
Newyork siang hari waktu setempat ....
Cristian dan Angel baru saja turun dari pesawat pribadi black rose berlogo B.R dengan lambang kelopak mawar besar dibadan pesawat.
Cristian menggenggam erat tangan Angel seraya melangkah pelan menuju seorang pria gagah dan asisten nya yang telah menunggu kedatangan mereka.
Angin disiang hari itu tampak begitu kencang sehingga membuat rambut panjang milik mantan ratu mafia itu berjuntai Juntai indah menutupi wajah cantik yang masih selalu jadi kebahagiaan seorang Kenzo Barrent ketika melihat nya.
Ya, pria gagah itu adalah Kenzo Barrent, dia datang langsung menyambut mantan kekasih nya dan juga suami nya yang kini telah menjadi teman nya.
Ditatap nya wajah dua pasang manusia itu dengan tatapan penuh arti, tidak ada lagi sesak didada nya menatap wajah cantik nan tajam milik Angel, meski dia akui jika rindu itu masih selalu menghantui hari nya.
Cristian tersenyum kecut melihat Kenzo yang semakin kesini terlihat gagah dan menawan, mantan rival nya itu memang mempunyai sejuta pesona yang tidak terbantahkan.
Entah cemburu, takut, atau apapun itu, tapi dia masih saja merasa goyah jika bertemu dengan Kenzo apalagi jika melihat interaksi antara istri dan mantan rival nya itu.
Meski dia tahu, Kenzo sudah merelakan istri nya, dan dialah yang menjadi pemenang nya namun tetap saja perasaan cemburu itu ada walau bibir nya berucap bahwa dia tidak akan cemburu.
Kenzo berjalan mendekat kearah Cristian dan Angel yang telah berada didepan nya
"selamat datang diNewyork tuan El" sapa Kenzo sembari mengulurkan tangan nya pada Cristian yang langsung menyambut nya ramah
"terimakasih tuan Amerika, seperti nya ini sebuah keberuntungan bagi kami disambut langsung oleh mu" kata Cristian membuat Kenzo terkekeh pelan. Mereka langsung saling merangkul dan menepuk pundak masing masing
"tentu saja, aku sudah berjanji untuk itu" jawab Kenzo. Kini mata nya beralih pada Angel yang tersenyum menatap mereka
"bagaimana kabar mu Angel?" tanya Kenzo yang membuat Angel sedikit terkesiap, karena panggilan itu kini telah berubah
"seperti yang kau lihat Al, aku baik baik saja, bahkan sangat baik" jawab Angel sembari tersenyum tipis
"ya, seperti nya memang begitu. Dapat aku lihat Cristian memang menjagamu dengan baik" kata Kenzo menatap Cristian yang langsung tersenyum dan merangkul pundak Angel posesif
"tentu saja, dia istriku" jawab Cristian angkuh membuat Kenzo dan Angel saling pandang menahan tawa mereka karena belum apa apa Cristian sudah mulai tidak tenang
"aku tahu itu tuan El, mantan ku ini hanya milik mu dan selama nya akan begitu, benarkan rose. Tapi jika kau berubah fikiran aku masih siap untuk mu" ucap Kenzo sembari mengedipkan sebelah mata nya pada Angel
"tuan Ken, kau mulai lagi" kata Cristian kesal membuat Angel dan Kenzo langsung tertawa, bahkan Edward dan Jorge yang ada dibelakang mereka terlihat mengulum senyum nya melihat interaksi mantan rival yang baru saja mencoba untuk berdamai ini.
"hahaha, aku hanya bercanda." jawab Kenzo terbahak
"aku tahu" dengus Cristian
"baiklah, kalau begitu kita langsung saja kemansion ku, Clara sudah menunggu kalian disana" ajak Kenzo
"adik mu itu ada juga?" tanya Cristian sembari mengikuti langkah kaki Kenzo dengan masih setia menggenggam erat tangan Angel
"dia tidak akan melewatkan kesempatan ini Cris" jawab Kenzo terkekeh, dia tahu Cristian sangat kesal melihat tingkah adik nya yang selalu saja menganggu nya itu
"ini pasti akan terasa sulit" gumam Cristian dan langsung mendapat tatapan tajam dari Angel
...
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam mereka pun tiba dimansion mewah milik Kenzo, mansion yang hanya dimiliki oleh orang orang nomor satu di Amerika, dan salah satu nya adalah Kenzo.
__ADS_1
Cristian sempat takjub melihat keadaan mansion itu, meski mansion Black rose sudah berada dikategori mewah, namun milik Kenzo ternyata lebih mewah dan lebih luas.
