
Seminggu sudah hari hari yang dijalani Angel terasa berbeda semenjak perlakuan Cristian yang berbeda pada nya.
Semenjak malam itu pria yang berstatus sebagai suami itu berlaku lebih lembut dan hangat. Tidak ada lagi bentakan dan teriakan dari nada bicara nya.
Tidak ada lagi nada dingin dan datar, hanya senyum manis nan hangat yang didapat nya ketika Cristian berada dirumah. Hal itu tentu saja membuat Angel merasa aneh namun tak menutup diri bahwa sesungguh nya dia merasa begitu bahagia.
..
Pagi ini Angel bersama dengan Cristian dan juga Gean sedang sarapan bersama. Seperti biasa Angel selalu melayani Cristian layak nya suami istri pada umum nya.
"terima kasih" ucap Cristian dengan senyuman nya setelah mendapatkan porsi sarapan nya dari gadis itu.
Angel hanya mengangguk dengan senyum nya yang manis membuat Gean menghembuskan nafas nya dengan kasar. Antara senang melihat kemajuan hubungan mereka, namun juga ada sedikit rasa sedih karena masih harus menyembunyikan status mereka dari Cristian.
Angel yang menyadari tentang kegundahan kakak nya hanya bisa terdiam. Dia pun segera menyiapkan sarapan untuk Gean juga karena melihat kakak nya itu hanya terdiam sedari tadi.
Melihat perlakuan Angel tentu saja membuat Gean senang bukan kepalang. Ternyata adik nya mengerti bahwa sebenar nya dia juga merasa ingin diperhatikan seperti layak nya seorang kakak.
"ah, terima kasih nona" kata Gean dengan semangat membuat Cristian berdecak kesal
"hei, kau hanya perlu melayani ku" ketus Cristian menatap Angel yang tengah tersenyum sembari menyiapkan sarapan nya sendiri
"oh ayolah tuan, hanya sekali" jawab Gean sembari melirik Angel
"diam lah, biasa kau juga ambil sendiri tanpa perlu diambilkan!" seru nya lagi sembari meletakan sendok nya dan menyudahi makan nya
melihat itu Angel langsung melirik nya dengan heran.
"dasar cemburuan" gumam Gean sembari terus mengunyah makanan nya
Angel menatap Cristian seolah bertanya mengapa tidak dimakan. Namun pria itu hanya melengos kesal
'astaga kekanakan sekali' batin Angel
Gadis itupun segera menarik piring makan Cristian dan menyuapkan isi nya pada suami manja nya itu.
Melihat itu Cristian tersenyum senang sembari melirik Gean dengan wajah angkuh nya membuat pria itu memutar bola mata nya malas
Angel hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan suami nya yang jauh dari kata dingin dan datar.
Yang ada hanya manja dan cemburuan, entah bagaimana jika nanti dia mengetahui bahwa Gean adalah kakak ipar nya sendiri.
Setelah beberapa saat drama sarapan pagi itupun selesai. Angel masih dengan setia mengantar Cristian kemobil nya untuk pergi keperusahaan nya.
cup
satu kecupan singkat dibibir ranum gadis itu yang selalu didapat nya selama seminggu ini. Sudah menjadi kebiasaan baru bagi Cristian. Bahkan pria itu tidak lagi memperdulikan ekspresi Gean yang selalu melihat kelakuan nya dengan perasaan jengah.
'lihatlah, dia sudah jatuh pada pesona rossyku' batin Gean yang kini sudah duduk didalam mobil menunggu drama perpisahan antara Cristian dan juga Angel.
"malam nanti aku akan menjemputmu , kita makan malam diluar" kata Cristian membuat Angel terdiam sesaat
"kau tidak mau ?" tanya nya lagi ketika melihat Angel hanya terdiam seolah memikirkan sesuatu
Angel pun langsung tersadar dan segera menganggukan kepala nya sembari memberikan senyum nya seperti biasa.
"yasudah, sampai jumpa nanti malam" kata Cristian sembari mengusap pelan pucuk kepala gadis itu
Angel pun lagi lagi hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah Cristian dan Gean pergi dia masuk kedalam rumah kembali dan menghubungi seseorang diseberang sana.
..
Sementara didalam mobil kedua pria itu tengah saling sindir menyindir.
