
Cristian kini telah berada diperusahaan nya setelah pagi tadi kembali dari kota kelahiran Angel. Dengan diantar oleh seorang anggota black rose pria itu pun kembali dari tempat nya ditinggalkan oleh wanita bertopeng yang tak dilihat nya lagi setelah mengobati nya, entah kemana pergi nya wanita itu. Bahkan anggota nya pun enggan untuk memberi tahukan dimana Queen mereka.
Walau masih merasakan sakit dibeberapa bagian tubuh, Cristian lebih memilih untuk langsung keperusahaan nya dari pada pulang kerumah. Bayangan wajah istri nya masih selalu terbayang, bahkan saat dia telah menyibukan diri sekalipun.
Entah mengapa meski Angel berkata bahwa ia tidak marah ataupun membenci Cristian atas tindakan kesalah pahaman nya namun Cristian masih enggan atau bahkan takut untuk menemui gadis bisu yang kini sudah menjadi istri nya itu. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Angel bahwa dia harus memastikan dulu apa yang kini dirasakan oleh hati nya. Sudah kah dia benar benar jatuh hati pada gadis itu atau hanya rasa simpatik sementara.
Beberapa kali terlihat pria itu menghembuskan nafas nya yang terasa berat, setumpuk dokumen diatas meja belum ada yang tersentuh sama sekali. Pikiran nya masih melayang dan tertuju pada Angel yang kini tengah berada dirumah lama nya bersama sang kakak, Gean. Ya Gean meminta izin pada Cristian untuk menemani Angel beberapa hari untuk melepas rindu setelah sekian lama tidak berjumpa dan juga untuk mengurus beberapa hal terkait tentang aset aset orang tua mereka.
"maafkan aku , aku masih belum bisa menemui mu. Tapi ku pastikan hanya kamu wanita yang aku inginkan" gumam Cristian.
..
Ditempat lain....
Terlihat dua orang saling duduk bercengkrama dibawah pohon maple dibelakang rumah sederhana masa kecil mereka. Ditemani dua cangkir kopi mereka saling berbagi cerita sembari memandang hamparan luas taman bunga mawar.
"maaf kan aku yang tidak bisa menemani mu selama ini, kau pasti merasa kesepian disini kan" ucap Gean lirih sembari mengusap lembut rambut Angel yang kini tengah berbaring dipangkuan nya .
Angel pun tersenyum menatap kakak nya yang selama ini dirindukan nya.
"aku tidak kesepian, aku punya Shania yang terkadang menemaniku, juga para karyawan yang membantuku untuk mengurus taman ini, kakak tidak perlu bersedih, aku bahagia karena sekarang kita sudah berkumpul kembali"
"ya, tapi tetap saja aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk mu, aku lalai menjagamu" lirih Gean lagi
Angel langsung duduk dan menatap lembut kakak nya.
"kak, jangan seperti itu. Aku tidak apa, aku baik baik saja sekarang, kau lihat bukan. Dan jika kita tidak berpisah kita tidak akan pernah bertemu dengan Cristian" jawab Angel
"hmh, ya kau benar, kita tidak akan bertemu dengan anak manja yang sok kejam itu" jawab Gean terkekeh dan membuat Angel juga ikut tertawa
"oh ya, bagaimana bisa kau bertemu dengan nya kak?" tanya Angel yang penasaran dengan kisah awal perjumpaan Gean dengan suami nya itu
Gean tersenyum lembut namun nampak kesedihan dalam raut wajah nya, dia menatap Angel dan mulai menceritakan kejadian setelah kecelakaan itu.
Flashback
Saat itu ketika mereka sudah diperjalanan hendak ke acara pesta salah satu perusahaan dikota itu tuan Jonshon menyadari jika mobil yang dikendarai nya bermasalah pada rem nya.
Nyonya jonson yang duduk disebelah nya mulai panik begitu juga dengan Gean yang masih berusia dua puluh tahun. Dia juga sama panik nya apa lagi melihat jalanan mulai menurun sementara laju mobil sudah hilang kendali.
Nyonya Jonson berteriak histeris ketika mobil yang dikendarai suami nya tiba tiba menabrak seorang penjual roti dipinggir jalan itu. Begitu juga dengan Gean , samar samar dia mendengar suara seorang pemuda yang berteriak memanggil ibu nya. Namun pendengaran itu tak lama ketika tuan Jonson menyuruh nya untuk lompat keluar.
