Oh My Lady

Oh My Lady
Pernikahan Gean Dan Shania


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua orang. Pesta pernikahan meriah milik Gean dan juga Shania. Sudah beberapa bulan tertunda karena kehamilan Angel, hingga hari ini pun tiba.


Pesta diadakan disalah satu hotel milik Cristian. Acara pernikahan itu nampak meriah dan begitu mewah. Cristian dan Angel sengaja mempersiapkan semua nya untuk orang orang yang paling dekat dengan mereka itu. Cukup mereka yang tidak mengadakan acara pesta pernikahan, dan mereka lebih senang jika Gean dan Shania yang merasakan nya.


Gedung hotel sudah disulap sedemikian rupa oleh pihak wedding organizer, sesuai dengan tema yang dipilih oleh Angel dan Shania. Hotel berbintang itu kini telah dipenuhi oleh lautan manusia yang memenuhi undangan Cristian.


Cristian mengundang semua relasi bisnis mereka dari berbagai negara tanpa terkecuali. Seluruh anggota black rose juga hadir ditempat itu untuk mengamankan acara. Mereka semua memakai setelan formal demi untuk menyamarkan identitas mereka. Bahkan Jorge tampak gagah dengan setelan jas dan juga kemeja hitam nya.


Saat ini Angel tengah berada dikamar rias Shania. Dia terlihat cantik dan begitu anggun dengan gaun bewarna gold panjang yang memperlihatkan sebagian pundak hingga punggung nya yang mulus, dan menampakan sebagian tato mawar hitam yang tersamarkan dengan geraian rambut nya yang panjang.


Perut nya sudah nampak besar dan membuncit, karena saat ini usia kehamilan nya sudah memasuki bulan kelima. Meskipun begitu, itu tak merubah penampilan nya, malah semakin membuat nya bersinar dan semakin terlihat seksi.


Angel tersenyum menatap Shania yang tengah berdiri mematut diri nya didepan cermin. Hari ini tangan kanan nya itu benar benar terlihat berbeda dan sangat memukau. Gaun pengantin dengan ekor yang panjang bewarna putih menghiasi tubuh tinggi nya.


Beberapa kali Shania terlihat menarik nafas nya dalam dalam membuat Angel mengusap pundak nya dengan lembut.


"apa kau gugup?" tanya Angel menatap Shania dari cermin yang sama


"ya, ini lebih parah ketimbang harus menghadapi musuh Queen" jawab Shania, wajah nya benar benar tegang, bahkan tangan nya dingin karena gugup nya


"tenang lah. Kau begitu cantik saat ini. kak Gean pasti jatuh cinta kembali melihat mu" ucap Angel dengan senyum nya yang penuh arti.


Gadis yang telah dia anggap sebagai adik nya sendiri itu kini telah menemukan kebahagiaan nya, ditambah pria itu adalah kakak nya sendiri.


"aku tak pernah menyangka bisa merasakan memakai gaun ini, aku sungguh berterimakasih padamu Queen. Hidup ku benar benar berarti bertemu dengan mu. Rasa nya ini seperti mimpi untuk gadis jalanan seperti ku" ungkap Shania dengan mata yang berkaca kaca menatap Angel yang berdiri disebelah nya


"kau pantas mendapatkan nya Shania. Dan aku bahagia jika melihat orang orang terdekat ku bahagia" jawab Angel


"aku hanya punya anda dan black rose didunia ini. aku benar benar bersyukur untuk itu" ungkap Shania mulai menahan Isak tangis nya


Angel tersenyum menatap Shania. Bahkan dia sendiri pun tak menyangka jalan hidup mereka yang penuh dosa bisa merasakan kebahagiaan ini setelah bertemu dengan Cristian dan Gean.


"sebentar lagi kita akan benar benar menjadi keluarga" kata Angel melebarkan tangan nya membuat Shania langsung memeluk tubuh Angel sembari menangis


"sejak kapan kau jadi cengeng seperti ini Sha?" tanya Angel tertawa kecil meski air mata nya juga sudah tak dapat dibendung lagi


"sejak aku menjadi wanita yang sebenar nya Queen" jawab Shania sembari terkekeh dalam pelukan Angel


"terimakasih untuk segala nya Queen" gumam Shania


"aku juga berterimakasih padamu Sha. berbahagia lah bersama kakak ku, kau harus menjadi istri yang baik untuk nya" kata Angel


"tentu Queen" balas Shania


ceklek


Pintu ruangan itu terbuka membuat Angel dan Shania langsung melepaskan pelukan mereka sembari menghapus air mata yang mengalir diwajah masing masing


Angel tersenyum menyambut Cristian yang berjalan kearah mereka.


