
Setelah kepergian Angel, Gean kembali kehotel tempat dimana dia dan Cristian menginap. Namun setelah tiba ditempat itu dia tidak menemukan pria itu disana.
Gean mencoba menghubungi ponsel nya namun tidak ada jawaban sama sekali.
Gean terduduk disofa kamar itu sambil memijit pelipis nya yang terasa berat. Masalah perusahaan dan pengkhianatan paman dan bibi nya sudah terselesaikan, adik nya juga sudah kembali. Namun kini masalah baru juga sudah menunggu nya, dia merasa jika Cristian pasti kecewa pada nya karena tidak pernah mengatakan hal ini terlebih dahulu dan pasti mengira jika dia sudah membohongi pria itu.
Beberapa saat setelah berdiam diri dia keluar dari hotel untuk mencari dimana pria itu berada. Dia tak ingin kesalah pahaman ini terus berlanjut. Bagaimana pun Cristian adalah orang yang berjasa dalam hidup nya, yang telah banyak menolong nya saat dia kehilangan semua nya bahkan saat dia kehilangan ingatan nya hingga pria itu sudah menganggap nya seperti saudara.
Baru saja dia hendak menjalankan mobil nya terlihat Cristian duduk sendiri disebuah taman tak jauh dari hotel tempat mereka menginap.
Gean segera turun dari mobil nya dan berjalan menghampiri pria itu.
Gean langsung duduk disamping Cristian yang sedang duduk dengan wajah memandang jauh kedepan. Tidak ada ekspresi apapun dari wajah nya, hanya datar dan dingin membuat Gean membuang nafas nya dengan kasar.
"aku tau kau kecewa, tapi sungguh aku tak pernah berniat untuk membohongi mu Selama ini" ungkap Gean merasa bersalah dan masih menatap Cristian yang tetap diam membisu
"aku minta maaf . Aku juga tidak menyangka takdir kita seperti ini. Kau dan aku dipertemukan saat aku tidak mengingat apapun pada saat itu. Namun dengan kedatangan Angel semua berubah dan karena dia juga yang mengembalikan ingatan ku lagi" jelas Gean namun Cristian masih tetap diam dan enggan berbicara
Beberapa saat Gean terdiam dan semakin merasa tidak menentu karena Cristian yang masih tetap diam . Dia tahu pria itu tengah menahan emosi didalam hati nya.
Gean menarik nafas nya dengan berat sebelum memulai berbicara.
"kau boleh marah dan benci padaku, tapi ku mohon jangan lampiaskan kemarahamu pada Angel. Dia tidak bersalah, dan berkat dialah aku mendapatkan semua bukti kejahatan paman dan bibiku" Jelas Gean lagi
"apapun yang kau rasakan saat ini aku mengerti, dan aku serahkan semua padamu. Maafkan aku, kau adikku, Angel juga adikku. Kalian sama berarti nya dalam hidup ku. Maaf kan kami" lirih Gean . Diapun hendak bangkit berdiri dan meninggalkan Cristian disana. Namun langkah nya terhenti saat mendengar perkataan dari pria itu.
"apa yang harus aku lakukan sekarang" lirih nya terdengar putus asa
Gean menatap Cristian dengan lekat. Tampak dari wajah nya menunjukan sebuah rasa yang sulit diapahami oleh Gean.
"aku bersalah" gumam nya lagi dengan kedua telapak tangan nya menutupi wajah nya
Gean kembali duduk disamping Cristian sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"kenapa takdir begitu kejam padaku" lirih Cristian
Gean pun menepuk pundak Cristian pelan. Dia sama terpukul nya dengan pria itu. Sama sama kehilangan orang yang mereka kasihi.
"jangan salahkan dirimu. Aku mengerti apa yang kau rasakan. Aku juga seperti mu saat baru mengetahui semua nya" ungkap Gean menatap Cristian
"tenangkan lah dirimu Cris, jernihkan pikiran mu. Maafkan orangtua ku yang telah membuat ibu mu tiada. Sungguh itu bukan keinginan kami. Kau tau bukan kita sama, sama sama kehilangan orang yang kita sayang, " jelas Gean lagi
Cristian hanya terdiam dan tampak memikirkan sesuatu. Dia mengerti memang bukan kesalahan Gean dan orang tua nya, itu semua kecelakaan akibat keserakahan orang lain. Dia tau Gean dan Angel juga merasa kan apa yang dirasakan nya, bahkan Angel lebih menderita karena harus berjuang sendiri, sedangkan kakak nya menemani keterpurukan nya selama ini. Dan rasa bersalah nya semakin besar saat sudah mengetahui semua nya.
