
Setelah menjalankan misi mereka masing masing, kini mereka kembali kemansion black rose.
Cristian dan juga Queen rose telah tiba terlebih dahulu dimansion .
Mereka tengah duduk disebuah ruangan pertemuan saat itu.
Terlihat Cristian merebahkan tubuh nya diatas sofa sedangkan Queen rose duduk disofa yang berada didepan Cristian dan Jorge berdiri dibelakang wanita itu dengan ipad nya.
"astaga, aku harap ini yang terakhir aku membunuh orang" gumam Cristian sembari menghela nafas lelah. Seluruh tubuh nya terasa remuk dan letih
"semoga saja, tapi kau tidak akan bisa tenang karena Aron dan kekasih nya berhasil kabur" ungkap Queen rose hingga membuat Cristian langsung duduk dari pembaringan nya.
"benarkah?" tanya nya tak percaya
Queen rose pun hanya menganggukan kepala nya
"oh sial, ini lah permulaan nya, setelah Gean tiba aku harus pulang. Aku mengkhawatirkan istri ku dirumah, jangan sampai Aron berbuat nekad" gumam Cristian membuat senyum tipis diwajah ratu mafia itu
"istri mu baik baik saja. Anak buah ku menjaga nya dengan baik" kata Queen rose membuat Cristian menoleh kearah nya
"oh ayolah, pinjamkan aku ponsel mu. Aku ingin menghubungi nya sebentar" pinta Cristian memelas, entah sudah berapa kali dia ingin meminjam ponsel pada wanita menyeramkan itu
"aku tidak punya ponsel" jawab Queen rose singkat
"ck, mustahil. Kau bahkan bisa mempunyai pabrik nya, tapi kau begitu pelit untuk meminjamkan nya untuk ku" dengus Cristian membuat Queen rose tersenyum
"ketika matahari terbit, kau bisa pulang. Jadi tahanlah rindu mu itu" ucap Queen rose membuat Cristian berdecih kesal
"kau tak mengerti, apa yang kau tahu tentang perasaan, yang kau tahu hanya membunuh orang"dengus Cristian dan kali ini Queen rose yang berdecak kesal
"kau cari mati ya, tahu apa kau tentang hidup ku?" ungkap nya dingin. Membuat Cristian langsung terdiam dan menghela nafas nya .
..
Sementara diluar mansion..
Hari sudah mulai menampakan cahaya langit yang kebiruan, pertanda matahari telah terbit dari ufuk timur.
Mobil yang membawa rombongan Gean, Shania dan juga Erick terlihat memasuki halaman mansion.
Nampak jelas wajah lelah dari mereka semua, apalagi misi mereka gagal dalam menangkap Aron dan juga Cessy.
__ADS_1
Gean dan Erick turun dari mobil mereka, Erick membantu Gean yang terlihat kesulitan berjalan karena tubuh nya yang terasa remuk akibat terpental saat bom meledakan gedung itu.
Shania turun paling akhir sembari memegang lengan nya yang masih mengeluarkan darah.
Namun sesekali dia menoleh kearah depan gerbang besar mansion, dimana sekilas tadi dia melihat seseorang berdiri dengan topeng nya didepan sebuah mobil saat dia memasuki halaman mansion tadi.
Karena penasaran diapun kembali berjalan kedepan gerbang hingga membuat penjaga menoleh heran kearah nya.
Dengan cepat dia berjalan sembari memegang pistol ditangan nya. Pandangan nya teralih keujung jalan yang masih terlihat gelap karena memang ditutupi oleh pepohonan rindang .
Seorang pria bertubuh gagah masih berdiri disana dan memandang kearah nya.
Awal nya dia ragu untuk mendekati pria itu, namun semakin diperhatikan dia merasa jika pernah melihat pria bertopeng itu.
Shania berjalan semakin mendekat, membuat senyum tipis dibibir pria itu.