"Jordan, lompat sekarang!!!" teriak tuan Jonson yang masih fokus dengan kemudi nya sementara nyonya Jonson sudah pingsan
"tapi dad, kalian???" tanya Gean benar benar panik ketika melihat didepan sudah ada jalan yang terkepung oleh jurang
"lompat Jordan, selamatkan dirimu,!!! Jaga Angel!!!" teriak tuan Jonson lagi
"Angel," Gean remaja pun langsung teringat akan adik nya, dengan berderai air mata kepanikan diapun langsung membuka pintu mobil dan melompat keluar. Tubuh nya berguling diatas jalanan dan kepala nya terhantuk batu besar yang ada disana.
Gean remaja merasa tubuh nya remuk dan tak bisa bergerak. Apalagi kepala nya yang terasa sangat sakit seperti hendak pecah. Darah sudah membasahi seluruh tubuh nya. Samar samar dia mendengar suara ledakan dibawah jurang tak jauh dari tempat nya terbaring.
"mom, dad" lirih nya dengan air mata pilu hingga tak lama kesadaran nya mulai menghilang.
..
Gean mulai membuka mata nya perlahan, beberapa kali dia mengerjapkan mata nya hingga penglihatan nya mulai jelas. Dilihat nya kesekeliling hanya ada ruangan putih dan suara monitor pendeteksi detak jantung nya.
__ADS_1
"dimana ini" lirih nya. Dicoba nya untuk menggerakan kaki dan tangan nya namun semua terasa kaku dan tegang
"kau sudah sadar, sukur lah" ucap seseorang yang baru masuk keruangan dimana Gean terbaring.
"aku dimana. Anda siapa?" tanya Gean
"saya menemukan mu dipinggir jurang dua bulan yang lalu dikota xx, karena tidak ada yang mengenalmu dan tanda pengenal mu juga tak saya temukan jadi saya memutuskan untuk membawa mu kesini" jelas wanita paruh baya itu
"dua bulan yang lalu?" tanya Gean bingung
"kau koma selama dua bulan, dan selama itu pula tidak ada yang mencari mu. Saya mau menghubungi keluargamu namun saya tidak bisa berbuat banyak hingga akhirnya saya memutuskan untuk merawat mu disini" ungkap wanita paruh baya dengan jas putih nya itu. Terlihat jelas bahwa dia adalah seornag dokter yang menemukan Gean
Gean pun mencoba untuk mengingat namun hanya sakit kepala yang didapat nya
"apa kau tidak bisa mengingat sesuatu?" tanya dokter itu khawatir
Gean hanya mengangguk
Dari situlah dokter itu tahu bahwa Gean mengalami amnesia .
Karena dokter itu seorang janda dan tidak memiliki anak diapun memutuskan untuk merawat dan menganggap Gean sebagai putra nya. Dia juga yang memberikan nama Gean pada pemuda malang itu.
Beberapa bulan berlalu Gean akhirnya bisa beraktivitas seperti biasa. Betapa beruntung nya dia diselamatkan oleh dokter Laura yang baik hati.
Dengan berbekal kekuasaan dokter Laura, Gean bisa melanjutkan sekolah nya disalah satu universitas dikota itu. Tidak sulit untuk Gean beradaptasi , hanya setahun dia homescooling untuk mengasah kemampuan otak nya akhir nya Gean bisa kuliah seperti biasa.
Dan diuniversitas itulah Gean bertemu dengan Cristian.
Setahun berlalu, kehidupan Gean bersama dokter Laura masih baik baik saja seperti keluarga pada umum nya. Gean sangat menyayangi dokter laura begitu juga sebalik nya. Hingga suatu hari kenyataan pahit harus dialami kembali oleh lelaki yang pada saat itu sudah menginjak umur 23 tahun itu bahwa ibu angkat nya mengalami penyakit mematikan dan akhir nya meninggal dunia.
Dari situ Gean menjalani hari hari nya sendiri, tinggal disebuah rumah kontrakan kecil dan bekerja sebagai pelayan cafe , karena rumah dan seluruh harta dokter Laura diambil alih oleh adik dari dokter Laura.
Entah mengapa meski sudah sering dia melihat adegan kekerasan seperti itu namun kali ini hati nya terketuk untuk membantu remaja malang itu.
"hei, lepaskan dia!!" teriak Gean
"cih, jangan ikut campur kau!" teriak salah seorang pemuda yang ternyata adalah teman Gean sendiri dikelas nya
"lepaskan, atau kulaporkan kalian kepihak kampus!" ancam Gean
Mereka seketika berhenti dan menatap tajam Gean, mengingat Gean dekat dengan beberapa pengajar mereka pun langsung pergi meninggalkan Gean dengan remaja yang sudah babak belur itu
Gean membantu remaja malang itu dan membawa nya duduk disebuah kursi tak jauh dari tempat itu
"kau baik baik saja?" tanya Gean menatap wajah remaja itu
Remaja itu mengangguk
"terimakasih" ucap nya singkat
"kau mahasiswa baru?" tanya Gean lagi
Dan remaja itu hanya mengangguk lagi
"berhati hati lah, jika melihat mereka lagi langsung pergi, mereka sok jagoan disini" ungkap Gean
Remaja itupun lagi lagi hanya mengangguk
__ADS_1
"aku Gean," ucap Gean menjulurkan tangan nya.