"tidak, aku yang bersalah. Akibat rasa sakit dan dendam ku yang tak beralasan membuat aku bertindak bodoh dengan menyakiti Angel" ungkap Cristian sembari mengusap wajah nya kasar
"apa kalian mau memaafkan aku?" tanya Cristian menatap wajah Gean
__ADS_1
Gean pun mengangguk dan tersenyum
"tidak ada yang salah. Aku mengerti perasaan mu. Dan Angel juga sudah memaafkan mu" jawab Gean
"benarkah, bahkan sekarang aku tak berani untuk bertemu dengan nya" ucap Cristian langsung menunduk. Entah kenapa fikiran nya jadi merasa bersalah pada gadis yang sudah diperistri nya itu
"apa kau benar benar mencintai nya?" tanya Gean menatap Cristian lekat
"aku rasa aku memang sudah jatuh hati pada nya" gumam nya
"jika begitu kejarlah cintamu, dan raih kebahagiaan mu. Sudah cukup kau terpuruk selama ini" jelas Gean mantap membuat Cristian menoleh kearah nya
"kau tidak keberatan dengan hubungan ku dan dia setelah apa yang aku lakukan pada nya selama ini?" tanya Cristian heran
"hei, kau sudah meminta restu ku kemarin. Dan aku rasa aku sudah menjawab nya bukan" jawab Gean
"jadi saat itu kau sudah mengingat semua nya?" tanya Cristian dan Gean pun mengangguk
"ya aku mengingat semua nya saat aku masuk rumah sakit waktu itu" jelas Gean membuat Cristian berdecak kesal
"ck , sialan, lalu mengapa kau tidak memberi tahu ku?" tanya Cristian emosi
"Angel melarangku, dia berkata jika aku memberi tahumu saat itu, dia takut kau salah paham dan menganggapku sudah membohongi mu. Dia ingin semua terbongkar saat kau sudah tahu siapa dalang dibalik kecelakaan itu" jelas Gean membuat Cristian menganggukan kepala nya
Cristian pun diam sesaat, membuat Gean heran melihat nya
"apa yang kau fikirkan?" tanya Gean heran
"aku tidak menyangka jika orang yang aku tolong dan ku anggap sebagai kakak ternyata adalah kakak ipar ku" jelas nya lagi
"hahhaa, ya dan kau cemburu pada kakak iparmu sendiri bukan" ejek Gean membuat Cristian lagi lagi berdecak kesal
"tidak, siapa bilang aku cemburu" elak nya membuat Gean kembali terkekeh dan geleng geleng kepala
"dasar gengsian" gumam nya
"hmh, lalu dimana Angel sekarang?" tanya nya mengalihkan pembicaraa
"dia kembali kerumah lama nya" jawab Gean singkat
Cristian kembali terdiam membuat Gean bingung melihat nya
"apa kau tidak ingin menyusul nya?" tanya Gean
Cristian pun menggeleng
"kenapa? Kau bilang kau sudah jatuh hati pada nya.?" tanya Gean lagi sementara tampak Cristian menghembuskan nafas nya dengan kasar
__ADS_1
"aku takut dia tidak mau memaafkan ku. Aku kira selama ini dia bersikap manis karena dia memiliki rasa padaku, tapi nampak nya aku salah, dengan jelas dia menolakku" lirih nya sambil menundukan kepala. Entah kenapa hati nya begitu berat untuk menemui Angel karena rasa bersalah nya
"hmh, baiklah, seperti nya kalian harus menenangkan diri masing masing dulu. Tapi satu pesanku, jika kau memang serius untuk menjalin hubungan dengan nya, perjuangkan cintamu. Tapi jika tidak, tolong lepaskan dia baik baik" kata Gean menepuk pelan pundak Cristian
"tentu akan aku perjuangkan. Tapi untuk saat ini aku ingin menenangkan hati dan fikiran ku dulu." jawab Cristian
"baiklah, kalian sama sama adikku. Aku berharap kalian dapat menjadi pasangan yang bisa saling mengisi dan hidup bahagia bersama. Tapi sekali lagi, jika kau tidak bisa membuat nya bahagia jangan salahkan aku jika aku akan membawa nya pergi" ungkap Gean tegas membuat Cristian langsung melihat kearah nya
"hei, aku sudah bilang aku akan memperjuangkan nya dan tetap menjaga hubungan ini. Jadi jangan coba coba membawa nya pergi karena dia milik ku" jawab Cristian pula
"kau harus ingat aku kakak nya. Tidak akan ku biarkan kau menyakiti nya lagi. Jadi kau juga jangan coba coba" ucap Gean bangga
"oh astaga, baiklah kakak ipar. Aku pasti akan berusaha membahagiakan nya" jawab Cristian mendengus membuat Gean terkekeh pelan
"hei, kau pasti bisa jika kau serius" ucap Gean menepuk pundak Cristian
"aku serius, tapi seperti nya memang dia yang tidak ada rasa padaku" lirih Cristian
Gean hanya tersenyum penuh arti sembari mengeluarkan sebuah surat dari saku jas nya.
"jika kau bisa menyelami hati nya lebih jauh, kau pasti tahu seperti apa perasaan nya padamu" ungkap Gean sembari menyerahkan surat itu pada Cristian
"itu surat dari nya. Sebelum pergi tadi dia menitipkan nya padaku. Bacalah baik baik, aku kembali dulu kehotel" ungkap Gean dan langsung pergi beranjak meninggalkan Cristian yang masih terdiam memperhatikan surat itu dengan seksama.
Setelah beberapa saat dia pun mulai membuka surat itu dan membaca isi nya.
...Kau sudah tahu yang sebenar nya sekarang. Aku tidak marah karena aku tahu rasa nya kehilangan orang yang kita sayang...
...Jika aku ada diposisimu aku juga akan melakukan hal yang sama....
...Cristian,...
...Maafkan aku yang menolak mu...
...Bukan maksud ku seperti itu...
...Tapi aku ingin menyerahkan apa yang aku punya hanya untuk orang yang mencintaiku...
...Coba tanyakan pada hatimu...
...Sudahkah aku ada dalam hatimu...
...Jika ada datanglah padaku, karena aku selalu menunggu mu...
...Tapi jika tidak ada aku dihatimu,...
...Maka lepaskan aku, jangan jerat aku dengan keegoisan mu untuk memiliki ku...
__ADS_1
...Istrimu...
...Angel...