Oh My Lady

Oh My Lady
Terima Kasih Sudah Menerimaku


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, Angel kini tengah berada di ruangan Cristian. Tubuh nya sudah lebih baik, juga perut nya yang sudah tidak sakit lagi. Bahkan dokter yang memeriksa nya begitu kagum dengan imunitas tubuh Angel yang terlihat kuat meski sedang mengandung.


Cristian memperhatikan wajah Angel dengan lekat sembari menerima setiap suapan makanan dari tangan wanita itu.


Tidak pernah disangka nya, bahkan tidak pernah terbayangkan sebelum nya bahwa wanita yang paling menyeramkan dan paling ditakuti nya adalah istri nya sendiri.


Bahkan dia menyebut nya sebagai malaikat pencabut nyawa karena sebegitu takut nya dia melihat aksi Angel dalam menaklukan musuh.


Entah bagaimana dia menjalani kehidupan kedepan nya, tapi dia berharap semoga Angel tidak akan bertarung lagi dan menjadi Queen rose, jika tidak mungkin dia akan takut tidur dengan istri nya itu.


Angel menatap wajah Cristian yang sedari tadi memperhatikan nya.


"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Angel heran, juga merasa canggung dan risih karena pandangan Cristian tak lepas menatap nya.


"Aku hanya tidak menyangka kau adalah seorang ratu mafia" jawab Cristian


"Apa kau menyesal menikahi ku setelah tahu semua nya?" Tanya Angel sembari meletakan mangkuk bubur dimeja nakas


"Tidak, yang aku nikahi adalah wanita lemah lembut yang manis, Angel ku, my baby" ucap Cristian membuat Angel tersenyum tipis


"Bagaimana jika aku menjadi Queen rose?" Tanya Angel pula


"Entahlah, mungkin aku akan berpura pura tidak mengenal mu" jawab Cristian acuh membuat Angel menatap nya lekat


"Kau" sentak Angel kesal membuat Cristian terkekeh pelan.


"Jangan marah, kau tahu aku masih takut jika melihat mu menjadi Queen rose, aksi mu menghabisi musuh benar benar membuat ku merinding" kata Cristian sembari menarik Angel untuk duduk disamping nya. Diapun langsung memeluk Angel dan mencium pipi nya dengan gemas.


"Tetaplah jadi Angel yang manis dan lembut baby, aku tidak ingin melihat tatapan mata tajam dan membunuh mu itu, sungguh kau seperti seorang malaikat pencabut nyawa" kata Cristian sembari terus mencium seluruh wajah Angel dengan gemas


"Iya iya baiklah, tapi berhentilah menciumiku seperti ini, kau masih belum pulih" kata Angel menatap wajah tampan Cristian dan menggenggam tangan nya


"Aku rindu baby, apa kau tidak merindukan aku hmm??" Tanya Cristian


"Aku juga rindu, tapi lihatlah keadaan mu masih belum pulih, kau masih harus beristirahat, luka mu masih basah Cris" kata Angel lagi


"Baiklah, tapi temani aku disini, kau juga harus beristirahat, jangan karena menjaga ku kau dan anak kita kelelahan" kata Cristian kembali mengecup singkat bibir Angel


Angel tersenyum dengan manis mendapat perhatian dari Cristian, semula dia merasa takut jika Cristian akan marah terlalu lama, namun seperti nya dugaan nya keliru, Cristian mau mengerti dan tetap bersikap lembut pada nya, dan dia bersyukur akan hal itu.


Belum sempat Angel menjawab, pintu terdengar diketuk oleh seseorang.


Setelah dipersilahkan masuk, tampak Shania dan Gean yang masih duduk di kursi roda nya masuk kedalam dan mendekati ranjang Cristian.

__ADS_1


Angel hendak turun dari ranjang Cristian, namun pria itu menahan nya dengan tangan yang langsung melingkari pinggang istri nya.


Gean yang melihat itu hanya tersenyum tipis, dia bersyukur Cristian dapat menerima Angel setelah tahu siapa dia yang sebenar nya.


Begitu juga dengan Shania, sekarang mereka terasa lega karena tidak ada lagi yang disembunyikan meski harus melewati drama ketegangan antara Cristian dan Kenzo terlebih dahulu.


"Bagaimana keadaan mu Cris?" Tanya Gean yang kini sudah berada disamping ranjang Cristian. Sementara Angel yang duduk disamping Cristian hanya diam sembari melirik Shania sekilas


"Aku sudah lebih baik" jawab Cristian yang masih setia bermanja pada Angel


"Kau tidak takut pada Angel hmm, biasa nya kau akan lari jika berdekatan dengan Queen rose" ledek Gean membuat Shania mengulum senyum sementara Angel tersenyum tipis


"Dia Angel ku sekarang, bukan Queen rose" jawab Cristian ketus namun tangan nya terus saja mengusap lembut perut rata Angel dengan sebelah tangan nya


"Angel maupun Queen rose itu orang yang sama bodoh, bagaimana mungkin kau bilang seperti itu" kata Gean lagi


"Bagiku berbeda, saat dia denganku dia adalah istriku yang manis bukan ratu mafia pencabut nyawa itu" jawab Cristian, namun langsung mendapat cubitan dilengan nya dari Angel


"Ouh, sakit baby" ringis Cristian sembari mengusap lengan nya


"Kau menyebalkan, aku tidak semenyeramkan itu" kata Angel mengerucutkan bibir nya menatap sebal Cristian.


