
Mereka semua yang berada diruangan itu lantas langsung terdiam setelah Queen rose masuk dengan sebuah pistol ditangan nya bersama dengan Jorge.
Cristian memandang lekat kearah Queen rose yang tengah memperhatikan Shania dan juga Gean yang saling melempar pandangan tajam.
Hati nya terasa berdesir ketika berada didekat wanita itu, bahkan terasa sama seperti berada didekat Angel. Namun yang membedakan adalah aura mereka, Angel terlihat menenangkan sedangkan Queen rose terlihat menyeramkan.
Ingin sekali dia bertanya pada Gean tentang keadaan istri nya dirumah, setelah hampir dua hari tak bertemu dengan kesayangan nya itu, pasal nya di mansion black rose dia sama sekali tak ada memegang ponsel atau alat komunikasi lain nya.
Namun harapan nya masih terpendam dihati mengingat belum ada kesempatan mereka untuk saling berbicara.
"Shania aku akan pergi dengan Jorge. Kau bisa temani mereka disini sebelum aku kembali" kata Queen rose menatap pria yang berada disana satu persatu.
"bisakah aku saja yang ikut dengan mu Queen, biarkan Jorge yang menjaga mereka" pinta Shania penuh harap
"emm Queen. Bisakah kami kembali saja. Ada hal yang harus kami selesaikan" ucap Gean tiba tiba membuat Queen rose mengernyit heran
"kau mau kemana Queen?. Jangan bilang kau mau menghancurkan markas black hunter?" tanya Cristian langsung hingga membuat semua orang disana menatap kearah nya
"ya, aku ingin bermain sebentar" jawab nya santai
"kalau begitu biarkan aku ikut denganmu" kata Cristian terlihat bersemangat
"kau yakin?. Keadaan mu baru pulih" kata Queen rose pula
"aku sudah cukup kuat, aku ingin membalas perbuatan mereka yang sudah keterlaluan pada ku dan juga pada keluarga ku" ucap Cristian geram
Queen rose langsung melirik kearah Gean yang juga langsung menganggukan kepala nya
"aku dan Erick juga akan ikut. Kami memang sudah berencana untuk menyerang mereka malam ini" kata Gean pula membuat Queen rose menghela nafas nya sejenak
"baik lah. Aku tidak akan melarang. Tapi kalian harus ingat, black hunter bukan musuh sembarangan. Mereka kuat melebihi yang kalian tahu" ucap Queen rose memperingatkan
"kami mengerti. Aku tak tahu apa yang membuat mereka selalu mengganggu ketenangan hidup kami. Tapi yang pasti, ini harus segera berakhir, " ungkap Cristian membuat Gean mengangguk kan kepala nya
"baiklah, persiapkan diri kalian , Cristian, kau ikut aku bersama dengan Jorge untuk menyerang kediaman black hunter, dan Shania kau pimpin tuan Gean dan sekretaris Erick bersama anggota yang lain untuk menghancurkan markas mereka yang tersisa" titah Queen rose menatap satu persatu orang yang ada diruangan itu.
"siap Queen" ucap mereka semua dengan lantang
..
Beberapa jam kemudian tepat nya ketika tengah malam, rombongan yang dipimpin oleh Queen rose dan juga Shania mulai bergerak dengan kendaraan masing masing.
Mereka berjalan beriringan dengan persiapan yang sudah matang.
Cristian satu mobil dengan Queen rose yang mengemudikan sendiri mobil nya.
Wanita itu terlihat tangguh dengan jaket kulit dan celana lejing nya, serta rambut yang diikat seperti ekor kuda. Jangan lupakan topeng yang tak pernah lepas dari wajah nya, dan juga senjata api yang sudah tersangkut apik disamping kiri dan kanan pinggang nya.
Dalam hati Cristian mengagumi sosok tangguh itu, namun tetap saja aura nya selalu mampu membuat pria itu bergidik ngeri.
Cristian sesekali melirik mobil yang ditumpangi nya, sebuah mobil sport mewah bewarna biru metalik yang sudah dimodivikasi sedemikian rupa, anti peluru dan juga anti peledak. Terdapat juga beberapa alat komunikasi yang menghubungkan mereka dengan anggota yang lain, sungguh luar biasa batin nya.
