Oh My Lady

Oh My Lady
Klan Hiyuga


__ADS_3

Seminggu sudah Cristian dirawat dimarkas kesehatan black rose. Keadaan nya sudah mulai pulih, luka nya juga sudah mulai tertutup. Angel masih dengan setia berada disamping suami nya siang dan malam. Dia hanya diperbolehkan Cristian keluar untuk menemui Gean saja, selebih nya Shania yang mengurus semua nya.


Bahkan sampai sekarang Angel belum menemui Aron yang disekap oleh Jorge dimarkas mereka yang lain.


Kini Angel tengah berbaring disamping Cristian sembari memejamkan mata nya karena usapan lembut tangan Cristian diperut nya. Angel harus bersyukur karena kehamilan nya tidak seperti wanita pada umum nya yang mengalami morning sickness atau mengidam sesuatu. Dan tentu saja itu sangat menguntungkan nya disaat saat seperti ini.


Cristian terbaring menghadap kearah Angel, dengan tangan nya yang tidak pernah bosan mengusap perut Angel yang masih rata. Usia kehamilan nya baru menginjak lima Minggu.


Ditatap nya wajah cantik itu dengan lekat, sesekali sebuah kecupan hangat mendarat di wajah Angel yang telah terpejam dengan nyaman.


'entah kenapa aku masih meragukan cintamu baby, aku merasa kau bertahan hanya karena ada anakku didalam rahim mu, tapi walaupun begitu aku sangat bersyukur karena untuk saat ini kau lebih memilihku dibanding Kenzo yang memiliki segala nya, bahkan cintanya juga mungkin lebih besar dariku. Tapi satu yang kupastikan, kau tidak akan pernah menyesal karena telah memilihku' batin Cristian dalam hati.


..


Diruangan Gean


"Kau kan sudah bisa makan sendiri, bahkan seharus nya sudah bisa berlari, lalu kenapa masih saja menyusahkan aku" ketus Shania meletakan sebuah kotak makanan dimeja nakas samping tempat tidur Gean dengan kasar.


"Itukan sudah tugas mu, apa kau tidak mendengar perintah Queen mu untuk selalu menjaga ku" jawab Gean santai membuat Shania mendengus kesal


"Itu kan kemarin saat kau masih belum pulih, sekarang kau sudah sembuh, jadi jangan manja dasar perjaka tua" menatap kesal kepada Gean


"CK, sudahlah, cepat suapi aku, aku sudah lapar" ucap Gean ketus.


"Kau kira aku pelayanmu, makan saja sendiri" kata Shania memalingkan wajah nya dengan kedua tangan dilipat didada.


Gean menahan tawa saat melihat wajah kesal Shania, entahlah, seminggu ini dia sungguh menikmati waktu waktu bersama gadis tomboi itu.


"Cepatlah, kau mau aku melaporkan ini pada Queen mu" ancam Gean membuat Shania berdecak kesal


"Selalu saja itu senjata mu" ketus Shania. Namun dia malah mendekat dan mengambil kotak makanan itu dan duduk disamping Gean.

__ADS_1


Gean tersenyum licik karena selalu bisa mengancam Shania dengan membawa nama Angel. Dan itu menjadi penghibur hati nya sekarang


Shania menyuapi Gean makan dengan sesekali digoda oleh Gean hingga membuat wajah gadis itu merona.


'tunggu pembalasanku' batin Shania dalam hati


Tak berapa lama, terdengar pintu diketuk dan masuklah Jorge bersama dua orang lain nya. Shania yang mendapat kode dari Jorge langsung mengangguk dan menyudahi pekerjaan nya.


"Ada apa?" Tanya Gean heran


"Tidak ada, aku harus pergi. Kau akan ditemani oleh perawat lain setelah ini. Kau takut jika sendirian bukan" ejek Shania


"Enak saja. Kau kira aku anak kecil" dengus Gean


"Umur mu saja yang tua, tapi tingkahmu seperti anak kecil" kata Shania


"mulut mu benar benar tajam. tidak perlu menyuruh orang lain. aku akan pergi keruangan Cristian setelah ini" jawab Gean


"itu karena kau wanita jadi jadian yang selalu saja emosian jika melihat manusia" ejek Gean


"hanya manusia seperti mu"


"Sudahlah aku harus pergi, jika Queen bertanya bilang saja aku pergi bersama Jorge untuk membasmi hama diladang" jawab Shania yang langsung berlalu meninggalkan Gean


"Alasan macam apa itu" gumam Gean kesal


..