Mansion ini berdiri diatas daratan luas berhektar hektar, dikelilingi hutan dan taman buatan yang membuat suasana nya terlihat indah dan nyaman dipandang.
Mereka disambut oleh puluhan pelayan bahkan Cristian dapat melihat ratusan penjaga berjaga disekitar area mansion itu.
"selamat datang dihunian ku, kalian bisa beristirahat disini kapan pun kalian mau" kata Kenzo saat mereka telah berada didalam mansion itu
"terimakasih, ini terlihat luar biasa. ternyata gelar tuan Amerika memang tepat untuk mu" ucap Cristian membuat Kenzo tertawa kecil
"itu terlalu berlebihan" jawab Kenzo merendah
"kak Roseee!!!!!!!!" teriak seorang gadis dengan suara melengking nya mengejutkan Cristian, Kenzo dan juga Angel
Gadis yang tak lain adalah Clara itu langsung berlari dan memeluk Angel dengan erat
"aaaaa akhir nya kau datang juga kemari, aku sudah tidak sabar bertemu dengan kalian" ucap Clara antusias
"hei, kita baru bertemu beberapa hari yang lalu Cla" kata Angel tertawa, Clara langsung melepaskan pelukan nya dari Angel dan juga ikut tertawa
"hehe, aku belum puas bertemu dengan kalian, kalian malah memulangkan aku kerumah manusia es ini" jawab Clara pelan takut terdengar oleh Kenzo yang langsung memicingkan mata nya menatap tajam Clara
"kak Crisss!!!!" kini Clara beralih memeluk tubuh Cristian menghindari tatapan tajam kakak nya
Dia memeluk erat tubuh Cristian, hingga membuat pria itu terhuyung kebelakang dengan wajah yang sudah memerah karena sungguh pelukan Clara seperti ingin mencekik nya.
"Hei, kau ingin membunuh ku ya" kata Cristian kesal namun dia tetap membalas pelukan adik perempuan Kenzo yang sangat menyebalkan itu, namun dia juga sudah menganggap nya seperti adik sendiri
"maaf, tapi aku takut melihat wajah nya itu" bisik Clara ditelinga Cristian yang langsung melirik kearah Kenzo, dan benar saja wajah tampan itu sudah berubah masam dan tajam membuat Cristian langsung terkekeh pelan
"ah, seandai nya kau yang menjadi kakak ku, hidup ku pasti lebih bewarna" ungkap Clara pelan
"jadi kau tidak bahagia memiliki kakak seperti ku hm?" kata Kenzo menatap tajam wajah Clara yang langsung datang dan memeluk nya dengan manja, kakak nya yang satu ini memang benar benar tidak bisa diajak bercanda batin nya.
"hehe, aku bahagia memiliki mu kak, sungguh. tapi kau terlalu dingin dan datar itu membuat ku takut" jawab Clara manja membuat Kenzo mendengus sebal
"kalau kau tidak takut padaku, mau jadi apa kau ha" tanya Kenzo sembari melepas pelukan adik nya dan menyentil dahi Clara, membuat gadis itu meringis kesal
"sudah lah, sekarang biarkan mereka beristirahat, sore nanti kita akan keluar kesuatu tempat" kata Kenzo menatap Cristian dan Angel bergantian
"seperti nya kau sudah menyiapkan nya dengan baik Ken" kata Cristian menggoda
"tentu saja, aku sudah berjanji untuk itu. Dan sebagai imbalan nya kalian harus cepat memberiku keponakan yang lucu" balas Kenzo membuat Cristian tertawa dan Angel merona malu
"sedang dalam proses" jawab Cristian angkuh
"ya aku tahu itu." dengus Kenzo dan kini dia beralih menatap Angel
"Istirahatlah dikamar biasa. jika perlu sesuatu pelayan selalu ada untuk membantu kalian" kata Kenzo pada Angel yang mengangguk
"terimakasih" jawab Angel, sementara Cristian tampak mengernyitkan dahi nya tidak mengerti, kamar biasa? apa istri nya itu pernah tidur dimansion ini, batin nya
Kenzo terlihat memanggil seorang pelayan untuk melayani Cristian dan Angel
__ADS_1
"mari nyonya, tuan, saya antar kekamar anda" kata pelayan itu tanpa berani menatap tamu tuan nya
"ya, kalau begitu kami beristirahat dulu" kata Angel dan Cristian menatap Kenzo dan Clara bergantian.
Setelah berpamitan, mereka pun berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.
