
Pagi ini Cristian, Angel dan juga Gean tengah sarapan bersama. Pagi tadi setelah bersiap siap Cristian mengancam agar Angel bersikap baik dan makan semeja dengan nya dan juga Gean.
Sarapan pagi itu terlihat sepi tanpa ada yang mengeluarkan suara , hanya dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
Tampak para pelayan yang dipimpin oleh pak Chen berbaris rapi dibelakang ketiga orang itu dengan setia.
Sesekali Cristian melirik Angel, Gean yang juga ikut melirik mereka berdua hanya bisa mengumpat dalam hati, apalagi semenjak tahu bahwa Cristian adalah adik ipar nya membuat ia harus lebih waspada agar Angel tidak diperlakukan kasar lagi.
Setelah beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan. Angel ikut mengantar kepergian Cristian dan juga Gean sampai didepan pintu.
"kami pergi dulu nona, jika ada yang dibutuhkan bilang saja pada pak Chen" tutur Gean dengan lembut membuat Cristian lagi lagi tersenggol hati nya.
Angel hanya mengangguk dengan senyum manis nya membuat Cristian berdehem keras disamping mobil nya
Membuat itu baik Angel maupun Gean saling pandang dan menahan tawa mereka.
Beberapa saat kemudian setelah kepergian Cristian dan juga Gean, Angel kembali kedalam kamar nya untuk menghubungi seseorang yang dipercaya nya.
..
Diperusahaan..
Kini Cristian sudah duduk dikursi kebesaran nya dan sedang menandatangani berbagai berkas berkas yang sudah menggunung, terlihat pintu terbuka dan munculah Gean dengan beberapa tumpukan dokumen ditangan nya.
"tuan, ada yang ingin saya bicarakan" ungkap Gean sembari meletakan dokumen yang dibawa nya
"bicaralah," jawab nya yang masih asik dengan pena ditangan nya
"saya ingin kita mengajukan kerja sama dengan perusahaan J.A jonshon" ungkap nya membuat Cristian menghentikan aktivitas nya dan menatap Gean lekat
"J.A Jonshon, bukan kah itu perusahaan yang ada dikota xx, dan ku dengar mereka sedang dalam keadaan diujung tanduk" ucap Cristian sembari mengernyitkan dahi nya
"iya benar tuan. Perusahaan itu adalah perusahan milik orang tua nona Angel yang diambil alih oleh paman dan bibi nya" jelas Gean
"jadi apa tujuan mu mau melakukan kerja sama yang sama sekali tidak menguntungkan bagi kita ?" tanya Cristian heran
Gean pun menarik nafas dalam melihat sikap Cristian yang sama sekali tidak ingin tahu itu
__ADS_1
"dari situ saya ingin mengusut kasus kecelakaan beberapa tahun silam, dan jika mereka tidak bisa bekerja sama dengan kita sesuai dengan persyaratan maka perusahaan itu otomatis bisa menjadi milik kita" jelas nya membuat Cristian mendesah berat
"kau berniat sekali menolong gadis itu rupa nya" ucap nya sinis
"aku hanya tidak ingin ada penyesalan dikemudian hari. Memaafkan itu jauh lebih baik daripada memendam dendam yang tidak berkesudahan. Lagi pula itu juga perusahaan milik mertuamu" jelas nya tanpa menggunakan bahasa formal lagi
"terserah kau sajalah! " ucap Cristian pasrah
"baiklah, siang ini juga aku akan kesana" kata Gean kembali
Cristian pun hanya menganggukan kepala nya.
'kenapa dia semangat sekali ingin menyelidiki kasus itu, dulu saja sampai bertahun tahun baru dia bisa menemukan dimana gadis itu berada' gumam Cristian curiga
..
Siang hari nya setelah makan siang Gean pun melajukan mobil nya bersama Erick keperusahaan J.A Jonshon yang merupakan perusahaan milik kedua orang tua nya.
Setelah hampir dua jam berkendara dia pun tiba didepan sebuah gedung berlogo J.J Jonshon yang tidak sebesar perusahaan milik Cristian
"bahkan mereka sudah mengganti logo perusahaan ini" gumam nya membuat Erick melirik nya sekilas
"selamat siang, bisa kah saya bertemu dengan tuan Jose" sapa Erick ramah pada seorang receptionist perusahaan itu sedangkan Gean tengah mengedarkan pandangan mata nya keberbagai sudut ruangan. Belum banyak yang berubah batin nya
"dengan tuan siapa, apa sudah membuat janji? " tanya wanita itu lagi
"bilang saja, utusan dari perusahaan Medrict ingin bertemu" ucap Erick singkat
Wanita itu segera menelpon sekretaris tuan Jose.