"ini hari bahagia, kenapa kalian menangis hmm?" tanya Cristian dengan senyum teduh nya sembari tangan nya merangkul pinggang Angel dengan lembut


"kami hanya terharu Cris. lihat lah Shania begitu cantik bukan" ucap Angel menatap Shania yang tersipu malu, apalagi Cristian juga menatap nya dengan tatapan kagum


"ya, dia benar benar berbeda dari biasa nya. Gean pasti terkejut melihat ini. Wanita jadi jadian nya kini seperti princess sekarang" goda Cristian membuat Angel dan Shania tertawa bersaman


"ayo kita keluar. Semua orang telah menunggu kedatangan mempelai wanita nya" ucap Cristian


"Jorge yang akan mengantarmu keGean, ini permintaan nya secara langsung" kata Cristian.

__ADS_1


"ya tuan. Saya sudah tidak punya siapa siapa lagi selain black rose. Jadi saya sungguh bersyukur jika dia mau melakukan itu" ungkap Shania lirih


"sekarang kita keluarga, kau tak sendiri lagi. Kita semua sama, tidak ada lagi memiliki orang tua. Jadi kita harus saling mengerti dan perduli. Jangan menganggap kami atasan mu lagi, tapi anggaplah kami sebagai keluarga mu" ungkap Cristian begitu bijaksana. Angel menatap kagum suami nya itu sementara Shania langsung mengangguk bahagia dengan mata yang berkaca kaca.


Setelah menenangkan diri sejenak, Cristian membawa Angel keluar menuju ballroom hotel dimana acara akan dimulai.


Gemerlap lampu benar benar menambah kesan mewah. Ribuan tangkai bunga mawar merah dan hitam menghiasi setiap sudut hotel. Lampu lampu kristal seolah menghidupkan suasana didalam hotel itu, mereka mengusung tema garden room namun juga bertema klasik, dimana hiasan khas Eropa berupa lilin lilin besar serta lampu kristal berjejer diatas langit langit dan disudut sudut dinding.


Para tamu sudah duduk dimeja masing masing menantikan mempelai wanita yang turun dari atas tangga


Gean berdiri gagah diujung pelaminan bersama seorang yang akan menikahkan mereka.


Dengan setelan jas mewah dan begitu rapi yang melekat pas ditubuh kekar nya. Wajah nya menyiratkan kebahagiaan yang tak terhingga, sudah sangat lama dia menantikan hari dimana dia melepas masa lajang nya.


Beberapa kali dia menarik nafas nya dalam dalam berusaha mengusir kegugupan yang melanda hati nya.


Mata nya terus terpaku menatap anak tangga yang dipenuhi oleh hiasan mawar merah dan karpet merah yang akan membawa pengantin nya nanti.


Dan yang ditunggu pun akhir nya tiba. Lantunan musik klasik mengiringi langkah kaki seorang gadis cantik yang menggandeng lengan pria gagah menuruni anak tangga dengan begitu perlahan namun pasti.


Gean tersenyum tipis melihat Shania dari jauh. Jantung nya berdebar dengan kencang seiring dengan langkah kaki Shania yang semakin mendekat kearah nya.


Mata nya tak berkedip melihat pemandangan indah itu. Wanita jadi jadian nya terlihat begitu cantik dan sangat berbeda hari ini. Benar benar keindahan yang tak terduga.


Shania tersenyum menatap Gean yang tak berkedip melihat nya. Meski wajah nya tersenyum namun hati nya benar benar bergemuruh saat ini. Apalagi dengan pandangan semua orang yang mengarah pada nya. Membuat tubuh nya kaku dan sedikit bergetar. Tangan nya mendingin dan langkah nya mulai meragu.


Jorge mengusap lembut tangan Shania. Seorang gadis yang sudah dia anggap sebagai adik nya sendiri. Teman seperjuangan selama hidup dibawah naungan black rose


"jangan gugup. Kau harus tenang. Lihatlah, kebahagiaan mu sudah menantimu disana" bisik Jorge


Shania menarik nafas nya dalam dalam dan melepaskan nya perlahan.


"apa wanita jadi jadian seperti mu bisa malu juga" goda Jorge membuat Shania menoleh sekilas kearah nya dengan kesal. Namun godaan Jorge mampu membuat hati nya sedikit lebih tenang


"kau keterlaluan master" gumam nya. Dan Jorge hanya tersenyum tipis mendengar itu


Semakin lama langkah mereka semakin mendekat kearah Gean.


Dan ketika telah berada didepan nya, Gean masih menatap lekat Shania dengan penuh cinta dan kekaguman. Membuat gadis itu nampak tertunduk malu


Jorge melepaskan rangkulan tangan Shania dan menyerahkan nya pada Gean yang menyambut nya dengan sepenuh hati.


"jaga adik ku baik baik tuan. Hanya kau yang dia punya, aku harap kau bisa membuat nya bahagia" ucap Jorge begitu tulus, membuat Shania menatap nya dengan mata yang langsung berkaca kaca.


"tentu Jorge. Aku berjanji akan menjaga nya sampai akhir hayatku" balas Gean tak kalah serius.


