
Malam ini Angel terlihat bingung, sedari tadi dia tengah berfikir bagaimana mencari cara untuk bisa keluar dari markas itu tanpa sepengetahuan suami nya.
Selama dua puluh empat jam Cristian ingin dia ada bersama pria itu, bahkan tidak memperbolehkan Angel kemana pun selain disisi nya. Entah apa yang ada difikiran Cristian, tapi dia terlihat begitu posesif pada Angel membuat nya sedikit risih dan kesal.
Baru saja Shania memberi kabar bahwa salah satu markas senjata mereka ada yang menyerang lagi, dan kali ini musuh tidak main main, mereka menghancurkan dan menyerang markas itu dengan jumlah banyak bahkan hendak mengambil stok senjata milik black rose, bahkan banyak anak buah black rose yang sudah gugur.
Tentu saja itu membuat Angel tidak tenang, apalagi dia tahu bahwa yang menyerang adalah klan Hiyuga, musuh lama mereka yang terkenal kuat dan kejam.
Cristian yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran istri nya yang terlihat begitu gelisah meski wajah nya tidak menunjukan reaksi apapun, namun dapat Cristian lihat beberapa kali Angel menarik nafas nya dengan kasar.
Cristian yang sudah mulai pulih dan dapat berjalan sendiri menghampiri Angel yang tengah duduk di sofa sembari memegang ponsel nya.
"Ada apa baby, kau terlihat gelisah?" Tanya Cristian yang juga duduk disebelah Angel
Angel tersenyum menatap Cristian
"Bolehkah aku keluar sebentar malam ini?" Ucap Angel
"Kemana?" Tanya Cristian menatap Angel
"Ada yang harus aku selesaikan Cris" jawab nya
"Ada Shania dan juga Jorge, kau kan bisa memerintahkan mereka" kata Cristian membawa Angel dalam dekapan nya
Angel menghembuskan nafas nya dengan kasar. Bagaimana cara menjelaskan nya pada Cristian
"Mereka butuh aku, aku mohon hanya sebentar" pinta Angel mengusap lembut dada Cristian
"Jangan bilang kau mau bertarung" tanya Cristian menatap tajam Angel
"Aku hanya melihat saja" jawab nya
"Aku tidak percaya" kata Cristian lagi
"Hei, ayolah, hanya sebentar. Kau kan sudah berjanji untuk tidak melarang ku mengurus black rose" kata Angel menatap kesal Cristian
Cristian menghela nafas nya sejenak
"Aku memang tidak melarangmu, tapi aku takut kau membahayakan nyawamu dan anak kita baby, hal yang kau urus itu pasti tentang bunuh membunuh, kau tidak kasihan pada ku ataupun anak kita" kata Cristian mencoba memberi pengertian pada Angel
"Aku berjanji akan berhati hati. Aku juga tidak akan ikut bertarung, aku hanya ingin melihat tikus tikus itu, mereka sudah berani menganggu dan mencuri barangku" kata Angel menggeram dan tatapan nya berubah menjadi tajam membuat Cristian langsung melepaskan dekapan nya dan bergeser menjauh dari Angel
"Oke oke baiklah, jangan tunjukan sikap seperti itu didepanku, kau mengerihkan" gumam Cristian yang masih saja takut dengan ratu mafia itu
Angel berdecak kesal melihat Cristian yang masih terlihat takut pada nya. Padahal dia belum melakukan apapun
"Kalau begitu izinkan aku pergi" kata Angel menatap Cristian lekat membuat pria itu bingung harus apa. Jika dilarang pasti ratu mafia itu akan mengamuk, tapi jika dibiarkan dia takut dengan keadaan anak mereka. Sungguh merepotkan, dan entah takdir apa dia harus terjebak dalam kisah cinta didunia mafia seperti ini.