Setelah beberapa saat barulah dia mengakhiri panggilan telepon nya
"silahkan tuan, tuan jose menunggu anda diruangan nya. Mari saya antar" ucap wanita itu ramah
Gean dan Erick berjalan mengikuti langkah kaki wanita itu, hingga beberapa saat kemudian mereka tiba didepan ruangan presdir perusahaan JJ Jonshon
Wanita itu mengetuk pintu dan mereka masuk setelah mendengar kata masuk dari sang penunggu ruangan
__ADS_1
Gean melihat seorang pria paruh baya yang sudah lumayan berumur duduk dikursi kebesaran nya dan seorang wanita yang juga seusia nya duduk di sofa tak jauh dari kursi presdir itu.
"selamat siang tuan, silahkan duduk" ucap tuan jose ramah, namun dia terlihat menatap lekat wajah Gean yang serasa tidak asing begitu juga wanita yang duduk disofa
"terima kasih tuan, sebelum nya perkenalkan nama saya Gean Medrict, dari perusahaan Medrict" jelas nya sembari menjabat tangan tuan Jose yang juga menjabat tangan Gean
"saya Jose dan itu istri saya Jane," balas tuan Jose dan Jane pun segera mendekat kearah mereka.
Gean hanya menunduk hormat pada wanita itu. Sebisa mungkin dia menahan emosi nya yang sudah mencapai diubun ubun itu.
"ada keperluan apa kira nya tuan datang keperusahaan kami yang kecil ini" tanya nya dengan sangat ramah
"saya dengar perusahaan ini sedang membutuhkan suntikan dana bukan? " tanya Gean langsung tanpa basa basi membuat tuan Jose dan istri nya saling melirik
"iya tuan, beberapa waktu lalu kami sudah dicurangi oleh salah satu rekan bisnis kami sehingga perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar" jelas tuan Jose
"saya akan menginvestasikan dana perusahaan pada perusahaan ini, dengan bekerja sama dengan anda membangun proyek mall dikota ini, tapi jika dalam waktu tiga bulan kalian tidak bisa menyuplai barang sesuai yang dibutuhkan maka kalian harus segera mengembalikan dana itu beserta denda nya" tutur Gean membuat tuan dan nyonya jose terkejut
"baiklah, saya terima" ucap tuan jose langsung tanpa berfikir panjang mengingat diri nya yang sudah berada diunung tanduk
'dasar orang bodoh yang berlagak Pintar' batin Gean geram
Gean melirik Erick sekilas membuat pria itu menyerahkan beberapa berkas perjanjian yang harus ditanda tangani oleh tuan Jose.
Dan dengan senang hati tuan Jose dan istri nya menandatangi berkas berkas perjanjian itu tanpa tahu niat terselubung yang sudah direncanakan oleh Gean.
Setelah perundingan berakhir dia pun permisi untuk kembali keperusahaan milik Cristian
"apa kau tidak melihat wajah nya, dia sangat mirip dengan kakak mu, Jonshon bukan? " tanya nyonya jane pada suami nya
"iya, kau benar, tapi bukankah kau tahu jika anak itu sudah tewas masuk kedalam jurang" ucap tuan Jose
"iya, tapi kan jasad nya tidak ditemukan" gumam nyonya jane
"sudahlah, mungkin dia hanya mirip, jika dia benar Jordan sudah dari dulu dia merebut kembali perusahaan ini, bukankah dia bilang nama nya Gean Medrict yang berarti dia saudara dari tuan Cristian Medrict. " jelas tuan Jose lagi, dan nyonya Jane pun hanya menganggukan kepala nya tanda setuju
"ah, akhir nya aku bisa menyenangkan diriku lagi setelah sekian lama harus berhemat, lihat lah dana yang dikirim nya cukup untuk kebutuhan hidup kita selama setahun" ucap nya dengan mata berbinar
__ADS_1
"kau dengan putri mu itu sama, sama sama menyusahkan, uang itu akan aku gunakan untuk membangun perusahaan ini lagi, kau tahu kalau kita gagal, dari mana kita mengembalikan dana yang jumlah nya hampir setara dengan perusahaan ini" ungkap tuan jose membuat nyonya jane menekukan wajah nya karena kesal.