
Setelah Jorge menyuntikan cairan ditubuh Cessy dan orang tua nya, Angel dan yang lain nya keluar dari ruangan itu menuju keruangan yang lain nya.
Cristian yang berjalan dengan Gean dibelakang Angel hanya diam dan saling melirik sekilas.
Tidak lama berjalan, mereka tiba disebuah ruangan yang lebih kecil namun pengap.
Mata Cristian memicing melihat seorang pria tidak berdaya dengan kedua tangan dirantai keatas. Wajah dan tubuh nya babak belur dan penuh dengan darah kering hingga membuat Cristian bergidik ngeri.
Angel berdiri tegak dengan tangan yang dia masukan kedalam saku jaket yang dia kenakan. Tatapan mata nya sangat tajam seperti sinar laser yang mampu membelah sesuatu.
Laki laki yang tak lain adalah Aron itu tersenyum sinis menatap kearah Angel. Meski keadaan nya sudah sangat lemah namun dia masih menunjukan aura permusuhan pada ratu mafia itu.
"Aku akui kau benar benar hebat Queen, tapi aku yakin suatu saat kau pasti akan merasakan kehancuran akibat perbuatan mu itu" kata Aron sinis.
Cristian menoleh kearah Angel yang masih terdiam dengan ekspresi dingin dan datar nya.
"Bunuh aku sekarang brengsek!!" Teriak Aron yang emosi karena Angel masih saja diam dan tidak bereaksi.
"Kau sudah tidak sabar untuk bertemu kakak mu heh" kata Angel tersenyum sinis
"Bunuh aku sekarang" kata Aron lagi, dia sudah merasa lemah akibat disiksa oleh anak buah black rose selama beberapa hari disekap
"Tentu, kau tahu kakak mu tewas akibat perbuatan nya, lalu kau malah mengikuti jejak nya itu" balas Angel
Aron terlihat menggeram menatap wajah datar Angel.
"Dia hanya mempertahankan milik nya, dan kau yang sudah menghancurkan semua nya!" Teriak Aron
"Oh ya, kau tahu apa. Aku hanya menghancurkan orang yang mengusik ku, dan dia bukan hanya mengusik ku, tapi juga mencuri milik ku. Jadi bukan salahku jika dia menerima akibat nya" jawab Angel acuh
"Aku tidak akan mempercayai perkataan mu" teriak Aron lagi
"Terserah, aku tidak memintamu mempercayai nya. Dan sekarang giliran mu yang akan mendapatkan ganjaran atas ulahmu yang telah menganggu hidup ku" desis Angel dengan seringai nya yang mampu membuat Aron sedikit bergidik ngeri.
Cristian duduk disebuah kursi yang telah disediakan anak buah black rose untuk nya dan juga untuk Queen mereka. Sedangkan yang lain berdiri tegak dibelakang Angel.
Dia hanya memperhatikan Angel yang tengah seperti menyidang seorang narapidana, dan sejujur nya dia juga merasa ngerih melihat nada bicara Angel yang terkesan dingin itu. Mungkin untuk saat ini dia akan melupakan sejenak jika wanita itu adalah istri nya.
"Jorge" panggil Angel, dan entah bagaimana pria itu tahu akan apa yang harus dilakukan nya hanya dengan sebuah panggilan.
Jorge datang dengan sebuah cambuk berduri ditangan nya, dan berdiri disamping Queen nya.
Aron langsung menelan Saliva nya dengan berat melihat cambuk dengan duri panjang yang dipegang oleh Jorge. Dia tahu ini bukan sesuatu yang baik, dan siksaan yang lebih menyakitkan pasti akan datang sebentar lagi.
"Seharus nya kau tahu berurusan dengan siapa, aku tidak akan mengampuni orang yang sudah berani mengusik hidup ku" kata Angel dingin
__ADS_1
"Kalau begitu bunuh aku sekarang" teriak Aron namun nada suara nya terdengar bergetar
"Tentu saja, kakak mu sudah menunggu disana, dan setelah ini kekasih mu yang akan menyusul mu" kata Angel dengan seringai nya
Aron terhenyak mendengar penuturan Angel, dia mengira bahwa Cessy akan selamat dan diampuni oleh Angel karena dia tahu mereka adalah saudara, tapi seperti nya ratu mafia ini tidak memikirkan hubungan persaudaraan jika perasaan nya telah terusik.
"Apa yang kau lakukan pada nya?" Tanya Aron menggeram, bagaimana pun hubungan nya dengan Cessy sudah cukup dekat, meski awal nya dia hanya ingin memanfaatkan wanita itu, namun tanpa dia duga perasaan cinta tumbuh dihati nya untuk wanita yang sudah menemani nya setahun ini.
"Tidak ada, aku hanya membuat nya cepat bertemu dengan mu dineraka nanti" jawab Angel santai, dia pun duduk dikursi yang telah disediakan anak buah nya.
Cristian masih terdiam dibelakang mereka dengan tangan yang dilipat didada . Entah apa yang akan dilakukan oleh ratu mafia itu, dan dia berharap dia tidak akan gemetar jika melihat nya nanti.
