Oh My Lady

Oh My Lady
Mansion Black Rose


__ADS_3

Wajah Queen rose terlihat sangat dingin dan tajam. Tatapan mata nya fokus menyetir mobil sport mewah nya dengan kecepatan sangat tinggi membelah jalanan yang lumayan padat disiang hari itu.


Gean yang duduk disebelah nya masih terdiam dan terpaku sembari berdoa dalam hati ketika mobil yang dikendarai oleh Queen rose melesat tinggi, berbelok dan menyalip satu persatu mobil lain dengan sangat lihai. Sesekali Gean tampak memejamkan mata nya saat mobil yang ditumpangi nya hampir menabrak atau tersenggol mobil lain.


'astaga, dia tak mungkin adik ku kan. Memang serasa berada didekat malaikat pencabut nyawa, benar benar mengerihkan' batin Gean bergidik ngeri, bahkan sesekali dia nampak mengusap dada nya karena takut akan kecepatan mobil yang sangat tinggi.


Queen rose hanya terfokus pada kemudi nya sambil sesekali melirik kearah Cristian yang tergeletak tak berdaya dikursi belakang nya.


'bertahanlah Cris' batin nya sendu


Satu jam kemudian jalanan yang tadi nya berada disekitaran kota , kini telah berubah menjadi area perbukitan dimana kanan dan kiri nya adalah jurang yang membatasi jalan.


Liukan tajam nan menanjak tak mengurangi kecepatan mobil itu. Hingga membuat Gean lagi lagi memejamkan mata nya karena merasa takut. Queen rose hanya melirik nya sekilas dan tak memberikan satu perkataan apapun pada pria yang sedang ketakutan itu.


Setelah menempuh jalanan berbukit yang sisi kanan dan kiri nya dibatasi jurang, kini jalan yang ditempuh Queen rose memasuki sebuah hutan yang tampak asri, dipenuhi oleh pohon pohon besar dan juga padang rumput yang seperti terawat dengan baik.


Dan tak berselang lama Gean dapat melihat sebuah bangunan yang megah bak istana terlihat dari jauh meski ditutupi oleh pepohonan rindang. Pagar besi dan tembok menjulang tinggi menutupi bagian atas bangunan. Taman bunga mawar berbagai warna tampak mengelilingi halaman bangunan megah itu. Dan juga lambang kelopak mawar besar terlihat terpampang jelas didepan gerbang besar dari mansion itu.


Mobil yang dikendarai Queen rose memasuki bagian gerbang besar dimana dia disambut oleh puluhan penjaga yang berbaris rapi sembari membungkuk hormat.


Lagi lagi Gean terperangah takjub melihat luas nya halaman mansion itu. Dimana didepan nya terdapat kolam mancur dan taman kecil yang terlihat sangat asri.


Lagi lagi mereka disambut oleh puluhan penjaga didepan mansion. Beberapa orang berbadan besar berlari kearah mereka dan membukakan pintu mobil Queen rose.


Gean turun dengan pandangan mata nya yang masih menatap kagum dengan apa yang dilihat nya sekarang.


Bangunan dengan luas berhektar hektar itu sungguh terlihat seperti sebuah istana megah.


Queen rose terlihat memerintahkan beberapa orang anggota nya untuk membantu membawa Cristian masuk kedalam mansion. Gean pun hanya bisa mengikuti kemana mereka membawa Cristian.


Dan lagi lagi dia dibuat bergidik, ketika didalam mansion itu disambut oleh puluhan pelayan yang menunduk hormat. Namun aneh nya semua orang dimansion ini tak ada yang memakai topeng seperti pemimpin nya.


Cristian dibawa kesebuah kamar super besar dan mewah. Dengan nuansa glamour dimana dipenuhi oleh pajangan dan hiasan berupa figura dan patung yang terbuat dari berlian dan batu permata yang berkelap kelip karena kilau cahaya lampu.


Kamar bernuansa gold dan silver itu juga dipenuhi oleh rangkaian bunga mawar hitam dan mawar merah disetiap sudut ruangan.


Beberapa orang berjas masuk dengan sebuah tas ditangan mereka. Gean yang memperhatikan dari jauh hanya bisa terdiam . Begitu juga Queen rose yang berdiri mematung disisi ranjang. Pandangan mata nya menatap lekat wajah Cristian yang memucat bagai tak dialiri darah.


Seorang pria berjas yang nampak sudah tua dengan kepala nya yang terlihat botak separuh langsung memeriksa Cristian. Dia juga memasang sebuah infus ditangan pria itu.


"dia terkena racun Queen, kami butuh waktu untuk membuat penawar nya" ungkap pria itu menatap Queen rose


"apa racun nya berbahaya?" tanya Queen rose terlihat tenang, namun sebenar nya dia cemas luar biasa.


