Oh My Lady

Oh My Lady
Cessy


__ADS_3

Masih di malam yang sama, beberapa jam sebelum Cristian berada ditempat black rose. Seorang wanita muda dengan rambut pirang nya tengah berjalan ke sebuah rumah sembari berteriak memanggil manggil kedua orang tua nya.


"mommy, daddy, I'm back!!" seru nya sembari menghempaskan tubuh nya disofa empuk diruang keluarga itu.


Dialah Cessy anak dari paman Jose dan juga istri nya Jane. Dia baru saja tiba dikota itu setelah beberapa minggu pergi berlibur dengan teman teman nya.


"mom, dad!!!" teriak nya lagi


Dia mengedarkan pandangan nya kesekeliling, kemana ibu dan ayah nya padahal ini sudah malam.


Seorang pelayan datang tergopoh gopoh menghampiri nya .


"nona, tuan dan nyonya sedang keluar sedari sore tadi dan belum kembali" ungkap pelayan itu dengan wajah menunduk


"pergi kemana?" tanya Cessy dengan angkuh sambil melemparkan switter yang dipakai nya kewajah pelayan itu.


Dengan sigap pelayan itu menangkap dan mendekap nya dengan erat.


"saya tidak tahu nona" jawab nya lagi


"ck, siapkan aku air hangat. Aku mau mandi" ucap nya angkuh dan langsung berlalu bersama pelayan yang mengikuti nya dari belakang.


Beberapa saat dia segera mandi dan berendam sejenak.


Setelah selesai dia membaringkan tubuh keranjang empuk nya tanpa tahu apa yang telah terjadi pada orang tua nya.


Cessy mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang disebrang sana.


"hai honny. Aku merindukan mu" ucap Cessy manja


"aku juga baby. Apa kau sudah kembali hm? " tanya seorang pria disebrang sana


"tentu, aku baru saja tiba Aron" jawab nya lagi


"oh, besok datanglah ketempat ku. Aku merindukan mu baby" kata Aron membuat Cessy terkekeh pelan


"tunggulah, aku pasti kesana karena aku juga merindukan aksimu" jawab nya menggoda


Setelah selesai berbicara diapun mematikan panggilan nya.


Dia kembali keluar untuk melihat apakah kedua orang tua nya sudah kembali atau belum.


Cessy melangkah kearah kamar kedua orang tua nya. Dia mengetuk kuat pintu kamar itu namun juga tidak ada jawaban dari dalam.


"mom, dad!!" teriak nya namun juga tidak ada jawaban.


"ck, kemana pergi nya mereka , ini sudah tengah malam" gumam nya. Diapun kembali kekamar nya dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi kedua orang tua nya. Namun sudah berkali kali nomor kedua orang tua nya tidak juga bisa dihubungi.


Karena kesal dan lelah Cessy memilih untuk beristirahat. Mungkin orang tua nya sedang ada keperluan fikir nya tanpa tahu bahwa kedua orang tua nya kini tengah menjerit ketakutan karena disekap oleh anak buah Cristian diruang bawah tanah yang pengap dan gelap.


..

__ADS_1


Diempat lain..


"hei lepaskan kami!!!" teriak Jose untuk yang kesekian kali nya bahkan suara nya sudah serak dan tenggorokan nya sudah kering akibat berteriak memanggil siapapun diluar sana. Namun tidak ada satupun yang terlihat.


Sedangkan istri nya sudah terduduk lemas disamping nya dengan tubuh bergetar dan mata yang sudah bengkak akibat menangis ketakutan.


"bagaimana ini Jose, aku tidak mau disini, aku mau keluar!!" teriak nya sembari memegang kuat lengan suami nya


"aku tahu, aku juga tidak ingin mati membusuk ditempat ini" jawab Jose tampak begitu frustasi


"ini gara gara kau yang bodoh, seharus nya kau lebih pintar lagi , seharus nya kau tahu bahwa Jordan masih hidup. Kita tidak akan seperti ini!" teriak Jane


"kenapa kau menyalahkan aku, kau dan putri mu yang serakah. Memakai uang yang mereka berikan sesuka hati kalian!!" ucap Jose tak mau kalah


"aku tidak mau disini, aku mau keluar. Bagaimana dengan Cessy, dia pasti mencari kita sekarang. " ucap Jane putus asa


"diamlah, aku akan mencari cara untuk keluar dari sini!. Dan aku rasa jika Cessy tahu dengan kita yang tidak berada dirumah, dia pasti akan mencari kita" kata nya sementara Jane hanya bisa menangis ketakutan. Mereka tidak pernah menyangka bahwa mereka akan berakhir disini akibat dari perbuatan yang mereka perbuat beberapa tahun silam.


Mereka berfikir bahwa kecelakaan itu akan merenggut tiga nyawa sekaligus, namun takdir malah berkata lain, Tuhan masih membiarkan Jordan alias Gean masih tetap hidup. Dan juga Angel yang mereka fikir hanya gadis lemah dan tidak bisa apa apa dapat mengungkap fakta bahwa mereka lah yang telah menyebabkan orang tua mereka tewas dengan memaksa pekerja dirumah mereka untuk berbicara.


..


