
Sudah dua hari Cristian berada di Jepang untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Dua hari pula Angel disibukan dengan semua rencana dan perlawanan untuk menyambut pihak musuh. Dia tahu ini berat, karena Kenzo tidak akan lagi membantu nya. Dan dia bersyukur mata mata yang mengawasi Cristian berkata bahwa Cristian baik baik saja saat ini karena pihak musuh tidak mengetahui keberadaan nya. Dan tentu saja itu sebuah keuntungan bagi nya karena memang dia tidak ingin Cristian terlibat dalam pertarungan kali ini. Dan sekarang dia hanya memikirkan bagaimana cara melindungi Gean kakak nya.
Saat ini Angel tengah berada di lapangan tempat anak buah nya berlatih kekuatan dan kemampuan mereka. Angel duduk dengan tatapan mata yang terlihat kosong.
Hati nya sungguh risau akan menghadapi musuh nanti, disamping itu juga dia sudah sangat merindukan suami nya yang jauh dinegara lain.
"kau masih tidak ingin berbagi kegundahan hatimu hmm???" tanya Gean tiba tiba yang sudah berada disamping Angel membuat wanita itu terhenyak kaget
"aku hanya merindukan Cristian kak" jawab Angel tanpa mau menatap wajah kakak nya
"benarkah hanya itu?" tanya Gean lagi
"iya, memang apa lagi" jawab Angel acuh, meski sebenar nya dia sangat ingin berbagi beban dengan orang terdekat nya, tapi dia tidak ingin mengambil resiko
"aku kakak mu, dan Cristian suami mu. tapi kami merasa seperti orang asing disini" ungkap Gean dingin membuat Angel menatap ragu pada Gean
"kau tahu aku sudah pernah bilang kan, kejujuran dan saling terbuka adalah kunci sebuah hubungan yang baik, tapi seperti nya kau memang tidak ingin berbuat seperti itu" kata Gean lagi
"apa maksud kakak?" tanya Angel menatap lekat Gean
"kau tahu apa maksud ku Rossy, aku tidak memaksamu untuk menceritakan sesuatu yang sedang kau sembunyikan. tapi aku hanya berpesan padamu, tolong hargai sedikit keberadaan kami didalam hidup mu, meski kami lemah dan tidak bisa berbuat apa apa, tapi kami berhak tahu apa yang menjadi masalahmu" jelas Gean membuat Angel terdiam dan menatap nanar Gean yang hanya berwajah datar.
"beristirahatlah, hari sudah mulai senja, jaga anak mu dengan baik" kata Gean yang langsung pergi meninggalkan Angel sendiri
Angel masih menatap nanar punggung Gean yang pergi meninggalkan nya. Apa Gean tahu masalah yang sedang dihadapi nya, lalu apa yang harus dia lakukan, haruskah dia berkata jujur pada kakak nya itu, tapi dia sungguh takut jika mereka terlibat maka mereka akan dalam bahaya.
Angel bersama Jorge sudah merencana kan untuk membawa Gean pergi jauh dari kota ini untuk sementara waktu agar Gean tidak terlibat dalam peperangan nanti, tapi sekarang Angel merasa bahwa Gean sudah curiga bahwa mereka memang dalam masalah besar. Lalu apa yang harus dilakukan nya sekarang. Sungguh Angel benar benar bingung.
Angel menunduk dan mengusap perutnya yang mulai berisi.
"maafkan mommy nak, sebentar lagi kita akan menghadapi musuh mommy, mommy harap kita bisa menghadapi nya agar ayah dan paman Gean tidak marah pada mommy. Kau bantu mommy ya sayang" gumam Angel
..
Didalam mansion...
Gean menghempaskan tubuh nya diatas sofa mewah tidak jauh dari kamar nya berada. Tubuh nya lelah setelah seharian ini bekerja seorang diri mengurus perusahaan Medrict, belum lagi masalah yang harus dia selesaikan bersama Cristian dan juga Erick membuat energi nya terkuras habis, dan jangan lupakan kekecewaan hati nya pada Angel yang benar benar tidak ingin berbagi pada mereka.
Shania memperhatikan Gean dari jauh sembari menatap segelas minuman hangat ditangan nya. Ada rasa ragu untuk menghampiri pria itu, tapi dia tidak bisa lagi menahan nya.
Akhir nya dia berjalan perlahan dengan hati yang bergemuruh. Dilihat nya Gean bersandar disofa dengan mata yang terpejam.
"tuan" panggil Shania pelan membuat Gean membuka mata nya perlahan dan kembali menutup mata nya
"ini minuman untuk mu" kata Shania sembari meletakan minuman yang dibawa nya dimeja, namun Gean tidak bergeming dan tetap memejamkan mata nya. Dia masih menunggu apa lagi yang akan dilakukan wanita jadi jadian itu, karena tidak biasa nya dia bersikap seperti ini, setelah lebih dari seminggu ini mereka saling berdiam diri.