Jorge mengangguk dan memberikan senyuman tipis kepada kedua pengantin itu.


Setelah itu dia pergi berlalu dari hadapan mereka.


Hati nya tenang sekarang. Dua wanita yang dia jaga telah mendapatkan kebahagiaan nya. Meski dia tahu kebahagiaan itu pasti terusik jika suatu saat musuh mereka datang kembali. Tapi dia berjanji akan selalu melindungi dua wanita tangguh itu seumur hidup nya, sebagaimana perasaan nya yang terpendam pada salah seorang dari mereka.


...


Acara berjalan penuh hikmat, kini Gean dan Shania telah sah menjadi sepasang suami istri. Mereka berdiri dipelaminan dengan begitu gagah dan cantik karena mereka lah bintang nya hari ini.


Angel dan Cristian duduk menatap mereka dengan penuh haru. Kebahagiaan dua orang kepercayaan mereka terasa sampai kehati mereka masing masing.


"akhir nya mereka menikah juga" gumam Cristian

__ADS_1


"ya, semoga mereka bahagia selalu" tambah Angel


Cristian langsung menggenggam tangan Angel dengan lembut dan menatap wajah cantik itu dengan penuh cinta


"mereka pasti bahagia, seperti kita baby" ucap Cristian


Angel hanya tersenyum dan mengangguk, lalu kembali menatap kearah Gean dan Shania yang tengah sibuk melayani tamu yang ingin mengucapkan selamat kepada mereka


"ayo kita kesana" ajak Cristian


Dan Angel hanya mengangguk meraih lengan Cristian untuk dirangkul nya.


Bukan hanya Gean dan Shania yang menjadi pusat perhatian orang orang yang hadir, namun Cristian dan juga Angel pun tak luput dari ribuan pasang mata yang memperhatikan mereka.


Pasal nya Cristian tak pernah memperkenalkan Angel didepan rekan rekan bisnis nya maupun pada orang orang diperusahaan nya


Jadi saat inilah semua orang begitu terkejut ketika melihat Angel yang ternyata adalah istri dari pemilik perusahaan Medrict yang selama ini tak mereka ketahui rupa nya.


Sedari awal acara dibuka, Cristian dan Angel begitu sibuk melayani setiap para tamu yang menyapa istri nya. bahkan tak jarang Cristian merasa kesal sendiri karena klien klien bahkan karyawan nya memuji Angel berlebihan, meskipun perut Angel telah membesar namun pesona nya kian bersinar hingga membuat Cristian memendam kesal karena pujian lelaki lain terhadap istri nya.


Cristian menggandeng Angel menuju pelaminan dimana Gean dan Shania berdiri disana dengan senyum yang tak pernah pudar


"berawal dari benci, dan sekarang menjadi saling cinta. kalian luar biasa" goda Cristian


Shania tertawa malu sedangkan Gean berdecak kesal namun tak menutup wajah bahagia nya


"ya, aku tak menyangka aku bisa jatuh cinta pada wanita jadi jadian ini" balas Gean


"jika kau tak jatuh cinta padaku aku bisa pastikan kau akan menjadi perjaka tua seumur hidupmu" balas Shania dan kali ini Cristian yang terbahak mendengar nya


"ya, kalian memang pasangan serasi. Dan jangan berdebat sekarang. kalian bisa melanjutkan itu nanti malam" ucap Cristian sembari mengedipkan sebelah mata nya


Shania dan Gean saling pandang sekilas dengan otak yang mulai berselancar jauh


"selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian bisa selalu bahagia. jaga Shania untuk ku kak" kata Angel menatap Gean


Gean langsung membuka tangan nya dan memeluk Angel dengan hangat


"tentu saja Rossy, meski dia menyebalkan tapi aku benar benar mencintai nya" balas Gean membuat Shania bingung harus merasa kesal atau bahagia mendengar nya


"cepat lah mencetak Gean junior. Supaya anak kita bisa saling bekerja sama nanti nya" kali ini Cristian yang memeluk Gean


"tentu saja" balas Gean


Kini giliran Erick yang datang dan menghampiri mereka. Dia menggandeng seorang gadis cantik dengan rambut pendek nya dan dress ketat bewarna hitam.


"Rania" pekik Shania dan langsung memeluk Rania dengan erat


"selamat atas pernikahan anda nona, anda cantik sekali" ucap Rania


"terimakasih, kau juga sangat cantik" balas Shania tak lah senang nya


"selamat tuan, akhir nya anda menyusul tuan Cris" ucap Erick menjabat tangan Gean


"terimakasih. Kau juga harus segera menyusul agar tidak lagi iri melihat kemesraan Cristian" balas Gean membuat Erick dan Cristian terbahak


"aku tak tertandingi" balas Cristian angkuh


Mereka begitu bahagia hari itu, meski tidak ada lagi orang tua yang saling mendampingi. Namun mereka cukup bersyukur bisa saling melengkapi satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2