Oh My Lady

Oh My Lady
Aksi Shania dan Gean


__ADS_3

Sementara ditempat lain mobil yang dikendarai oleh Shania dan juga Gean terlihat berhenti disebuah gedung yang terlihat tak berpenghuni, dan terletak jauh dari kota.


Shania, Gean dan juga Erick turun dari mobil mereka dan terlihat mengawasi sekitar.


Beberapa anggota black rose yang lain juga sudah menyebar kesegala penjuru gedung untuk mengepung gedung itu.


Shania sudah siap dengan dua pistol ditangan nya, terlihat dia memeriksa kembali isi peluru dalam pistol nya sembari melirik kearah Gean dan juga Erick yang masih memperhatikan keadaan sekitar.


"kalau kau takut, kau bisa bersembunyi didalam mobil saja" ucap nya dengan senyum sinis nya hingga membuat Gean berdecak kesal.


"bisakah kau diam, dasar wanita jadi jadian" ketus Gean membuat Erick menghela nafas kasar


"hei, wanita jadi jadian ini jauh lebih hebat dari pada perjaka tua seperti mu" ungkap nya lagi hingga membuat Gean meradang


"kau, jika bukan karena misi, sudah kuhabisi kau" timpal Gean sembari mengacungkan pistol nya kewajah Shania yang terkesan dingin dan acuh


"aku yang akan membunuh mu duluan setelah ini" balas Shania yang juga menodongkan pistol nya kewajah Gean


"oh ayolah tuan, nona. bisakah kalian berdamai sebentar. Jika seperti ini kita semua yang akan mati dibantai musuh" gerutu Erick membuat Shania dan Gean langsung mendengus kesal dan saling melempar pandangan tajam


Tak berapa lama, terdengar seseorang berbicara melalui earphone yang dikenakan oleh Shania.


"Shania, Aron tengah berada dilantai atas gedung itu bersama dengan seorang wanita yang kemungkinan adalah kekasih nya. Mereka sudah menyambut kedatangan kalian dengan puluhan anggota black hunter dilantai bawah . Kau bisa langsung memerintahkan anggota yang lain untuk langsung menyerang dan melemparkan sebuah bom kecil untuk mengecoh musuh disamping gedung" jelas seorang pria yang tak lain adalah Jorge. Untunglah gedung tua itu sudah dilengkapi oleh cctv, hingga membuat nya mudah untuk mengetahui keberadaan musuh.


"oke, siap" jawab Shania


Dia langsung melirik malas kearah Gean.


"Aron dan kekasih nya ada dilantai atas, dilantai bawah gedung musuh yang berjumlah puluhan sudah menunggu kita" jelas Shania pada Gean dan juga Erick


Mereka berdua pun mengangguk dan segera mengangkat senjata mereka masing masing


"ingat, mereka banyak menggunakan bom asap untuk mengelabui kita. Jangan terkecoh, tembak siapapun yang terlihat. Anggota black rose semua memakai topeng jadi akan memudahkan kalian untuk tahu yang mana lawan dan yang mana kawan" ungkap Shania lagi


"oke, lalu dari mana kita bergerak" tanya Gean yang terlihat semangat


"kita langsung masuk dari depan setelah mendengar suara ledakan dari arah samping. Jangan jauh dari ku, kau ingat itu" kata Shania menatap Gean tajam


"cih, kau kira kau siapa" ucap nya sinis


"kau sungguh cari mati. Jika bukan karena Queen ku, sudah kuhabisi kau. Perjaka tua yang sok jagoan" kata Shania ketus


"berhenti memanggilku perjaka tua " seru Gean kesal


Erick lagi lagi hanya bisa menggelengkan kepala nya, hingga tak lama terdengar suara bom dari arah samping gedung membuat seluruh pasukan black hunter langsung siap siaga.


Pasukan black rose langsung menyerbu dengan tembakan yang langsung membabi buta.


Erick langsung menarik lengan Gean untuk berlari masuk kedalam. Mereka masuk kedalam gedung tersebut sambil menembakan peluru kesetiap orang yang mereka temui.


Shania hanya menggeleng pelan sembari terus menembak musuh nya dengan senjata ditangan nya.


Suara tembakan terdengar nyaring digedung yang terlihat kosong itu.


Sesekali Gean menendang musuh yang berada didekat nya sambil terus menembak siapa saja yang mendekati nya.


Terkadang dia juga bersembunyi dibalik dinding untuk menghindari puluhan peluru yang melesat kearah nya. Sungguh malam yang paling mengerihkan dimana lagi lagi dia harus menghabisi nyawa orang .


"ya tuhan, aku harap ini yang terakhir" gumam nya.


Dia melirik kearah Erick yang sedang bersembunyi diseberang dinding sana sembari terus membidik musuh yang terlihat semakin banyak.


