Oh My Lady

Oh My Lady
Memasak Untuk Suami


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu, kini Angel dan Cristian sudah mulai bisa merasakan ketenangan dalam hidup nya. Apalagi Angel, setelah bersama Cristian, dia merasakan perubahan yang sangat besar dalam hidup nya. Kini dia bisa merasakan hidup layak nya seperti orang biasa pada umum nya, tanpa senjata dan tanpa darah lagi.


Menjadi istri yang baik untuk Cristian, melayani setiap keperluan suami nya, mulai dari hal kecil sampai hal yang random.


Tidak ada lagi darah yang menjadi makanan nya, hanya ada senyum suami nya yang menjadi pengobat hati nya yang semakin lama semakin mencinta.


Tidak ada lagi tatapan tajam sang ratu mafia, yang ada kini hanyalah senyuman manis nan lembut yang selalu bisa membuat Cristian ingin cepat pulang kerumah setelah seharian bekerja.


Meski terkadang dia merindukan saat saat berkumpul dengan anggota nya, namun saat ini dia sangat bersyukur karena Tuhan mempertemukan dia dengan Cristian, seseorang yang bisa merubah hidup nya menjadi lebih baik, meski dia tahu suatu saat bahaya akan selalu mengintai mereka karena bagaimana pun Angel pernah menjadi ratu mafia yang membuat nya mempunyai banyak musuh untuk seumur hidup nya, namun dia berharap semua akan baik baik saja untuk nya maupun untuk keluarga nya kelak.


..


Saat ini Angel tengah berada didapur besar nya, setiap hari dia selalu menyempatkan diri untuk belajar memasak, walaupun terkadang ulah nya membuat pelayan dan para koki menjadi kelimpungan akibat Angel yang tidak bisa mengerjakan semua nya dengan baik.


Ya, dia selalu berusaha untuk belajar dan belajar kembali, namun tetap saja dia tidak bisa membuat satu menupun yang bisa dimakan, padahal koki dirumah itu sudah begitu sabar dan telaten mengajari dan membimbing nya.


"bibi, ini bagaimana lagi?" tanya Angel pada bibi Geil, seorang koki yang ditugaskan Cristian dirumah itu


"ikan nya, hanya dibersihkan seperti ini nyonya" kata bibi Geil mencontohkan bagaimana cara membersihkan perut ikan yang ingin dimasak oleh Angel


"ikan ini sungguh licin bibi" gerutu Angel sembari mempraktekan apa yang dicontohkan bibi Geil


"memang seperti itu nyonya," kata Bibi Geil dengan sabar


"CK, sudah lah, aku mau memotong sayuran saja" jawab Angel sembari melepaskan pisau dan ikan itu begitu saja, membuat bibi Geil menghela nafas lelah, entah apa yang membuat nyonya nya itu sungguh payah untuk belajar masak, padahal ini sudah sebulan dia belajar


"kenapa susah sekali, aku lebih baik menembak macan di hutan dari pada seperti ini" gumam Angel lagi sembari memotong sayuran dengan asal, membuat bibi Geil kembali geleng geleng kepala.


"Selamat sore Queen" sapa Shania tiba tiba membuat Angel terhenyak kaget


"Shania, kau ini mengejutkan ku saja" kesal Angel sembari terus memotong sayuran nya setelah menatap Shania sekilas


"anda belajar memasak lagi Queen?" tanya Shania mendekat kearah Angel


"hmm, entah kenapa ini terlalu susah, aku lebih baik belajar menembak diatas kuda dari pada memasak" gerutu nya membuat Shania terkekeh pelan


"anda benar, apa ini tuan Cris yang meminta?" tanya Shania


"ya, awal nya dia ingin mencoba masakan ku, tapi setelah aku masak dia tidak mau memakan nya" dengus Angel


"kenapa?" tanya Shania


"tidak enak, rasa nya aneh, aku sendiri pun tidak sanggup memakan nya" jawab Angel sembari menghela nafas kesal dan lelah membuat Shania terbahak


"maka dari itu aku berusaha belajar terus menerus, tapi setelah sebulan tetap saja seperti ini" tambah Angel lagi


"ya, tuan Gean juga memintaku untuk belajar memasak, tapi yang ada malah master Jorge marah karena dapur mansion hampir meledak" ungkap Shania pula dan kini gantian Angel yang tertawa


"seperti nya kita tidak cocok berada didapur Queen, tangan kita ini sudah terbiasa memegang senjata untuk meledakan musuh, namun sekarang diminta untuk memegang spatula, maka dari itu dapur yang menjadi korban nya" kata Shania lagi sembari melihat dapur Angel yang sudah berantakan.


