Oh My Lady

Oh My Lady
Masih diMansion Black rose


__ADS_3

Setelah dirasa cukup puas dan lelah, Cristian pun duduk disalah satu kursi yang telah disediakan oleh anggota black rose untuk nya dan juga Queen rose.


Cristian masih duduk sembari memperhatikan para anggota black rose yang masih berlatih tanpa mengenal lelah. Benar benar luar biasa.


Bahkan matahari sudah mulai meredup sinar nya, menandakan bahwa hari sudah mulai menjelang sore.


"mereka berlatih tanpa henti, kau cukup keras melatih mereka" kata Cristian sembari menatap kelapangan tempat pelatihan adu tembak.


"mereka harus menjadi yang terkuat dari yang kuat. Bayaran mereka tidak murah" jawab Queen rose yang duduk disebelah nya


"ya tentu saja karena taruhan nya nyawa" timpal Cristian pula


Queen rose hanya terdiam sembari melirik sedikit kearah Shania yang memperhatikan nya dari jauh


"ah, aku jadi melupakan niat ku karena terlalu asyik ditempat ini" ungkap Cristian tiba tiba membuat Queen rose menatap kearah nya


"aku harus pergi sekarang, aku tak bisa berlama lama disini" kata Cristian lagi


"kau baru bisa pergi malam nanti. Anak buah ku akan mengantar mu" ucap Queen rose


"kenapa harus menunggu malam nanti?" tanya Cristian pula


"keadaan mu harus benar benar pulih tuan El, racun ditubuh mu bukan sekedar racun biasa. Brain akan menyuntikan serum sekali lagi ketubuh mu sebagai antibody untuk memperkuat daya tahan tubuh mu" jelas nya menatap Cristian yang terlihat tak mengerti


"aku sudah merasa cukup kuat Queen. Kau tak bisa menahan ku lebih lama disini" kata Cristian lagi


Queen rose menghela nafas nya sejenak


"kau terlalu keras kepala. Kau tak mengerti keadaan mu sendiri. Aku yakin tubuh mu masih merasa nyeri bukan?" tanya Queen rose tajam membuat Cristian terdiam karena sesungguh nya memang dibagian sendi sendi nya masih terasa nyeri dan sakit.


"tenang lah, orang ku sudah memberi tahu keadaan mu pada kakak ipar mu itu. Kau tak perlu khawatir" kata Queen rose lagi


"aku hanya mengkhawatirkan istri ku. Dia pasti bertanya mengapa aku tak mengabari nya sama sekali. bahkan kau tak ingin meminjamkan ku ponsel" ungkap nya membuat Queen rose menoleh kearah lain dengan sebuah senyum tipis yang tak diketahui oleh pria itu


"apa kau begitu mencintai nya?" tanya Queen rose tiba tiba


"tentu saja. Dia istriku" jawab Cristian yakin


"walaupun dia bisu dan tak bisa berbuat apapun?" tanya Queen rose lagi membuat Cristian mengernyitkan dahi nya


"ya, walau dia tak seperti wanita lain, tapi aku mencintai kekurangan nya itu. Dia mampu membuat ku selalu merasa tenang dan nyaman. Dia tempat ku berpulang, itu sudah cukup, aku tak berharap dia bisa melakukan sesuatu, karena itu adalah tugas seorang lelaki untuk melindungi wanita bukan" ungkap nya serius dan langsung menoleh kearah Queen rose yang menatap nya penuh arti


"dia sungguh wanita yang beruntung karena dicintai oleh lelaki seperti mu" kata Queen rose lagi


"tidak, akulah yang beruntung bisa mendapatkan wanita seperti nya. Dia begitu baik dan tulus meski aku pernah menyakiti hati dan fisik nya, dia begitu lemah lembut menghadapi sikapku yang egois, dan aku beruntung mendapatkan cinta dari nya meski tanpa sebuah ungkapan" ungkap Cristian lagi, dan tanpa dia tahu Queen rose berpaling untuk menyembunyikan mata nya yang tengah berkaca kaca.


'semoga kau tak kecewa jika mengetahui yang sebenar nya suatu saat nanti Cris' batin Queen rose


'entah mengapa, hatiku merasa ada didekat Angel, ada apa sebenar nya' batin Cristian pula.


Mereka terdiam cukup lama dengan batin masing masing yang saling berbicara. Hingga tak lama kemudian Cristian membuka suara nya.

__ADS_1


"boleh kah aku bertanya sesuatu?" tanya Cristian hati hati


"ya" jawab Queen rose singkat


"kenapa kau selalu menolong ku, sebenar nya apa tujuan mu?" tanya Cristian serius


Queen rose terlihat menghembuskan nafas nya dengan kasar


"tidak ada. Aku hanya suka menolong orang yang kesusahan" jawab nya singkat


"mustahil" jawab Cristian membuat Queen rose terkekeh pelan namun terkesan dingin


"aku hanya membalas budi seseorang" jawab nya lagi membuat Cristian semakin tak mengerti


"siapa?" tanya Cristian


"istrimu" jawab Queen rose singkat


"Angel?"