Kenzo menatap punggung dua orang itu dengan helaan nafas yang cukup berat membuat Clara menatap iba kakak nya, dia tahu ini hal yang sulit untuk diterima
"apa masih sesakit itu" tanya Clara pelan, Kenzo langsung menoleh kearah nya dan tersenyum tipis
"entah lah. tapi aku bahagia melihat nya bahagia seperti sekarang ." jawab Kenzo yang langsung berlalu meninggalkan Clara diruang tamu mewah itu dan masih menatap nanar punggung kakak nya
Kenzo berjalan masuk keruang kerja nya dan masuk kesebuah ruang rahasia tempat nya berdiam diri dan menenangkan fikiran nya selama ini. Dia berdiri menatap sebuah figura besar berisikan sebuah wajah cantik nan tajam yang masih selalu dikenang nya.
Wajah seorang wanita yang pernah mengisi hati nya selama bertahun tahun, mungkin hingga sekarang.
Kenzo tampak menghela nafas nya dengan berat, bohong jika dia baik baik saja melihat semua ini, meski dia telah merelakan nya, namun rasa sesak itu masih ada.
Dulu gadis itu datang kemansion ini sebagai kekasih nya, datang sebagai seseorang yang hanya milik nya, tapi sekarang gadis itu datang bersama orang lain yang telah memiliki dirinya seutuh nya.
Kenzo kembali menghela nafas nya dengan berat.
"aku sungguh bahagia melihat mu sekarang, sudah menemukan seseorang yang tepat yang menjadi pendamping hidup mu. tapi maafkan aku Rose, sekuat apapun aku mencoba melupakan mu aku masih belum mampu.
perasaan ini sungguh membuat ku merasa bersalah pada kalian, tapi aku berjanji untuk tidak mengusik hidup mu dengan rasa ini,
biarkan ini menjadi masalah ku, aku hanya menunggu sampai nanti saat Tuhan mengirimkan seseorang yang mampu membuatku berpaling dari mu"
Gumam Kenzo menatap lekat foto Angel yang masih terpajang rapi diruangan itu.
..
Diruangan lain..
Cristian memperhatikan kamar luas bernuansa gold dengan beberapa pajangan bunga mawar asli dan segar disetiap sudut nya itu dengan perasaan tidak menentu. Bagaimana tidak, ruangan kamar ini seperti nya memang disiapkan khusus untuk istri nya. Semua nya sesuai dengan kesukaan Angel, nuansa gold dan bunga mawar merah yang harum nya memenuhi seluruh ruang kamar itu.
"jangan berfikiran yang hanya akan membuat hati mu resah Cris" kata Angel tiba tiba membuat Cristian terhenyak dan menoleh pada Angel yang kini telah duduk dipinggir tempat tidur berukuran king size itu.
"aku hanya penasaran, seperti nya kamar ini didesain sesuai dengan selera mu" jawab Cristian yang kini berdiri didepan Angel
"aku sudah bilang bukan, kau pasti akan cemburu jika kita bertemu dengan Kenzo, lihat baru tiba dimansion nya saja kau sudah seperti ini" balas Angel yang langsung memeluk pinggang Cristian
"apa kau sering kemansion ini dulu nya" tanya Cristian sembari mengusap kepala Angel yang menengadah menatap nya
"ya, dulu, dan ini kamar ku" jawab Angel membuat Cristian lagi lagi terkesiap kaget
"kamarmu, kau sering berada disini?" tanya Cristian tidak percaya
"hei, sudah lah. kenapa kau bertanya terus. kau yang paling tahu keadaan ku. meskipun aku sering berada disini dulu nya tapi aku hanya milik mu dan kau pemilik semua nya bukan" jawab Angel lugas membuat Cristian menghela nafas nya sejenak dan duduk disamping Angel, sembari menetralkan perasaan nya yang tidak menentu. Sungguh membayangkan jika mereka berdua dikamar ini saja sudah membuat Cristian panas dingin, tapi dia sedikit lega karena yang dia tahu dia lah pemilik madu murni dari diri Angel.
"aku tahu. maaf aku hanya sedikit terkejut" kata Cristian sembari menarik Angel dalam pelukan nya
"ini masa laluku, seharus nya kita tidak kesini jika itu membuat mu merasa tidak tenang" gumam Angel dalam pelukan Cristian
__ADS_1
"tidak apa apa. kita memang harus berdamai dengan takdir. lagi pula kita hanya sebentar disini, Jorge sudah menyiapkan hotel tempat kita menginap nanti" kata Cristian sembari menciumi pucuk kepala istri nya
"hmm, semua terserah padamu Cris" jawab Angel pasrah