"Haha kau benar Shania, aku ingin menjadi istri yang baik untuk dia, tapi untuk memasak pun aku tidak bisa" lirih Angel sembari duduk dikursi dekat Shania dan membiarkan sayuran nya terbengkalai


Sedangkan koki yang bersama nya tadi sudah diminta Angel untuk keluar.


"saya rasa tuan Cris tidak akan keberatan jika anda tidak bisa memasak Queen" jawab Shania


"iya, dia memang sudah memintaku untuk berhenti belajar memasak, tapi aku hanya ingin bisa memasak, namun sungguh terasa sulit" kata Angel

__ADS_1


"bagaimana jika kita coba sekali lagi Queen, siapa tahu kali ini berhasil" ajak Shania


"oke, mudah mudah ini berhasil . Kau kemari atas perintah kak Gean ?" tanya Angel menatap Shania yang mengambil alih sayuran itu dan memotong nya


"iya, dia meminta saya untuk datang, karena malam nanti dia ingin mengajak saya pergi, tidak tahu kemana" jawab Shania


"mintalah dia untuk cepat meresmikan hubungan kalian, agar kita bisa terus berkumpul dan kalian tidak harus kesana kemari lagi" ucap Angel membuat Shania menghela nafas lelah


"dia sangat menyebalkan Queen, tidak bisa seromantis tuan Cris yang selalu memberi mu kejutan manis, setiap saya tanya kapan, dia hanya menjawab sabar" jawab Shania dengan sendu


"kau mencintai nya?" tanya Angel menatap Shania dengan lekat


Shania pun mengangguk malu


"sifat nya memang seperti itu, Cristian pernah berkata padaku, kak Gean tidak pernah dekat dengan siapapun, sama seperti Cristian, namun beda nya sifat mereka tidak sama, Cristian memang tipe yang bisa romantis dan lembut, namun kak Gean dia tipe pria yang cuek dan tidak peka, tapi percayalah Shan, dia sangat mencintaimu, bahkan sejak pertama kali kalian bertemu" ungkap Angel membuat Shania menatap Angel


"benarkah Queen, tapi dia sangat menyebalkan dulu, bahkan selalu mengataiku wanita jadi jadian" dengus Shania membuat Angel terkekeh pelan


"kak Gean hanya gengsi dan dia belum tahu pasti tentang perasaan nya, tapi dia memang sudah tertarik padamu, Shan, perasaan itu tidak bisa dengan mudah diungkap kan, dan begitulah kak Gean kan" kata Angel lagi membuat Shania mengangguk


"ya, bahkan dia baru tiga kali bilang cinta padaku setelah dua bulan lebih menjalani hubungan" ungkap Shania tanpa sadar dan Angel langsung mendengus senyum


"perasaan itu tidak selalu harus diungkapkan, yang terpenting bagaimana dia membuktikan nya" jawab Angel


"seharus nya kan setelah lama hidup dengan tuan Cris , tuan Gean bisa meniru sifat tuan Cris yang romantis begitu" kata Shania lagi, dia seperti seorang adik yang sedang mencurahkan isi hati nya pada sang kakak


"walau sifat nya tidak seromantis suamiku tapi percayalah, dia sangat mencintaimu . Kau bisa merasakan nya kan?" tanya Angel lagi


"ya, saya memang bisa merasakan nya Queen, dia begitu memanjakan saya dan selalu mengkhawatirkan apapun tentang saya, meski sifat nya menyebalkan dan terkadang begitu cuek" jawab Shania


"iya Queen, saya hanya merasa iri melihat tuan Cris yang selalu romantis pada anda" jawab Shania terkekeh pelan


"kau ini, jika kak Gean tidak bisa begitu, maka kau yang harus memulai kan" ucap Angel santai


"apa boleh begitu?" tanya Shania ragu


"tentu saja boleh, dia milik mu" jawab Angel dengan senyum menyeringai nya membuat Shania juga ikut tersenyum


"anda benar" jawab Shania


Dan akhir nya mereka berdua kembali menyiapkan masakan mereka yang entah bagaimana rasa masakan nya nanti.


Koki dirumah itu hanya geleng geleng kepala dari jauh, karena Angel meminta nya untuk tidak ikut membantu kali ini.


Dia dan Shania ingin memberi kejutan pada Cristian dan Gean nanti.


..


Cristian dan Gean telah turun dari mobil mereka, dan berjalan masuk kedalam rumah itu.


Sesampai nya didepan pintu mereka saling pandang heran sembari mendengus kan hidung mereka masing masing karena mencium aroma masakan yang aneh dan hangus.


