Oh My Lady

Oh My Lady
Kejutan Gean Untuk Shania


__ADS_3

Shania berjalan perlahan menuruni anak tangga dirumah mewah Cristian. Gaun malam panjang bewarna merah dengan belahan yang menampakan kaki jenjang nya membuat nya nampak anggun malam itu.


Rambut nya yang tersanggul rapi serta polesan makeup glamour menambah kesan menawan dari tangan kanan ratu mafia itu.


Gean yang berada dikursi ruang tamu bersama Angel dan Cristian menatap tidak berkedip pada Shania yang nampak berbeda malam itu.


Tidak ada kesan tomboy maupun wanita jadi jadian yang selama ini disematkan oleh Gean. Malam ini yang ada adalah Shania sigadis anggun nan cantik dengan gaun merah nya.


Tidak ada lagi setelan serba hitam, tidak ada lagi sepatu boots ataupun sepatu kets hitam yang selalu dikenakan nya, kini gadis itu berjalan dengan anggun menggunakan sepatu heels super tinggi yang dipilihkan oleh Angel sore tadi.


Gean masih tidak menyangka jika wanita jadi jadian nya bisa juga berpenampilan anggun seperti malam ini.


Angel dan Cristian saling pandang dan tersenyum melihat Gean yang memandang takjub Shania.


"ehheemm, mau sampai kapan kau akan memandangi nya ?" tanya Cristian tiba tiba membuat Gean terkesiap kaget dan sadar dari keterpanaan nya.


"kau cantik sekali Shan" ucap Angel membuat Shania tersipu malu


"ini sungguh aneh Queen" jawab Shania membuat Cristian terkekeh pelan


"kau harus terbiasa Shan, kau mau perjaka tua ini terus terusan menyebut mu wanita jadi jadian" kata Cristian yang langsung mendapatkan cubitan dari Angel


"tapi ini bukan gaya ku tuan" jawab Shania


"sudahlah, ayo kita pergi, kau ini lama sekali" dengus Gean membuat Shania berdecak kesal sementara Angel dan Cristian hanya geleng geleng kepala


"bersikap lah manis, jika tidak dia akan pergi darimu" bisik Cristian ditelinga Gean, dan itu mampu membuat Gean menatap nya dengan lekat


"aku tahu" ketus Gean kemudian


"berhati hatilah" ucap Angel


Gean dan Shania pun hanya menganggukan kepala mereka dan pergi kesuatu tempat meninggalkan Cristian dan Angel dirumah itu.


"lihatlah kakak mu, sungguh tidak bisa bersikap manis sedikit" kata Cristian sembari menarik Angel untuk duduk diatas sofa dan menyandarkan kepala nya dibahu Angel


"entah lah, mungkin memang begitu sifat nya" jawab Angel sembari mengusap lembut kepala Cristian


"yah, aku tidak heran, karena istriku pun begitu, kalian berasal dari pabrik yang sama" kata Cristian asal membuat Angel mendengus kesal dan memukul pelan bahu Cristian


"Kau ini"


"hehe, aku benar kan baby, sekarang ayo, kita kekamar" kata Cristian lagi sembari menggendong Angel yang menatap nya dengan heran


"mau apa, ini masih sore" jawab Angel sembari memeluk leher Cristian


"menyelesaikan projek rahasia ku" jawab Cristian sembari mengedipkan sebelah mata nya membuat Angel merona malu


"Cris" tekan Angel membuat Cristian terkekeh lucu

__ADS_1


"ratu ku, kau hanya perlu menurut oke" kata Cristian mencium sekilas bibir Angel


...


Ditempat lain...


Shania berjalan dengan mata tertutup dan Gean yang menggenggam erat tangan nya.


Udara disana terasa begitu sejuk dan hembusan angin yang terasa kencang menerpa wajah dan tubuh nya.


Jantung nya bergemuruh hebat dan entah apa yang akan menjadi kejutan nya malam ini, yang dia harap semoga sesuai dengan keinginan nya.


Gean menggenggam erat tangan Shania, menuntun nya ketempat yang sudah dia persiapkan sejak lama. Ya malam ini dia ingin memberikan kejutan untuk wanita jadi jadian yang telah berhasil merebut hati nya itu.


"apa masih lama?" tanya Shania tidak sabar


"sebentar lagi" jawab Gean


"ini terasa sulit, seperti berjalan dipasir, aku seperti mau jatuh dengan heels ini" kata Shania lagi


"tenang lah, aku tidak akan membiarkan mu jatuh" jawab Gean membuat Shania tersenyum hangat


Hingga beberapa menit kemudian Gean menghentikan langkah nya begitu pula dengan Shania.


"buka matamu perlahan, aku tidak tahu keinginan seperti apa yang ada didalam benak mu, tapi ini adalah hal pertama yang pernah ku lakukan, semoga kau menyukai nya" ungkap Gean sembari melepas kain penutup mata Shania.


Shania membuka perlahan mata nya, membiarkan pandangan mata nya lebih baik dan jelas setelah beberapa saat.


Mereka kini berada ditengah tengah lilin yang dimelingkar membentuk sebuah simbol hati dan cinta.


