
Tokyo, Jepang..
Beberapa jam sebelum Angel pergi.....
Cristian dan Erick masih menyelusuri stasiun kereta Sugamo. waktu saat itu memang sudah larut malam, sehingga daerah di sekitar stasiun tidak begitu sibuk jika dibandingkan dengan tempat wisata populer lain nya di Tokyo, tempat ini menawarkan pemandangan kehidupan sehari-hari yang santai di Jepang sehingga membuat Cristian dan Erick memutuskan untuk berjalan jalan sebentar.
Ada banyak izakaya (bar ala Jepang) dan ada toko-toko di wilayah ini yang khusus menjual cemilan kue maupun barang-barang tradisional, Cristian memperhatikan semua toko toko dan seluruh pemandangan disana, namun fikiran nya melayang jauh pada Angel yang sangat ia khawatirkan keadaan nya.
Apalagi saat ini sedang musim dingin, sehingga jalanan tertutupi salju dan mengakibatkan akses jaringan yang kurang baik sehingga dia tidak bisa menghubungi siapapun dikota nya.
"Erick" panggil Cristian pada Erick yang tengah memilih beberapa cemilan disebuah bar kue
"iya tuan" jawab nya yang masih asik mencoba cemilan khas Jepang nya
"aku tidak melihat pengawal kita" ucap Cristian membuat Erick melihat sekeliling nya
"mereka ada diarah jam 3 tuan" jawab Erick dan Cristian melihat kearah yang ditunjuk Erick dan benar saja, pengawal nya tengah berdiri disana mengawasi diri nya namun kenapa hanya beberapa orang, kemana yang lain
"kenapa mereka tinggal sedikit?" tanya Cristian heran
"tuan Hiroshi meminta separuh dari pengawal kita untuk membantu nya mengawasi perusahaan Kazume tuan" jawab Erick
"ah iya, aku lupa. ayo kita kesana, aku ingin melihat sekeliling stasiun itu" ajak Cristian pada Erick yang mengangguk dan tidak meninggalkan makanan nya
Cristian dan Erick berjalan perlahan menyusuri setiap sudut stasiun kereta hingga tidak lama mereka mendengar sebuah teriakan seorang wanita dari dalam satu gerbong kereta yang memang saat itu sedang tidak beroperasi karena malam yang sudah sangat larut.
Cristian dan Erick saling pandang bingung
"Siapa itu?" tanya Cristian heran
"entahlah tuan" jawab Erick
"sudahlah ayo" kata Cristian yang mencoba mengabaikan suara itu namun tidak lama mereka melihat seorang gadis berlari keluar gerbong dan dikejar oleh gerombolan pria berwajah sangar.
Cristian mengernyit heran melihat gadis itu terlihat ketakutan dan menangis menjerit meminta tolong.
Cristian langsung menarik gadis itu dan bersembunyi di sebalik dinding, Erick langsung memerintahkan pengawal mereka untuk menghadang orang orang yang akan menangkap gadis itu.
para pengawal Cristian langsung menghajar gerombolan pria itu sementara Cristian menarik tangan gadis itu berlari menjauh bersama dengan Erick.
Setelah jauh dari stasiun mereka berhenti dan masuk kesebuah bar dan bersembunyi disana dengan nafas yang terengah engah
"kau tidak apa apa?" tanya Cristian menatap wajah gadis itu yang seperti nya orang asing seperti diri nya
"tidak apa apa, terima kasih tuan. terima kasih sudah menolongku" jawab Gadis itu dengan nafas yang masih menderu
"sebaik nya kita kembali kehotel tuan, jangan sampai mereka menemukan kita disini" kata Erick cepat membuat Cristian mengangguk dan menatap ragu gadis yang kelihatan nya masih ketakutan itu
"apa aku boleh ikut dengan kalian tuan, aku takut mereka akan menangkap ku lagi" lirih gadis itu, terlihat wajah nya yang pucat Pasih membuat Cristian iba melihat nya
"baiklah, ayo kita segera pergi dari sini" ajak Cristian.
Setelah memeriksa keadaan sekitar mereka bertiga pun langsung pergi dengan cepat menuju hotel dimana Cristian menginap meninggalkan para pengawal Cristian yang sudah terkapar tidak berdaya .
gerombolan pria tadi langsung berpencar mencari keberadaan mereka namun mereka kehilangan jejak .
"sial, dia berhasil kabur, jika bos tahu habislah kita" kata seorang pria itu.
__ADS_1
..
