Oh My Lady

Oh My Lady
Cristian pulih


__ADS_3

Selang beberapa menit Queen rose keluar dari ruangan itu, beberapa orang dengan seragam pelayan masuk dengan membawa troli makanan.


Mereka menata rapi makanan itu disamping tempat tidur dimana Cristian berbaring tepat nya diatas meja nakas.


Berbagai jenis makanan mewah nan lezat langsung membuat perut pria tampan itu bersorak riang.


"silahkan dinikmati tuan, Queen menyuruh anda untuk menghabiskan semua makanan ini" ucap seorang wanita paruh baya dengan sedikit menundukan kepala nya dihadapan Cristian


"apa, bagaimana mungkin aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini. Yang benar saja" ucap Cristian tak habis fikir dengan titah Queen rose mereka


"Queen bilang jika anda tidak menghabiskan nya maka kepala anda akan berlubang tuan" ucap kepala pelayan itu kembali membuat Cristian langsung bergidik ngeri sekaligus kesal


"oh astaga, dia ingin membunuh ku secara tidak langsung" dengus nya


"silahkan dinikmati tuan , kami permisi dulu. Kami akan kembali lagi nanti" kata pelayan itu


Cristian pun hanya menganggukkan kepala nya.


Setelah para pelayan itu keluar Cristian langsung bergerak menghadap kemeja makanan itu.


Dia mulai menyantap makanan nya dengan lahap, berhubung memang dari semalam sore dia tidak ada mengisi perut nya.


Namun tetap saja, selapar apapun dia , dia tak akan bisa menghabiskan makanan yang begitu banyak seperti porsi untuk sepuluh orang.


Cristian langsung meletakan sendok dan garpu nya dan meneguk segelas air setelah dirasa perut nya sudah sangat penuh dan begah.


Dia langsung bersandar dikepala tempat tidur itu sembari mengelus pelan perut nya.


"ini gila, aku tak sanggup lagi" gumam nya.


Hingga tak lama kemudian terlihat pintu terbuka dan menampakan Queen rose berjalan masuk dengan aura nya yang membuat jantung Cristian lagi lagi berdetak kencang, bukan karena jatuh cinta, namun karena merasa terancam setiap kali melihat tatapan tajam wanita itu dan juga pistol yang tak pernah lepas dari tangan nya.


Queen rose berjalan mendekat kearah Cristian dan berdiri diujung ranjang pria itu tepat nya dikaki Cristian.


Dengan wajah dingin tanpa senyuman, dia menatap Cristian dengan lekat, tangan kanan nya ia masukan kedalam saku jaket nya dan tangan kiri nya memegang sebuah pistol kecil.


"kenapa tak kau habiskan makanan nya tuan El, apa tidak enak?" tanya nya datar membuat Cristian tak tahu harus mengekspresikan perasaan nya, antara kesal dan juga takut .


"bagaimana mungkin aku menghabiskan nya. Itu porsi sepuluh orang, apa kau sudah gila" umpat nya kesal, namun sedetik kemudian dia langsung terkesiap ketika menyadari ucapan nya dan melihat tatapan Queen rose yang semakin tajam menatap nya.


"emm, maaf. Aku tak sanggup menghabiskan nya" ucap nya kembali


Queen rose pun hanya mengendikan bahu nya dan duduk disofa kamar itu.


Beberapa orang pelayan terlihat masuk kedalam setelah memberikan sapaan hormat mereka pada Queen rose


Setelah selesai membereskan sisa makanan itu, mereka keluar meninggalkan Cristian dan Queen rose berdua. Tentu saja itu membuat jiwa takut Cristian kembali lagi.


"bisakah kau tinggalkan aku sendiri?" tanya Cristian pelan setelah beberapa saat mereka saling terdiam


Queen rose langsung menatap tajam kearah Cristian hingga membuat pria itu sedikit menciut nyali nya, apalagi pistol yang tak pernah lepas dari tangan Queen rose.


"ini kamarku, kenapa kau malah mengusirku?" tanya Queen rose balik, membuat Cristian langsung meneguk saliva nya


"emm, kalau begitu kenapa kau tempatkan aku disini. Aku bisa diruangan lain bukan" tanya Cristian lagi


Queen rose hanya terdiam mengacuhkan pertanyaan Cristian sembari memutar mutar pistol ditangan nya.