Malam ini Cristian terlihat gagah dengan setelan celana jeans dan juga jaket kulit bewarna hitam, juga kaos hitam didalam nya. Senjata api juga sudah tersedia dipinggang nya. Sangat jauh dari kesan CEO yang selama ini digandrungi nya. Malam ini dia benar benar sudah seperti seorang mafia yang akan mencari mangsa nya.
"Queen" panggil Cristian pelan
Queen rose hanya melirik kearah Cristian sejenak setelah itu fokus kembali pada jalanan didepan nya
"terima kasih" ucap Cristian lagi , membuat Queen rose menoleh kearah nya sembari mengangkat sebelah alis nya
"kau sudah mau repot repot membantu kami hingga seperti ini. Aku tak tahu apa tujuan mu, tapi yang pasti aku benar benar berterimakasih kepadamu" ungkap Cristian terdengar tulus
"kita mempunyai musuh yang sama. Jadi tidak ada salah nya untuk bekerja sama bukan" jawab nya membuat Cristian menoleh kearah nya
"black hunter juga musuh mu?" tanya Cristian dan Queen rose pun mengangguk
"ya, Aron dan kakak nya dulu pernah membuat bisnis ku berantakan, tapi kakak nya sudah tewas , dan kini tinggalah Aron yang menggantikan kakak nya memimpin black hunter yang menjadi musuh mu sekarang. Mereka harus dilenyapkan hingga keakar akar nya agar tidak menganggu orang lagi" ungkap Queen rose sembari memutar setir mobil nya menuju sebuah kawasan sepi namun dari jauh terlihat pendaran cahaya sebuah bangunan
Cristian terlihat menenggak air liur nya mendengar perkataan Queen rose yang selalu saja berkata mengerihkan namun tetap dengan wajah datar nya
Dan tak berapa lama mereka berhenti tak jauh dari sebuah rumah mewah yang terlihat besar dan banyak penjaga didalam nya.
Sementara mobil yang dikendarai oleh Shania dan juga Gean berbelok kearah lain menuju kearah markas black hunter.
"ini kediaman mereka?" tanya Cristian sembari memperhatikan sekitar
"ya" jawab Queen rose singkat
Queen rose tampak mengotak ngatik sebuah alat kecil ditelinga nya, yang tak lain adalah earphone yang telah ia sambungkan dengan Jorge.
__ADS_1
"Jorge periksa keadaan didalam, retas semua cctv yang ada disana"
"baiklah, segera kabari aku" ucap nya lagi
Setelah itu mereka berdua saling terdiam sembari menunggu laporan dari Jorge yang sedang meretas cctv dikediaman Aron.
Beberapa puluh orang anak buah black rose telah menyebar kesegala arah tanpa suara sama sekali membuat Cristian berdecak kagum.
Setelah beberapa menit menunggu akhir nya Jorge memberi kabar pada Queen nya.
"Queen, ada sepuluh orang penjaga didepan, lima orang masing masing disamping kiri dan kanan rumah itu, didalam terdapat beberapa puluh orang yang tengah berkumpul diruang tengah dan juga menyebar kearah balkon dan juga dapur.
Aron bersama kekasih nya tak terlihat dirumah itu Queen, hanya ada dua orang tua bangka yang sedang bersantai dikamar mereka" jelas Jorge dari seberang sana
"baiklah, kemungkinan Aron berada dimarkas. Kau bantu Shania disana" ucap Queen rose lagi
"siap Queen" jawab Jorge
Queen rose langsung melepaskan sabuk pengaman nya begitu pula dengan Cristian.
"Aron tidak ada didalam, kemungkinan dia berada dimarkas nya" kata Queen rose saat mereka telah berdiri didepan mobil sembari menatap kearah rumah mewah itu
"lalu, apa guna nya kita disini jika yang kita cari tidak ada ditempat" balas Cristian membuat Queen rose menghela nafas nya sejenak
"paman dan bibi Gean ada didalam, kau tidak ingin menangkap nya. Lagi pula rumah ini harus kita hancurkan sebagai tanda bahwa kita juga bisa mengusik mereka" jawab Queen rose
"apa itu tidak keterlaluan?" gumam Cristian pelan
"astaga, kalau kau takut , sebaik nya kau tak usah ikut" ucap Queen rose kesal
"oke oke, baiklah. Aku ikut. Jangan selalu bilang aku penakut Queen" balas Cristian tak kalah ketus
"kau memang penakut kan. Entah apa yang dilihat Angel sehingga dia bisa jatuh cinta pada pria seperti mu" ucap nya sinis membuat Cristian terhenyak dan langsung menoleh kearah Queen rose yang sedang mengisi peluru pada pistol nya
"wah, mulut mu itu terlalu tajam" jawab Cristian sambil mengusap dada nya.
