bidang Gean


"lalu sekolah mu, bukan kah itu jauh dari kota? " tanya Gean


"semenjak kalian pergi aku tidak bersekolah lagi" jawab nya sendu


"what!!!" ucap Gean terkejut sambil memandang wajah sendu Angel


"bagaimana calon keponakan ku nanti bila mempunyai ayah yang sok pintar namun bodoh dan ibu yang juga bodoh, astaga" ucap nya sambil geleng geleng kepala


"kakak!!! " kata Angel sembari mencubit perut Gean membuat pria itu terkekeh geli meski dalam hati dia merasakan sakit mendengar penuturan Angel


"bagaimana mau punya anak jika dia tidak mencintaiku" ucap nya cemberut


"dia sudah jatuh hati padamu, namun perasaan nya tertutupi oleh gengsi dan ambisi balas dendam nya. Kita lihat saja nanti lama kelamaan dia pasti jatuh sejatuh jatuh nya padamu" tutur Gean mengenang Cristian yang sangat gengsi terhadap apa yang dirasakan nya.


"ya ya, tapi aku mohon bersikaplah biasa sampai dia bisa mengetahui sendiri penyebab kecelakaan itu" pinta Angel

__ADS_1


"iya baiklah, tapi jika dia berbuat semakin kasar aku akan membawa mu pergi" kata Gean tegas


Angel pun hanya mengangguk lalu kembali memeluk kakak nya dengan erat. Akhirnya penantian nya terbayar sudah, dapat merasakan kembali pelukan hangat yang sedari dulu dirindukan nya.


__ADS_2