Juga dengan Shania yang terlihat lincah melompat dan bersalto menghindari puluhan peluru yang melesat kearah nya hingga membuat Gean berdecak kagum


"gila, dia benar benar seperti wanita jadi jadian" gumam nya


Gean masih bersembunyi disebalik dinding memperhatikan keadaan yang terlihat mengerihkan dimana banyak mayat bergelimpangan dengan darah yang berceceran dilantai gedung itu hingga membuat nya bergidik ngeri.


Dan tak berapa lama kemudian sebuah bom asap dilepaskan oleh seorang anak buah black hunter hingga menghalangi pandangan mata mereka.


Gean terbatuk beberapa kali sembari menutup mata nya yang terasa perih. Dan setelah bom asap itu memudar ruangan itu terlihat sepi dan hanya menyisakan pasukan black rose.


Gean dan juga Erick terlihat memperhatikan sekeliling, dimana ekor mata mereka melihat beberapa orang bersembunyi dibeberapa tempat.

__ADS_1


Gean berjalan perlahan sembari fokus kebebapa sisi hingga kemudian


Dor


Dia terkejut bukan main saat sebuah peluru melesat dekat diwajah nya


"perhatikan sekeliling mu perjaka tua, apa matamu sudah rabun?" ejek Shania yang telah menembak seorang anggota black hunter yang hendak menembak Gean dari belakang nya


"sialan kau" umpat nya kesal


Adu tembak terjadi kembali saat pasukan black rose berhasil menarik musuh keluar.


Gean dan juga Shania sesekali melompat dan bersembunyi untuk menghindari peluru.


"ayo keatas, kita harus mengakhiri ini secepat nya" ajak Shania dan Gean pun menganggukan kepala.


Mereka langsung berlari menaiki anak tangga dengan sesekali menembak musuh yang menghalangi jalan mereka


Dor


Grep


Gean langsung menarik tubuh Shania saat sebuah tembakan melesat kearah nya, hingga tubuh nya langsung berada dalam pelukan Gean yang kini bersembunyi dibalik pilar kokoh


"kau masih kurang hebat wanita jadi jadian" sinis Gean membuat Shania mendengus kesal


"aku jadi bodoh berada didekatmu" dengus nya membuat Gean terkekeh pelan


Mereka kembali keluar dan lagi lagi menembaki musuh yang berada didepan sebuah ruangan yang kemungkinan Aron dan Cessy berada disana


"sial, peluru ku habis" umpat Gean kesal. Dia pun melemparkan senjata nya kelantai


Shania yang melihat itu langsung melempar kan senjata nya pada Gean. Dan dengan sigap pria itu menangkap nya.


Beberapa orang yang berdiri didepan pintu telah habis mereka bantai.


Kini mereka berdiri tegap didepan pintu dengan senjata yang telah siap ditangan mereka. Beberapa anggota black rose yang lain pun sudah tampak berdatangan untuk membantu Shania dan juga Gean.


Sementara didalam ruangan , terlihat Cessy yang tengah ketakutan disamping Aron yang sedang mengisi peluru ditangan nya.


Beberapa orang sudah bersiaga menjaga didepan pintu menyambut kedatangan anggota black rose


"tenang lah. Kita tak akan mati sebelum membunuh pemimpin mereka" ucap Aron


"tapi aku hanya khawatir Aron. Kau dengar anak buah mu berkata apa tadi. Kediaman mu sudah rata dengan tanah, bahkan aku tak tahu nasib orang tua ku sekarang" ungkap nya kesal dengan wajah yang memerah


"kekhawatiran mu tidak ada guna nya untuk sekarang. Lebih baik kau pegang ini, dan balaskan dendam mu, aku yakin salah satu dari mereka adalah musuh mu" kata Aron sembari melemparkan sebuah pistol pada Cessy yang langsung menangkap nya


"ya kau benar" gumam nya, diapun menatap senjata ditangan nya dengan wajah penuh dendam dan amarah.


Bukan saja kehilangan harta benda, sekarang dia juga telah kehilangan kedua orang tua nya


Dan tak lama suara pintu didobrak oleh Shania dan juga Gean. Suara tembakan langsung memenuhi ruangan itu.


Aron bersembunyi dibalik meja bersama Cessy saat beberapa peluru melesat kearah mereka.


Tak perduli lagi dengan perasaan takut nya Gean menembaki semua anak buah black hunter dengan brutal bahkan Shania dibuat tercengang oleh aksinya.


'oh baiklah, mereka memang dari bibit yang sama' batin Shania melihat Gean yang melesatkan peluru nya tanpa rasa takut ketika melihat lawan yang selama ini selalu menganggu hidup nya.


Hingga beberapa saat kemudian semua anggota black hunter telah habis dibantai oleh mereka. Kini tinggalah Shania, Gean , Aron dan juga Cessy serta beberapa anak buah black rose yang tersisa dan lain nya pergi untuk melanjutkan rencana selanjut nya.