"ada yang ingin aku bicarakan" kata Shania lagi setelah melihat Gean hanya terdiam
"katakan" jawab Gean masih memejamkan mata nya, membuat Shania menjadi kesal
"tapi tidak disini" kata Shania pelan, dan tentu saja Gean langsung membuka mata nya dan langsung menegakan tubuh nya menatap Shania yang terlihat salah tingkah
"kau mau berbicara tentang apa, apa sebegitu penting nya?" tanya Gean dengan ketus, seperti nya dia masih kesal dengan gadis itu
"ini tentang black rose. bisakah kita pergi dari sini" kata Shania sembari melihat kesekeliling nya membuat Gean menatap nya heran. Seperti nya ini memang hal yang penting batin nya.
"baiklah, ayo ikut aku" kata Gean yang akhirnya Shania mengikuti Gean , dan mereka pergi dengan mobil mereka kesuatu tempat
__ADS_1
..
Setelah hampir setengah jam mereka tiba disebuah daerah sepi, awal nya Gean yang akan membawa Shania , namun gadis itu malah akan menunjukan sesuatu pada Gean hingga mau tidak mau Gean pun mengikuti nya.
Gean memperhatikan sekeliling nya dimana tempat itu merupakan sebuah bangunan yang tampak hancur, bahkan asap nya masih tersisa akibat bekas ledakan disana. Puing piluing bangunan dan entah alat apa saja terlihat hangus tak berbentuk membuat Gean menatap Shania dengan heran. Saat ini mereka masih duduk didalam mobil karena Shania melarang Gean untuk turun.
"ini adalah salah satu markas tempat penyimpanan senjata milik black rose" kata Shania mulai menjelaskan keheranan Gean
"tempat ini baru saja diserang musuh malam tadi, untung nya sebagian senjata sudah kami pindahkan kemansion dan hanya beberapa orang yang terluka" tambah Shania sementara Gean masih diam dan mendengarkan penjelasan selanjut nya
"dan tidak lama lagi mungkin musuh akan menyerang kemansion utama black rose, karena mereka telah mengetahui kediaman Queen rose disana" Shania terus menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi , dan Gean langsung meremas stir mobil nya dengan kuat dengan jantung yang mulai bergemuruh dengan hebat
"sebenar nya saya diminta untuk merahasiakan ini dari anda dan tuan Cris, tapi saya tidak bisa melihat Queen yang saya kagumi memendam masalah nya sendiri, saya tahu kalian adalah orang yang paling berharga bagi nya, sehingga dia takut untuk melibatkan kalian tuan, bukan karena kalian tidak mampu, tapi karena dia takut kehilangan kalian" ungkap Shania dengan bahasa formal nya membuat Gean menghela nafas nya dengan berat
"aku tahu itu" jawab Gean pelan membuat Shania terhenyak
"aku kakak nya, kami tumbuh dirahim yang sama. Aku merasakan kegundahan hati nya, dan aku tahu dia sedang berada dalam masalah meski aku tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi nya. Jika dia takut kehilangan kami, maka begitu juga dengan kami" ungkap Gean lagi
"saya memberitahukan ini pada anda karena kami butuh bantuan dari kalian tuan, meski tidak banyak tapi saya tahu orang orang kalian juga sudah mulai terlatih dan kuat untuk turun dimedan pertempuran bukan. Saya hanya takut kejadian lalu terulang kembali, karena kali ini musuh benar benar kuat," kata Shania lagi membuat Gean menatap wajah cantik nya dengan lekat
"kau takut?" tanya Gean dan Shania menganggukan kepala nya dengan cepat
"apa yang kau takuti, seorang wanita jadi jadian seperti mu bisa takut juga he" ejek Gean membuat Shania melongos kesal
"aku bukan takut mati, tapi aku takut jika black rose yang sudah kami bangun susah payah hancur tidak bersisa, dulu ada King Aldrego yang membantu kami itupun King dan Queen rose hampir kehilangan nyawa mereka, apalagi sekarang dengan Queen yang tengah mengandung dan kekuatan kami yang terbatas akibat setiap hari perlawanan dari musuh terus berdatangan" ungkap Shania sedih dan bahasa nya kembali seperti biasa. Dan baru kali ini Gean melihat wajah cantik nan tajam itu begitu tertekan, dan tentu saja Gean menjadi iba
"kau tahu aku tidak sekuat kalian, apa yang bisa ku bantu?, bahkan Queen mu yang merupakan adikku saja tidak percaya padaku" lirih Gean memandang lekat wajah Shania yang penuh pengharapan
"aku percaya padamu, walau kau bukan seperti kami yang biasa dengan darah dan senjata, tapi aku percaya kau dan orang orang mu pasti bisa membantu kami. aku tidak tahu lagi harus bagaimana, ini merupakan masa terberat dalam masa hidup kami," ungkap Shania tertunduk sedih, dia begitu khawatir akan nasib black rose dan Queen nya