Melihat tak ada jawaban dari Queen rose, Cristian kembali terdiam sembari menghela nafas nya dengan pelan.


Dia memejamkan mata nya sejenak, sembari mengatur pernapasan nya yang masih terasa sesak ditambah lagi dengan kehadiran wanita menyeramkan itu.


'menyebalkan. Aku sudah seperti tawanan nya saja disini. Dan bodoh nya kenapa aku malah mempercayai nya?' gerutu Cristian dalam hati


Queen rose masih duduk sembari menatap Cristian dengan lekat. Tanpa Cristian sadari satu senyuman tipis terbit diwajah dingin wanita itu.


Beberapa saat kemudian pintu terdengar diketuk, dan terlihat Shania masuk kedalam kamar itu dengan Brain, ilmuan yang mengobati Cristian.


"selamat siang Queen, saya datang untuk membawa obat terakhir untuk tuan El" kata Brain menunduk hormat didepan Queen rose


"ya, lakukan segera" jawab nya singkat


Brain kemudian berjalan mendekati Cristian yang sudah duduk diatas ranjang mewah nya.


Sementara Queen rose dan Shania berdiri diujung kaki Cristian


"ini agak sedikit sakit tuan, sebab ini adalah penawar untuk membersihkan sisa racun yang tersisa ditubuh anda" ungkap Brain seraya menyiapkan jarum suntik yang sudah berisi cairan bewarna putih keruh.


Cristian hanya mengangguk sembari melirik sedikit kearah Queen rose yang berdiri tegap didepan nya.


Brain langsung menyuntikan cairan itu dipangkal lengan Cristian, membuat pria itu meringis karena rasa sakit yang lumayan menusuk.

__ADS_1


Setelah itu Brain memundurkan langkah nya sembari melepaskan selang infus dari tangan Cristian.


Tak berselang lama wajah Cristian terlihat memucat dan dia merasa perut nya terasa bergejolak hebat seperti hendak memuntahkan sesuatu.


Sontak saja dia langsung bangkit dari tidur nya dan hendak berjalan mencari kamar mandi, namun karena tubuh nya yang masih terasa kaku dan lemas, langkah nya hampir terhuyung jatuh.


Namun dengan sigap Queen rose langsung membantu menahan tubuh tegap Cristian membuat pria itu mematung sejenak menatap wanita yang tengah memegang lengan nya dengan kuat.


Namun karena tak tahan lagi dengan rasa mual nya, Cristian pun mengabaikan perasaan nya. Dengan cepat dia melangkah kekamar mandi mewah dikamar itu.


Dia memuntahkan semua isi perut nya diwastafel kamar mandi itu. Bahkan makanan yang baru dimakan nya juga ikut keluar, hingga yang tersisa kini tinggal cairan bewarna hitam yang keluar. Dimana itu adalah racun yang sudah menyebar ketubuh nya.


Huek huek


Semua cairan keluar dari mulut Cristian, dari yang bewarna hitam hingga bewarna kekuningan membuat pria itu lemas dan jatuh terduduk dilantai kamar mandi .


Keringat dingin mengucur deras diwajah serta tubuh nya yang lain, wajah nya juga memucat karena banyak nya cairan yang terbuang.


Queen rose menyeka keringat Cristian dan membantu memapah pria itu untuk kembali keranjang dimana Brain telah menunggu nya.


Dengan pelan Cristian berjalan dibantu oleh Queen rose. Ada sedikit perasaan aneh didalam hati nya ketika berada didekat wanita itu.


Queen rose dibantu Brain merebahkan tubuh Cristian diatas ranjang, dan dengan segera pula Brain memberikan Cristian minuman berupa ramuan untuk menyegarkan kembali tubuh nya.


Setelah meminum itu Cristian merasakan tubuh nya sedikit lega dan tak terasa sesak lagi, hanya tinggal lemas karena habis memuntahkan isi perut nya.


Dia memejamkan mata nya sejenak namun terbuka kembali ketika Queen rose menyeka keringat diwajah nya.


Deg


Mata nya menatap lekat wajah dibalik topeng itu


'kenapa jika sedekat ini aku merasa seperti berada didekat Angel?' batin nya.


