Oh My Lady

Oh My Lady
Usaha Gean


__ADS_3

Pagi ini Gean telah rapi dengan setelan santai nya, ia bersiap siap untuk pergi kesuatu tempat bersama dengan Erick.


Setelah menghubungi Cristian diapun melajukan mobil sport nya dengan kecepatan penuh membelah jalan raya yang tidak begitu padat meski hari ini adalah hari libur.


"kau sudah menyelidiki keadaan rumah yang ditempati nona Angel dahulu Erick?? " tanya Gean pada Erick yang fokus pada kemudi nya


"sudah tuan, rumah nya kini ditempati oleh seorang gadis cantik yang kata nya adalah karyawan nona Angel ditaman bunga nya. Dia yang ditugaskan untuk mengurus taman bunga dan rumah itu selama nona Angel tidak ada" jelas Erick


"siapa yang menugaskan nya? " tanya Gean heran


"dia bilang nona Angel tuan" jawab Erick namun membuat Gean mengernyitkan dahi nya seolah berfikir keras


'aneh, padahal Angel pergi seperti diculik, lalu bagaimana bisa dia memerintahkan seseorang untuk menjaga usaha nya' batin Gean


Setelah hampir dua jam berkendara mereka pun tiba disebuah rumah sederhana namun terlihat asri, rumah itu dipenuhi oleh bunga bunga yang tertata rapi dan indah.


Rumput hijau serta pohon rindang berukuran kecil membuat pekarangan rumah itu menjadi sejuk dan damai.


Gean turun dari mobil itu dengan kaca mata hitam bertengger dimata coklat nya.


Dia memperhatikan sekeliling rumah itu dengan perasaan yang tidak menentu.


Ada sekelebat memori yang sekilas lewat membuat ia memegang kepala nya yang lagi lagi berdenyut tak tertahan.


"anda baik baik saja tuan? " tanya Erick merasa khawatir dengan tangan kanan Cristian itu


Gean hanya mengangguk dan mengangkat tangan nya.


Dilepas kan kaca mata nya dan sekali lagi ditatap nya rumah yang memang sangat tidak asing bagi nya.


Dia pun berjalan menuju pintu rumah dengan pelan dan perasaan yang semakin tak menentu dan jantung yang berdebar hebat.


Tok tok tok


Diketuk nya pintu rumah yang terbuat dari kayu tersebut hingga beberapa kali.


Ceklek


Terlihat seorang gadis cantik dengan tubuh tinggi langsing berkulit putih dengan celana jeans dan juga kaos bewarna hitam keluar membukakan pintu nya.


"ada apa tuan? " tanya gadis itu heran dengan tatapan datar nya


"apa saya boleh masuk? " tanya Gean sambil melirik kearah belakang gadis itu


"tentu, silahkan" ucap nya sopan sambil membukakan pintu lebih lebar lagi.


"kau sudah lama bekerja dengan nona Angel? " tanya Gean sembari memperhatikan setiap sudut rumah sambil terus menetralkan detak jantung dan kepala nya yang semakin berdenyut


"sudah tuan, sedari nona Angel membuka usaha ini" jawab nya dengan senyum yang terlihat manis namun tajam dan misterius sama seperti Angel, Erick yang sedari tadi memperhatikan nya pun hanya diam dan sesekali berfikir.


"lalu bagaimana bisa kau tau kalau nona Angel tak berada disini? Dan kau yang merawat rumah dan taman milik nya, bahkan sudah hampir dua bulan" tanya nya lagi sambil berbalik menatap gadis itu yang terlihat tenang


"nona Angel pernah berkata, jika suatu saat ketika saya kemari dan tidak menemukan nya berarti dia sedang ada urusan diluar, maka saya yang ditugaskan untuk merawat taman dan rumah ini tuan" jelas nya dengan tenang


Gean hanya menghembuskan nafas nya dengan kasar. Dia pun kembali meneruskan langkah nya menelusuri sudut rumah itu.

__ADS_1


Deg


Seketika dia terpaku ketika melihat sebuah figura berisikan sebuah keluarga yang terlihat sangat harmonis.