"Hei, kenapa kau diam. Aku harus pergi jika tidak maka habis lah semua" kata Angel kesal. Walau dia bisa saja pergi dengan mengancam Cristian, tapi tidak mungkin itu dia lakukan, mengingat Cristian adalah suami nya
Cristian menghela nafas pasrah
"Baiklah, kau boleh pergi, tapi aku harus ikut" kata Cristian kemudian
"Kondisi mu belum pulih Cris, kau masih harus banyak beristirahat" kata Angel
"Izinkan, atau kau tidak boleh pergi kemana pun" tegas Cristian
"CK, kau mengancamkanku" ketus Angel
"Aku tidak mungkin membiarkan anak dan istriku dalam bahaya. Meski aku tidak bisa berbuat banyak setidak nya aku tahu bagaimana keadaanmu" kata Cristian membuat Angel tertegun
"Ya sudah, kita pergi sekarang" jawab Angel yang akhir nya mengalah
Akhirnya dengan terpaksa Cristian membiarkan Angel menjalankan misi nya malam ini, dan dengan terpaksa pula Angel membawa Cristian pergi bersama nya.
__ADS_1
Mereka pergi dengan anggota black rose yang berjumlah beberapa belas orang untuk membantu Shania dan Jorge. Sementara sebagian lagi tetap berada dimarkas kesehatan untuk menjaga Gean dan juga Erick yang baru pulih. Untung saja Gean sedang diruangan Erick saat mereka pergi, jika tidak mungkin saja kakak nya itu akan melarang nya juga untuk pergi.
Angel mengemudikan mobil sport mewah nya dengan kecepatan tinggi, membelah jalan perbukitan yang berkelok dengan sangat lihai, sedangkan Cristian duduk disebelah nya dengan wajah yang tampak tegang.
Sesekali dia melirik istri nya yang sudah berubah menjadi ratu mafia yang sesungguh nya.
Dengan jaket kulit yang menutupi tubuh nya serta celana lajing ketat dan sepatu boots, rambut yang diikat keatas hingga menampakan leher jenjang nya, juga jangan lupakan topeng yang menutup separuh wajah cantik itu.
Cristian menghela nafas nya dengan kasar, membuat Angel melirik nya sekilas.
"Kenapa?" Tanya Angel dengan wajah datar
"Tidak ada, aku hanya merasa ini seperti mimpi" jawab Cristian yang terus menatap kedepan.
Angel tersenyum tipis
"Kau masih takut padaku?" Tanya nya lagi
"Aku kan sudah bilang, aku tidak takut pada Angel ku, aku hanya takut pada Queen rose" jawab Cristian membuat Angel terkekeh pelan
"Tenanglah, aku tidak akan macam macam. Angel maupun Queen rose akan tetap sama jika bersama mu" kata Angel membuat Cristian menoleh kearah nya
"Sama bagaimana, melihat penampilan mu seperti ini saja sudah membuat ku takut" ketus Cristian
"Kau keterlaluan sekali, pada istri sendiri kau takut, apa sebegitu menyeramkan nya aku dimatamu" kata Angel
"Iya" jawab Cristian membuat Angel memicingkan mata kearah nya
"Hei, aku berbicara jujur. Jangan menatapku seperti itu" kata Cristian lagi membuat Angel berdecak kesal
"Terserah kau saja" jawab nya ketus
Cristian langsung terdiam sembari menatap keluar jendela menikmati pemandangan malam didaerah perbukitan yang mereka lalui. Malam itu bulan bersinar dengan terang hingga remang remang area perbukitan itu dapat terlihat.
Fikiran nya masih mencerna apa yang terjadi dihidup nya, bagaimana bisa dia terjebak dalam sebuah ikatan dengan seorang ratu mafia, dan kini malah masuk kedalam kehidupan nya.
Tapi dia selalu berharap, jika suatu saat nanti dia bisa membawa Angel keluar dari kehidupan yang penuh darah itu, agar mereka bisa hidup dengan tenang dan damai.
Mungkin sekarang dia akan mengikuti kemana alur perjalanan nya, sembari dia menyelami dan mengenal sifat istri nya lebih jauh, agar dia tahu bagaimana bersikap untuk membawa istri nya pada kehidupan yang lebih baik.