"ya"


"ada apa dengan nya, maksud ku ada apa dengan kalian?" tanya Cristian semakin penasaran


"istrimu pernah menolongku saat aku tengah terluka, jadi aku hanya berniat membalas budi nya dengan membantu kalian" jawab nya tanpa mau menatap kearah Cristian


"benarkah begitu?" tanya Cristian masih tak yakin


"aku hanya merasa tak yakin dengan jawaban mu." jawab Cristian pelan


"aku tidak minta kau untuk mempercayaiku" jawab nya acuh


"kau jangan terlalu menyeramkan Queen, apa kau tidak ingin hidup seperti orang lain, menikah dan mempunyai keluarga" tanya Cristian lagi membuat Queen rose langsung menoleh kearah nya


"apa perdulimu?" tanya Queen rose terlihat ketus


"aku hanya mengingatkan mu. Jika kau selalu menyeramkan seperti ini bagaimana ada orang yang mau dengan mu" ucap Cristian lagi tanpa tahu wajah sang Queen mafia sudah berubah dingin


"kau fikir aku masih sendiri dan belum mempunyai pasangan?" tanya Queen rose kembali membuat Cristian langsung terhenyak


"ah, jadi kau sudah memiliki kekasih? Laki laki bodoh mana yang mau dengan wanita menyeramkan sepertimu?" tanya Cristian spontan membuat Queen rose tersedak ludah nya sendiri dan Shania yang berada tak jauh dari mereka langsung mengulum senyum nya.


"kau mau mati ha?" tanya Queen rose sembari mengeluarkan pistol dari pinggang nya membuat Cristian langsung gelagapan


"eh, hehe. Ampun Queen , aku hanya bercanda. Oh ayolah, kau benar benar seperti malaikat pencabut nyawa sekarang" ungkap nya lagi membuat Queen rose semakin meradang dan Shania sudah hampir melepaskan tawa nya


"tuan El, aku sudah lama tak membunuh orang, kau mau aku melubangi bagian tubuh mu yang mana hm?" tanya nya datar dan tajam dengan pucuk pistol sudah mengarah tepat kedahi Cristian membuat wajah pria itu langsung memucat


Dia langsung menelan saliva nya yang terasa mencekat ditenggorokan nya, kedua tangan nya lantas terangkat keatas dan mata nya melirik kesekeliling dimana orang orang masih asik dengan kegiatan mereka.


"oh, Queen , oke oke. Aku masih ingin hidup. Kau menahan ku disini untuk mengobati ku bukan, oh ayolah turun kan pistol mu ini" pinta Cristian gemetaran

__ADS_1


"bahkan tak kan ada yang tahu jika aku membunuh mu disini" ungkap Queen rose dengan seringaian nya


"kau sudah gila, istri ku akan jadi janda muda jika aku mati" ucap nya kesal dengan wajah yang memucat membuat Queen rose tersenyum sinis


"jika kau mati aku akan mencarikan ganti nya untuk mu. Pria penakut seperti mu tak pantas untuk nya " jawab Queen rose membuat Cristian semakin kesal


"hei, siapapun akan takut jika berada didekat mu. Kau terlihat menyeramkan, dan beruntungnya aku Angel ku bukan dirimu" ucap Cristian cepat membuat Queen rose langsung terbelalak kesal dan..


Dor


Cristian langsung memejamkan mata nya, dengan jantung yang terasa berhenti berdetak. Namun sedetik kemudian dia tersadar dan membuka perlahan mata nya karena tak merasakan apapun .


"jika bukan mengingat istrimu, sudah kulubangi kepala mu itu" dengus Queen rose dan langsung pergi meninggalkan Cristian yang masih mengusap usap dada nya


"dasar wanita gila. Astaga, entah keberuntungan atau kesialan aku bisa bertemu dengan wanita menyeramkan seperti itu" kata Cristian yang masih mengatur nafas nya yang tiba tiba terasa sesak


..


Ditempat lain...


Gean dan Erick sedang berada diperjalanan pulang dari perusahaan Medrict. Hari sudah mulai sore. Mereka berdua berniat untuk pergi ke mansion black rose setelah dari rumah Cristian untuk melihat Angel terlebih dahulu.


Namun ditengah perjalanan Erick menghentikan mobil nya secara mendadak membuat Gean terkejut.


Terlihat didepan mereka sebuah mobil yang berhenti menghalangi perjalanan mereka. Erick dan Gean langsung dengan sigap mengambil senjata mereka masing masing.


Namun mereka terlihat saling pandang setelah melihat orang orang yang keluar dari mobil itu dengan menggunakan topeng yang menutupi sebagian wajah mereka.


Seorang pria mengetuk pintu mobil itu membuat Erick membuka kaca nya.


"selamat malam tuan tuan, atas perintah Queen rose saya akan menjemput anda berdua kemansion black rose" ucap pria yang tak lain adalah Jorge , orang kepercayaan Queen rose


"benarkah?" tanya Erick sembari melirik kearah Gean


"ya, dia memang anggota black rose, aku pernah melihat nya" Kata Gean menjawab keraguan Erick


"tapi aku harus kembali kerumah dahulu untuk memberitahu adik ku tuan" kata Gean pada Jorge


"tidak perlu tuan. Nona sudah kami beritahu. Beberapa anggota black rose yang lain juga sudah berjaga disana. Anda tak perlu khawatir. Sebaik nya kita langsung pergi. Ada tugas penting untuk kalian setelah ini. Mari ikuti kami" ungkap Jorge dan langsung berjalan kembali kemobil nya meninggalkan Gean dan juga Erick yang masih dalam mode bingung.


"bagaimana tuan?" tanya Erick lagi


"kita ikuti saja, kita juga harus tahu kondisi Cristian. Aku yakin Angel pasti baik baik saja jika pak Chen tak ada menghubungi kita" ungkap Gean. Erick pun menganggukan kepala nya dan mulai mengemudikan mobil nya mengikuti mobil Jorge.


Dan tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang menatap mereka dari kejauhan dengan senyuman yang penuh arti.


..


*jangan lupa like dan komen kalian ya readers


mohon bantuan dan masukan nya*

__ADS_1


__ADS_2