"itu foto nona Angel bersama dengan kedua orang tua dan kakak laki laki nya tuan" ungkap gadis itu


Lagi lagi bayangan masa lalu nya terlintas dikepala nya membuat nya memegang kepala yang berdenyut semakin tak tertahan.


Gambaran gadis kecil lugu yang berlari kesana kemari dengan bunga mawar ditangan nya, dan juga dua orang paruh baya yang sedang duduk bercengkrama bersama dengan anak remaja yang terlihat tampan, membuat dia terduduk lemas sambil terus memegang kepala nya, tentu saja hal itu membuat Erick yang sedari tadi memperhatikan nya dari jauh segera berlari mendekat pun juga gadis itu terlihat khawatir melihat Gean yang tiba tiba kesakitan.


Gean terus saja menarik rambut nya dan berteriak menggeram menahan sakit hingga kulit wajah nya nampak memerah, tak lagi menghiraukan ucapan ucapan Erick yang terlihat sangat khawatir dengan nya.


Teriakan nya semakin kuat tak kala sekelebat bayangan sebuah mobil yang hilang kendali menabrak seorang penjual roti dan masuk kedalam jurang membuat nya semakin tak terkendali


"aaaarrggghh!!!!! " teriak Gean kuat hingga kemudian diapun jatuh tak sadarkan diri.


"tuan!! " teriak Erick dengan panik nya


"bantu saya bawa tuan Gean kerumah sakit" ucap nya pada gadis yang belum diketahui nama nya itu


Gadis itu mengangguk dan langsung membantu memapah Gean menuju mobil pria itu.


Setelah hampir satu jam mereka pun tiba disebuah rumah sakit terdekat dari rumah Angel.


Gean segera dilarikan keruang pemeriksaan untuk segera ditangani.


Terlihat Erick dan juga gadis itu masing masing saling menghubungi seseorang diseberang sana.


..


"apa? Bagaimana bisa, apa yang terjadi dengan nya? " tanya Cristian dengan nada tinggi membuat Angel yang berada didalam kamar dapat mendengar suara Cristian yang berada diluar


"baiklah, aku segera kesana" jawab nya yang langsung pergi dari rumah sakit itu tanpa berpamitan pada Angel terlebih dahulu. Dia begitu khawatir mendapat telepon bahwa asisten kepercayaan nya masuk rumah sakit tanpa alasan yang jelas, padahal pagi tadi dia berpamitan masih dalam keadaan baik baik saja.


Setelah Cristian meninggalkan ruangan itu Angel kembali melanjutkan panggilan telepon nya.


..


Hampir setengah jam kemudian Dokter yang memeriksa Gean keluar dari ruangan itu diikuti oleh dua orang suster.


"bagaimana keadaan nya dokter? " tanya Erick langsung diikuti oleh gadis itu dibelakang nya


"dia baik baik saja, hanya sebuah tekanan yang mempengaruhi kerja otak nya yang pernah mengalami cidera sehingga membuat nya merasakan sakit kepala hingga tidak sadarkan diri" jelas dokter itu


Erick pun hanya mengangguk. Setelah mengucapkan terima kasih dia bersama gadis itu langsung masuk kedalam ruang perawatan Gean. Terlihat pria itu masih memejamkan mata nya dengan tenang.


"ada apa dengan tuan Gean, mengapa dia bisa sakit kepala ketika melihat foto itu? " gumam Erick namun masih terdengar jelas ditelinga gadis itu


"mungkin dia mengingat sesuatu tuan, bukan kah tadi dokter bilang otak nya pernah cidera dan tentu saja itu membuat nya sering merasakan sakit kepala" jelas gadis itu


"ah iya mungkin saja. Oh ya, siapa namamu nona? " tanya Erick yang kini sudah duduk disofa bersama gadis itu


"saya shania tuan" ucap nya datar tanpa ekspresi apapun


"oh shania, senang bertemu denganmu, terima kasih sudah membantuku membawa tuan Gean kerumah sakit ini" ucap nya tulus

__ADS_1


"tidak perlu sungkan tuan, sudah kewajiban saya saling membantu. Kalau boleh saya tahu ada keperluan apa tuan tuan kerumah nona Angel? " tanya shania


"saya juga tidak mengerti apa tujuan tuan Gean sebenar nya, saya hanya mengantar nya saja" jawab Erick yang masih menatap Gean diatas ranjang nya


Shania pun hanya mengangguk anggukan kepala nya.