"Bunuh aku sekarang, tapi biarkan Cessy bebas, bukan kah kalian saudara" kata Aron
"Awal nya, tapi dia yang membuat ku harus melakukan ini. Sudahlah, jangan banyak bicara. Nikmati saja detik detik terakhir mu" jawab Angel, dia menoleh ke arah Jorge yang langsung menganggukan kepala nya.
Cristian dan Gean hanya mengernyitkan dahi karena tidak mengerti dengan kode yang mereka lakukan, sementara Shania hanya diam santai seperti sangat menikmati pemandangan yang aura nya terasa mencekam ini.
Jorge maju kedepan tepat dihadapan Aron yang terlihat bergetar ketakutan.
Dia menatap Aron dengan seringai diwajah nya hingga menambah kesan menakutkan, dan Aron seperti melihat malaikat pencabut nyawa nya saat ini.
"Ap apa yang akan kau lakukan, tidak puaskah kau menyiksa ku beberapa hari ini" teriak Aron sekuat tenaga nya namun Jorge tidak bergeming sama sekali
"Tutup matamu Cris" kata Angel membuat Cristian mengernyitkan dahi nya
"Untuk apa?" Tanya Cristian dengan tatapan bingung
"Lakukan Jorge" kata Angel tanpa memperdulikan raut wajah bingung Cristian.
Jorge langsung mulai menyambukkan cambuk nya ketubuh Aron.
Ctasss
Arrgghh
Suara Aron menggema diruangan itu hingga memekakan telinga mereka.
Tubuh nya bergetar hebat saat cambuk itu menerjang tubuh nya dan duri nya mencabik kulit hingga daging ditubuh nya ikut tercabik cabik, darah segar kembali membasahi tubuh Aron.
Cristian dan Gean langsung menelan Saliva mereka masing masing melihat aksi Jorge yang membabi buta mencambuk tubuh Aron, hingga teriakan demi teriakan menggema ditelinga mereka. Bahkan darah segar langsung bercecaran membasahi lantai tempat Jorge dan Aron berdiri.
Gean masih terdiam dengan wajah tegang nya, namun Cristian sudah terlihat bergidik ngeri berkali kali, bahkan wajah nya juga mulai memucat.
Cristian memijit pelipis nya yang terasa pusing akibat banyak nya darah dan bau anyir yang menusuk kehidung nya.
__ADS_1
Dia menoleh kearah Angel yang masih duduk dengan santai dan ekspresi nya hanya datar saja seperti menonton pertunjukan yang sudah biasa mereka lihat.
Cristian menghela nafas nya dengan kasar, dia masih tak habis fikir kenapa dia bisa terlibat dengan dunia mafia yang kejam dan mengerihkan seperti ini, dan bahkan istri nya lah ratu mafia itu.
Dia melirik Gean yang juga melirik nya. Mereka saling menggelengkan kepala dan saling memijit pelipis masing masing.
Cristian melirik lagi kearah Angel dan Gean melirik kearah Shania, ekspresi mereka sama, sama sama berjawah datar tanpa ekspresi.
"Angel" panggil Cristian. Angel langsung menoleh kearah Cristian
"Sudah cukup" kata Cristian tegas, apalagi dia melihat Aron sudah terkulai tak berdaya karena tubuh nya sudah tercabik cabik dan lemas karena sudah tak bertenaga lagi. Kesadaran nya juga sudah mulai menghilang
Angel langsung mengkode Jorge yang langsung menghentikan kegiatan menyenangkan nya.
"Beri makan kucing ku Jorge" kata Angel lagi.
Cristian dan Gean mengernyitkan kembali dahi mereka
"Kucing?" Tanya Gean heran
"Henna cantik milik Queen" bisik Shania ditelinga Gean namun masih terdengar ditelinga Cristian
"Oh my God" kata Gean dan Cristian membelalakkan mata nya
"Sudah cukup, ayo kita pulang" kata Cristian yang berdiri dari duduk nya dan menatap Angel yang berdecak kesal
"Hei, ini belum siap. Kalian tak ingin melihat reaksi serum nya ?" Tanya Angel menatap Cristian dan juga Gean
"Memang apa yang akan terjadi?" Tanya Gean
"Maka dari itu tunggu sebentar lagi, maka kalian akan tahu" jawab Angel yang langsung berdiri dan berjalan keluar diikuti oleh Shania
"CK, semoga anak ku tidak meniru kelakuan ibu nya" dengus Cristian
"Berdoa saja, tapi jika anak mu mirip ibu nya maka siapkan jantung cadangan dirumah mu" kata Gean menepuk pelan pundak Cristian
"Entah mimpi apa aku bisa punya istri seperti dia" gumam Cristian
"Ya, aku juga tidak pernah menyangka jika Angel berubah menyeramkan seperti psikopat begitu"balas Gean yang kini berjalan beriringan dengan Cristian
"Aku tidak yakin akan berumur panjang jika melihat kelakuan nya yang seperti ini setiap hari. Dan jika aku mati nanti, tolong jaga anak ku" lirih Cristian membuat Gean terkekeh pelan
"Hahaha Kau terlalu mendramatisir Cris" gelak Gean
"Bagaimana tidak, kau tahu dia seperti malaikat pencabut nyawa sekarang. Aku benar benar merindukan Angel ku yang dulu" kata Cristian dengan wajah yang memelas membuat Gean bingung harus bersikap apa, entah lucu ataupun miris.
__ADS_1