Dirumah lama Angel


ceklek


"kau dari mana hmm, aku sudah menunggu mu sedari tadi disini" kata Gean yang kini menghampiri Angel yang baru tiba dari luar


"kau ini, kau adik ku, jelas aku akan pulang dimana kau berada" kata Gean mengacak gemas rambut Angel yang tergerai indah


"Cristian?" tanya nya


"dia sudah kembali kekota, dia belum mau menemui mu, mungkin dia ingin menenangkan diri terlebih dahulu" ungkap Gean dan Angel pun hanya mengangguk


"kau tak keberatan bukan?" tanya Gean hati hati walau bagaimana pun hubungan mereka berdua bukan sekedar sepasang kekasih lagi melainkan sudah dalam ikatan pernikahan


"tidak apa, aku mengerti kak" jawab Angel tenang dan berusaha untuk tersenyum lembut


"kakak istirahat lah, kamar kakak sudah ku bereskan" ucap Angel


"baiklah" jawab Gean


..


Keesokan pagi nya...


Cessy sudah kembali berteriak memanggil kedua orang tua nya namun rumah itu masih tetap sepi dan hanya ada beberapa pelayan saja yang datang menemui nya.


Karena kesal diapun segera pergi hendak keperusahaan orang tua nya, namun langkah nya terhenti saat seorang pria separuh baya dan seorang pria muda yang dia ketahui adalah sekretaris ayah nya berada didepan pintu rumah nya dengan beberapa orang bertampang sangar dibelakang mereka.


"selamat pagi nona" sapa pria paruh baya itu

__ADS_1


"mau apa kau?" tanya Cessy dengan nada angkuh nya dan dia pun menatap sekretaris ayah nya yang nampak menunduk dengan wajah tertekan


"apa kami boleh masuk?" tanya pria paruh baya itu


"hei, apa kau tahu dimana orang tua ku?" tanya Cessy pada pria muda itu tanpa menjawab pria paruh baya itu


"biarkan kami masuk nona, untuk memberi tahu sesuatu hal yang penting" ungkap Antony pria muda sekretaris ayah nya


"aku tak punya banyak waktu, sebaik nya kalian pergi!" titah nya hendak menutup pintu nya kembali namun ditahan oleh seorang pria berwajah sangar yang menatap nya dengan tajam


"sebaik nya kemasi barang barang anda dan pergi dari rumah ini!" ucap pria itu dengan wajah sangar nya


"hei, apa maksud mu! Ini rumah ku!" jawab Cessy emosi.


"rumah ini milik keluarga tuan Jokson dan anak anak nya. Sebaik nya segera kemasi barang barang anda dan segera pergi!" kata pria paruh baya yang ternyata adalah seorang pengacara yang telah diperintahkan Angel untuk mengurus seluruh aset dan harta milik ayah nya yang telah direbut oleh orang tua Cessy


Cessy terbelalak kaget mendengar penuturan pengacara itu.


"ap apa maksud mu. Ini rumah orang tua ku. Jokson dan keluarga nya sudah mati, jadi kalian jangan berkata sembarangan!" teriak nya


"tuan Jokson dan istri nya memang sudah mati, tapi pewaris nya masih hidup nona. Tuan Jordan masih hidup, juga nona Angel masih ada. Mereka akan mengambil kembali apa yang mereka punya. Jadi segera kemasi barang barang anda dan pergi dari sini!" ucap pengacara itu sembari menyerahkan sebuah map berisikan surat surat dan bukti bahwa Jordan masih hidup dan sudah mengambil kembali semua aset orang tua nya yang telah direbut oleh Jose .


Cessy membuka map itu dan melihat semua nya dengan tatapan tidak menentu. Tangan nya bergetar sambil menggelengkan kepala nya merasa tidak percaya.


"hahahaha, ini ini tidak mungkin. Tidak mungkin Jordan masih hidup , kalian pasti bohong kan.!!" teriak nya sambil melempar map itu hingga isi nya bertebaran didepan Antony dan juga didepan pengacara itu.


"kemasi barang anda sekarang atau kami seret anda dengan paksa" kata pria berwajah sangar itu


Cessy mengepalkan tangan nya geram. Mengumpat dalam hati dan masih tidak percaya dengan apa yang diterima nya.


"tidak,!! Ini rumah ku. Aku akan tetap disini. Ayah dan ibuku pasti akan memberi perhitungan pada kalian jika mengetahui ini!!" teriak nya marah


"nona, ikutilah perkataan mereka. Kalian sudah kalah. Tuan Jordan sudah mengambil alih semua milik nya. Perusahaan dan rumah ini sudah kembali ketangan nya. " jelas Antony membuat Cessy semakin emosi. Bagaimana mungkin setelah sekian tahun dia tahu bahwa Jordan telah tewas bersama kedua orang tua nya kini pria itu kembali lagi.


"tidak , tidak akan!!" dia hendak menutup pintu kembali namun pria berbadan tegap itu menahan nya dan segera menyeret nya keluar.


Cessy menjerit dan berusaha memberontak namun tenaga nya kalah jauh dari pria itu.


"kurang ajar, kalian , lepas kan aku!! Lepaskan brengsek!!!" maki nya namun tubuh nya malah dilemparkan keluar pagar rumah mewah itu.


Cessy meringis kesakitan dan mengumpat menatap orang orang itu penuh dengan kebencinan.


Orang orang yang disana pun pergi meninggalkan dia diluar rumah. Antony dan pengacara itu pergi dengan mobil nya sementara para bodyguard itu tetap dirumah untuk menjaga agar Cessy tidak masuk kembali.


"buka gerbang nya sialan!! Hei !!!!" teriak Cessy sembari menendang dan memukul gerbang besi yang sudah ditutup oleh bodyguard itu.


"brengsek kalian, aku akan membalas kalian , sialan !!!!" teriak nya lagi


"bisu sialan!!"


"awas kau Angel, dan kau Jordan . Kali ini aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang." gumam nya sembari melangkah pergi.

__ADS_1


__ADS_2