"siapa kau!!" teriak Shania dari jarak lima meter dari pria itu sembari menodongkan senjata nya
"Shania, apa kau sudah lupa padaku?" tanya pria itu datar namun tampak gurat bahagia dari nada bicara nya
Deg
Jantung Shania tiba tiba berdetak kencang
"ya ini aku, akhirnya aku bisa menemukan kalian" ucap nya bahagia membuat Shania langsung menurunkan senjata nya.
King Aldrego langsung berjalan perlahan mendekati Shania yang masih mematung menatap nya
'gawat' batin Shania
"dimana Queen mu, aku sungguh merindukan nya. Bertahun tahun aku mencari kalian, dan ternyata kalian berada dikota ini" ucap nya lirih. Membuat Shania menatap nya dengan sendu
"Queen" gumam Shania lagi. Sungguh dia tak tahu apa yang harus dia katakan pada pria ini sekarang
..
Didalam mansion Cristian masih duduk terdiam karena tak berani lagi untuk mengeluarkan suara nya karena tatapan tajam Queen rose yang merasa tersinggung oleh perkataan nya tadi
Hingga suara langkah kaki Gean dan juga Erick memecah kesunyian ruangan itu.
Cristian menatap lekat wajah Gean yang dipenuhi oleh lebam yang sudah membiru bahkan bercak darah masih menempel disudut bibir nya. Seluruh tubuh nya terlihat lusuh dan kotor akibat terpental jauh terkena efek ledakan gedung tadi.
__ADS_1
"hei, kau baik baik saja?" tanya Cristian langsung
"ya, hanya memar sedikit" jawab Gean yang langsung terduduk disebelah Cristian dan Erick berdiri dibelakang nya.
"Aron dan Cessy berhasil kabur. Kami tak dapat menangkap nya. Dia begitu kuat dan licik" ungkap Gean
"sudah lah, yang terpenting kalian tidak apa apa. Kita bisa fikirkan bagaimana cara menangkap mereka nanti" kata Cristian membuat Gean menganggukan kepala nya
"dimana Shania?" tanya Queen rose tiba tiba membuat Gean terhenyak dan langsung melirik kearah Erick yang menggeleng pelan
"dimana dia, tadi dia berjalan dibelakang kami" gumam Gean yang juga tak menyadari kepergian wanita jadi jadian itu
"mungkin dia sedang mengobati luka nya Queen" kata Erick takut takut, dan Queen rose pun hanya mengangguk kan kepala dengan wajah datar nya
"baiklah, kami harus pulang. Sudah terlalu lama aku berada disini. Terima kasih sudah mau menolong kami Queen" kata Cristian membuat Queen rose menoleh kearah nya dan mengangguk pelan namun entah mengapa tiba tiba hati nya mendadak resah.
"berhati hatilah. Musuh masih berkeliaran. Anak buahku akan mengantar kalian" kata Queen rose
"sekali lagi terimakasih karena sudah berbaik hati menolong kami. Entah bagaimana cara kami membalas nya" timpal Gean
"jangan dipikirkan. Lebih baik pikirkan saja cara menjaga nyawa kalian" ungkap nya datar
"kau selalu berbicara hal yang menyeramkan" dengus Cristian
"aku berbicara yang sebenar nya" jawab Queen rose
"baiklah, kami permisi dulu. Sekali lagi terima kasih" kata gean dan Queen rose pun kembali mengangguk
Mereka semua bangkit berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu. Namun belum sempat berjalan jauh, disudut ruangan muncul Shania dengan wajah yang terlihat panik dan tak bisa diartikan.
Dia tampak melihat wajah Queen rose dan juga Cristian bergantian dengan tatapan yang sulit dimengerti hingga membuat Queen rose mengernyitkan dahi nya.
"ada apa Shania?" tanya Queen rose membuat semua orang menoleh kearah nya
"ada yang ingin bertemu dengan anda Queen" jawab Shania ragu
"siapa?" tanya Queen rose lagi
"king Aldrego"
Deg
__ADS_1
Deg
Deg