Jika dipaksa dari sekarang, Cristian tidak yakin hasil nya akan baik, apalagi dia belum terlalu yakin akan perasaan Angel, sudah sepenuh nya untuk dia atau masih ada tersisa untuk Kenzo, mantan kekasih nya.
Dan juga mengingat dia masih takut saat berdekatan dengan ratu mafia itu, bahkan walau dia menjadi Angel seperti biasa saja Cristian merasa ada yang berbeda, bahkan setiap malam Cristian selalu meyakinkan diri untuk tidak takut saat tidur dengan istri nya, dia sengaja tidak membiarkan Angel pergi kemanapun dan tetap disamping nya, agar rasa takut nya tidak semakin menjadi mengingat Angel adalah ratu mafia yang dia takuti.
Semoga suatu saat nanti ratu mafia itu bisa meninggalkan dunia nya, dan Cristian akan selalu mencoba membuat Angel untuk menyerahkan dan menetapkan hati nya hanya untuk dia seorang agar dia bisa membuat Angel meninggalkan dunia nya yang sekarang.
..
Setelah satu jam lebih berkendara akhirnya mereka tiba disebuah lahan kosong, tidak jauh dari tempat nya berhenti Cristian dapat melihat sebuah bangunan tua seperti gedung kosong dipenuhi oleh kumpulan manusia yang saling menyerang.
Pasukan bertopeng terlihat sangat beringas memukul mundur musuh yang jumlah nya lumayan banyak.
Angel mengambil senjata Laras panjang berkaliber besar namun kedap suara dibelakang kursi kemudi.
Cristian sedikit terhenyak melihat Angel mengutak ngatik senjata itu
"Hei, kau bilang kau tidak akan bertarung, ini kenapa malah mengeluarkan senjata yang sangat besar" kata Cristian sedikit bergidik ngeri
"CK, diamlah. Kau mau ikut atau tetap disini" kata Angel yang langsung keluar mobil meninggalkan Cristian yang masih mematung
"Astaga, apa benar aku punya istri seperti dia, bisa mati muda aku" gerutu Cristian. Walau begitu dia tetap saja mengikuti Angel naik keatas bukit yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan beberapa anak buah yang dibawa Angel sudah bergabung untuk menghalau musuh.
Kini Cristian dan juga Angel telah berada diatas bukit itu, mereka berdiri dibawah sebuah pohon. Cristian masih menatap heran istri nya yang mulai membidikan senjata kearah orang orang yang tengah bertarung itu.
Dor
__ADS_1
Satu tembakan melesat dan Cristian dapat melihat seorang pria yang hendak menyerang Shania ambruk dengan dahi nya yang bolong.
"Wow" gumam Cristian kagum
Lagi lagi Angel menembakan beberapa peluru kebawah sana hingga melumpuhkan beberapa orang yang lain, membuat anggota kelompok itu terlihat panik karena mereka tahu pasti ada seorang penembak jitu yang menyerang mereka secara tersembunyi, dan memang Angel dan Cristian berada ditempat yang gelap dibawah pohon sehingga sinar rembulan tidak dapat menyinari mereka.
