
Kini Cristian dan Gean telah berada dimarkas black rose. Sebuah gedung tua yang memiliki ruang bawah tanah yang menjorok kedalam.
Cristian memperhatikan keadaan sekitar yang terasa menyeramkan hingga bulu kuduk nya meremang. Dia mengikuti langkah kaki Angel yang berjalan dengan santai disebelah nya. Sementara Gean dan Shania berjalan dibelakang mereka.
Lorong yang mereka lewati benar benar gelap, hanya diterangi oleh cahaya lampu neon kecil. Cristian berjalan sembari menoleh sejenak kelantai tempat nya berpijak dan juga kearah dinding yang terlihat basah dan lembab.
Aura disana benar benar terasa aneh dan mencekam.
Bahkan terasa begitu menyeramkan apalagi tidak ada satupun dari mereka yang berbicara, hanya suara tapak kaki mereka yang terdengar dan juga tetes tetes air yang entah dari mana.
Dinding yang terkelupas dan besi besi pinggiran yang berkarat menambah kesan horor dalam ruangan itu. Cristian yakin, itu adalah tempat pembantaian para musuh black rose, dan mungkin saja saat ini mereka sedang dikelilingi oleh arwah arwah gentayangan orang orang yang telah dibantai oleh black rose hingga suasana nya bisa mencekam seperti ini.
Cristian menoleh kearah Angel yang berjalan dengan tatapan datar nya dibalik topeng yang dikenakan nya.
"Baby" panggil Cristian pelan. Walaupun begitu gema suara nya terdengar hingga ketelinga Gean dan Shania
Angel menoleh kearah Cristian
"Apa masih jauh, kenapa tempat ini mengerihkan sekali" gumam nya
"Sebentar lagi , kalau kau takut kenapa kau ikut?" Tanya Angel heran, namun Cristian malah berdecak kesal
"Lalu aku harus menunggu mu dengan duduk diam saja begitu. Suami macam apa itu" decak Cristian kesal,
Angel tersenyum tipis melihat kekesalan suami nya itu. Dia tahu Cristian pasti takut dengan tempat itu namun dia juga ingin memperlihatkan semua hal dalam kehidupan nya pada Cristian, walau seburuk apapun itu. Dia berharap Cristian mampu menerima kehidupan nya saat ini yang penuh darah dan senjata, namun dia tidak tahu bahwa Cristian telah bertekad untuk membawa nya keluar dari dunia hitam nya yang sekarang.
Beberapa saat kemudian mereka telah tiba disebuah pintu berjeruji besi dimana didepan nya ada empat orang bertubuh besar tengah berjaga dan menyambut mereka dengan hormat.
"Selamat siang Queen" Sapa mereka dengan menundukkan kepala mereka
"Hmm, apa mereka masih hidup?" Tanya Angel langsung, membuat Cristian mengernyitkan dahi nya
"Masih Queen" jawab mereka.
Salah seorang dari mereka langsung membukakan pintu itu. Angel diikuti Cristian , Gean dan juga Shania masuk kedalam.
Cristian dan Gean terhenyak dan membelalakkan mata mereka melihat keadaan tiga orang disana terlihat begitu memprihatinkan.
Tubuh yang kurus, wajah pucat kusut, rambut dan pakaian yang kotor membuat keadaan mereka terlihat seperti gelandangan dijalanan.
"Brengsek, lepaskan kami dari sinii!!" Teriak Cessy dengan sekuat tenaga nya. Dia berusaha menggerakkan tubuh nya mendekati Angel, namun tidak bisa karena rantai yang membelenggu kedua tangan nya.
Angel menatap mereka dengan tajam dan tentu saja tatapan membunuh nya keluar hingga mampu membuat Cessy langsung menelan Saliva nya dengan kasar. Sementara ayah dan ibu nya tidak lagi berdaya untuk bersuara. Bahkan ibu nya sudah seperti orang gila.
"Angel, maafkan kami nak" lirih paman Jose dengan lemah namun Angel hanya melirik nya saja
__ADS_1
Tiba tiba Jorge masuk kedalam ruangan itu dengan membawa sebuah kursi untuk Queen nya. Cristian masih terdiam melihat interaksi orang orang black rose itu, bahkan dia masih saja merasa kagum melihat Angel begitu dihormati dan ditakuti oleh semua anak buah nya, sebenar nya seberapa tangguh istri nya itu, dan Cristian tidak sanggup untuk membayangkan nya.