Queen rose terdiam sembari memandang kedepan. Memang entah apa yang dilihat nya dari Cristian hingga dia bisa jatuh cinta pada pria itu. Dan tanpa sepengetahuan Cristian, Queen rose nampak tersenyum tipis atas apa yang diucapkan nya barusan.
"baiklah, ayo kita mulai. Ingat jangan beri ampun pada musuh, bunuh siapapun yang terlihat kecuali dua tua bangka itu. Kau mengerti" ucap nya tajam menatap Cristian
"oke" kata Cristian sembari mengangkat senjata nya
Mereka kemudian berlari mengendap endap mendekati rumah mewah itu dimana pasukan black rose sudah mengepung seluruh sudut rumah.
Dan entah dari mana datang nya, tiba tiba Angel sudah memegang sebilah pedang samurai dengan mata pedang yang mengkilat sempurna membuat Cristian lagi lagi bergidik ngeri.
Angel berlari mendekati musuh, satu tembakan dia lesat kan keudara membuat semua orang yang ada dirumah itu langsung panik dan berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Para penjaga rumah Aron juga langsung menembakan tembakan yang bertubi tubi kearah mereka berdua.
Namun pasukan black rose juga tak kalah semangat nya, mereka juga balas menembak dengan membabi buta membuat pasukan black hunter kalang kabut karena jumlah pasukan yang kurang memadai, apalagi ketua mereka yang tidak ada ditempat.
Sratt
Sratt
Sratt
Dor dor dor
Suara tebasan pedang dan juga tembakan terdengar nyaring ditelinga Cristian. Sesekali dia meringis ngilu melihat betapa mengerihkan nya wanita bertopeng itu membantai musuh nya.
Cristian juga tak mau kalah, meski masih terlihat takut namun dia mencoba untuk menembaki setiap musuh yang terlihat, dan sesekali bersembunyi dibalik pilar bangunan itu untuk menghindari serangan peluru.
Tembakan demi tembakan terus dia berikan pada orang yang mau menyerang nya dan juga Queen rose sambil terus bergumam.
'maafkan aku Tuhan, mereka yang memulai duluan' gumam nya terus menerus sembari terus menembaki setiap orang yang terlihat
Sesekali dia juga melirik Queen rose yang terlihat sangat lincah dan energik dalam bertarung.
Terkadang dia bersalto dan menendang orang orang yang hendak menyerang nya, membuat Cristian lagi lagi berdecak kagum.
"sungguh wanita tangguh yang sesungguh nya" gumam nya lagi
Pertempuran itupun berlangsung sengit dimana pasukan black hunter berdatangan entah dari mana membuat Cristian sedikit menciut nyali nya.
Tembakan demi tembakan pun dia keluarkan hingga ia kehabisan peluru.
"aarrgh sial" umpat nya kesal. Dengan tangan kosong akhir nya dia mencoba untuk mengerahkan kemampuan bela diri nya.
__ADS_1
Tendangan demi tendangan dia arah kan pada perut lawan dengan sesekali melompat dan menghindar dari tembakan lawan.
Bukk
Tubuh nya lansung terjungkal ketika mendapat sebuah tendangan dari musuh nya, sebuah pistol langsung mengarah tepat kedahi nya dan
Dor
Cristian langsung memejamkan mata nya, namun ia kembali membuka mata ketika tak merasakan sakit sedikit pun. Dilihat nya Queen rose sudah berdiri membelakangi nya dengan menembaki musuh yang hendak menyerang mereka.
"kau tak apa tuan El?" tanya Queen rose.