"dalam 24 jam racun nya dapat menyebar keseluruh tubuh dan membuat bagian organ vital nya rusak dan membusuk." ungkap pria itu dengan cepat dan padat


"cari penawar nya secepat mungkin" titah Queen rose dingin dengan tangan yang sudah terkepal kuat


"baik Queen, kami usahakan tengah malam nanti penawar nya akan selesai. Kami masih punya beberapa bahan nya mengingat racun ini juga pernah digunakan musuh anda dahulu" kata pria itu pula


"ya, dan dia masih musuh yang sama" ucap nya tajam .


Pria itu dan anggota nya segera keluar dari kamar itu meninggalkan Queen rose dan juga Gean yang menemani Cristian yang masih belum sadarkan diri


"apa ini ulah black hunter ?" tanya Gean pelan dan menatap wajah dingin Queen rose


"ya" ucap nya singkat


Gean pun menghela nafas nya sembari menatap sendu Cristian yang terlihat tak berdaya


"mereka sudah keterlaluan, ini tak bisa dibiarkan" geram nya lagi membuat Queen rose menatap nya dengan tatapan dingin


"pergilah pulang, biar aku yang menjaga nya disini" kata Queen rose membuat Gean menoleh kearah nya


"bisakah kau jelaskan semua ini. Siapa kau sebenar nya?" tanya Gean tajam


"suatu saat kau akan tahu" ucap nya dingin


"aku kenal suaramu, aku tahu siapa pemilik suara itu, meski kau jauh berbeda dengan nya tapi ku yakin kau itu dia kan?" tanya Gean sendu, nampak wajah nya memerah menahan segala rasa yang tak bisa dijelaskan

__ADS_1


Queen rose masih terdiam dengan wajah dingin nya.


"sebaik nya kau pergi, banyak urusan yang harus kau selesaikan bukan. Orang ku akan mengantar mu kembali" ucap nya tanpa melihat kearah Gean


Gean hanya bisa menahan nafas nya sejenak dan menghembuskan nya dengan kasar


"baiklah. Terima kasih sudah mau membantu kami. Aku titip Cristian" ucap nya datar dan langsung pergi dengan kekecewaan dihati nya.


Dia harus segera pulang dan membuktikan semua praduga nya. Jika memang mereka orang yang sama maka dia akan tahu semua nya setelah kembali kerumah nanti.


Queen rose hanya menatap datar punggung Gean yang menghilang dibalik pintu besar kamar nya.


'maaf, tapi jika semua nya selesai aku pasti akan memberitahu mu siapa aku sebenar nya' batin nya


Queen rose pun melangkah mendekati Cristian. Hati nya sakit melihat pria yang selalu ada dihati nya itu terbaring tak berdaya. Diusap nya pelan dan lembut wajah tampan Cristian yang sudah mendingin dan terlihat sangat pucat.


"bertahan lah Cris, aku menunggumu bangun" ucap nya sendu. Diapun mengecup pelan dahi dan bibir pria itu.


"mereka harus membayar semua ini. Sudah cukup bermain main nya" ucap nya dingin dengan tatapan mata yang berubah tajam siap untuk membelah tubuh mangsa nya.


Queen rose keluar dari ruangan itu untuk pergi kesuatu tempat. Diruang tengah mansion dia berpapasan dengan Shania yang baru kembali setelah mengamankan gadis yang mencelakai Cristian.


"selamat sore Queen" sapa Shania


"hmm, apa kau sudah mengamankan nya?" tanya Queen rose


"sudah Queen, dia sudah berada ditempat yang seharus nya" jawab Shania dengan senyum devil nya


"bagus. Aku harus pergi. Kau jaga Cristian. Nanti malam penawar itu akan datang. Kabari aku perkembangan nya" kata Queen rose lagi


"anda mau kemana Queen, bagaimana jika tuan Criss sadar" tanya Shania lagi


"aku belum ingin mengungkapkan jati diriku sekarang Shania. Aku ingin menyelesaikan masalah ini dulu, aku tak ingin membuat nya dilema dan ikut dalam bahaya" ungkap Queen rose dengan raut wajah sendu


"baiklah Queen. Aku akan mengabari mu selalu" kata Shania mengerti kekhawatiran Queen nya.


"hmm. Aku pergi" ucap nya dan langsung melangkah meninggalkan Shania


Wanita itupun berlalu masuk kekamar dimana Cristian terbaring.


..


Beberapa jam berlalu ...


Matahari terlihat redup dan langit juga sudah bewarna jingga saat Gean tiba dirumah nya.


Dengan segera dia melangkah masuk dan disambut oleh pak Chen dan beberapa pelayan dan penjaga lain nya.


"apa Angel ada didalam?" tanya Gean tak sabar


"nyonya ada dikamar nya tuan, sedari siang tadi belum ada keluar kamar" ungkap pak Chen membuat Gean langsung berlari menaiki tangga secepat mungkin membuat pak Chen dan yang lain nya heran melihat tingkah tuan kedua mereka.


Brakk


Pintu langsung dibuka oleh Gean, dan dia pun dibuat terkejut karena wanita itu tengah duduk didepan meja rias nya sembari menyisir rambut panjang nya.


Angel yang terkejut langsung menoleh heran kearah Gean yang terpaku didepan pintu dengan tangan yang masih memegang handle pintu.