Namun seketika saja mata nya mengerjap cepat ketika Queen rose menatap nya dengan tatapan tajam


'oh tidak, dia berbeda, dia bukan Angel ku yang lembut dan menenangkan' batin nya lagi sembari menghela nafas


"jangan mengumpat ku" ucap Queen rose dingin dan segera menjauh dari Cristian yang masih dengan debaran jantung nya yang menggebu.


..


Beberapa jam kemudian Cristian sudah terlihat lebih segar seperti sedia kala. Dia baru saja membersihkan tubuh nya dengan berendam sejenak dikamar mandi wanita mengerihkan itu.


"aku harus pergi dari sini, Angel pasti mengkhawatirkan aku" gumam nya sembari melangkah menuju pintu.


Pintu pun dibuka nya dan terlihat lah ruangan yang terkesan sangat glamour dan mewah .


Dia melirik kesekeliling, dimana tampak sepi tak ada seorang pun yang bisa ditanyai nya. Dia berjalan perlahan dan terlihat anak tangga menuju kebawah.


Lidah nya berdecak kagum melihat interior mansion mewah itu. Mansion yang bernuansa gold dan silver serta kilauan dari hiasan dan pajangan yang terbuat dari batu berlapis berlian dan emas.


Dimana tangga nya juga berlapis kristal murni dan dialasi dengan karpet merah.


Cristian berjalan perlahan menuruni anak tangga setapak demi setapak.


"gila, seberapa kaya nya dia. Bahkan presiden saja tak ada apa apa nya" gumam nya kembali sembari terus mengedarkan pandangan nya


Hingga dianak tangga terakhir, dia melihat beberapa orang pelayan yang tengah membersihkan mansion itu, dan juga penjaga yang tengah berjaga.


"hei, dimana Queen kalian?" tanya Cristian membuat para pelayan itu tersentak kaget.


"Queen ada dibelakang tuan, sedang melatih para anggota yang lain" ucap salah seorang dari mereka


"bisakah kau mengantarku pada nya?" pinta Cristian


"tentu tuan, mari ikuti saya" ucap nya. Cristian pun menganggukan kepala nya dan mengikuti kemana langkah kaki wanita berseragam pelayan itu.


Namun jangan salah, walaupun dia pelayan, semua orang dimansion ini mempunyai ilmu bela diri yang kuat, bahkan seorang pelayan dan tukang sampah nya sekalipun.


Sembari berjalan Cristian sesekali berdecak kagum melihat pemandangan rumah yang menurut nya diluar nalar kemewahan nya. Bahkan sekelas istana pun masih kalah dibandingkan dengan mansion milik Queen rose ini.


Dor dor dor


Suara tembakan membuat Cristian kembali dari keterpanaan nya, dia melihat dari jauh tampak puluhan orang tengah berlatih disebuah lapangan rumput yang luas yang sudah dipenuhi oleh alat dan senjata masing masing.


Ada yang berlatih pedang, senjata api, memanah bahkan bela diri.


"wow, amazing" gumam nya lagi lagi merasakan takjub yang tidak berkesudahan


Cristian mengedarkan pandangan nya melihat bagaimana terlatih nya anggota black rose yang terkenal kejam diantara seluruh mafia dinegeri ini.

__ADS_1


Pandangan mata nya pun terhenti pada seorang wanita yang tengah memegang senjata api dan membidikan nya pada seorang pria yang tengah menunggang kuda dengan sebuah apel yang diikat diatas kepala nya.


Pandangan wanita itu tajam dan dingin menilik target nya membuat Cristian terfokus menatap nya.


Dan


Dor


Tepat sasaran.


Cristian langsung bertepuk tangan melihat keahlian wanita yang tak lain ada lah Queen rose itu.


"wow, kau memang hebat Queen" ucap Cristian sembari berjalan mendekat kearah wanita itu, membuat Queen rose menoleh kearah nya


"kau mau mencoba?" tanya Queen rose sembari melemparkan senjata api milik nya pada Cristian


"tapi aku tak sehebat dirimu" ungkap nya malu membuat Queen rose berdecak sinis


"coba target yang itu. Itu permulaan bagi anak buah ku" kata Queen rose menunjuk sebuah patung yang terlihat bergerak kekanan dan kiri


"mm baiklah" ucap Cristian. Diapun membidik kearah patung tersebut dengan fokus, sementara Queen rose berdiri disebelah nya dengan bersedekap dada.


