Oh My Lady

Oh My Lady
Keadaan Cristian


__ADS_3

Dimansion black rose...


Didalam kamar mewah tampak seorang pria gagah yang masih terlihat belum sadarkan diri. Wajah nya begitu pucat, bahkan bibir nya sudah nampak membiru.


Selang infus masih tertanam ditangan kiri nya. Tubuh nya kini bak seorang mayat yang terlihat kaku dan dingin.


Shania duduk disebuah sofa bersama dengan dua orang pelayan dan juga dua orang pria yang bertugas mengawasi kondisi pria yang tak lain adalah Cristian .


Malam sudah semakin larut, bahkan hampir mendekati tengah malam dimana semua orang tengah menunggu seorang ilmuan yang akan membawa penawar racun untuk Cristian.


"astaga kenapa kakek tua itu lama sekali" gerutu Shania yang sudah khawatir akan kondisi suami dari Queen nya tersebut


"sebentar lagi nona, dia sedang diperjalanan" kata seorang pria yang berdiri dibelakang Shania , sementara pria yang lain memeriksa keadaan Cristian yang semakin melemah.


"bagaimana keadaan nya?" tanya Shania berjalan mendekati ranjang tempat Cristian berbaring


"denyut nadi nya masih lemah, seperti nya racun nya bekerja dengan cepat menyebar keseluruh tubuh nya" ungkap pria itu membuat Shania menghembuskan nafas nya dengan kasar.


Hingga tak lama kemudian suara pintu terdengar diketuk dan munculah dua orang pria yang mereka tunggu tunggu


"selamat malam nona" ucap seorang pria tua berkepala botak setengah yang merupakan ilmuan yang bertugas membuat penawar racun untuk Cristian


"oh akhir nya kau datang juga Brain, cepat lah suntikan penawar itu" kata Shania langsung tanpa basa basi


Brain segera mendekati Cristian dan duduk disisi lelaki itu. Tangan nya terlihat memeriksa denyut nadi Cristian. Dan setelah itu diapun mengeluarkan sebuah botol kecil berisi serum penawar racun nya dan sebuah jarum suntik.


Dengan perlahan dan terlihat serius dia mulai menyuntikkan cairan itu dipangkal lengan Cristian.


Semua orang yang memperhatikan terlihat begitu tegang, sebab mereka tahu bahwa pria itu adalah seseorang yang spesial untuk Queen mereka, meski tak tahu status apa yang mengikat diantara kedua nya.


"sudah selesai, kemungkinan satu jam lagi dia akan sadar. Jika penawar ini bekerja dengan baik ditubuh nya maka besok pagi dia sudah pulih kembali" kata Brain menjelaskan pada Shania.


"ya semoga saja dia cepat pulih" ungkap Shania pula


"besok siang mungkin tengah hari saya akan datang lagi untuk memberikan nya sebuah ramuan yang berguna untuk menghilangkan sisa racun ditubuh nya" tambah Brain lagi sembari mengemasi alat alat nya


"ya, lakukan yang terbaik Brain" balas Shania sembari menatap wajah Cristian yang mulai dialiri darah


"seperti nya dia seseorang yang penting untuk Queen kita" ucap Brain membuat Shania menoleh kearah nya


"seperti yang kau lihat" kata Shania singkat


"baiklah , saya permisi dulu nona" kata Brain. Dan Shania pun hanya mengangguk kan kepala nya


Setelah Brain keluar Shania kembali duduk disofa tak jauh dari ranjang itu.


Pelayan dan dua orang pria tadi keluar dari kamar dan menunggu diluar jika dibutuh kan.


Shania mengambil ponsel nya untuk menghubungi seseorang.


"penawar nya sudah disuntikan Queen"


"baiklah, saya pasti menjaga nya"


Setelah selesai berbicara dengan seseorang diseberang sana, Shania pun merebahkan kepala nya disandaran sofa dengan tangan yang dilipat nya kedada.

__ADS_1


"kisah percintaan mu sungguh rumit Queen, ku pastikan tak akan lama lagi King Al akan menemui mu karena dia sudah berada dikota ini" gumam nya pelan sembari melirik kearah Cristian yang terbaring.


..


Hampir satu jam kemudian Cristian terlihat menggerakan jari jari tangan nya.


Perlahan kelopak mata nya bergerak gerak dan terbuka sedikit.


Dengan pelan dia mencoba membuka mata nya dan menutup nya kembali. Setelah dirasa cukup kuat akhir nya dia pun membuka mata dan mengerjap kan nya dengan pelan.


Dilihat nya langit langit kamar dengan lampu hias bertahta berlian yang begitu menyilaukan mata. Dilirik nya sekeliling kamar bernuansa gold silver super megah dan mewah. Beberapa rangkaian bunga mawar merah dan hitam menjadi hiasan disetiap sudut ruang dan diatas meja.


Cristian mencoba menggerakan badan nya namun terasa sangat berat. Bahkan tangan nya pun terasa sulit untuk digerakan.


"anda sudah sadar tuan?" tanya Shania yang berjalan mendekat kearah Cristian membuat pria itu terhenyak kaget dan menatap kearah nya.