Kelopak bunga mawar merah tersebar disekitar mereka, obor obor lampu juga menghiasi pinggiran pantai dimana hanya ada mereka disana.


Hembusan angin menerpa wajah Shania yang telah berkaca kaca memperhatikan sekeliling nya.


Pantai itu menjadi sangat indah malam itu.


"kau suka?" tanya Gean lembut memperhatikan wajah cantik Shania yang tengah berbinar


"ini sangat indah" jawab Shania


"sekarang lihat keatas" kata Gean lagi


Shania langsung melihat keatas langit dimana bintang bertabur dimalam yang gelap itu, menambah kesan romantis dan manis yang sedap dipandang. Namun bukan itu yang dimaksud Gean, tetapi sebuah kembang api super besar yang meledak diangkasa yang membuat Shania terperangah takjub hingga mulut nya terbuka.


Dentuman dentuman suara kembang api yang memancarkan percikan indah warna warni membuat nya merasa takjub, Shania langsung menutup mulut dengan kedua tangan nya saat kembang api meledak dan membentuk sebuah ukiran hati dengan sebuah rangkaian tulisan "Will you marry me?" diatas sana.


Air mata langsung lolos membasahi pipi nya yang berbinar indah terkena cahaya kembang api raksasa itu.


Dia langsung menoleh pada Gean yang telah bersimpuh didepan nya dengan sebuah kotak cincin indah ditangan nya.

__ADS_1


"Will you marry me ?" tanya Gean dengan senyum yang paling manis yang pernah dikeluarkan nya,


Shania tersenyum penuh haru, tak pernah dibayangkan nya dia akan mendapatkan kejutan lamaran seromantis ini.


Shania langsung menganggukan kepala nya dan melompat kearah Gean yang dengan sigap menangkap nya.


"terimakasih, terimakasih, aku mencintaimu, sangat mencintaimu perjaka tua" ucap Shania dengan Isak tangis yang tertahan


Gean tertawa kecil dan langsung berdiri membawa Shania dalam pelukan nya.


"aku juga mencintaimu, wanita jadi jadian ku. apa kau bahagia?" tanya Gean sembari menangkap wajah Shania yang terus tersenyum penuh haru


"aku bahagia, terima kasih. ini adalah hal yang paling membahagiakan seumur hidupku" ungkap Shania dan kembali memeluk Gean


Gean membalas pelukan Shania dengan rasa yang juga sangat bahagia. Tidak pernah dibayangkan oleh nya jika dia akan jatuh hati pada gadis yang sangat menyebalkan dulu nya, dan gadis yang terpaut jauh usia dengan dia.


"aku juga bahagia jika kau bahagia, kau tahu aku harus memikirkan ini berbulan bulan agar semua nya sukses" ungkap Gean dan Shania terkekeh senang


"tapi aku yakin ini juga ide dari tuan Cris bukan?" tanya Shania pula


"bagaimana kau tahu?" tanya Gean heran


"kau itu kaku, tidak mungkin bisa berfikiran sejauh ini" jawab Shania membuat Gean terbahak


"Haha, maafkan aku, ini memang ide dari Cristian dan Erick, kau lihat ditengah laut sana Erick bersama orang orang nya yang meledakan kembang api itu" ungkap Gean sembari terkekeh pelan dan menunjuk kearah laut dimana ada setitik cahaya kecil yang menandakan sebuah kapal kecil dimana Erick dan orang orang nya berada


"kau ini. dasar menyebalkan. tapi tidak apa, aku sangat bahagia malam ini" kata Shania lagi


"sekarang ayo pakai ini" kata Gean sembari mengeluarkan cincin bermata biru kecil yang terlihat indah dan glamour


Shania langsung memberikan tangan nya, dan Gean yang memakaikan cincin itu.


"ini sangat indah" ucap Shania memperhatikan cincin yang sudah melingkar dijari manis nya, terlihat sangat cocok dan manis


"kau juga indah, bahkan lebih indah dari apapun dimataku" jawab Gean membuat Shania terperangah takjub, sejak kapan Gean bisa seromantis ini, batin nya.


Gean menangkup wajah Shania dan mencium bibir Shania dengan lembut membuat gadis itu langsung memejamkan mata nya dan melingkarkan tangan nya dileher Gean.


Mereka saling melepaskan perasaan cinta dan sayang malam itu, disaksikan oleh hamparan laut luas dan cahaya lilin yang temaram, dan juga kembang api yang masih meledak diatas langit dengan cahaya yang berkilau indah.


Malam ini adalah malam yang paling bahagia untuk Shania seumur hidup nya, mendapatkan lamaran romantis dari pria yang dicintai nya. Begitu juga dengan Gean, akhir nya sebentar lagi predikat perjaka tua akan lepas dari dirinya.


..


Ditempat lain


"tuan Gean harus membayar mahal atas kerja keras kita malam ini" ucap Erick yang masih terus mengawasi anak buah nya meledakan kembang api ditengah laut yang dingin itu.


...

__ADS_1


jangan lupa like dan komen guys 😉


__ADS_2