"Jordan , akhir nya kau datang juga" kata Cessy menatap tajam kearah Gean yang juga menatap nya penuh benci


"sudah cukup kau berulah Cessy. Kau dan orang tua mu memang tidak tahu diri" ucap nya geram dengan tangan yang terkepal kuat


"hahaha, ya ini memang ulah ku yang terakhir. Tapi kali ini ku pastikan kau akan benar benar mati menyusul orang tua mu itu!!" teriak Cessy


"bukan aku yang akan mati, tapi kau yang akan mati menyusul orang tua mu! Ku pastikan Queen rose sudah menghabisi orang tua mu yang tak tahu diri itu" kata Gean membuat Cessy terlihat murka


"kau dan adik mu itu memang seperti iblis yang membunuh orang tanpa belas kasih" kata Cessy membuat Gean mengernyit kan dahi nya, tak paham dengan apa perkataan Cessy.


Shania yang mendengar itu pun langsung melesakan tembakan kearah Cessy agar wanita itu tak semakin banyak bicara.

__ADS_1


Namun tanpa diduga Aron juga melayangkan tembakan nya pada Shania


Dor dor


Gean dengan cepat menarik Shania hingga hanya lengan wanita itu yang terkena lesatan peluru begitu pula dengan Aron yang langsung menarik Cessy hingga hanya mengenai bahu wanita itu.


Cessy meringis sakit , namun berbeda dengan Shania, dia seperti tak merasakan apapun. Dengan cepat dia langsung menembak kearah Aron dan juga Cessy begitu juga dengan Gean.


Beberapa tembakan terdengar nyaring, Gean berusaha mendekat saat Shania menyerang mereka dengan peluru nya.


Aron terlihat kehabisan peluru begitu pula dengan Shania dan juga Gean.


Ketika Aron mencoba mengambil senjata milik Cessy, kaki Gean lebih dulu menghantam wajah nya


Bukk


Satu tendangan mendarat sempurna membuat darah segar mengucur disudut bibir Aron.


Tak mau kalah Aron kembali membalas dengan sebuah tinjuan yang mendarat diwajah tampan Gean.


Shania yang tak mau kalah pun ikut membantu Gean melawan Aron.


Dua lawan satu, namun karena Aron yang memang terlatih, membuat mereka berdua terlihat kesulitan melawan pria itu.


Brak


Satu tendangan berputar dari Aron membuat Tubuh Gean langsung jatuh tersungkur menghantam tumpukan kardus disudut ruangan sementara Shania terpental menghantam dinding hingga darah segar langsung keluar dari mulut nya.


Tak menyia nyiakan kesempatan Aron langsung melemparkan bom asap kearah Gean dan juga Shania hingga membuat mereka berdua memejamkan mata sembari terbatuk batuk.


Setelah asap menghilang perlahan, Aron dan juga Cessy telah menghilang dari pandangan mereka.


"sial, mereka kabur" umpat Shania kesal


Gean lantas segera bangun dengan tertatih tatih, dan langsung membantu Shania berdiri.


"dia benar benar kuat" ungkap Gean sembari memegang tengkuk nya yang terasa sangat sakit sementara tangan sebelah nya menggandeng lengan Shania yang juga merasa kesakitan.


"oh ****" umpat Shania tiba tiba membuat Gean menatap nya heran


"apa?" tanya Gean


"gedung ini akan meledak. Larii!!!!" teriak nya langsung berlari meninggalkan Gean yang mematung ditempat


Namun sedetik kemudian dia tersadar dan juga ikut berlari mengejar Shania yang sudah berada dilantai bawah


"sialan memang!"


"cepatlah perjaka tua!!" teriak Shania dari bawah.


Gean segera mempercepat langkah nya sembari mengumpat kesal


"awas kau" gerutu nya sembari berlari dengan sekuat tenaga


Dan saat telah tiba diluar gedung


Duaarrrr


Ledakan dahsyat pun terjadi dan menghancurkan gedung itu hingga membuat tubuh Gean terpelanting dan mendarat sempurna diatas rerumputan.


Diapun bangun dengan perlahan sembari memegang bahu nya yang terasa sangat sakit sembari menatap kearah bangunan yang sudah hancur lebur


"anda baik baik saja tuan?" tanya Erick membantu memapah Gean yang terlihat kepayahan


Gean hanya mengangguk kemudian dia menoleh kearah Shania yang terlihat duduk lemas didekat mobil nya bersama dengan Jorge yang telah tiba disana


"dasar wanita jadi jadian sialan, kenapa kau tak bilang jika gedung itu dipasang bom" umpat nya kesal ketika sudah berasa didekat Shania


"aku sudah bilang, kau saja yang lelet" ucap nya sinis


"kau benar benar ingin membuat ku mati" ungkap nya lagi sembari bersandar dibadan mobil


"kau benar" ucap nya sembari terkekeh pelan , sementara Gean hanya menggeleng pelan sembari mengatur nafas nya yang terasa berderu dengan cepat dan sesak.

__ADS_1


__ADS_2