Dihotel...
"apa kau baik baik saja. wajah mu pucat sekali nona" tanya Cristian yang kini tengah berada dikamar gadis yang baru diselamatkan nya
"aku hanya masih takut tuan" lirih gadis itu yang terduduk disofa kamar dan Cristian duduk didepan nya
"tenang lah, kau sudah aman sekarang." kata Cristian. dan tidak lama Erick masuk dengan seorang pelayan yang membawa troli makanan dan minuman
"makan dan minumlah, setelah itu kau bisa beristirahat" kata Cristian membuat gadis itu menatap lekat wajah pria baik yang telah menolong nya
"terima kasih tuan, terimakasih," kata gadis itu berulang kali
Diapun makan dan minum dengan lahap karena disekap satu harian membuat tenaga nya habis dan tubuh nya terasa lemas.
Cristian dan Erick masih berada dikamar gadis itu menemani nya karena gadis itu belum mau untuk ditinggal sendiri
Setelah makan mereka pun berbincang kembali
"bagaimana kau bisa ditangkap mereka nona?" tanya Cristian yang sedari tadi memang ingin bertanya apa penyebab gadis itu bisa tertangkap
"aku juga tidak tahu tuan, mereka menculik ku saat aku berlibur di Taiwan , aku juga tidak tahu kenapa aku bisa dibawa kemari" ungkap nya sedih dengan mata yang berkaca kaca
"kau bukan berasal dari sini kan" tanya Cristian lagi.
"aku dari Newyork. ah bisakah anda pinjamkan saya ponsel tuan, saya ingin mengabari orangtua saya" pinta gadis itu memelas.
"bisa, tapi saat ini jaringan sedang terganggu akibat badai salju . kau bisa menghubungi orang tua mu besok" kata Cristian membuat gadis itu tertunduk lesu
"sekarang istirahatlah, kamar kami ada disebelah kamar mu, jika kau butuh sesuatu kau bisa datang padaku atau pada Erick" kata Cristian membuat gadis itu memandang wajah tampan Cristian
"baik tuan. sekali lagi terimakasih untuk kebaikan kalian. Tuan??" tanya gadis itu bingung karena memang belum mengetahui siapa nama pria baik yang sudah menolong nya
"Cristian, namaku Cristian, dan ini Erick sekretaris ku" jawab Cristian membuat senyum cantik diwajah gadis itu terbit
"aku Clara, Clara Barrent Augustin" kata gadis itu membuat Cristian dan Erick terbelalak kaget, pasal nya nama Barrent hanya dipakai oleh satu keluarga, yaitu keluarga Kenzo, apa mungkin.
"Clara Barrent" gumam Cristian dengan wajah yang tidak bisa diartikan membuat gadis itu bingung melihat nya
"apa anda mengenal tuan Kenzo Barrent nona?" tanya Erick pula
"dia kakak ku tuan" jawab Clara membuat Cristian dan Erick saling pandang
"apa tuan mengenal nya?" tanya Clara berbinar
"ya, dia rekan bisnis kami nona" jawab Erick sedangkan Cristian terdiam karena tidak habis fikir kenapa bisa orang yang dia tolong adik dari Kenzo, dan dia baru sadar jika wajah Clara memang sedikit mirip dengan Kenzo.
"apa orang orang yang menangkapmu tadi dari klan Hyuga, musuh kakak mu?" tanya Cristian membuat Clara bingung dan menggelengkan kepala nya
"aku tidak tahu tuan, tapi sepintas aku mendengar bahwa mereka diperintahkan oleh orang yang bernama Kazume" ungkap gadis itu
"sudah jelas sekarang, dan sebentar lagi Kenzo pasti kemari , Erick besok pagi perintahkan Hiroshi untuk membuka kedok Kazume pada media, kita tidak bisa menunggu lama, karena seperti nya kita juga telah dalam bahaya sekarang" jelas Cristian membuat Erick menganggukan kepala nya sedangkan Clara menatap bingung mereka
"tuan, sebenar nya apa yang terjadi?" tanya Clara bingung
"sebaik nya kau tetap berada disini Clara, nyawa mu dalam bahaya" kata Cristian membuat Clara semakin takut dan tidak mengerti
__ADS_1
"dalam bahaya, sebenar nya siapa mereka?" tanya Clara lagi.
