
Queen rose membuka mata nya perlahan. Dirasa nya seluruh tubuh nya terasa sakit dan kaku. Dia menoleh kesana kemari mengedarkan pandangan nya. Sebuah ruangan bercat putih dan dipenuhi beberapa alat medis, bahkan dapat dirasakan nya selang infus tertancap ditangan kanan nya.
" Anda sudah sadar Queen?" kata Jorge senang
"dimana ini?" tanya Queen rose pelan
"Anda berada dirumah sakit Queen, selamat tiga hari anda tidak sadarkan diri" ungkap Jorge
dan tidak lama kemudian seorang dokter masuk kedalam ruangan itu dan memeriksa kondisi Queen rose.
Setelah memastikan kondisi nya baik baik saja dokter itu keluar dari ruangan Queen rose.
"bagaimana anggota dan markas kita Jorge?" tanya Queen rose setelah nya
"lebih dari separuh anggota kita tewas Queen, bahkan markas kita sudah hancur dan tidak bisa lagi ditempati. Anggota kita yang selamat kini berada disebuah rumah tidak jauh dari kota ini. Mereka menunggu anda disana. Maafkan saya yang tidak bisa mempertahankan markas kita Queen" kata Jorge menyesal
"tidak apa. ini diluar perkiraan kita. Lalu dimana Shania, apa dia baik baik saja?" tanya Queen rose lagi
"dia baik baik saja Queen. dia dirawat diruangan sebelah, keadaan nya sudah mulai pulih" jawab Jorge
"lalu King Aldrego, dimana dia?" tanya Queen rose lagi, hati nya terasa sesak ketika mengingat Kenzo yang mengorbankan diri demi menyelamatkan nya
"menurut informasi yang saya dapatkan, King Aldrego saat ini dinyatakan koma Queen" jawab Jorge menundukkan kepala nya , dan Queen rose langsung lemas bagai tak bertulang. Hati nya begitu sakit mendengar kabar buruk itu.
"aku ingin melihat nya Jorge" kata Queen rose sembari berusaha bangun dari tidur nya dengan dibantu oleh Jorge
"King Aldrego dirawat di rumah sakit milik keluarga nya Queen, jauh dari rumah sakit ini. Edward memerintahkan saya untuk menyembunyikan Queen disini agar orang tua King Al tidak mengetahui keberadaan anda Queen, sebab jika mereka tahu kami bisa pastikan Queen akan terlibat masalah yang terkait dengan kondisi King Aldrego sekarang" jelas Jorge menatap iba Queen nya
"tidak apa, aku hanya ingin melihat nya, memastikan kondisi nya Jorge. tolong antar aku kesana" kata Queen rose menatap lekat Jorge yang terlihat bingung
"tapi kondisi anda masih lemah Queen, anda masih harus dirawat untuk memulihkan kondisi tubuh anda" jawab Jorge
"Jorge, kau membantahku" kata Queen rose lantang, sungguh saat ini fikiran nya hanya tertuju pada Kenzo
"Queen, maafkan saya. tapi untuk kali ini saya tidak bisa menuruti perintah anda. kita tidak tahu apa yang akan terjadi disana nanti nya. Maka dari itu tolong dengarkan saya untuk sekali ini Queen, pulihkan dulu kondisi anda, setelah anda pulih saya akan mengantar anda kesana" jawab Jorge tegas, meski dia bawahan Queen rose, namun Queen sangat menghargai setiap keputusan Jorge karena lelaki itu merupakan anak dari orang yang telah berjasa melatih nya hingga bisa seperti ini.
__ADS_1
"tapi aku sungguh mengkhawatirkan nya Jorge" lirih Queen rose tertunduk pedih
"saya berjanji, jika dalam dua hari ini kondisi anda sudah lebih baik, kita akan pergi " kata Jorge pula membuat Queen rose mengalah
Dan akhirnya setelah dua hari kemudian, Queen rose beserta Jorge pergi kerumah sakit dimana Kenzo dirawat.
Didepan rumah sakit itu begitu banyak para paparazi dan wartawan pencari berita, juga para penjaga yang menjaga ketat luar rumah sakit itu.
Melalui perdebatan panjang dan menguras tenaga akhirnya Queen rose bisa masuk kedalam gedung rumah sakit itu sedangkan Jorge dilarang untuk masuk, dan tentu saja Queen rose sudah ditunggu oleh orang tua Kenzo.
setiba nya di depan ruangan Kenzo
plakk
satu tamparan mendarat diwajah cantik nya dari seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu Kenzo
"puas kau kan brandalan sialan, puas kau membuat anakku celaka seperti itu. kau itu pembawa sial yang hanya bisa menyusahkan anak ku, dasar brengsek!!!" maki Ibu Kenzo sembari memukul tubuh dan wajah Queen rose
"maafkan saya ibu, saya tidak bermaksud membuat nya celaka" jawab Queen rose terisak sembari menghindari pukulan ibu Kenzo
"izinkan saya melihat Kenzo tuan, nyonya" pinta Queen rose memelas
"tidak, aku sudah menyuruh mu untuk meninggalkan anak ku , lalu kenapa kau tidak mendengar nya ha, tidak jera juga kau dengan kehilangan anak buah dan markas mu yang hancur itu ha" teriak ibu Kenzo membuat Queen rose mematung dengan tangan terkepal, benar dugaan nya semua ini adalah ulah dari ibu kekasih nya.