Ditempat lain..


"Bagaimana Ed, kau sudah menyelidiki nya?" Tanya Kenzo yang saat ini tengah duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


"Sudah tuan, mereka adalah orang orang dari klan Hiyuga, beberapa waktu yang lalu salah satu markas black rose juga sudah mereka hancurkan. Kini klan itu dipimpin oleh keturunan lelaki nya yang bernama Kazume. Mereka berniat untuk membalas dendam pada black rose karena pemimpin terdahulu mereka tewas akibat serangan itu" jelas Edward .


Kenzo terdiam dengan wajah datar dan dingin nya. Tatapan mata nya seketika berubah tajam.


"Apa black rose tahu jika klan Hiyuga sudah mulai melancarkan aksi pembalasan nya?" Tanya Kenzo


"Seperti nya sudah tuan, karena mata mata kita berkata bahwa Jorge sudah memperketat penjagaan diwilayah selatan kota ini, tempat dimana beberapa markas mereka berada. Beberapa hari yang lalu juga markas gudang senjata mereka hendak diserang kembali, tetapi karena Jorge sudah mempersiapkan penjagaan dengan matang, mereka gagal mengakuisisi gudang senjata itu" jelas Edward lagi


"Seperti nya kita juga harus turun tangan Ed" kata Kenzo membuat Edward mengernyitkan dahi nya


"Apa kita akan membantu mereka tuan?" Tanya Edward ragu


"Ya, musuh kali ini ada karena ulah orang tua ku. Dan aku tidak bisa membiarkan Queen rose berjuang sendiri, apalagi aku tahu bahwa CEO kayu itu tidak bisa berbuat banyak" kata Kenzo dengan nada yang terlihat kesal.


'apa tidak ada kata yang lebih bagus dari itu' Edward terlihat mengulum senyum mendengar kata CEO kayu .


"Tapi Queen sudah melepaskan anda tuan, apa kita masih tetap harus membantu nya. Bukan kah itu bukan tanggung jawab Anda lagi?" Tanya Edward yang kurang suka jika king nya masih terus berhubungan dengan ratu mafia itu, dia tahu Kenzo terpuruk karena wanita itu, bahkan dia yang harus repot pulang pergi Newyork ke kota buenos aries demi untuk menghandle perusahaan pusat yang kacau karena Kenzo tidak fokus pada pekerjaan nya.


"Aku tahu. Aku ingin pergi sejauh mungkin agar tidak lagi melihat mereka. Tapi entah kenapa otak dan hati ku tidak sejalan. Kau tahu ini begitu berat Ed. Apalagi mendengar dia tengah mengandung anak pria itu, ingin rasa nya aku membunuh mereka semua" kata Kenzo dingin , dia menatap keluar dinding kaca ruangan nya. Sungguh hati nya benar benar remuk sekarang, ingin pergi, tapi hati nya masih belum sanggup untuk meninggalkan kota dimana wanita yang dicintai nya berada. Bahkan dia tidak lagi menghiraukan perusahaan pusat dan orang tua nya.


Edward menatap iba king nya.


"Saya memang tidak mengerti apa yang anda rasakan tuan, tapi mohon maaf jika saya lancang, saya harap ini adalah pertarungan terakhir anda untuk Queen rose, saya akan mengerahkan semua anggota kita untuk memusnahkan mereka. Tapi setelah itu, saya mohon agar anda kembali kenegara kita dan melepaskan perasaan anda. Meski tidak mudah, tapi saya yakin Tuhan memiliki pengganti yang lain" kata Edward membuat Kenzo menghela nafas nya dengan berat


"Ya, kita lihat saja nanti" jawab Kenzo datar.


Kali ini Edward yang menghela nafas nya, dia tahu pasti berat untuk king nya melepaskan cinta nya, mengingat perjuangan mereka yang tidak mudah.


..


..

__ADS_1


jangan lupa like and coment nya guys 😊


__ADS_2