Oh My Lady

Oh My Lady
Penyerangan diJalanan


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Cristian , Kenzo kembali keperusahaan nya bersama dengan Edward.


Baru semalam sore dia kembali kekota itu setelah mengurus kantor pusat nya diNewyork beberapa hari yang lalu.


Ya, demi tujuan dan cinta nya dia rela pulang pergi kota Buenos Aries Newyork yang jarak tempuh nya lumayan jauh.


Tapi sekarang yang dia dapatkan hanyalah kekecewaan yang tidak terkira.


Setelah tiba diruangan nya, Kenzo langsung duduk dikursi kebesaran nya dan langsung menatap Edward yang berdiri didepan nya.


"apa kau sudah menemukan siapa orang nya?" tanya Kenzo


"maaf tuan, saya belum berhasil mencari tahu siapa suami Queen rose." jawab Edward tak enak sementara Kenzo mengela nafas nya


"hanya mencari satu orang saja mengapa begitu sulit. Kalian bisa mengikuti kemana Queen rose pergi bukan?"


"orang suruhan kita tidak ada yang melihat kemana Queen pergi tuan, bahkan dimansion nya mereka juga sama sekali tidak melihat keberadaan Queen rose" ungkap Edward


"dia memang paling mahir dalam menyembunyikan sesuatu, aku sungguh penasaran siapa pria yang sudah berani merebut nya dari ku" geram Kenzo


"maaf tuan, apa sebenar nya itu hanya tipu muslihat dari Queen agar anda tidak mencari nya lagi?" tanya Edward ragu


"tidak, dia memang mengatakan yang sebenar nya. Aku tahu itu" jawab Kenzo dingin.


Edward menatap iba king nya, karena dia lah yang tahu tentang semua cerita rumit antara king Aldrego bersama Queen rose sejak pertama kali mereka bertemu.


Bagaimana pengorbanan King nya untuk mendapat kan cinta ratu mafia itu dan juga bagaimana kehancuran nya ketika mengetahui Queen rose pergi saat dia masih terbaring koma dirumah sakit.


"Ed, cari siapa orang yang paling berbahaya dan kuat dikota ini" ucap Kenzo tiba tiba


"untuk apa tuan?" tanya Edward heran


"aku yakin pasti salah satu dari mereka yang menjadi suami Queen rose" jawab Kenzo


"bagaimana anda seyakin itu?" tanya Edward lagi


"dia tak mungkin menyukai orang sembarangan Ed. Jangan banyak bertanya, lakukan saja" ucap nya menatap Edward tajam


"baik tuan"


'kenapa dulu aku tak pernah bertanya siapa orang itu, dan sial nya sekarang orang itu yang telah merebut nya dariku' batin Kenzo menggeram


..


Hari sudah mulai petang, Cristian dan juga Gean sudah berada diperjalanan pulang kerumah bersama dengan Erick yang mengemudikan mobil nya.

__ADS_1


"bagaimana nasib kedua tua bangka itu Erick?" tanya Cristian yang duduk dikursi belakang sementara Gean disebelah kemudi


"mereka masih ditahan dimarkas black rose tuan. Jorge bilang mereka menunggu tuan yang mengambil keputusan hendak diapakan kedua orang itu" jawab Erick


"baiklah, besok kita kesana, aku ingin memberi sedikit pelajaran untuk mereka. Kau tidak keberatan bukan?" tanya Cristian memandang Gean


"tentu tidak, aku juga ingin memberi pelajaran pada mereka. Bukan saja membuat keluarga ku hancur tapi mereka sudah berani bergabung dengan ketua mafia itu dan mencelakai mu" jawab Gean


"baiklah, besok siang atur jadwal kita kesana" ucap Cristian dan Gean hanya mengangguk


Brakk


Tiba tiba Erick membanting stir nya kekiri dan


Duaarr


Mobil pengawal dibelakang mereka terpental dan meledak akibat sebuah tembakan dari senjata berkaliber besar.


Cristian, Gean dan juga Erick begitu terkejut melihat sebuah mobil didepan mereka yang mengarahkan tembakan lagi kearah mereka.


"melompat tuan!!!!!" teriak Erick ketika peluru bazoka itu melesat kearah mereka.


Mereka bertiga pun langsung melompat keluar dan terpelanting ke aspal jalanan sedangkan mobil mereka meledak dan terpental ditengah jalanan yang memang terlihat sunyi.


Cristian yang terhempas ketengah jalan tak jauh dari Erick berusaha berdiri menahan sakit disekujur tubuh nya.


Erick yang tak jauh dari Cristian membantu tuan nya untuk berdiri dan bersembunyi karena musuh sudah mulai keluar dari mobil mereka.