"pergilah" kata ayah Kenzo pula
"tuan, sekali saja izinkan saya menemui nya" pinta Queen rose lagi
"pergi brengsekkkk!!!!!" teriak Ibu Kenzo kembali namun Queen rose tidak bergeming, dia membiarkan ibu Kenzo memukuli nya kembali meski tubuh nya terasa sakit namun hati nya begitu ingin melihat Kenzo untuk terakhir kali nya.
setelah lelah memukul mukul Queen rose, ibu Kenzo langsung berlutut dihadapan Queen rose membuat wanita itu terkejut
"kumohon jauhi anak ku, aku tahu dia sangat mencintaimu, tapi tolong fikirkan kami juga, bagaimana jika dunia tahu bahwa seorang Kenzo Barrent memiliki istri seorang pembunuh bayaran, aku tidak ingin hidup yang dijalani nya selama ini hancur , tolong jauhi anak ku , aku mohon" Isak ibu Kenzo membuat Queen rose juga terisak dan ikut berlutut didepan ibu Kenzo sementara ayah Kenzo terdiam memperhatikan istri dan kekasih anak nya. Meski dia juga tidak merestui hubungan mereka namun dia juga terlihat iba melihat anak nya dan juga gadis itu
"ibu, maafkan saya. saya tahu hubungan ini memang tidak seharus nya ada. saya berjanji akan pergi dari hidup nya, tapi saya mohon izinkan saya menemui nya untuk yang terakhir kali nya" pinta Queen rose dengan air mata membanjiri wajah nya
__ADS_1
ibu Kenzo menatap lekat wajah Queen rose, dan akhirnya menganggukan kepala nya melihat kesungguhan diwajah gadis itu
"baiklah, hanya sebentar dan untuk terakhir kali nya. kau harus menepati janji mu. pergilah sejauh mungkin sampai Kenzo sendiri tidak bisa menemukan mu" kata Ibu Kenzo tegas
"iya Bu, saya berjanji" kata Queen rose sedih
Akhir nya dia diperboleh kan masuk kedalam ruangan Kenzo dirawat. Hati nya teririrs pilu melihat kekasih nya terbaring lemah dan tidak berdaya, tubuh gagah yang selalu menjadi tempat bersandar nya kini tidak berdaya dipenuhi perban, wajah tampan dan menawan yang mampu membuat nya tersenyum kini pucat bagai tidak dialiri darah bahkan berbagai selang memenuhi tubuh nya.
Ruangan itu terlihat sepi, hanya suara monitor pendeteksi detak jantung Kenzo yang bekerja.
Diraih nya tangan Kenzo dan digenggam nya dengan erat sembari air mata yang terus mengalir diwajah cantik nya.
Queen rose duduk dikursi samping ranjang Kenzo, dia lalu mendekatkan wajah nya ditelinga Kenzo.
"Al bangunlah sayang. semua orang menunggumu bangun. Jangan buat aku merasa bersalah dengan keadaan mu yang seperti ini" ucap Queen rose sembari menahan Isak tangis nya.
"Al, terima kasih untuk cintamu yang begitu besar padaku, maafkan aku yang tidak bisa membalas cintamu dengan baik. Mungkin takdir kita memang sampai disini" Queen rose menghapus air mata yang terus membanjiri wajah nya sembari mencoba menuai senyum nya yang terasa berat
"kau tahu, aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukan aku dengan mu, membuat aku dapat merasakan cinta yang begitu besar dari mu, usaha mu, perjuangan mu semua nya akan selalu aku kenang dihatiku."
"Al, kau bagaikan lentara dalam hidupku yang sepi setelah kepergian mereka, kau bisa mengobati luka hati ku saat aku jatuh terpuruk dalam dunia yang kejam ini"
"maafkan aku Al, cintaku hanya sebatas ini untukmu, aku tidak bisa membalas nya lebih jauh lagi. sekuat apapun kita mencoba untuk bersama jika kita tidak ditakdirkan untuk menyatu semua akan terasa sulit, dan aku tidak ingin mempersulitmu. aku yakin suatu saat akan ada seseorang yang Tuhan berikan untuk menjaga hatimu dengan baik"
"Al, aku pergi, takdir kita hanya sampai disini. cintamu akan selalu aku kenang seumur hidup ku. Terimakasih my King, semoga takdir memberikan kita bahagia meski kita tidak lagi bersama" ucap Queen rose lirih
Dia mengecup lama dahi Kenzo dengan air mata yang terus menetes, tanpa sadar setitik air mata juga jatuh disudut mata Kenzo.
Setelah meluapkan segala isi hati nya Queen rose bangkit dan menghapus sisa air mata nya . Meski sakit dan hancur tapi dia harus merelakan ini.
Dan setelah kejadian itu Queen rose memboyong semua anggota nya yang tersisa pergi dari kota dimana semua kenangan nya dengan Kenzo berada.
Dia kembali kekota kelahiran nya dan memulai semua nya dari awal disana. Membangun kembali black rose yang sempat hancur, memperkuat benteng kekuatan dan pertahanan agar kejadian serupa tidak akan terulang lagi. Hingga akhirnya black rose dikenal sebagai mafia yang ditakuti dinegara itu.
Lama Queen rose menata hati nya yang porak poranda hingga ia bertekad untuk kembali menjalan kan misi merebut kembali apa yang keluarga nya punya dari tangan paman dan bibi nya. Kebiasaan nya dulu sewaktu dia belum ke Newyork yang selalu mengawasi gerak gerik Gean dan Cristian kembali dia lakukan, hingga sedikit demi sedikit sakit karena meninggalkan Kenzo dapat terkikis perlahan.
__ADS_1
Flashback off