Mereka terlihat berbincang bincang sembari menunggu Gean sadar, meski gadis yang bernama Shania lebih terlihat banyak diam dengan ekspresi datar nya.


Beberapa saat kemudian


"oh ya shania, bisa kah saya minta tolong sekali lagi? " tanya Erick tak enak


"tentu saja tuan" jawab gadis itu


"saya ingin keluar sebentar untuk menjemput tuan bos kami, apa kau bisa disini untuk menjaga tuan Gean? " tanya Erick lagi


"tentu, saya akan tetap disini" jawab gadis itu


"baik lah terima kasih, saya permisi" ucap nya. Shania hanya mengangguk sembari terus menatap punggung Erick hingga menghilang dari balik pintu.


Beberapa saat setelah Erick keluar ruangan, Gean mulai membuka mata nya.


Shania yang melihat itu langsung mendekat dan menatap nya yang terlihat sedang memperhatikan seluruh sudut ruangan.


"anda sudah sadar tuan? " tanya nya datar


"saya dimana? " tanya Gean sembari memegangi kepala nya yang masih terasa pusing dan berat


"anda dirumah sakit, tadi anda pingsan jadi tuan Erick membawa anda kemari" jelas nya membuat Gean terdiam beberapa saat


"Rossy" gumam nya


"anda sudah mengingatnya tuan? " tanya shania dengan tatapan datar dan tajam


"Angel adalah Rossy ku, ya, aku ingat sekarang, kecelakaan itu, Rossy ku" ucap nya dan berusaha untuk bangkit dari tidur nya namun ditahan oleh Shania.


"tuan dengarkan saya, " ucap gadis itu tegas dengan tatapan mata yang berubah tajam membuat Gean terdiam dan menatap nya


"nona Angel meminta anda untuk tetap menjadi Gean yang belum mengenal nya sampai tuan Cristian membongkar sendiri siapa dalang dibalik kecelakaan yang menimpa orang tua anda dan juga ibu nya" tutur gadis itu membuat Gean mengernyitkan dahi nya


"kenapa harus seperti itu, aku bisa menjelaskan nya bahwa orang tua ku tidak bersalah, pasti ada orang lain yang menyabotase mobil kami saat itu" jawab nya tak terima


"tuan, anda tahu sifat tuan Cristian bukan, tidak bisa mengendalikan emosi dan juga tidak mudah bagi nya mempercai seseorang apalagi orang yang ikut terlibat dalam kasus kecelakaan itu adalah orang yang selama ini sangat dipercayai nya. Bisa anda bayangkan bagaimana perasaan nya. Jadi ikutilah kemauan nona Angel, jika tuan Cristian sendiri yang berhasil mengungkapkan nya maka semua akan berjalan lancar tanpa ada salah paham diantara kalian" jelas gadis itu membuat Gean terdiam


"tapi aku tak bisa melihat nya terus terusan menyiksa Rossy ku" ucap Gean lirih


"nona Angel adalah wanita yang kuat, percayalah, tuan Cristian tidak akan bisa berbuat lebih. Tugas anda hanya membantu nya memberikan clue agar masalah kalian cepat terungkap" ujar gadis itu


"baiklah, jadi selama ini Angel sudah tahu siapa aku? " tanya nya lagi


"iya, bahkan dari dulu dia sudah tahu itu, dia punya alasan sendiri untuk tidak menemui anda tuan" jawab shania


"kenapa? " tanya Gean lagi


Belum sempat gadis itu menjawab terdengar ketukan pintu dan masuklah Cristian dan juga Erick.

__ADS_1


"hei, ada apa dengamu? " tanya Cristian langsung mendekat hingga membuat Gean sedikit terhenyak


__ADS_2