"Haha, oke oke jangan marah, tapi aku berbicara jujur baby" kata Cristian sembari melingkarkan tangan nya keperut Angel dan menyembunyikan wajah nya dibalik punggung Angel


"Kau yang terlalu penakut, bukan aku yang menyeramkan" kata Angel sembari mengusap lengan Cristian yang menempel diperut nya


Gean dan Shania juga ikut tertawa kecil melihat tingkah mereka.


Mereka tidak pernah mengira jika ratu mafia itu bisa terlihat manis dan lucu jika bersama dengan Cristian, dan Shania merasakan perbedaan itu.


Dulu sewaktu dengan Kenzo, Queen nya tak pernah bersikap layak nya seorang wanita yang manis, dia selalu menunjukan sisi menyeramkan nya, dan Kenzo tak pernah mempermasalahkan itu, sehingga mereka menjalin hubungan yang terkesan kaku dan penuh aksi.


"Rossy, ini sudah malam, kau juga harus beristirahat, jangan sampai kelelahan, kasihan keponakan ku" kata Gean membuat Angel dan Cristian menoleh kearah nya


"Dia akan beristirahat disini bersamaku" kata Cristian


"Keadaan mu juga belum pulih Cris, luka mu masih basah" kata Gean lagi


"Tidak, ranjang ini besar, cukup untuk kami. Aku tidak ingin ada makhluk pengganggu lagi jika dia jauh dariku" ketus Cristian yang masih saja mengelus perut Angel


"Makhluk pengganggu?" Tanya Gean heran. Dia tidak mengetahui jika siang tadi Cristian berdebat dengan Kenzo


Cristian hanya diam, Gean pun menatap Angel yang mengendikan bahu nya.

__ADS_1


"Baiklah, terserah kau saja" jawab Gean malas


"Hei, bagaimana dengan Erick, apa dia baik baik saja?" Tanya Cristian yang baru teringat akan keadaan asisten setia nya itu


"Dia baru saja sadar, sekarang masih beristirahat karena luka nya lumayan parah" jawab Gean


"Syukurlah. Sebaiknya kau juga beristirahat. Shania kau bisa menjaga perjaka tua ini bukan?" Tanya Cristian mengedipkan mata nya pada Shania , Gean mendengus kesal sementara Angel mencubit gemas lengan Cristian


"Masih sakit saja kau masih bisa meledekku" dengus Gean


"Aku tidak meledekmu, aku berbicara jujur" jawab Cristian acuh


"Sudahlah kak, jangan dengarkan dia. Kakak istirahat saja. Kondisi kakak juga masih lemah" kata Angel


"Baiklah, kau juga jangan terlalu lelah" balas Gean


Angel menganggukan kepala nya


"Shania tolong antar kakak ku keruangan nya"


"Baik Queen" jawab Shania. Shania pun membawa Gean keruangan nya meninggalkan Angel dan Cristian berdua.


Tak lama setelah Shania dan Gean keluar, dokter yang menangani Cristian pun masuk. Dia membungkukkan sedikit badan nya pada Angel yang turun dari ranjang. Dan mulai memeriksa keadaan Cristian. Setelah itu dia pamit keluar meninggalkan mereka berdua.


"sebaiknya kau tidur, supaya tubuh mu cepat pulih" kata Angel menatap Cristian


"Hmm, kau juga. Ayo sini" kata Cristian menarik Angel. Angel langsung merebahkan diri nya disamping Cristian dengan perlahan agar tidak mengenai bahu dan lengan Cristian yang terluka.


Cristian terlihat meringis menahan sakit saat memperbaiki posisi tubuh nya, punggung nya yang tertembus peluru masih terasa begitu nyeri.


Angel yang melihat itu membantu Cristian mendapatkan posisi yang nyaman. Untung saja ranjang itu luas sehingga mereka bisa beristirahat bersama.


Cristian menghela nafas berat akibat nyeri yang teramat, Angel mengusap lembut dada dan wajah nya membuat Cristian bisa sedikit lebih nyaman.


"Tetaplah disini, jangan kemana mana" kata Cristian pelan dengan mata yang terpejam menahan sakit


"Iya, aku tetap disini. Tidur lah" kata Angel, dia pun mengecup dahi Cristian dengan lembut hingga membuat Cristian tersenyum dan membuka mata nya


"Tetaplah jadi Angelku yang manis ya" kata Cristian lembut dan menggenggam tangan Angel dengan erat


"Iya, terimakasih sudah menerimaku"kata Angel yang juga sudah merebahkan diri nya disamping Cristian dan menghadap kearah nya


Cristian pun mengangguk dan tersenyum. Mata nya mulai terpejam akibat pengaruh obat yang disuntikan ke tubuh nya

__ADS_1


Angel masih menatap wajah tampan Cristian yang sudah terpejam. Wajah nya masih terlihat sangat pucat.


"Aku mencintaimu, aku harap hatiku tidak salah karena telah memilih mu" gumam Angel, dia mengecup pelan pipi Cristian dan juga mulai memejamkan mata nya.


__ADS_2