"aku dimana?" tanya Cristian dengan suara serak dan pelan


"anda berada dimansion black rose" ungkap Shania


"apa, kenapa bisa?" tanya Cristian lagi sembari mengingat apa yang terjadi pada nya terakhir kali


"anda terkena racun yang disuntikan oleh seorang gadis. Dan Queen rose membawa anda kemari" jelas Shania


Cristian langsung terdiam namun terus mencoba untuk menggerakan tubuh nya yang terasa sangat berat


"arrgh, kenapa tubuh ku tak bisa digerakkan?" tanya nya pelan


"tenang lah tuan, sebaik nya anda istirahat dahulu. Besok tubuh anda akan segera pulih" kata shania lagi


"tuan Gean sudah mengabari istri anda. Jadi anda tak perlu khawatir" kata Shania menjelaskan


"Gean" gumam nya


"ya, sebaik nya anda istirahat. Besok pagi keadaan anda akan pulih kembali. Saya akan keluar kalau anda butuh sesuatu tekan tombol yang ada diatas kepala anda. Pelayan akan segera datang" kata Shania sembari menunjuk keatas kepala Cristian


"hmm, terima kasih" balas Cristian akhirnya terdiam pasrah


Shania kemudian keluar dari kamar itu meninggalkan Cristian yang masih termenung sembari menatap langit langit kamar.


"siapa yang sudah berani membuat ku begini, apa dia suruhan black hunter?" gumam Cristian


"sial, tubuh ku jadi sakit semua sampai tak bisa digerakan. Tunggu pembalasan ku nanti" geram nya lagi


"ah Angel pasti khawatir. Apa yang dikatakan Gean tentang ku" ucap nya lirih


Setelah beberapa saat termenung Cristian pun kembali tertidur dengan nyenyak akibat pengaruh dari suntikan penawar racun nya yang masih terus bekerja.


..


Keesokan hari nya


Pagi sudah beranjak siang, bahkan matahari terlihat sudah menghangatkan isi seluruh mansion.


Cristian terlihat mengerjapkan mata nya karena silau akibat cahaya matahari yang masuk dari sisi jendela besar dikamar itu.

__ADS_1


Dia pun mencoba menggerakan tubuh nya perlahan. Dan aneh nya kini tubuh nya sudah bisa digerakan sepenuh nya meski masih terasa silu dibeberapa bagian, terutama disendi sendi nya.


Diapun mencoba untuk duduk dan betapa terkejut nya dia melihat seorang wanita bertopeng duduk disofa kamar itu dengan segelas air bewarna merah ditangan nya.


Cristian memandang nya lekat. Bukan wanita yang semalam batin nya.


"Queen rose" gumam nya pelan


Wanita yang dipanggil Queen rose langsung menoleh kearah nya.


"bagaimana tidur mu tuan El. Kau terlihat lebih segar sekarang" ucap nya datar sembari menggoyang goyang kan isi gelas nya menatap Cristian dengan lekat


"kau yang membawaku kemari?" tanya Cristian


"hmm" gumam nya


"lagi lagi kau menolongku. Siapa kau sebenar nya?" tanya Cristian lagi


"anggap saja aku malaikat penolongmu" jawab nya acuh


"hmh, baiklah. Aku harus pulang sekarang" kata Cristian sembari membuka selimut dan hendak membuka infus ditangan nya


"berani bergerak sedikit saja maka kepala mu akan berlubang" kata Queen rose dingin


Cristian langsung terdiam dan menelan saliva nya sembari wajah nya yang berubah tegang ketika melihat sebuah senjata api ditangan Queen rose


"kau, kau tak bisa menahan ku disini. Aku harus pulang" ucap nya gemetaran


Queen rose hanya terdiam sembari memutar mutar pistol nya. Seketika ruangan itu terasa berubah mencekam menurut Cristian


"istri ku sedang menungguku dirumah" lirih nya membuat Queen rose mematung sejenak.


"apa peduliku. Sebaik nya diam disini sampai racun ditubuh mu menghilang sempurna. Kau mau menyusahkan istri mu dengan menjadi pria lumpuh yang tak bisa apa apa?" tanya Queen rose tajam sembari berjalan mendekati Cristian yang terdiam membisu


"benarkah separah itu?" tanya nya ragu


"kalau kau mau begitu, silahkan pergi. Tapi ku pastikan hidup mu tak akan berguna lagi setelah ini" ungkap nya dan langsung berlalu meninggalkan Cristian yang masih menatap nya takut


"sebenar nya dia berniat membantu atau tidak, kenapa menyeramkan sekali sampai mengancam begitu" ucap nya sembari mengelus dada nya sejenak


"Angel pasti khawatir" gumam nya lagi


Cristian kembali memperhatikan kamar mewah itu sekali lagi.


Lidah nya berdecak kagum melihat interior kamar itu yang begitu mewah


'kamar nya saja begitu mewah, bagaimana dengan diluar' batin nya


Dan pandangan mata nya beralih kearah meja disamping tempat tidur nya dimana terdapat rangkaian bunga mawar hitam dan merah yang terangkai menjadi satu.


"kenapa dia sama seperti Angel, penggila mawar. Sebenar nya siapa dia ???


..


*jangan lupa tinggalin jejak ya readers..

__ADS_1


aku usahain buat crazy up deh😉*


__ADS_2