"dasar bucin!" ucap Gean yang kini fokus pada kemudi nya
"ck, diam lah. apa salah nya aku bersikap manis pada nya. kau yang menyuruhku untuk berdamai dengan takdir kan. lalu kenapa sekarang kau yang sewot" balas Cristian juga tak kalah sebal nya
"itu karena kau selalu saja cemburu padaku" ketus Gean
"hei, aku tidak cemburu!" seru Cristian tetap tidak mau kalah
__ADS_1
"lalu apa nama nya?" tanya Gean jengah
"aku hanya tak suka perhatian nya terbagi!" jawab Cristian membuat Gean mencebik kesal
"wajar saja lah , aku kan kakak....." ucapan Gean langsung terhenti setelah dia menyadari ucapan nya, membuat Cristian langsung menatap nya bingung
"maksud ku, aku kan kakak mu, wajar kalau dia menghormati ku juga dengan memberi sedikit perhatian" elak Gean sembari membuang nafas nya karena hampir saja keceplosan
"ck, tapi tetap saja berbeda!" kata Cristian masih kesal
'haiss anak ini' batin Gean kesal
"baiklah, aku akan mencarikan tempat paling romantis untuk kau makan malam nanti" kata Gean membuat wajah Cristian berubah sumringah
"benarkah?" tanya nya tak percaya
"iya!" jawab nya singkat
"oh, itu sangat membantu" kata Cristian membuat Gean memutar bola mata nya malas
"ya dan imbalan nya buatkan aku satu keponakan yang lucu!" kata Gean membuat Cristian berdecak
"ck, kau kira seenak berbicara membuat anak. dari pada kau terus meminta keponakan padaku lebih baik kau yang mencari istri. Lihatlah umur mu sudah hampir bau tanah!" ejek Cristian membuat Gean menatap nya tajam dan tentu saja itu membuat Cristian terkekeh
"haha, aku bercanda. umur mu sudah sangat matang. jangan hanya memikirkan aku tapi pikirkan masa depan mu juga!" kata Cristian membuat Gean menghela nafas
"aku belum memikirkan itu. biarlah takdir yang akan menjawab nya" jawab Gean malas
"ck, kau ini.!"
Hingga tak terasa mereka pun tiba dilobi perusahaan berlogo Medrict itu.
Cristian pun melangkah kan kaki nya dengan gagah dan penuh semangat. Lagi lagi para karyawan nya digedung itu menatap nya heran melihat tampang bos dingin nya sudah mulai berubah menjadi hangat.
..
Tampak wajah semangat Cristian hari ini, seakan ingin cepat waktu berlalu. Bahkan karena semangat nya dia sampai melewatkan waktu makan siang nya agar pekerjaan nya cepat terselesaikan kan. Bayang bayang wajah cantik istri nya sudah menghantui nya membuat ia ingin segera pulang dan makan malam romantis seperti yang ada dibenak nya.
Hal itu tentu saja membuat Gean heran, bahkan dia sampai membawa makan siang keruang kerja pria itu mengingat selama ini Cristian jarang sekali mau makan didalam ruangan nya.
..
Tak terasa hari sudah beranjak sore. Matahari di langit jingga kota Buenas Aries sudah mulai tenggelam.
Cristian dan Gean sudah diperjalanan pulang untuk menjemput Angel setelah sebelum nya pria itu membersihkan diri diruang kerja nya terlebih dahulu.
"kau sungguh sangat tidak sabar!" ejek Gean
"ck, diamlah!" jawab Cristian
Mereka pun tiba dirumah dengan Angel yang sudah berdiri didepan pintu menyambut Cristian.
Sesaat Cristian terpaku melihat penampilan istri nya, terlihat anggun dengan gaun bewarna maroon panjang tanpa lengan, rambut disanggul sedikit menyisakan anak rambut dibagian depan dengan riasan wajah natural.
"beautiful!" seru Gean membuat Angel tersenyum manis dan tentu saja Cristian langsung menatap nya penuh ancaman, membuat Gean langsung tertawa geli.
"ayo kita pergi!" kata Cristian langsung menarik pelan tangan istri nya.
Angel memandang kearah Gean sejenak, terlihat pria itu mengangguk dan tersenyum.
..
Cristian pergi dengan diantar oleh Erick karena perintah dari Gean. Entah mengapa pria itu terlihat sedikit cemas jika Cristian membawa mobil sendiri.
Didalam perjalanan mereka hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun .
Cristian yang memang dasar nya pendiam dan dingin sekarang seolah semakin tidak bisa mengeluarkan suara nya. Antara gugup dan canggung. Antara gengsi dan hati yang ingin selalu melihat senyum wanita nya. Sedangkan Angel terdiam dengan fikiran nya sendiri.
..
Beberapa saat kemudian mereka tiba disebuah restauran mewah dengan furniture eropa yang kental.
Satu ruangan vvip telah dipesan Gean khusus untuk Cristian.
__ADS_1
Cristian menggenggam lembut tangan Angel mengiringi langkah mereka memasuki runganan itu.
