Oh My Lady

Oh My Lady
Perpisahan


__ADS_3

Setelah perdebatan itu, pelantikan pengganti pemimpin black rose yang baru dimulai disiang hari nya.


Meski anggota black rose tidak rela jika Angel pergi dari mansion itu, namun mereka tidak bisa berbuat apa apa selain menghormati keputusan mantan pemimpin black rose yang sekarang terlihat begitu cantik dan jauh dari kata sadis lagi. Meski aura pemimpin nya masih saja terasa.


"selepas kepergian ku, aku berharap black rose tetap bersatu dan bekerja sama dengan baik dibawah pimpinan Jorge" kata Angel menutup acara pelantikan itu dimana dia berdiri di antara Shania dan Jorge menghadap keratusan anggota black rose yang berkumpul. Sementara Cristian dan Gean berada dibelakang mereka.


"siap Queen. kami berjanji untuk bisa menjadi lebih baik dan lebih kuat lagi dibawah pimpinan master Jorge" ucap mereka semua


Angel menatap mereka keseluruhan, anggota yang sudah menemani nya selama belasan tahun, anggota yang sudah menjadi bagian dari hidup nya selama ini.


"baiklah, aku pergi. jaga black rose dengan baik" tambah Angel dengan mata yang berkaca kaca


Seluruh anggota black rose menundukkan tubuh dan kepala mereka sebagai penghormatan terakhir untuk Queen Rose.


..


Setelah acara pelantikan selesai, kini Angel dan Cristian sudah berada didepan mansion untuk pergi kerumah baru milik Cristian.


"aku pamit, jaga diri kalian baik baik" kata Angel pada Shania dan Jorge yang melepas kepergian nya


"tentu Queen, meskipun anda tidak berada dimansion ini lagi, tapi anda tetap lah Queen kami." ucap Jorge membuat Angel tersenyum haru


"jika ada waktu kunjungi lah mansion ini Queen, untuk mengobati rasa rindu kami" timpal Reina yang juga ada disana


"tentu" jawab Angel


"jika anda butuh sesuatu kami akan selalu siap Queen" kata Jorge lagi


"ya" balas Angel


"kami pergi dulu. terimakasih untuk semua nya Jorge" ucap Cristian yang merangkul pinggang Angel


"jangan sungkan tuan. itu sudah kewajiban kami" kata Jorge sembari membungkukkan sedikit tubuh nya


Cristian melirik Gean yang masih berbicara dengan Shania, dan kelihatan nya mereka lagi lagi tengah mendebatkan sesuatu


"hei, kakak ipar kami sudah mau berangkat" seru Cristian membuat Gean menatap nya dan Shania langsung mendekati Angel


"pergilah duluan, aku masih ada urusan disini" kata Gean membuat Angel dan Cristian saling melirik dan menganggukan kepala mereka


"Queen, saya pasti akan merindukan anda" kata Shania dengan mata yang berkaca kaca


Angel tersenyum dan langsung memeluk nya membuat Shania terpaku sebentar namun langsung membalas pelukan Angel.


"jangan bersedih, aku bukan pergi untuk meninggalkan kalian, aku hanya pindah rumah dan kita masih bisa bertemu" jawab Angel dan Shania mengangguk sembari melepaskan pelukan nya dari Angel


"lagi pula sebentar lagi kita akan menjadi saudara yang sesungguh nya bukan" kata Angel membuat Shania langsung merona malu


"ya, atau kau mau ikut dengan kami dan tinggal dirumah ku, seperti nya Gean tidak rela jika harus meninggalkan mansion ini tanpa mu" timpal Cristian membuat Shania dan Angel menoleh kearah Gean yang terlihat salah tingkah


"tidak tuan, sebelum hubungan kami resmi, saya tidak akan meninggalkan mansion ini" jawab Shania dan dapat Angel lihat kakak nya langsung mendengus kesal


"Haha , baiklah, kau dengar itu kakak ipar" ejek Cristian pada Gean yang hanya memutar malas bola mata nya.


"yasudah, selesaikan urusan kalian. kami berangkat dulu" kata Angel dan di angguki oleh Cristian


"selamat jalan Queen, tuan Cris" balas mereka semua yang ada disana .

__ADS_1


Erick membukakan pintu untuk Cristian dan Angel setelah sebelum nya saling melempar senyum dengan Reina.


Mereka pun pergi meninggalkan mansion black rose dengan segala kenangan nya meninggalkan Gean yang kelihatan nya masih enggan untuk meninggalkan mansion itu.


..


"kau benar benar tidak ingin ikut denganku?" tanya Gean pada Shania. Kini mereka tengah berada ditaman belakang mansion black rose.


"tidak, aku merasa tidak enak jika harus tinggal disana"jawab Shania


"kenapa?" tanya Gean heran


Shania terlihat menghela nafas nya sejenak


"kau tahu kan kita belum resmi, dan Queen bersama dengan Tuan Cris juga baru saja memulai hidup yang baru, aku tidak ingin mengganggu mereka" jelas Shania


"jika begitu kita tinggal saja di apartemen ku" jawab Gean cepat membuat Shania berdecak kesal


"kau ini, kenapa ngotot sekali sih" kata Shania kesal


"kau itu yang menyebalkan, aku tidak suka kau disini tanpa aku. kau pasti akan bertarung lagi dan membahayakan dirimu, aku juga tidak suka kau dekat dengan Jorge terus menerus" ketus Gean membuat Shania langsung tertawa


"kau gila, kau cemburu pada Jorge?" tanya Shania masih tertawa membuat Gean bertambah kesal