Dengan ragu remaja itupun membalas uluran tangan Gean
"Cristian" jawab nya singkat
"baiklah Cris, aku harus pergi. Jika ada perlu kau bisa menemuiku digedung kedua universitas ini. Kelas ku disana" jelas nya dan segera berlalu meninggalkan Cristian yang masih duduk diam sambil memegang wajah nya yang bengkak.
Dari situ Cristian diam diam terkadang sering melihat Gean dari kejauhan, begitu pula dengan Gean, terkadang dia memperhatikan Cristian dan mencari tahu tentang anak itu yang ternyata sama seperti nya masuk ke universitas dengan memakai beasiswa juga
Hingga beberapa minggu kemudian secara tidak sengaja mereka bertemu disebuah perpustakaan universitas itu.
Cristian yang dengan ragu memberanikan diri mendekati Gean yang masih asik duduk dengan buku nya.
"boleh aku duduk?" tanya Cristian dan Gean pun langsung menatap nya kemudian tersenyum
"silahkan" jawab nya
Mereka duduk sembari berbincang tentang pendapat masing masing mengenai kampus mereka dan terkadang tentang kehidupan mereka.
Dan dari situlah kedekatan Gean dan juga Cristian, entah mengapa mereka berdua saling cocok satu sama lain.
Sama sama cerdas, dingin, dan datar, meski Cristian lebih terlihat penakut dibandingkan dengan Gean.
Cristian tak ragu menceritakan kehidupan nya dengan Gean hingga tentang harapan dan impian nya untuk bisa menjadi orang kaya dan terpandang begitupun dengan Gean.
Hingga satu tahun berlalu kedekatan mereka sudah menjadi layak nya sebuah persaudaraan. Gean yang awal nya tinggal dirumah kontrakan kini tinggal dirumah kecil milik Cristian, mereka membuat usaha properti kecil kecilan yang merupakan ide dari Cristian.
Hingga mereka lulus kuliah yang memang hanya berjarak setahun lebih dulu Gean, mereka tetap menjalankan bisnis properti mereka.
Beberapa tahun kemudian bisnis properti rumahan mereka sudah merambah kesebuah perusahaan kecil yang mereka bangun.
Berbekal bakat dan kecerdasan mereka , mereka mampu membuat perusahaan mereka besar dan berjaya hingga memiliki cabang dibeberapa kota.
Gean dengan kecerdasan dan jiwa bisnis nya dan juga Cristian dengan sikap dingin dan mampu memanipulasi keadaan dapat dengan mudah menarik investor untuk mengembangkan usaha mereka hingga sampai titik tertinggi seorang pengusaha yang diperhintungkan dalam dunia bisnis.
Flashback off
Angel tersenyum bangga mendengar cerita pengalaman hidup kakak nya bersama suami dingin nya itu.
"aku bangga pada kalian" ungkap Angel dan Gean pun hanya tersenyum sembari mengusap lembut rambut adik nya
"aku belum apa apa dibanding dengan dia, meski masih muda, namun semangat nya terlihat menggebu gebu. Terlihat jelas dimata nya hanya ingin menjadi yang terbaik" jawab Gean mengingat Cristian
"ya, apapun yang diinginkan nya harus didapatkan bukan?" kata Angel terkekeh membuat Gean juga tertawa
"haha, kau benar. Dan sampai sekarang pun begitu. Kita lihat , seberapa lama dia bertahan dengan harga diri nya yang tinggi itu, gengsi atau perasaan yang dipilih nya" kata Gean
"aku tidak terlalu berharap kak, aku tau bagaimana perasaan nya sekarang" jawab Angel
"ya, biarkan dulu dia menenangkan hati dan fikiran nya" ucap Gean pula
"lalu sampai kapan kakak disini, tidakkah kau kembali bekerja?" tanya Angel menatap kakak nya
"kau mengusirku , hm?" kata Gean menatap lekat wajah cantik adik nya
"bukan begitu, aku tidak yakin dia bisa bekerja dengan tenang tanpa dirimu" ungkap Angel membuat Gean tertawa
__ADS_1
"biarkan saja dulu, aku sudah terlalu lama bersama nya hingga mengabaikan mu.aku masih rindu dengan Rossy ku yang manis ini" kata Gean sembari mengacak ngacak gemas rambut Angel yang hanya tersenyum dan langsung memeluk tubuh kakak nya
'entah bagaimana jika kau tau siapa aku yang sebenar nya kak' batin Angel