Mata Angel dengan tajam meneliti semua sudut restauran itu. Sebuah panggung musical yang sedang mengalunkan lagu romantis berada disudut ruangan, meja makan romantis dengan lilin dan bunga mawar telah menghiasi meja nya juga beberapa pelayan telah berdiri menunggu mereka .
Cristian menarik kursi untuk Angel duduk, melihat itu Angel hanya tersenyum dengan manis meski hati nya sudah bergemuruh hebat.
Setelah beberapa saat pesanan mereka tiba, dengan santai dan diam mereka menikmati makanan itu dengan sesekali saling pandang dan melempar senyum
Cristian yang baru pertama kali merasakan hal seperti ini terasa sangat bahagia. Mungkin berdamai dengan takdir memang hal yang jauh lebih baik.
Setelah selesai makan, Cristian bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Angel. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya, membuat Angel mengernyitkan dahi nya.
Sebuah kotak kecil bewarna donker yang berisi sebuah kalung berlian bermata intan sederhana namun terkesan mewah.
"hadiah untuk mu!" ucap nya singkat karena tak tahu harus berkata apa.
Angel hanya tersenyum singkat saat Cristian memakai kan kalung itu dileher jenjang nya, namun mata nya menatap tajam lurus kearah depan.
dorr
brakk
Suara tembakan langsung melesat kearah mereka namun Angel langsung berbalik dan menabrak tubuh Cristian hingga mereka sama sama terjatuh dilantai dengan posisi tubuh Angel berada diatas pria itu.
Melihat itu Cristian pun terkejut bukan main, peluru itu melesat dan memecahkan vas bunga dimeja sebelah.
Beberapa orang keluar hendak menyerang mereka namun pasukan bertopeng pun keluar dengan jumlah tak kalah banyak.
Angel langsung bangun dari atas tubuh Cristian, dan pria itu langsung membawa Angel bersembunyi disebalik meja yang sudah terguling akibat serangan musuh dan beberapa orang bertopeng yang dipimpin oleh seorang wanita.
"siapa mereka, kenapa mereka menyerang kita, dan itu, bukan kah itu black rose?" tanya Cristian heran dan segera menghubungi Gean karena Erick sudah ada disana membantu menyerang musuh yang hendak mencelakai mereka.
Terlihat wajah Cristian menegang menyaksikan pertumpahan darah itu, sedangkan Angel hanya duduk santai disamping pria itu dengan ekspresi datar . Sebelah tangan nya masih digenggam erat oleh Cristian.
Suara tembakan dan pukulan memenuhi ruangan itu, terlihat jelas pasukan bertopeng memberantas habis secara brutal orang orang yang hendak mencelakai Angel dan juga Cristian.
"kau tak apa kan?" tanya Cristian dengan wajah khawatir. Angel pun hanya menggeleng dan tersenyum menenangkan Cristian yang masih dengan mode panik.
duar duar duar
beberapa tembakan diarahkan musuh kearah dimana Cristian dan Angel bersembunyi.
Cristian pun langsung memeluk tubuh Angel agar terhindar dari peluru , hal itu tentu saja membuat Angel merasa terharu dan berdesir hangat.
duar duar
dua orang yang hendak mendekat kearah mereka ditembak mati oleh seorang wanita bertopeng.
Angel tersenyum dengan seringai nya menatap wanita itu saat Cristian masih mendekap nya erat.
Tak berselang lama suara tembakan mulai mereda. Cristian melepaskan pelukan nya dan melihat banyak orang bergelimpangan tak bernyawa yang di bereskan oleh pasukan bertopeng itu.
"tuan anda tidak apa apa?" tanya Erick yang berlari memastikan keadaan Cristian
"tidak apa apa, siapa mereka ? mengapa mau mencelakai kami?" tanya Cristian yang masih mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan yang kini sudah dipenuhi oleh darah dan mayat
"akan saya selidiki tuan!" jawab Erick
Seorang wanita berjalan mendekati mereka dan melemparkan setangkai mawar hitam pada Cristian dan segera berlalu setelah menatap sekilas ke arah Angel membuat Erick mengernyitkan alis nya
"hei, terimakasih!" seru Cristian
"lagi lagi blackrose" gumam nya kemudian
dan tidak lama kemudian datang lah Gean dengan tegesa gesa bersama beberapa bodyguard mereka
"hei, ada apa ini, kalian baik baik saja??" tanya Gean cemas sembari memperhatikan ruangan itu dan juga Angel bersama Cristian bergantian
"ada yang menyerang kami, dan lagi black rose yang datang menolong" jawab Cristian sembari menyerahkan bunga mawar itu pada Gean.
"Erick cari tahu" perintah Gean menatap Erick
"siap tuan!" jawab Erick lugas
__ADS_1
setelah menenangkan diri mereka semua keluar dan pergi meninggalkan tempat itu.