"Aku sudah memberikan kalian kesempatan selama beberapa tahun untuk berubah, tapi kalian masih saja larut dalam keserakahan kalian" kata Angel dingin
"Sialan kau, begini kah caramu membalas apa yang sudah ku lakukan untuk mu hah, jika tidak ada darahku , kau sudah mati dari dulu!!" Bentak Cessy. Namun Angel masih diam tak bergeming. Dia ingat bahkan sangat ingat, dulu sewaktu mereka masih berusia tiga belas tahun, tepat beberapa hari sebelum orang tua Angel kecelakaan, Angel mengalami kecelakaan disekolah nya dan membutuhkan donor darah, namun hanya darah Cessy yang cocok untuk nya, karena saat itu ayah Angel sedang ada diluar kota sedangkan Gean mempunyai penyakit anemia. Dengan terpaksa orang tua Cessy mendonorkan darah Cessy untuk Angel, berharap itu bisa mereka gunakan untuk ancaman balas Budi jika rencana mereka gagal.
Gean yang berada dibelakang Angel mendekat dan berdiri disamping Angel.
"Kau sudah mendapatkan imbalan atas darah mu itu Cessy, bahkan sudah lebih dari cukup. Kau kehilangan dua kantung darah, tapi kami kehilangan orang tua kami" bentak Gean penuh amarah.
Diawal perjalanan dia masih bisa mengontrol emosi nya bahkan berniat membiarkan mereka membusuk dipenjara. Namun ketika melihat wajah tiga manusia penyebab kehancuran mereka, darah nya tiba tiba saja mendidih, dan rasa nya dia ingin membunuh mereka semua.
"Dan seharus nya kalian juga ikut mati , bedebah!!! " Teriak Cessy
Plak
Satu tamparan keras mendarat diwajah kusut Cessy membuat tubuh nya terhuyung kesamping dan darah segar langsung menetes disudut bibir nya.
Gean, Angel dan semua yang ada diruangan itu menoleh kearah Cristian yang tengah menatap tajam Cessy dengan tangan yang terkepal erat.
"Kau yang pantas mati ****** sialan!! Begitu juga orang tua mu. Kalian lebih dari binatang yang tidak punya hati, hanya karena harta kalian mengorbankan nyawa orang yang tidak bersalah" geram Cristian
"Kau jangan ikut campur!" Teriak Cessy
"Diamlah, kau tidak tahu apa apa" timpal paman Jose pula, meski dia ingat bahwa Cristian juga pernah menghajar nya habis habisan namun hingga saat ini dia masih belum tahu kenapa Cristian menatap nya penuh dengan kebencian, yang dia tahu Cristian menjalin hubungan dengan Angel, apa karena dia hanya membela wanita itu fikir nya.
"Tadi aku masih punya hati untuk tidak melakukan apapun, tapi sekarang aku benar benar muak melihat kalian. Sudah bersalah tapi masih tidak tahu diri." Geram Cristian lagi
Bugh
Satu tendangan melayang kedada paman Jorge hingga dia meringis kesakitan dan terbatuk batuk
"Jangan, kau tidak ada urusan nya dengan kami brengsek!" Maki Cessy membuat Cristian semakin menggeram
Angel dan Gean hanya diam membiarkan Cristian meluapkan emosi nya.
"Karena keserakahan kalian aku kehilangan ibuku, karena kalian aku menjadi suami yang jahat dan karena kalian orang orang yang aku sayang hancur!" Ungkap Cristian dengan nada yang menggeram, namun Cessy dan paman Jose masih belum mengetahui apa yang dimaksud Cristian.
Plak
Bugh
Satu tamparan mendarat diwajah Cessy, dan tendangan mendarat diperut paman Jorge. Mereka terlihat menggeram dan kesakitan sedangkan Cristian mengatur nafas nya yang berseru dengan cepat.
Dia mengusap wajah nya dengan kasar dan memundurkan langkah nya kebelakang Angel dan juga Gean.
__ADS_1
Entah kenapa amarah nya langsung mencuat ketika melihat tiga manusia itu, apalagi karena mereka yang menyebabkan ibu nya tewas dan karena nya juga dia melampiaskan dendam nya pada Angel dulu, padahal gadis itu tidak bersalah.
Cessy menatap mereka dengan penuh kebencian, sedangkan paman Jose tidak lagi bisa bersuara karena dada dan perut nya yang terasa sakit.