"ya," jawab nya singkat karena menahan sakit dari tendangan itu yang cukup kuat
"pergilah kelantai dua, kamar kedua dimana tua bangka itu berada. Tangkap mereka hidup hidup. Aku akan membereskan yang disini, anak buahku akan menemanimu" ucap Queen rose sembari sesekali menyabetkan pedang nya membuat darah bercipratan hingga mengenai wajah Cristian
"kau yakin sendiri disini?" tanya Cristian lagi dengan sedikit menghapus noda darah diwajah nya
"ya, cepat lah. Waktu kita tidak banyak. Beberapa menit lagi rumah ini akan meledak" teriak nya membuat Cristian langsung terbelalak kaget
"astaga, kau gila!!" teriak nya pula. Namun sesegera mungkin dia berlari menaiki anak tangga sambil beberapa kali menundukan kepala nya karena tembakan yang dilesatkan kearah pria itu.
Dor dor dor
Queen rose dan anggota nya yang lain terlihat melindungi Cristian dari jarak jauh dan dekat.
Cristian terus berlari sembari mengumpat kesal dengan tubuh yang sudah gemetaran, bukan hanya karena takut saja melainkan juga karena fisik nya yang masih lemah akibat efek racun ditubuh nya.
"oh my god, dosa apa yang telah ku lakukan hingga bisa terjebak disituasi seperti ini" gerutu nya sambil terus berlari
Hingga akhir nya dia tiba dilantai dua dengan nafas yang sudah memburu. Beruntung nya dilantai dua tak ada seorang pun anggota black hunter yang berjaga jaga jadi dia bisa bernapas sedikit lega.
Brakk
Pintu langsung di dobrak nya , hingga menampakan dua orang paruh baya yang nampak ketakutan tengah berdiri dibalkon kamar hendak kabur.
"mau kemana kalian ha!!, kalian harus membayar semua nya, gara gara kalian hidup ku jadi tidak tenang seperti ini!!" teriak Cristian marah dan langsung menodongkan senjata yang didapat nya dari anak buah Queen rose pada tuan jose dan juga istri nya hingga membuat mereka berdua gemetaran takut.
"a ampuni kami tuan El, kami mohon ampuni kami" pinta mereka dengan tubuh yang langsung bersimpuh dikaki Cristian
"ampun kalian bilang, gara gara kalian ibu ku mati, dan sekarang karena kalian pula hidup ku tak tenang. Rasakan ini!!"
Bukk
Cristian pun menendang tubuh tua tuan Jose hingga terpelanting kebelakang membuat istri nya berteriak histeris
Bak buk
Tinjuan dan hantaman ia layangkan kewajah pria itu hingga membuat nya tak berdaya.
"aku pastikan setelah ini hidup kalian tak akan mudah" seru nya lagi.
Cristian kembali melayangkan pukulan nya kepada tuan jose hingga membuat pria itu terkapar tak berdaya, sementara nyonya jane langsung mendekap tubuh suami nya.
Cristian langsung terduduk diatas lantai dengan tubuh yang ia sandarkan pada dinding kamar, tampak dada nya naik turun menahan emosi dengan nafas yang terengah engah
Hingga tak lama kemudian Angel masuk dengan beberapa anggota nya.
"ayo kita keluar, rumah ini akan meledak sebentar lagi" seru Angel dari depan pintu membuat Cristian langsung berdiri dan berlari keluar
"sial!!" umpat nya kesal
Tuan jose dan istri nya dipapah oleh anggota black rose untuk keluar dari rumah itu.
Dengan sekuat tenaga mereka berlari keluar rumah, dimana sepanjang jalan dari ruangan itu sudah penuh darah dan suara orang orang yang mengerang sakit, membuat Cristian meringis takut dan sedih.
Cristian dan Queen rose akhir nya tiba didepan pagar rumah itu dan seketika saja
Duar
Duar
Duar
Tiga kali ledakan besar terdengar hingga menghancurkan bangunan itu rata dengan tanah.
Cristian lagi lagi jatuh terduduk diatas tanah sembari menatap nanar kearah api yang tampak membumbung tinggi, wajah nya terlihat lelah dan tertekan.
"aku rindu Angel ku" ucap nya pelan dengan wajah yang tampak menyedihkan hingga membuat Queen rose yang berada disebelah nya hanya menggeleng pelan dan tersenyum tipis
__ADS_1
..
jangan lupa like dan coment nya readers