"tentu saja. dia begitu tahu apapun yang terjadi padamu. bukan kah itu aneh" ketus Gean


"hei, dia itu sudah ku anggap sebagai kakak ku bodoh. jelas saja dia tahu semua tentang ku, hidup ku selalu bersama nya sejak tujuh tahun yang lalu. aku, Queen dan dia sudah seperti saudara , mana mungkin kami saling menyimpan perasaan" jawab Shania


"apa yang tidak mungkin jika sering bersama" dengus Gean


"aku tidak mau tahu itu, yang jelas kau harus ikut dengan ku" kata Gean menatap tajam Shania yang terlihat jengah


"aku akan ikut dengan mu kalau kau sudah melamar ku" jawab Shania yang juga menatap Gean dengan tajam sembari melipat tangan nya didada


"baiklah. sekarang dengarkan. Shania, maukah kau menikah denganku" tanya Gean serius membuat Shania langsung menyemburkan tawa nya


"buahahaa... lamaran macam apa itu. dasar perjaka tua" kata Shania sembari tertawa lucu


"hei, aku serius melamar mu" teriak Gean


"aku tidak ingin lamaran yang seperti itu. tidak ada tempat yang indah, dan lagi mana cincin nya. dasar gila. meskipun aku wanita jadi jadian, tapi aku juga ingin diperlakukan romantis oleh pasangan ku" jawab Shania membuat Gean mendengus kesal


"kenapa harus begitu. membuat rumit saja" dengus Gean memalingkan wajah nya


"kau itu mencintaiku atau tidak sih" tanya Shania kesal melihat perjaka tua nya tidak ada sisi manis nya sedikitpun


"tentu saja" jawab Gean yakin


"kalau begitu tunjukan rasa cintamu itu" kata Shania lagi


"aku kan sudah mengajak mu menikah, tapi kau terlalu banyak menuntut" balas Gean lagi


"CK, kau ini. sudah lah, aku tidak mau ikut dengan mu. aku kira kau bisa membuat ku bahagia, tapi nyata nya hanya dengan lamaran romantis saja kau tak bisa mewujudkan nya" dengus Shania dan langsung memalingkan tubuh nya membelakangi Gean yang nampak terhenyak


"hei, kau jangan seperti itu" ucap Gean mulai melembutkan suara nya namun Shania masih terdiam dan enggan menatap Gean


"Shan" panggil Gean namun Shania tak bergeming

__ADS_1


melihat Shania hanya diam Gean pun menghela nafas nya sejenak dan langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan kedepan Shania, berlutut didepan gadis itu sembari memegang kedua tangan Shania.


"jangan marah begitu" kata Gean , namun Shania masih dengan wajah yang tertekuk dan tidak mau melihat wajah Gean


"baiklah, maafkan aku. aku tidak tahu bagaimana cara nya bersikap romantis seperti suami Queen mu itu. tapi aku akan berusaha untuk mu" ungkap Gean membuat Shania memandang nya sejenak


"kau mau lamaran romantis?" tanya Gean dan Shania mengangguk pelan, membuat Gean menerbitkan senyum nya


"baiklah, aku akan menyiapkan nya untuk mu" kata Gean membuat Shania langsung merekatkan senyum nya


"kau berjanji?" tanya Shania menatap lekat wajah tampan Gean yang penuh bulu namun terlihat seksi


"aku berjanji" jawab Gean pasti


"baiklah, aku tunggu janjimu itu" kata Shania dengan senyum cantik nya . Gean pun berdiri dan langsung memeluk Shania dengan mencium pucuk kepala nya. Shania membalas pelukan Gean dengan menghirup aroma maskulin pada tubuh pria itu membuat nya merasakan ketenangan dan kenyamanan yang belum pernah dirasakan nya.


"jangan marah lagi. kau tambah jelek jika begitu" kata Gean sembari melepas pelukan nya


"kau itu menyebalkan" ucap Shania dengan bibir mengerucut lucu


"kau juga menyebalkan" balas Gean sembari mencubit bibir Shania dengan gemas


"jangan begitu, ini bukan untuk dicubit. sakit tahu" ketus Shania membuat Gean terkekeh


"jadi kau mau dicium" tanya Gean menggoda


"hu'um" kata Shania menganggukan kepala nya dengan senyum yang menyebalkan membuat Gean terperangah


"kau ini"


"kenapa, kita tidak pernah melakukan nya" kata Shania


"oh ya" tanya Gean mendekatkan wajah nya pada Shania membuat gadis itu langsung mematung dengan wajah yang mulai merona


semakin dekat dan tinggal beberapa inci lagi bibir mereka bertemu namun


duarrrr


mereka berdua terkesiap kaget mendengar suara tembakan tidak jauh dari tempat mereka berada


Gean menjauhkan tubuh nya dari Shania, begitu juga dengan Shania mereka melihat dimana arah suara tembakan itu .


Dan dapat mereka lihat disana Jorge tengah bersama dengan Reina sembari memandang keatas pohon.


"maaf tuan , ada burung diatas pohon" ucap Jorge datar tanpa merasa bersalah mengganggu adegan yang baru saja akan dimulai.


Reina tampak mengulum senyum nya dan berjalan mengikuti Jorge yang langsung pergi menjauh dari tempat itu.


"Jorge sialan" teriak Gean dan Shania bersamaan


..


Sementara Jorge dan Reina langsung tertawa geli


"anda menganggu mereka master" ucap Reina menahan tawa nya


"bukan kah itu pesan dari tuan Cris dan Erick tadi. menganggu tuan Gean bersama Shania agar mereka cepat bersatu" jawab Jorge

__ADS_1


__ADS_2