"Hei, bolehkah aku mencoba nya, seperti nya menarik" kata Cristian membuat Angel mengernyitkan dahi nya
"Kau yakin?" Tanya Angel
Cristian mengangguk mantap
"Ini tidak mudah Cris, kau bisa saja melukai anak buah ku, atau malah membuat kita ketahuan" jawab Angel membuat Cristian mencebikan bibir nya
"Tapi kau terlihat mudah melakukan nya, ayolah, hanya sekali, jika aku gagal aku tidak akan mengganggumu lagi" pinta nya memelas membuat Angel menghela nafas dengan kasar
"CK, baiklah. Kemari dan hati hati orang orang ku" kata Angel menyerahkan senjata itu pada Cristian
Cristian mengambil senjata itu dengan semangat dan mulai membidikan nya kearah musuh. Namun hingga beberapa detik kemudian satu tembakan belum ada yang dilepas nya membuat Angel menatap nya dengan heran
"Kenapa?" Tanya Angel
"Bagaimana membidik nya, mereka terlihat saling berkumpul dan bergerak dengan cepat" jawab Cristian masih terus membidikan senjata ditangan nya, juga mata nya yang menatap tajam kebawah sana
"CK, kan sudah aku bilang itu tidak mudah" kata Angel kesal. Diapun kemudian berdiri dibelakang Cristian dan membantu Cristian membidik sasaran nya dengan teropong kecil ditangan nya
Jika ada yang melihat pasti mereka disangka sedang bermesraan karena posisi Angel yang berdiri dibelakang Cristian dengan tangan melingkari bahu pria itu dan kepala yang juga berada dileher Cristian terlihat sangat intim dan dekat.
Cristian yang mendapatkan pelukan dari Angel seketika meremang apalagi hembusan nafas Angel dileher nya yang terasa hangat membuat jiwa lelaki nya seketika meronta.
Angel yang menyesap aroma maskulin dari Cristian pun merasa hal yang sama, bahkan dia enggan untuk melepaskan dekapan nya karena merasa begitu nyaman.
Namun seketika dia tersadar jika sedang menjalankan misi.
Setelah dirasa bidikan nya tepat sasaran, Cristian langsung melepaskan pelatuk senjata itu dan satu orang ambruk tidak bernyawa
"Wow, ternyata tidak semudah yang aku duga" kata Cristian sembari memutar langkah nya menghadap keAngel yang tersenyum
Cristian menjatuhkan senjata nya ketanah dan memegang tangan Angel yang hendak beranjak menjauh.
Angel terpaku saat melihat Cristian melepaskan topeng diwajah nya dan menjatuhkan nya juga ketanah, bahkan Cristian menarik ikat rambut Angel hingga rambut panjang nya tergerai dengan indah
Satu ciuman lembut mendarat dibibir wanita itu membuat Angel memejamkan mata nya sejenak.
Cristian mengusap lembut wajah cantik istri nya yang terlihat sangat cantik. tatapan mata nya yang tajam berubah sendu saat bersama Cristian, dan itu tentu mengurangi rasa takut Cristian selama ini.
"kau wanita tangguh yang sangat hebat, entah aku harus bersyukur atau sedih karena aku tidak bisa mengimbangimu" kata Cristian menatap dalam manik coklat Angel
Angel memeluk Cristian dan meresapi aroma yang menenangkan jiwa nya
"tetaplah jadi Cristian yang seperti ini, aku tidak pernah berharap kau bisa hebat dan tangguh lebih dariku, aku hanya ingin kau tetap menjadi Cristian yang selalu memanjakan aku" jawab Angel membuat Cristian tersenyum dan memeluk nya dengan erat
"aku akan selalu memanjakan mu baby, tapi tetap lah jadi Angel yang manis saat bersama ku, agar aku tidak merasa takut saat berada di dekatmu" kata Cristian membuat Angel tertawa pelan dan melepaskan pelukan nya
"aku janji" kata Angel
"apa ini sudah selesai, aku ingin pulang" kata Cristian lagi.
"tadi kenapa kau ikut jika sekarang kau ingin pilang" jawab Angel sembari memperhatikan keadaan yang mulai terkendali. musuh juga sudah mulai menyerah karena banyak yang telah tewas.
Cristian memeluk Angel dari belakang
"aku ingin memanjakan mu ditempat tidur baby" bisik Cristian ditelinga Angel membuat wajah wanita itu merona merah
"dasar mesum" jawab Angel memukul pelan lengan Cristian.
__ADS_1
Setelah memastikan keadaan sudah aman, Angel dan Cristian kembali kemarkas mereka. Tanpa tahu seseorang mengepalkan tangan nya dengan erat melihat keintiman mereka diatas bukit tadi.
'secepat itu kau melupakan aku' gumam nya sendu