"ada apa kak?" tanya Angel heran


Gean langsung berjalan pelan kearah adik nya dan menatap Angel dengan lekat.


"kau baru selesai mandi?" tanya Gean sembari memperhatikan setiap sudut kamar


"ya" jawab Angel singkat dan kembali mengeringkan rambut nya


Gean pun terduduk diujung ranjang Angel sembari menghela nafas.


'dia ada disini. Berarti siapa sebenar nya Queen rose itu. Suara mereka begitu mirip. Aku tak mungkin salah kan' batin nya masih dengan perasaan tak menentu

__ADS_1


"dimana Cristian kak?" tanya Angel tiba tiba membuat Gean terhenyak kaget. Dia pun seketika langsung teringat akan keadaan Cristian yang sedang kritis disana.


Jika Angel bukan Queen rose , lalu apa yang harus dikatakan nya pada Angel tentang keadaan Cristian?


"kenapa kau diam kak, dimana suamiku?" tanya Angel lagi


"oh, em di dia ada pekerjaan mendadak diluar kota. Mungkin besok atau lusa baru kembali" ucap Gean terbata membuat Angel mengernyitkan dahi nya


"kenapa dia tak memberitahu ku? Bukan kah malam ini dia harus menghadiri acara mr ken" tanya Angel lagi membuat Gean semakin kebingungan


"emm pekerjaan ini sangat penting rossy, aku tak bisa meninggalkan perusahaan, maka dia yang pergi karena ada masalah sedikit disana. Kemungkinan aku yang akan menggantikan nya ke acara mr ken malam nanti bersama Erick. Kau tak keberatan bukan?" ungkap Gean membuat Angel menganggukan kepala nya


"hmm, baiklah tak apa. Aku akan menunggu dirumah" ucap nya sambil tersenyum tipis.


Setelah berbincang sebentar Gean langsung keluar kamar Angel dan kembali kekamar nya dengan fikiran tak menentu.


Sementara Angel langsung mematung sembari menatap pintu balkon yang masih terbuka dan ada sepatu boots nya yang tergeletak disana.


"hampir saja" gumam nya pelan.


Dia pun langsung teringat akan Cristian yang masih terbaring lemah dimansion nya.


Teringat akan pesan dari anak buah nya tadi, membuat nya kembali merasakan amarah yang memuncak


..


Flash back


Angel masih duduk sembari merangkai bunga mawar yang baru dipetik nya dari taman bunga dibelakang rumah Cristian . Tak berselang lama, ponsel rahasia nya bergetar menandakan panggilan masuk dari seseorang.


Angel langsung mengangkat panggilan itu dan langsung mendengarkan ucapan dari sang penelpon.


Tiba tiba saja raut wajah nya menjadi tajam dan dingin dengan telapak tangan yang langsung menggenggam erat kelopak bunga mawar hingga remuk tak berbentuk.


"jemput aku sekarang" ucap nya pelan. Dia pun segera menghempaskan semua bunga yang ada ditangan nya dan berlari kesamping rumah dimana pohon rindang besar yang menjadi tempat nya memanjat untuk keluar dari rumah itu.


Dengan lincah dan lihai tanpa diketahui seorang pun dia berhasil melompati pagar beton itu.


Dengan sekuat tenaga dia berlari keujung jalan dimana sebuah mobil sport telah menunggu nya.


Dengan cepat dia masuk dan duduk dikursi penumpang dan langsung mengganti pakaian nya seperti biasa, tak lupa juga topeng untuk menutupi identitas nya.


"ada seorang suruhan Aron yang melamar menjadi karyawan diperusahaan tuan Cris Queen. Dari berita yang anak buah kita dapatkan, wanita itu akan menyuntikan racun berbahaya ditubuh tuan Cris hari ini" ungkap wanita bertopeng yang sedang mengemudikan mobil Queen rose yang ternyata adalah Shania.


"mereka sudah berani bertindak lebih , kita harus cepat. Nyawa Cristian dalam bahaya" kata Angel yang tak lain adalah Queen rose yang sebenar nya.


Shania pun melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Cristian.


"saya sudah memerintahkan anak buah kita untuk mengosongkan perusahaan itu sejenak Queen" ungkap Shania dan Queen rose hanya mengangguk.


Hal itulah tadi yang membuat Erick menjadi seperti orang gila karena kebingungan.


Setiba nya diperusahaan itu, mereka berdua berlari sekuat tenaga menuju ruangan Cristian.


Dengan cepat Queen rose mendobrak pintu ruangan Cristian, dan betapa terkejut nya dia karena Cristian telah tergeletak tak berdaya diatas lantai


"sial, kita terlambat" gumam nya


Falshback off


"kali ini aku akan menghancurkan kalian semua, tanpa sisa" gumam nya dengan tatapan membunuh yang selalu ditakuti oleh siapapun


..


*jangan lupa tinggalin jejak ya readers ku


maaf jika cerita nya tak menarik


aku cuma author amatiran lagi coba hal baru

__ADS_1


salam kenal dari riau😉*


__ADS_2