Dor


Satu tembakan melesat cepat mengenai bahu patung itu.


"lumayan, namun seharus nya kau bisa membidik jantung atau dahi nya" ucap nya lagi


"itu nama nya membunuh" balas Cristian


"kau mau dibunuh atau membunuh?" tanya Queen rose membuat Cristian mengernyitkan dahi nya


"apa maksud mu?" tanya Cristian tak mengerti membuat Queen rose berdecak kesal


"ingat tuan El. Musuh mu banyak dan kuat, jika kau lemah maka kau yang akan mati" ungkap Queen rose membuat Cristian langsung menghela nafas


"ya kau benar, aku saja tak tahu sejak kapan aku bisa punya musuh" lirih nya sembari terus membidik kearah target didepan sana


"jangan hanya fokus pada target. Namun kau juga harus fokus pada arah target tersebut" ungkap nya membuat Cristian mengangguk


Dan


Dor


Bidikan Cristian tepat mengenai jantung nya, membuat senyum tipis diwajah Cristian terlihat.


"mudah bukan. Apa kau mau mencoba yang lain?" tanya Queen rose lagi


"tentu" balas nya semangat


Cristian langsung mengikuti langkah kaki Queen rose sembari melihat anggota black rose yang berlatih.


Cristian mencoba berbagai latihan yang dilakoni oleh anggota black rose yang lain hingga dia lupa dengan niat awal nya.


"kau sangat hebat memainkan semua alat ini, dimana kau berlatih dulu nya?" tanya Cristian yang kini tengah bermain dengan busur dan anak panah


"ada seorang pria tua yang menjadi guru ku, dia yang mengajari ku semua ilmu beladiri dan juga cara berlatih dengan alat alat ini" ungkap Queen rose sembari menatap anak buah nya yang tengah berlatih


Ctasss


Anak panah melesat kepapan target didepan Cristian.


"maka dari itu kau membuat sebuah klan mafia ini??" tanya Cristian lagi


"ya, terkadang hidup tak semanis yang kau bayangkan. Apalagi hidup dijaman sekarang, yang lemah selalu tertindas, jadi aku hanya berusaha kuat untuk menutupi kelemahanku" jelas nya lagi membuat Cristian menatap kearah nya


"kau tidak takut mati?. Bukan kah pekerjaan mu ini sangat berbahaya" tanya Cristian lagi


"tidak. Setiap orang pasti mati kan, hanya tinggal menunggu waktu saja" jawab nya tenang


"ya, dan kau juga terlihat seperti malaikat pencabut nyawa" ucap nya namun sedetik kemudian dia tersentak kaget


"emm maaf" kata Cristian sembari menggaruk kepala nya yang tak gatal


"aku hanya membunuh orang yang bersalah, kau pasti mendengar cerita ku yang menjadi pembunuh bayaran bukan. Ya itu memang pekerjaan ku, tapi aku juga memilih siapa yang akan kubunuh, mereka hanya orang orang yang tidak berguna dan menjadi sampah masyarakat. Walau terkadang semua perbuatan ku pasti ada imbas nya" ungkap Queen rose menatap Cristian yang juga menatap nya


"sejak kapan kau menjadi mafia seperti ini?" tanya Cristian yang telah melepaskan busur panah dari tangan nya


"sejak umur ku 19 tahun" jawab Queen rose singkat membuat Cristian terhenyak kaget dan langsung menatap nya


"benarkah, semuda itu?" tanya Cristian tak yakin

__ADS_1


"ya, hidup mengajarkan ku untuk menjadi kuat. Aku hanya sebatang kara waktu itu. Kau tahu betapa sulit nya hidup sendiri tanpa siapapun. Dan itulah yang harus membuat ku menjadi kuat hingga sekarang" kata Queen rose membuat Cristian lagi lagi menatap lekat kearah nya


'ternyata begitu alasan nya hingga menjadi seorang mafia sampai sekarang. Tak seburuk yang kuduga' batin Cristian


__ADS_2