Angel menyeringai sadis melihat kesakitan diwajah mereka. Sedangkan Gean masih terdiam tanpa mau melakukan apapun, meski dia kesal tapi dia akan membiarkan adik nya yang membalas perlakuan mereka. Dia tahu Angel pasti punya cara sendiri untuk itu.
"Bagaimana pembukaan nya. Ini masih belum seberapa dari yang telah kalian perbuat" kata Angel dingin
"Sialan kau , lepaskan kami, kau tak berhak memperlakukan kami seperti ini" teriak Cessy lagi
"Bahkan aku berhak mencabut nyawa mu sekarang" kata Angel dengan seringai nya membuat Cessy langsung menelan Saliva nya.
"Kau tahu, kami sudah memperlakukan kalian dengan layak seperti keluarga sendiri. Kakek ku mengangkat ayahmu sebagai anak nya, memberikan harta secara merata. Ayahku juga memperlakukan orang tua mu layak nya saudara kandung. Dia sangat menyayangi kalian. Tapi apa yang kalian lakukan, kalian terlalu serakah untuk merebut semua nya. Tidak saja harta, tapi juga nyawa kami." Ungkap Angel tajam. Gean menatap iba adik nya, begitu juga Cristian. Namun yang mereka dapati hanya tatapan datar tanpa ekspresi.
"Maafkan kami nak" lirih paman Jose, sementara Cessy terdiam dan terus menatap tajam Angel. Entah apa yang ada difikiran nya sekarang
"Kalian tahu, tidak saja merebut kebahagiaan kami, kalian membuat kami kehilangan orang tua, kalian membuat adik dan kakak berpisah dalam waktu yang lama, kalian membuat seorang anak kehilangan ibu dan rasa percaya diri nya, dan kalian juga membuat hidup ku hancur dan menjadi seperti sekarang, menjadi seseorang yang bukan diriku yang sebenar nya." Ungkap Angel namun kali ini nada bicara nya terdengar lirih.
"Sebenar nya dimana letak salah kami?" Tanya Angel menatap tajam paman Jose yang menunduk
"Jawab!!!" Bentak Angel dengan sekuat tenaga nya membuat semua orang yang berada disana terhenyak kaget
"Aku hanya iri melihat ayahmu yang selalu dibanggakan oleh kakek mu, aku iri melihat ayahmu yang lebih dari segala nya dariku" jawab Paman Jose yang mengepalkan tangan nya. Angel mendengus kesal
"Otak mu yang iri dan dengki lah yang tidak bisa merasakan kepuasan dan kebahagiaan . Dan sekarang kalian baru merasakan kehancuran akibat ulah kalian sendiri bukan. Aku pastikan kalian tidak akan mati dengan mudah" kata Gean pula
"Jorge"panggil Angel pada Jorge yang telah siap siaga didepan pintu.
Lelaki muda itupun datang dengan sebuah kotak ditangan nya.
"Lakukan" kata Angel cepat
"Siap Queen" balas Jorge. Lelaki itu maju kearah paman Jose yang terlihat ketakutan melihat seringaian dibibir tipis lelaki bertopeng itu.
Jorge mengeluarkan sebuah suntikan dan sebotol cairan dari kotak itu. Cristian dan juga Gean mengernyitkan dahi nya heran, sementara Angel dan Shania menyeringai sadis membuat mereka berdua seketika meraba tengkuk mereka masing masing.
Jorge menyuntikan cairan itu pada lengan lelaki tua yang sama nama dengan dirinya itu.
"Selamat bersenang senang tuan. Aku senang ada lagi yang menjadi kelinci percobaan disini, apalagi orang bodoh seperti mu" kata Jorge membuat Shania mengulum senyum nya, dan tentu saja itu tak lepas dari perhatian Gean
Jorge kembali melanjutkan suntikan itu ketubuh bibi Jane yang tergeletak dilantai namun masih terlihat berbicara seorang diri seperti orang gila, atau memang sudah gila.
Dan setelah itu dia menyuntikan cairan itu ketubuh Cessy. Cessy hanya mengernyitkan dahi nya karena suntikan itu memang tidak terasa sama sekali.
Setelah pekerjaan nya selesai Jorge kembali kebelakang Angel dan berdiri tegak disana. Cristian memperhatikan mereka yang juga terlihat kebingungan, sebenar nya apa yang disuntikan oleh Jorge.
__ADS_1
"Apa yang disuntikan ketubuh mereka?" Tanya Cristian heran.
"Dua jam lagi kita kembali, dan kalian bisa lihat hasil nya" jawab Angel dengan seringai nya.