"bau apa ini?" tanya Gean


"adik mu itu pasti sedang belajar memasak lagi" jawab Cristian berjalan masuk kedalam rumah menuju dapur diikuti oleh Gean


"kenapa kau masih membiarkan nya memasak, dapur ini akan meledak lama lama" ucap Gean membuat Cristian mendengus

__ADS_1


"aku sudah melarang nya, kau tahu lah adik mu itu seperti apa keras kepala nya" jawab Cristian.


Mereka terus berjalan menuju dapur, dan dapat mereka dengar suara tawa dua orang wanita menggema didalam dapur itu, belum kelihatan bagaimana keadaan didapur dan apa yang membuat mereka tertawa karena ruangan dapur masih disekat oleh dinding.


Setelah Cristian dan Gean tiba didepan pintu dapur mereka langsung dibuat terhenyak dengan mulut yang sedikit terbuka.


"astaga, apa yang sedang kalian lakukan, kalian sedang berperang disini?" tanya Gean sembari memperhatikan seluruh ruangan dapur yang begitu berantakan, tepung dan telur yang berceceran dilantai, kompor yang berasap karena ikan dan daging yang gosong, saus dan bumbu bumbu yang tumpah dan berceceran diatas meja, serta jangan lupakan wajah dan tubuh dua wanita itu yang penuh dengan minyak dan tepung.


"baby, aku sudah bilang berhentilah memasak, aku tidak apa jika kau tidak bisa memasak" ucap Cristian lembut, namun sedikit kesal karena ulah Angel, apalagi melihat para pelayan yang wajah nya tertunduk lesu dan lelah.


Angel dan Shania langsung saling pandang dan tersenyum canggung.


"kami memasak untuk kalian, lihat ini adalah hasil masakan yang paling bagus" kata Angel sembari menunjukan hasil karya nya pada Cristian.


"ayo, dicicipi dulu, ini pasti enak" kata Angel lagi sembari menarik Cristian duduk , begitu juga dengan Gean yang digiring Shania kemeja makan


Cristian memandang makanan didalam piring itu, sebuah steak daging yang sedikit menghitam diatas nya ditambah sayuran yang agak berminyak.


Gean juga melakukan hal yang sama, namun punya Shania seperti nya lebih baik dari punya Angel, tampilan nya.


"ayo buka mulut mu perjaka tua, ini pasti enak dibuat dengan cinta" kata Shania semangat sembari menyuapi potongan steak kemulut Gean


Angel juga memotong steak nya dan diarahkan kemulut Cristian dengan wajah berbinar membuat Cristian tidak tega untuk menolak nya, meski dia tahu seperti apa rasa masakan nya.


Cristian membuka mulut nya dan memakan steak nya dengan wajah datar, menatap Angel yang penuh harap.


"apa enak?" tanya Angel


"enak" jawab Cristian dengan senyum terpaksa, karena sungguh masakan istrinya adalah masakan terburuk yang pernah dia rasa, rasa nya hambar dan pahit karena daging nya gosong.


"tapi ini terakhir kali kau memasak ya, biar koki saja yang memasak, aku tidak apa kau tidak bisa memasak, kau hanya cukup menyambut ku pulang dan menemaniku saat istirahat" ucap Cristian lembut sembari mengusap kepala Angel


Dan kini Gean juga memakan potongan steak nya namun kemudian dia memuntahkan kembali makanan nya membuat Shania mendengus kesal


"kenapa dibuang lagi" tanya Shania sedih sementara Angel menatap sadis kearah Gean


"daging nya belum matang Sha, rasa nya juga asin, kau mau meracuni ku ya" kata Gean kesal


"kau ini, aku sudah bersusah payah memasak untuk mu, kenapa tidak kau puji sedikit saja" dengus Shania


"aku pasti akan memuji mu jika masakan mu memang enak, sudah lah, kalian tidak perlu memasak lagi, bisa bisa yang makan sakit perut" ketus Gean


"kakak, Cristian bilang masakan ku enak" kata Angel tidak terima


"dia berbohong, aku tahu itu" jawab Gean


"Cris" tekan Angel menatap Cristian yang tersenyum canggung


"masakan kalian enak, tapi lebih baik jika tidak usah memasak lagi, oke" kata Cristian sembari menggendong tubuh Angel yang mulai marah


Sementara Shania menatap sadis Gean


"tidak bisakah kau menghargai sedikit usaha ku, menyebalkan" ketus Shania dan hendak berjalan keluar namun ditahan oleh Gean


"sudah lah, jangan marah. kalian memang tidak cocok didapur, seharus nya aku tahu itu. sekarang ganti baju mu kita akan pergi" ucap Gean sembari menyerahkan papperbag yang dibawa nya pada Shania, setelah itu langsung pergi meninggalkan Shania yang melongo heran


"dia memang manusia paling menyebalkan, entah kenapa aku bisa jatuh cinta padanya"

__ADS_1


__ADS_2