"bodoh, kau kira aku akan diam saja melihat kalian bertaruh nyawa, aku sudah menyiapkan bekas anggota kami dulu, mereka sudah siap kapanpun jika dibutuhkan, walau tidak bisa membantu banyak tapi setidak nya dapat mengecoh musuh walau sebentar" kata Gean dan Shania langsung membalas pelukan Gean
"terimakasih, terimakasih perjaka tua. dan maafkan kebodohanku yang lalu, aku aku menyesal" ungkap Shania menyembunyikan kepala nya didada Gean
"sudahlah, aku juga salah telah bersikap kasar padamu" balas Gean pula
Gean melepaskan pelukan nya dan Shania langsung memalingkan wajah nya yang memerah malu, karena untuk pertama kali dihidup nya dia mendapatkan pelukan manis dari seorang pria, dan bahkan pria tersebut adalah pria yang sudah ada didalam hati nya
" Hei, kenapa wajah mu merah he?" goda Gean dengan senyum manis nya
"kau, menyebalkan" kata Shania langsung mengalihkan tubuh nya memandang jendela mobil dengan wajah yang semakin merah membuat Gean bertambah gemas
"ternyata kau bisa bersikap manis juga ya" kata Gean terkekeh lucu
"diam" dengus Shania dengan bibir yang mengerucut dan terlihat seksi Dimata Gean
"jangan begitu, akan ku cium kau nanti" kata Gean semakin menggoda
Shania langsung kembali menghadap Gean
"apa rasa nya dicium?" tanya Shania langsung membuat Gean tersedak udara
"ha, pertanyaan apa itu. jangan bilang kau belum pernah berciuman?" tanya Gean kaget
Shania langsung menggelengkan kepala nya membuat Gean langsung terpelongo
'ya Tuhan, ternyata bukan aku saja yang belum pernah' kekeh Gean dalam hati
__ADS_1
"apa kau bisa mencium ku, aku ingin merasakan seperti apa rasa nya, aku lihat Queen dan tuan Cris sering melakukan nya" kata Shania lagi membuat Gean langsung meringis
"kau itu bodoh atau polos ha?" tanya Gean tidak habis fikir
"aku kan hanya ingin tahu" jawab Shania
"berapa usia mu?" tanya Gean lagi
"23 tahun" jawab Shania
"23 tahun dan kau malah bertanya seperti anak kecil yang tidak pernah melihat itu."ucap Gean heran
"hah, bagaimana aku bisa tahu, hidup ku sedari kecil dihabiskan dengan bekerja dijalanan, setelah bertemu Queen juga harus berlatih dan menjalankan misi setiap waktu, bagaimana cara nya aku bisa sempat memikirkan itu" balas Shania membuat Gean menggelengkan kepala nya heran.
"aku kira mafia seperti kalian, bebas melakukan apapun, apalagi dijamin sekarang" gumam Gean
"kau bilang apa?" tanya Shania
"tidak ada" jawab Gean cepat
"ayolah, sekarang tunjukan aku bagaimana cara nya, aku sangat penasaran" pinta Shania dengan memegang lengan Gean yang mulai menjauh
"kau gila ya meminta itu" kata Gean ngeri
"kenapa, atau jangan bilang kau juga belum pernah melakukan nya?" tanya Shania menatap curiga Gean
"e enak saja, aku sudah berpengalaman" jawab Gean terbata dan Shania langsung tersenyum devil
"kau berbohong ya" kali ini Shania yang menggoda Gean membuat pria itu salah tingkah
"ti tidak" jawab Gean cepat
"kalau begitu ayo cium aku" pinta Shania lagi dengan mendekatkan wajah nya kewajah Gean yang semakin kaku
"kau, kau benar benar gila wanita jadi jadian" teriak Gean membuat Shania semakin ingin menggoda nya
"ayolah perjaka tua, aku ingin merasakan nya" pinta Shania dengan wajah memelas
"tidak"
"ayolah"
"tidak" teriak Gean dengan wajah frustasi, bukan nya tidak ingin, tapi kini jantung nya yang sudah hampir copot karena kegilaan Shania
Shania yang melihat Gean gugup langsung mendekatkan wajah nya dan
cup
mata Gean terbelalak sempurna, tubuh nya kaku bagai patung, jantung nya seakan berhenti berdetak begitu pula dengan Shania yang langsung merona seperti udang rebus.
"wah begitu ya rasa nya, lumayan" ucap nya tanpa menghiraukan wajah Gean yang memerah dan mencoba mengembalikan nafas nya
"Hei, kenapa kau diam, ayo pulang. Queen pasti mencari kita" kata Shania lagi dan dengan bodoh nya Gean hanya mengangguk dan langsung menjalankan mobil nya
"jangan bilang pada Queen jika aku memberitahukan semua ini ya" pinta Shania dan lagi lagi Gean hanya mengangguk bodoh membuat Shania mengulum senyum nya dan memalingkan wajah nya keluar jendela
'dasar perjaka tua bodoh.' gumam Shania dalam hati. Dia hanya menggoda Gean dengan berpura pura tidak tahu berciuman hanya untuk mencari tahu tentang hati laki laki itu, dan ternyata benar, Gean memang tidak pernah berhubungan dengan wanita dan tentu saja Shania senang akan itu meskipun harus menjatuhkan harga diri nya
__ADS_1