Sedangkan Gean yang terpelanting kesisi kiri terhempas diatas rerumputan hingga membuat sekujur tubuh nya terluka akibat duri yang menyayat kulit nya.


Dor dor dor


Beberapa tembakan dilesatkan kearah mereka bertiga hingga membuat mereka langsung berlari bersembunyi dibalik pohon yang berada dipinggir jalan itu.


Erick dan Gean langsung mengeluarkan senjata api dari balik jas mereka dan membalas tembakan musuh yang tak lain adalah anak buah Aron.


"sialan mereka" geram Cristian yang juga menembaki musuh dengan senjata nya.


Meski mereka hanya berjumlah enam orang namun kekuatan dan kelincahan mereka tak perlu diragukan membuat Cristian, Gean dan juga Erick terlihat kewalahan apalagi dengan luka ditubuh mereka.


Dor


Arrgg


Teriak gean karena sebuah peluru bersarang diatas dada nya

__ADS_1


"oh tidak Gean" Cristian semakin menggeram dan menembakan peluru nya bertubi tubi kearah mereka begitu pula dengan Erick yang langsung keluar dan berlari kearah mereka, dia harus melindungi tuan nya apapun yang terjadi.


Tiga orang telah ambruk dan kini tinggal tiga lagi, namun kekuatan Cristian dan Erick juga sudah melemah bahkan Gean sudah duduk lemas dibalik pohon karena luka nya.


Tak berapa lama terlihat dua buah mobil dan beberapa orang bertopeng langsung keluar dan menembaki musuh dengan brutal. Erick dan Cristian langsung beralari kearah Gean untuk membantu nya begitu juga dengan Shania.


"maaf tuan, kami datang terlambat" ucap Shania langsung berlutut dihadapan Gean dan memeriksa keadaan nya


"mari ikut saya tuan!" ajak nya dan langsung memapah tubuh Gean dibantu dengan Erick.


Namun belum beberapa langkah mereka berjalan terlihat beberapa mobil datang dan menyerang mereka kembali hingga membuat mereka bersembunyi disebalik pohon kembali karena tembakan bertubi tubi yang mengarah kepada mereka.


"ck, sialan" geram Shania . Dia menyerahkan Gean pada Erick dan langsung menembaki musuh yang menyerang mereka dengan dua pistol ditangan nya begitu pula dengan Cristian, dia juga membantu Shania menembaki musuh meski keadaan nya juga terlihat menyedihkan.


'ini benar benar gila. Aku sudah seperti mafia pembunuh sekarang' batin Cristian kesal


Jorge dan anak buah nya langsung berjalan mendekat kearah Cristian dengan menembaki musuh yang langsung jatuh terkapar tak bernyawa


"Shania bawa mereka kemarkas biar kami yang mengatasi ini" ucap Jorge saat sudah berada didekat mereka .


Shania pun mengangguk dan menoleh kearah Gean yang sudah tak sadarkan diri didalam rengkuhan Erick


"mari tuan tuan, ikut saya. Kita harus segera menolong tuan Gean" ucap Shania.


Cristian dan Erick pun mengangguk, mereka langsung mengangkat tubuh Gean dan berjalan kearah mobil Shania yang tak jauh dari mereka sementara Shania menembakan peluru kearah musuh yang hendak menyerang mereka.


Setelah masuk kedalam mobil Shania langsung mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju markas tempat mereka mendapatkan perawatan saat terluka.


Sebuah bangunan tua tempat Cristian pernah dibawa oleh Queen rose dulu.


Hampir satu jam perjalanan mereka tiba dibangunan tua yang terlihat besar dan bertingkat dua.


Erick terlihat bingung dan menoleh kearah Cristian yang menganggukan kepala nya.


Mereka kemudian langsung membawa Gean masuk kedalam mengikuti Shania.


Tiba didalam Gean langsung disambut oleh beberapa orang yang terlihat seperti dokter. Gean dibawa masuk kesebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan rumah sakit.


Dan lagi lagi Erick dibuat takjub akan bangunan itu.


Awal nya dia ragu masuk kedalam karena dari luar bangunan itu seperti gedung tak berpenghuni namun ketika tiba didalam, bangunan itu sangat bersih dan terawat, mirip seperti bangunan rumah sakit pada umum nya.


"Rein, tolong obati tuan Cris dan juga teman nya dengan baik" ucap Shania pada seorang gadis yang seperti nya seorang perawat dirumah sakit tak terlihat itu.


"baik nona. Mari tuan tuan ikut saya" ajak Reina dengan sopan.

__ADS_1


Cristian dan juga Erick pun mengangguk dan mengikuti langkah gadis itu. Sedangkan Shania duduk didepan ruang Gean dirawat


__ADS_2