"mereka musuh kakak mu dan juga musuh istriku" jawab Cristian
"astaga, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Clara cemas
"jaringan masih tidak bisa digunakan tuan, sehingga saya tidak bisa menghubungi tuan Hiroshi untuk tahu bagaimana keadaan diluar sekarang. saya rasa orang orang yang menculik nona Clara pasti sebentar lagi tahu keberadaan kita disini, Karena pengawal kita hilang tidak ada kabar tuan" jelas Erick membuat Cristian menghela nafas kasar.
Entah kebetulan macam apa ini, rencana nya berubah total hanya karena menolong seorang gadis yang ternyata adalah adik Kenzo.
"ck, pergi pun percuma bukan, kita tidak tahu dimana tempat yang aman disini, bahkan cctv ada dimana mana" geram Cristian
"tuan, apa anda punya komputer. saya bisa meretas cctv disini dan mencuri jaringan dari kota lain meski hanya dalam beberapa menit" kata Clara membuat Cristian menatap nya lekat dan Erick langsung tersenyum dan berlari keluar
"kau ahli peretas?" tanya Cristian takjub
"hanya sedikit tahu tuan, tapi semoga ini bisa membantu" jawab Clara yang masih menatap kagum wajah tampan Cristian. dan sayang nya dia sudah punya istri , batin Clara
dan tidak lama kemudian Erick masuk membawa seperangkat komputer nya dan memasangkan alat alat nya setelah itu mempersilahkan Clara untuk duduk dan menjalankan misi nya
Clara terlihat menghela nafas nya sejenak dan kemudian mulai memainkan jemari nya pada keypad komputer itu. Jantung Cristian dan Erick berdebar kencang selama beberapa menit
"hubungi siapa yang ingin kalian hubungi tuan, waktu tidak banyak, hanya tiga menit" kata Clara dengan mata yang masih fokus pada komputer nya. Sementara Erick langsung mengirimkan pesan pada Hiroshi dan kapten stone
"waktu habis dan aku sudah meretas cctv dihotel ini dan juga disekitar hotel, sebaik nya kita pergi dari sini sekarang juga sebelum mereka berhasil menangkap kita" ucap Clara cepat
Cristian dan Erick langsung bangun dan berlari kekamar mereka masing masing untuk mengambil barang barang yang mereka kira penting sedangkan Clara menunggu didepan pintu kamar Critian.
Setelah beberapa menit mereka pun langsung pergi dari hotel itu dengan tergesa gesa dan langsung menuju tempat yang telah disiapkan oleh Hiroshi karena saat Erick menghubungi nya Hiroshi juga tengah mencoba mencari tahu keberadaan Cristian .
Selama dimobil sesekali Clara yang duduk disamping Cristian menoleh kebelakang dengan raut wajah cemas. membuat Cristian menatap nya
"tenanglah, semua akan baik baik Saja. Kakak mu pasti akan segera menyusul mu kemari" kata Cristian menenangkan Clara
"iya tuan" jawab Clara
"jangan panggil tuan, aku bukan tuan mu" kata Cristian lembut
"ah iya, bolehkah aku memanggilmu kakak, kau seperti nya seumuran dengan kakak ku" kata Clara pula
"tentu" jawab Cristian dengan senyum menawan nya membuat Clara sejenak terpukau melihat senyum itu
"hei, apa yang kau lihat" tanya Cristian menjentikan jari nya didepan wajah Clara membuat gadis itu terhenyak kaget
"eh, maaf tuan, em maksud ku kak" jawab nya gugup membuat Cristian terkekeh pelan
"apa istri mu teman dekat kakak ku?" tanya Clara memecah kesunyian dan kecanggungan mereka
"lebih tepat nya mantan kakakmu" jawab Cristian membuat Clara tertegun
"kak Ken hanya pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita, dan wanita itu kak Rose, apa kak Rose yang kakak maksud?" tanya Clara penasaran
"ya, dia istriku" jawab Cristian lugas membuat Clara terhenyak
"oh my God. kenapa dunia begitu sempit. apa kak Ken tahu kalian sudah menikah, karena dari yang ku tahu selama ini kak Ken selalu mencari keberadaan kak Rose" ungkap Clara masih dengan keterkejutan nya,
"dia sudah tahu" jawab Cristian singkat membuat Clara terdiam . Fikiran nya langsung teringat bagaimana hancur nya kakak kebanggan nya itu ketika tahu Queen rose pergi meninggalkan nya karena orang tua mereka yang tidak merestui nya. Dan sekarang dia malah langsung bertemu dengan suami wanita yang kakak nya cintai, takdir memang aneh. Batin nya
__ADS_1